
Seorang pemuda berjalan santai melewati taman, ditemani tiga orang anak muda di belakangnya. Pemuda itu ialah Lou Yue, dia baru saja keluar dari ruang rapat setelah rapat enam jam bersama Lou Zou dan aparat lainnya.
Lou Yue berhenti tepat di bawah pohon terbesar di wilayah kediamannya. Pohon berdaun tujuh warna berbeda dan berbunga harum, pohon yang cukup terkenal di kerajaan Langit. Di mana pohon ini hanya tumbuh di wilayah kediaman Lou Yue.
Di bawah pohon itu, ada satu kursi terbuat dari tembaga, dan dililiti oleh tanaman rambat cantik. Lou Yue duduk di kursi itu sambil menghadap ke tiga anak muda yang mengikutinya.
Tiga anak muda itu adalah tiga orang terpercayanya. Sekaligus anak angkatnya. Mungkin kalian cukup aneh mendengarnya, Lou Yue memiliki tiga anak angkat. Kenapa bisa seperti itu? Karena Lou Yue menganggap mereka seperti anak angkat setelah Lou Yue mengadopsi mereka hampir 5 tahun lamanya.
Anak tertua dari anak angkat Lou Yue bernama Minghao, berumur kurang lebih 14 tahun. Minghao sendiri paling tampan, paling tinggi, paling periang dan juga paling ceroboh, selalu bertindak tanpa berpikir. Tapi soal kekuatan, jangan diragukan. Dia adalah anak dari Lou Yue yang paling berbakat dalam kuktivasi, bahkan kekuatannya hampir setara dengan kekuatan Jenderal Bulan pasukan elit yang Lou Zou dirikan.
Lalu anak ke dua ialah seorang gadis cantik bermata hijau, berambut panjang sepinggang dengan dua kepang rambut pita kuning. Dia adalah Yihua, berusia 12 tahun. Memiliki karakter penuh kasih sayang, kewaspadaan tinggi, dan perhatian. Yihua sangat ahli memakai panah, bahkan jika menutup mata sekalipun. Kecerdikan juga jauh di atas Minghao.
Lalu anak terakhir, bocah 10 tahun, berambut putih seperti Lou Yue, memiliki sepasang mata biru terang dan tatapan mematikan. Jiazhen, itulah nama panggilannya. Walaupun dia berusia paling muda, tapi soal IQ dialah yang paling tinggi. Kecerdasannya sangat Lou Yue akui, tidak hanya itu, kepribadiannya anak satu ini sangat jauh berbeda dengan kakak-kakaknya. Dia sangat tertutup dan dingin terhadap banyak orang, terkecuali pada orang terdekatnya.
Kejadian 5 tahun yang lalu, membuat Lou Yue harus mengadopsi tiga anak angkatnya ini. Ditambah ketertarikan Lou Yue akan keahlian dari masing-masing anak angkatnya.
Minghao mendekati Lou Yue, sejak awal Ayah angkatnya itu keluar dari ruang rapat, Minghao sangat ingin mengatakan sesuatu.
"Ayah, apakah Ayah akan pergi lagi? Apakah Ayah tidak bisa membawa kami pergi? Kami sudah cukup kuat untuk ikut bertempur. Aku yakin dengan kekuatan kami sekarang, kami pasti sangat berguna," ujar Minghao penuh rasa semangat, agar Lou Yue dapat mempercayai perkataannya.
Tentu saja maksud dari ucapannya barusan ialah, ikut bersama Lou Yue ke dunia Tengah.
Di sisi lain Yihua terus memainkan jari jemarinya, wajahnya menampakkan aura kekhawatiran. Yihua memiliki pendengaran yang tajam, dan dia sudah mendengar semua percakapan orang-orang di ruang rapat itu. Membuat perasaannya menjadi kacau balau.
Yihua ikut mendekati Lou Yue, "Ayah, aku juga ingin ikut. Aku rasa apa yang dikatakan Minghao benar," ucapnya sambil menatap Lou Yue nanar.
Lou Yue tersenyum mendengar ucapan Minghao dan Yihua, cukup terkesan mengetahui dua anak angkatnya ini sangat perhatian padanya. Kenapa Lou Yue berdefinisi sedemikian? Tentu saja dari ucapan Minghao dan Yihua, mereka sangat menyakinkan diri mereka sangat berguna, atau lebih tepatnya akan membantu Lou Yue ketika Lou Yue sangat membutuhkan mereka.
