
Feng Kim menghela nafas untuk kesekian kalinya, dia terus memikirkan akan perkataan Shua Xie pagi tadi. Tentang bagaimana Putrinya itu ingin dia kembali lagi menjadi Kaisar, dan buruknya kalau Feng Kim tidak kembali Putrinya itu yang akan menjadi Kaisar. Sebenarnya apa yang terjadi pada Shua Xie sampai dia berpikiran ingin menjadi Kaisar.
Tapi di sisi lain, ada berita lebih buruk lagi, yaitu Lou Zo. Jika mengungkit tentang Lou Zo, Feng Kim merasa kepalanya panas seakan ingin meledak. Lou Zo, tentu saja Feng Kim sangat mengenal sosok pengkhianat itu. Sahabat sehidup semati yang teranggap seperti saudara sendiri, namun akhirnya sosok saudara itulah yang membuat Feng Kim berakhir seperti sekarang.
Feng Kim sangat ingat, bagaimana persahabatan mereka dulu. Antara dia, Shujin, Shu Hua, Xui Sukong dan Lou Zo. Berpetualang bersama, menghabiskan waktu bersama dan tubuh bersama. Tapi Feng Kim mengenal mereka dan menjadi bagian meraka pada usianya masih 20 tahunan. Di saat itu, yang Feng Kim tahu Lou Zo adalah sosok pria dingin dan berambisi, tapi rasa peduli Lou Zo pada sahabatnya tidak bisa diragukan.
Tapi rasa kepercayaan Feng Kim pada Lou Zo hanya bertahan sebentar saja. Feng Kim tidak jauh jelas, tapi yang dia duga kalau Lou Zo memang sudah lama membenci Shujin karena Shu Hua adalah kekasih Shujin. Dipersingkat sedikit, Feng Kim mengenal mereka pada saat dia masih muda, sedangkan 4 sahabat itu sudah berusia ratusan tahun. Feng Kim sempat terkejut mengetahui umur mereka, pasalnya paras mereka menipu usia sebenarnya mereka, terlebih lagi Shu Hua dan Shujin apalagi Lou Zo. Di antara mereka berempat, Shu Hua lah yang paling tua, umurnya sudah ratusan tahun. Feng Kim bisa mempercayai kecantikan dan keawetan muda Shu Hua sebab Shu Hua keturunan klan Langit. Tapi untuk Shujin dan Lou Zo, mereka bahkan tidak jauh berbeda dengan usia Shu Hua tapi kenapa mereka bisa awet muda dan masih saja tampan? Dan mengejutkannya Shujin dan Lou Zo bukan dari keturunan klan Langit. Hanya Xui Sukong saja yang satu keturunan dengan Shu Hua walau pun Xui Sukong bukan keturunan murni.
Shujin pernah menjelaskan padanya, kalau dia memang bukan keturunan klan Langit dan bukan penduduk asli di dunia tanah Kultivator. Dia hanyalah pengelana yang tak sengaja bertemu dengan Xui Sukong dan Shu Hua.
Lalu jika mengungkit tentang Lou Zo, Feng Kim tidak tahu banyak dari mana asal Lou Zo sebab Lou Zo sangat jarang berbicara daripada Shujin yang super cerewet dan tidak bisa diam.
Kembali ke topik sebelumnya, Feng Kim kembali memikirkan, apakah tekad Lou Zo masih sama seperti dulu ingin menguasai seluruh dunia? Jika mengingat peringatan dari Shua Xie, tidak diragukan lagi Lou Zo masih belum berubah. Tapi satu hal yang membingungkan Feng Kim, dari mana Shua Xie tahu kalau Lou Zo akan datang ke dunia Tengah?
'Sebenarnya apa yang dilalui anak itu sampai dia berubah seperti ini?' Feng Kim meraih kertas di meja, lalu menuliskan beberapa kata. Pada tulisan terakhir dia memberikan stempel khusus kerajaan yang memang hanya dia miliki.
"Kasim Lee Fu, menurutmu apakah aku bisa menjadi Kaisar lagi?" tanya Feng Kim sambil menatap kertas di tangannya.
Sosok pria berpakaian serbah merah, mengenakan pakaian khusus para kasim istana yang tidak lain ialah Kasim Lee Fu yang menjadi Kasim pribadi Feng Kim sejak dia menjadi Putra Mahkota di kerajaan ini. Lee Fu cukup terkejut mendengar ucapan Feng Kim. Tidak salah dengarkah dia barusan? Feng Kim ingin kembali menjadi Kaisar setelah mengundurkan diri atas kemauannya.
"Tuan, apakah anda ingin menjadi Kaisar lagi? Tapi, anda baru sebulan yang lalu mengundurkan diri," balas Lee Fu dengan sangat berhati-hati tidak ingin merusak suasana Feng Kim.
