Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 191


__ADS_3

Brak!


Seorang pria datang dan tiba-tiba saja menggebrak meja, mengejutkan sebagian besar beberapa orang yang ada di ruangan itu. Seketika semua pandangan tertuju padanya, tapi tidak untuk seorang pria yang duduk tenang di kursinya sambil menutup mata.


"Lancang! Apa kau lupa siapa dirimu di sini! Beraninya masuk ke dalam kamp ini tanpa perintah!" Salah satu penghuni ruangan itu menggelegar marah, tidak senang melihat kelalaian apalagi dari seorang prajurit rendahan.


"Tenang ...." Pria di samping pria berambut merah darah itu bersuara. "Tenangkan diri anda Rou Shen, mungkin prajurit rendahan ini sedang membawa kabar besar untuk kita." Lanjutnya menenangkan pria bernama Rou Shen itu.


Rou Shen mendengus keras, kesal, tapi tetap mendengarkan ucapan pria berambut biru gelap itu. Rou Shen duduk kembali ke kursinya, menghentak tubuhnya lalu membuang pandangan ke sisi lain.


"Jika bukan kabar penting, aku sendiri yang akan membunuhmu prajurit lancang!" Ancamnya tegas. Semakin membuat prajurit malang itu bergetar ketakutan.


"Cepat katakan apa yang ingin kau sampaikan." Perintah pria lain yang ada di ruangan itu.


Prajurit itu mengangguk takut. "La-lapor Jenderal, a-ada penyusup! Dua orang penyusup menyerang pasukan timur dan barat," ucapnya penuh ketakutan.


Brak!


Rou Shen menggebrak meja. Menatap prajurit itu sangat marah. "Bodoh! Kabar apa yang kau bawa ini?! Biarkan aku menghabisimu prajurit sialan!" Rou Shen beranjak dari kursi, mendekati prajurit itu dengan perasaan amat marah.


Rou Shen hanya tidak menyangka bahwa kabar yang dibawa prajurit itu terdengar lebih memuakkan dari kabar biasanya. Intinya begini, hanya kedatangan dua tamu bodoh yang menyerang pasukan mereka secara langsung, apa yang perlu ditakutkan? Jumlah pasukan mereka ada jutaan jiwa, hanya menghadapi dua orang bodoh, apa masih perlu melapor ke kamp para pemimpin?


Tentu tidak!


"Tahan, Jenderal Rou. Kita belum mendengar penjelasannya lagi, biarkan prajurit ini menyelesaikan ucapannya," ucap penghuni lain, berusaha menahan kemarahan Rou Shen yang memang mudah memuncak.


"Mendengarkan?! Apa yang perlu didengarkan?!" Rou Shen menatap pria muda yang baru saja menghentikannya, kesal. "Hanya dua tamu bodoh, tapi dia melaporkan seakan dua tamu bodoh itu adalah ancaman besar!" balas Rou Shen lagi keras.


"Jenderal Rou ...." Seorang pria berbaju hijau gelap seperti rambutnya berdiri. "Tenangkan amarahmu, jangan membuat kekacauan. Biarkan prajurit itu menyelesaikan ucapannya."


"Jenderal Jingyu ...." Rou Shen menatap pria bernama Wei Jingyu lekat, perasaan kesal dan marah bercampur aduk. "Hemp! Baiklah ...." Pandangannya kembali pada prajurit yang berdiri tidak jauh darinya. "Cepat katakan apa yang ingin kau sampaikan, jika tidak penting maka aku tidak akan menahan diri lagi untuk membunuhmu!" ancam Rou Shen pada prajurit itu, lalu kembali ke kursinya dan duduk kesal di sana.


"Nah, lanjutkan ucapanmu." Perintah Wei Jingyu pada prajurit itu.

__ADS_1


"Ba-baik, Jenderal," balas Prajurit itu gugup. Sejenak ia menarik nafas dalam, berusaha menetralisirkan ketakutannya. "Lapor Jenderal, dua penyusup itu bukan manusia biasa. Mereka seorang Kultivator ...."