Tapi ....
"Sebaiknya tidak, kalian masih belum cukup kuat," balas Lou Yue sambil menepuk pundak Minghao.
Bukannya Lou Yue tidak ingin membawa mereka, tapi, Lou Yue tidak ingin terjadi sesuatu pada mereka. Lebih baik menghindari hal buruk sebelum terjadi.
Raut wajah Minghao dan Yihua berubah drastis, terpaut rasa kecewa di sana. Sangat kecewa Lou Yue tidak ingin mereka ikut menjarah dunia Tengah, padahal mereka berdua sangat berharap bisa membantu.
__ADS_1
"Kenapa Ayah? Bukankah Ayah sendiri tidak meragukan kemampuan kami? Kami pasti sangat berguna," sahut Minghao, meminta penjelasan seakurat mungkin alasan Lou Yue tidak ingin membawa dirinya dan adik-adiknya.
Lou Yue menarik nafas pelan lalu menghembuskannya, bersamaan dengan itu, dia menatap Minghao dan Yihua bergantian.
"Peperangan tidaklah semudah apa yang kalian bayangkan." Lou Yue menyentuh dahi Minghao dengan jari telunjuknya, "Kekuatan saja tidak akan bisa membantu." lanjutnya lagi sambil menurunkan jari telunjuknya dari dahi Minghao.
Minghao terdiam mendengar penjelasan singkat Lou Yue sambil memegang dahinya dengan satu tangan. Di dalam hatinya dia kembali berpikir, apa yang dikatakan Lou Yue memang benar. Kekuatan saja tidak bisa membantu, otak pun juga harus berkerja seimbang dengan tenaga.
Tapi masalahnya!
Minghao yakin, dia bisa membantu, dengan adanya Yihua dan Jiazhen. Minghao dan Yihua cukup andal dalam kekuatan, lalu ada otak cerdas milik Jiazhen. Bukankah itu perpaduan hebat?!
Itu hanya pikiran singkat Minghao.
Lou Yue mengalihkan pandangannya pada Jiazhen, yang sejak tadi tidak membuka suara. Padahal dua Kakaknya sudah berusaha membujuk Lou Yue agar bisa ikut berperang, tapi Jiazhen sendiri hanya memilih diam sambil menyandarkan tubuh kecilnya di pohon. Tampak sekali raut wajah Jiazhen sangat tidak peduli dengan permohonan ke dua Kakaknya itu. Tapi sikap itu sudah Lou Yue ketahui, dia sangat hapal sifat Jiazhen.
"Bagaimana denganmu, Jiazhen? Apa kau tidak ingin ikut?" tanya Lou Yue, bersamaan dengan itu pandangan Minghao dan Yihua langsung teralihkan pada Jiazhen.
"Jiazhen, katakan bahwa kau juga ingin!" sahut Minghao bersemangat. Sangat berharap kalau adik bungsunya itu setuju dengan pendapatnya. Kalau Jiazhen juga setuju, bertambah satu lagi suara bantuan. Dan mungkin saja Lou Yue bisa mempertimbangkan lagi permohonan Minghao tadi.
Jiazhen menatap Lou Yue dengan tatapan datar, "Apakah di sana ada hal menarik? Jika tidak ada, aku tidak akan ikut."
"Tentu saja ada!" Minghao langsung menjawab dengan sangat bersemangat sambil ikut duduk di samping Jiazhen lalu merangkulnya, "Di sana sangat banyak hal menarik."
Jiazhen menatap Minghao tanpa ekspresi, "Aku tidak yakin, kau bahkan tidak pernah ke sana. Bagaimana mungkin kau tahu ada hal menarik di sana?" ucap Jiazhen datar sambil menurunkan tangan Minghao dari bahunya.
"Kau salah, aku mendengarnya dari Yihua. Di sana ada Putri Langit!" balas Minghao cukup keras sambil melipat ke dua tangannya di dadanya. Seakan sangat bangga ketika memberikan informasi besar tersebut.
Mendengar namanya disebut, Yihua langsung menatap Minghao terkejut. Bola mata hijaunya itu membulat menatap Minghao tak percaya. Yihua mendekati Minghao lalu menumbuk kepala Minghao cukup keras.
"Kenapa kau membocorkan rahasia!" seru Yihua.
"Aawww! Sakit!" ringis Minghao sambil memegang kepalanya. Minghao menatap Yihua tak percaya, bagaimana mungkin Yihua tega memukulnya dengan tenaga cukup kuat. Apakah Yihua mau membunuhnya?