Feng Kim terdiam sejenak, dia memikirkan ucapan Shua Xie lagi dengan ucapan Lee Fu. Memang benar yang dikatakan Lee Fu, dia baru saja melepaskan jabatannya itu dan diberikannya pada adiknya Kim Furong dengan alasan yang tidak jelas, dan sekarang Feng Kim ingin mengambil kembali kedudukannya hanya karena ucapan Shua Xie, satu kota bisa mati terkejut jika mengetahuinya.
"Kau benar, aku baru sebulan melepaskan kedudukanku." Feng Kim menaruh kertas di tangannya ke meja, lalu dia bersandar pada tembok di belakangnya. Feng Kim mengangkat pandangannya, menatap langit-langit kediamannya. Sejenak Feng Kim tersenyum, "Tapi, apa salahnya jika kembali mengambil tahtaku? Lagi pun aku hanya menitip pada Adikku selama aku beristirahat memulihkan diri."
Kasim Lee Fu terkejut mendengarnya, ingin dia angkat suara tapi dia tidak berani kalau bukan Feng Kim sendiri yang memintanya berbicara.
Feng Kim tersenyum tipis, lalu dia meraih stempel kerajaan yang hanya dia miliki, yaitu stempel Kaisar. Feng Kim memang telah memberikan jabatannya pada Kim Furong, tapi stempel Kaisar atau stempel kerajaan belum jatuh pada adiknya itu.Β Apa gunanya menduduki tahta Kaisar jika Kim Furong tidak memiliki stempel kerajaan? Itu sama saja seperti, kucing liar yang menduduki bukti tertinggi tapi nyatanya seluruh hutan dimiliki oleh singa.
"Ini demi kebaikan kerajaan, Kim Furong tidak akan bisa menghentikan Lou Zo. Bahkan jika dibantu seluruh kerajaan di dunia Tengah." Feng Kim mengeluarkan botol kecil pemberian Shua Xie, dia menatap botol itu sejenak lalu kembali bersuara, "Aku memang tidak bisa menghentikannya seorang diri, tapi paling tidak aku tahu sebagian tentang si pengkhianat itu."
Feng Kim mengeluarkan sebutir pil dari dalam botol itu, kemudian meminta Kasim Lee Fu untuk keluar meninggalkan dirinya seorang diri. Bahkan dia juga meminta untuk tidak seorang pun prajurit berjaga di sekitar kediamannya sebelum dia sendiri keluar.
Mendengar perintah Feng Kim, Kasim Lee Fu sempat ingin menolak, sebab dia takut kalau Tuannya ini melakukan sesuatu buruk setelah mendengar semua ucapan Feng Kim barusan. Feng Kim ingin kembali menaiki tahta tanpa alasan yang jelas. Tentu saja, menaiki tahta bukan hal mudah, Feng Kim harus bisa membuat Adiknya itu turun atau mengembalikan lagi tahta tersebut. Namun dari sisi yang Kasim Lee Fu ketahui, Kim Furong sangat berambisi ingin menjadi Kaisar bisa jadi saat Feng Kim ingin kembali menjadi Kaisar pasti akan ada keributan antara dua saudara ini.
Tapi setelah melihat tatapan penuh keyakinan dari Feng Kim, begitu bersemangat dan hidup dari tatapan beberapa waktu ini, Kasim Lee Fu merasa lega sekaligus khawatir. Dengan perasaan bercampur aduk, dia meninggalkan kediaman Feng Kim sambil memerintah para prajurit yang berjaga untuk ikut bersamanya.
Di sisi lain, Feng Kim masih menatap lekat sebutir pil cantik di telapak tangannya.Β Sebelum dia menelan pil itu, dia kembali memikirkan ucapan Shua Xie. Kalau pil cantik ini adalah buatan Shua Xie. Pertanyaannya ialah, sejak kapan dan bagaimana bisa Shua Xie membuat pil, yang hanya segelintir orang bisa membuatnya. Apalagi di dunia Tengah tidak ada seorang pun bisa membuat pil seperti ini, bahkan jika Feng Kim sendiri mengetahui pil semacam ini.
Tapi walau pun banyak pertanyaan di kepala Feng Kim, dia tetap tidak ragu akan ucapan Shua Xie tentang khasiat pil ini. Feng Kim tahu, Shua Xie tidak akan menipunya setelah Shua Xie menceritakan tentang Lou Zo. Feng Kim yakin Shua Xie butuh kekuatannya untuk mengalahkan Lou Zo.
"Setelah semua ini, kau harus menjelaskan semuanya, Shua Xie. Kuharap kau tidak seperti Ayahmu, Shujin. Lebih suka menyembunyikan banyak hal," gumam Feng Kim, baru setelah itu dia langsung menelan pil tersebut.
Setelah pil itu masuk ke dalam perutnya, Feng Kim langsung merasakan ada energi besar memberontak di dalam sana. Feng Kim pun langsung menyerap pil tersebut secara perlahan, agar kiranya efek pil itu tidak hilang, dan tidak juga membuat kekacauan di lautan spiritualnya.
***
Shua Xie berdiri di depan kediamannya, sebuah paviliun sederhana bertuliskan namanya. Pandangan Shua Xie pada paviliun itu sangat datar, namun di dalam hatinya dia mencerca paviliun itu sangat tidak layak untuknya.