"Kultivator?" sahut semua orang yang ada di ruangan itu bersamaan, sedikit terkejut.


"Ada apa ini? Bukanlah dunia Tengah tidak memiliki Kultivator?" tanya Jenderal Hyung Ji keheranan.


"Ya, dari informasinya memang begitu. Aku bahkan telah menjelajahi sebagian besar tahan di dunia Tengah ini. Dan aku belum menemukan Kultivator, terkecuali ...."


"Terkecuali? Terkecuali apa, Jenderal Xiao?!" tanya Rou Shen keras, sangat penasaran dengan kelanjutan ucapan pria bernama Xiao Kun itu.


"Ya, Jenderal Xiao, terkecuali apa?"


"Terkecuali, Kaisar dari kerajaan Xuilin. Aku mendengar bahwa kekuatannya telah pulih beberapa bulan yang lalu. Seharusnya hanya dialah satu-satunya Kultivator di dunia Tengah ini?" jelas Xiao Kun dengan nada terdengar ragu. Sedikit meragukan ucapannya sendiri.


"Jenderal Xiao, aku mendengar ada keraguan dari ucapanmu?" sahut Wei Jingyu yang dapat mengetahui jelas nada keraguan itu.


Semua menatap Xiao Kun lekat, mereka pun juga merasakan hal yang sama, nada meragukan dari mulut Xiao Kun tadi cukup membuat mereka penasaran. Xiao Kun terdiam sejenak, memikirkan sesuatu yang tampaknya cukup serius. Cukup dilihat dari kerutan wajahnya yang semakin mengeras.


"Dunia Bawah?" sahut Hou Wen tanpa sadar, sedikit terkejut mendengar penjelasan Han.


"Ya, jangan lupakan Putri Langit pernah pergi ke dunia Bawah setelah terjatuh dari jurang Kematian. Kemungkinan orang-orang itu adalah pasukan bantuan yang telah lama Putri Langit kumpulan," timpal Xiao Kun dengan gurat wajah serius.


"Ahah! Aku pikir siapa? Kau sempat membuatku khawatir, Jenderal Xiao. Hanya orang-orang dari dunia Bawah, apa yang perlu dikhawatirkan? Ingat lah kita memiliki banyak pasukan yang kekuatannya setara dengan seribu kultivator tingkat Nirwana," sahut Rou Shen enteng, tidak menganggap penting tentang dua tamu yang sepertinya sedikit di khawatirkan Xiao Kun.


Xiao Kun menggeleng pelan. "Bukan itu maksudku Jenderal Rou, tapi tentang seseorang yang tidak boleh kita lupakan." Xiao Kun membenarkan maksud kekhawatirannya. Lantas semua orang di ruangan itu terdiam kaku, mereka paham siapa yang dimaksud Xiao Kun. Perlaha mata mereka melirik pada sang Pemimpin yang sampai saat ini masih duduk tenang sambil menutup ke dua matanya.


"Kau harus ingat, Raja Lou Zou, telah mati," ucap Xiao Kun lagi. Sangat mengejutkan untuk prajurit pembawa pesan tadi.


'Ra-Raja telah mati?' Prajurit itu membatin gemetar. Ucapan Xiao Kun benar-benar mengejutkan, pasalnya tidak ada berita sampai pada mereka bahwa pemimpin mereka telah mati Raja. 'Bagaimana mungkin.'


"Kau boleh pergi sekarang." Wei Jingyu menyadarkan kembali prajurit yang termenung dalam lamunannya sendiri.


Prajurit itu sedikit terkesiap, ditatapnya Wei Jingyu kosong sebab masih terkejut. "A-ah, si-siap Jenderal." Sadar kalau reaksinya dapat dibaca, prajurit itu hendak segera menjauhkan diri dari para pria berhawa menakutkan itu. Namun, baru beberapa langkah ia berjalan, suara tenang yang indah, tapi mengandung unsur penekanan, berucap. Sekejap membuat langkah prajurit itu berhenti.

__ADS_1


"Tentang apa yang kau dengar tadi, jangan beritahu siapa pun. Jika tidak, aku tidak akan menahan Jenderal Rou untuk membunuhmu." Wei Jingyu menatap punggung prajurit itu dingin.