Berbeda dengan Lou Yue, ketika dia mendengar Minghao menyebut nama 'Putri Langit' seketika ekspresinya berubah drastis. Lou Yue beranjak dari kursi mendekati tiga anak angkatnya itu dengan raut wajah cukup serius.
__ADS_1
"Katakan, dari mana kalian mengetahui itu? Yihua, dari mana kau mendengarnya?" tanya Lou Yue, dia menatap Yihua yang kini terdiam tidak bisa berkutik alasan. Karena Yihua tahu, Lou Yue sangat mengetahuinya dirinya bisa mendengar perbincangan dari jarak cukup jauh. Kemungkinan, Yihua mendengar berita itu dari seseorang secara tidak sengaja.
Yihua bersikap tidak karuan sambil menggerak-gerakkan badannya. Dengan pelan-pelan ia menatap Lou Yue lalu menjawab, "Seseorang mengatakan hal itu di pasar. Ketika aku berjalan-jalan, dan aku tidak sengaja mendengarnya."
Raut wajah Lou Yue semakin berubah, 'Seseorang di pasar? Siapa?' Lou Yue kembali menatap Yihua, "Bagaimana ciri-ciri orang itu, apa dia pria atau wanita?"
Yihua menggaruk keningnya sambil bergelegat seakan sedang berusaha memikirkan sesuatu, "Dia seorang pria, sangat tampan dan tinggi," jawab Yihua sesuai seperti apa yang dia ingat.
Lou Yue terdiam, namun otak sedang berputar keras. Lou Yue yakin, kepergian Shua Xie dari dunia Bawah tidak diketahui siapapun selain dirinya, lalu bagaimana bisa ada orang lain mengetahui hal itu?
'Siapa pun itu, dia sangat berbahaya!' pikir Lou Yue.
Lou Yue menjadi sedikit cemas, dia yakin orang yang mengetahui identitas Shua Xie dan keberadaan Shua Xie pastilah bukan orang biasa. Yang pastinya bukan hal baik jika banyak orang mengetahui tentang Shua Xie. Demi mencegah hal buruk terjadi, Lou Yue harus melakukan sesuatu. Karena Lou Yue tahu, sampai di mana kekuatan Shua Xie saat ini.
Lou Yue kembali menatap tiga anak angkatnya bersamaan, sekarang dia memiliki tugas untuk tiga anak angkatnya itu.
"Minghao, Yihua, Jiazhen." Lou Yue menghentikan sejenak ucapannya, menarik nafas cukup dalam lalu menghembuskannya.
"Pergilah ke dunia Tengah hari ini. Apapun yang terjadi, kalian harus lebih awal menemukan Putri Langit. Jika ada yang berusaha mendekati Putri Langit, kalian berusahalah lenyapkan mereka. Misi ini adalah rahasia kita berempat, aku yakin kalian bisa melakukannya." lanjut Lou Yue.
"Tapi kenapa? Bukankah Ayah tidak setuju kami pergi? Dan kenapa harus hari ini?" sahut Minghao sambil mengerutkan keningnya. Dia cukup penasaran kenapa tiba-tiba Lou Yue berubah pikiran setelah mendengarkan jawaban dari Yihua.
Ada apa sebenarnya?
"Putri Langit dalam masalah, Ayah pasti ingin kita melindunginya." Jiazhen menjawab pertanyaan Minghao menurut pikirannya.
Yihua menjadi bingung, dia menatap Lou Yue dengan ekspresi kebingungan, "Bukankah misi Kakek ialah menangkap Putri Langit? Kenapa kita harus melindunginya? Kenapa tidak menangkapnya saja?" tanya Yihua.
Lou Yue mengalihkan pandangannya ke sisi lain, sambil menghela nafas pelan. Lou Yue punya rencana sendiri, rencana Lou Zou dan rencananya sangat jauh berbeda. Bukan berarti karena dia sudah menyetujui menjadi pemimpinnya pasukan untuk merebut dunia Tengah, dia sudah memiliki tujuan yang sama. Tenang saja tujuannya dan tujuan Lou Zou berbeda.
"Karena kalian tidak tahu, bahwa Putri Langit adalah ...."
_______________
Shua Xie menatap tajam para pembaca sambil melipat kedua tangannya di dadanya, "Jangan lupa jempolnya, kalian harus dukung kisahku!"
__ADS_1