Prajurit itu berbalik lalu berbicara tegas dan keras. "Siap, Jenderal Pertama! Rahasia ini akan ditutup, nyawa saya dan keluarga hingga ke generasi berikut sebagai jaminannya." Selepas berkata demikian, dia pun melenggang tanpa menoleh ke belakang atau pun kiri dan kanan.


Suasana suram masih menyelimuti kamp itu. Tidak ada lagi yang berani berbicara selepas ucapan Xiao Kun tentang kematian Raja mereka. Sebenarnya kabar ini bukan kabar buruk bagi mereka sebab pemimpin yang mereka ikuti adalah Lou Yue, bukan Lou Zou. Namun, karena Lou Zou juga memiliki pengaruh besar pada kerajaan dan pasukan, mau tidak mau mereka harus akui, kematian Lou Zou sangat tidak disangka.


"Semua sudah cukup membuktikan ...." Hyung Ji menatap para Jenderal yang ada. "Dia tidak pantas mengabdi pada Pemimpin kita. Setelah ini, kekacauan sebenarnya akan muncul."


"Ya, tapi sepertinya Tuan Putri kota telah salah paham pada Pangeran?" Wei Jingyu menyahut. Melenguh pasrah. Ia bingung dengan perempuan, mereka terlalu rumit untuk dipelajari, begitu pikir Wei Jingyu sekarang.


"Mengalami sembilan kali kehidupan atas perintah Sky Emperor? Apa yang bisa dilakukan oleh seekor Putri Si-"


Brak!


Semua terkejut, Rou Shen yang baru saja hendak mengatakan sesuatu terhenti. Bagaimana tidak, Lou Yue yang tiba-tiba menggebrak meja membuat mereka semua terkejut hebat, apalagi hingga membuat meja kayu di depan mereka patah.


"Apa yang ingin Anda katakan, Jenderal Rou?" Lou Yue menatap Rou Shen tajam, penuh hawa membunuh. Lantas membuat sang Jenderal ke Tiga bergetar ketakutan.


"Ti-tidak Yang Mulia! Saya bersalah, hukum lah hambamu ini."


"Bukankah aku sudah pernah mengatakan, aku tidak ingin mendengar kalimat itu lagi. Dia bukan Putri Siluman yang seperti kalian ucap dan pikirkan! Dia reinkarnasi Nushen (怒神)."


"Kami mengerti, Yang Mulia!" balas ke lima Jenderal itu bersamaan. Mereka semua berlutut di depan Lou Yue dengan kepala menunduk.


"Setelah ini, utusan Sky Emperor, pasti akan datang. Masalah kali ini mungkin akan jauh lebih rumit dari sebelumnya ... maka dari itu, ketika waktunya tiba, buat dia pergi sejauh mungkin dari dunia ini, buang dia ke dunia Eos. Biarkan dia menjalankan misinya membantu para pengikutnya, setelah ia cukup kuat nanti, dia akan mengerti siapa dirinya sebenarnya? Serta siapa sembilan ras yang ada di dalam tubuhnya. Dan ketika saat itu tiba, dia akan mengerti apa aku di dalam kehidupannya?"


**Bersambung


A/N : Mulai mendekati inti cerita. Gak lama lagi kalian bakal tahu siapa sebenarnya Menma? Lou Yue? Dan inti cerita ini 😏


Maaf baru up lagi, hah, gak ada yang bisa aku jelaskan, intinya aku lagi mager nulis, semangat 45 ku kek hilang ditelan bumi 🤐 mungkin upnya akan agak lama lagi, tergantung mood sih 😶 aku butuh support kalian, entah itu berupa like, komen, vote, dan hadiah. Atau gak berikan aku hadiah kopi biar mata ini melek 100 watt 😹 dan komentar membahana biar jari ini semangat ngetik meski mata udah merem 😹 okey? Aku tunggu kopi dan komentar kalian 😄😚


Papay sampai bertemu di bab berikutnya**...

__ADS_1


__ADS_2