Shua Xie berbalik, menatap Chi Su dan Ogher bergantian. Sebelum Shua Xie mengeluarkan suara, dia berpikir sejenak, dua bawahannya ini hanya seorang prajurit dan pelayan, tentu tidak akan bisa berbuat banyak. Jika Chi Su membuat kediamannya lebih megah dari kediaman Kaisar, tentu saja Chi Su akan mendapat masalah, tentang dari mana uang yang Chi Su gunakan untuk merenovasi kediaman Shua Xie. Sebagai pelayan, walau pun Chi Su telah berkata jujur atau pun bersumpah atas nama Langit, pasti tidak akan ada seorang pun percaya padanya kalau uang tersebut dari Shua Xie.
Kenapa bisa begitu?
Tentu saja kalian tahu, Shua Xie hanya Putri terbuang, paling dibenci dan tidak pernah dihargai. Tiba-tiba bisa merubah kediamannya menjadi megah, jika bukan menjual diri atau mencuri dari mana lagi Shua Xie mendapatkan uang tersebut.
Membuat kediamannya seperti ini saja, sudah pasti mengundang banyak pertanyaan, apalagi jika menjadi lebih megah dari kediaman Kaisar.
__ADS_1
Shua Xie menghela nafas pelan, 'Dasar mereka, apakah aku yang terlalu kaya atau mereka yang terlalu miskin?' Shua Xie merasa kerajaan Xuilin sangatlah miskin, bahkan tidak jauh lebih miskin dari kerajaan mana pun.
Raut wajah Shua Xie kembali datar, "Chi Su, apakah semua uang yang kuberikan padamu sudah habis?"Β tanya Shua Xie.
"Masih ada Nona, apakah Nona menginginkan sesuatu? Saya bisa membelikannya untuk Nona," balas Chi Su sangat ramah.
"Tidak, aku hanya bertanya saja. Lalu di mana kau menyimpan uang itu?" Shua Xie penasaran, uang pemberian Shua Xie padanya cukup banyak. Bahkan uang sebanyak itu Wang Xinian atau pun Shan Qiayu pun tidak memilikinya sebagai Putri di kerajaan.
Shua Xie juga merasa yakin, kalau Chi Su tidak akan menggunakan sepeser pun uang itu walau pun Shua Xie sudah pernah memberitahukannya untuk memakainya membeli apa saja yang Chi Su inginkan.
Chi Su pun memimpin jalan memasuki kediaman Shua Xie untuk memperlihatkan uang itu. Shua Xie cukup terkesan saat memasuki kediamannya sendiri, Shua Xie ingat kalau kediamannya dulu sangat buruk dan tidak nyaman. Tidak banyak barang di dalam selain kursi, meja, kasur, cermin, dan lemari baju. Selain itu kediaman terasa seperti rumah buangan.
Tapi sekarang, kediaman Shua Xie tidak sekosong kediamannya dulu. Walau pun tidak megah tapi masih bisa terbilang layak untuk seorang Putri.
Shua Xie mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, hingga matanya menatap bulat pada satu tas berwarna hitam polos yang sangat Shua Xie kenal. Sontak melihat tas itu, Shua Xie langsung berjalan menuju tas itu lalu memegangnya.
"Kau masih menyimpan tas ini?" tanya Shua Xie tanpa menoleh ke arah Chi Su.
Chi Su yang sibuk membuka lemari, dia langsung mengalihkan pandangannya pada Shua Xie saat mendengar suara Shua Xie.
Pandangan Chi Su tertuju pada tas hitam di tangan Shua Xie, "Tentu saja, bukankah itu tas, Nona? Tidak mungkin aku membuang tas milik Nona," balas Chi Su.
Shua Xie tidak membalas lagi, dia sibuk membongkar isi tasnya itu. Dan betapa mengejutkannya, semua barang di dalam tas itu masih utuh. Shua Xie tersenyum lebar, melihat semua barang-barangnya dari dunia modern masih ada dan tidak lecet sedikit pun.
Chi Su sungguh sangat menjaga barang milik Shua Xie.
Shua Xie bisa melihat barang dalam tasnya berupa, pistol, alat medis dunia modern, buku serta pulpen, kaus tangan hitam, ponsel, aerphone dan lain-lainnya masih terjaga aman.
Shua Xie meraih ponselnya berserta aerphonenya yang berwarna biru hitam. Lalu Shua Xie mencoba menghidupkan kembali ponsel itu, tapi ternyata ponselnya kehabisan daya baterai. Shua Xie mengumpat kesal dalam hati, padahal dia ingin sekali membuka ponselnya itu, dan sialnya lagi tidak ada powerbank atau bank daya di dalam tasnya.
Tapi jangan ragukan Shua Xie, dia memiliki tato aura berbagai alemen dan tentunya ada elemen petir. Dengan elemen itu Shua Xie akan mengisi baterai ponselnya lagi.
"Baju? Baju yang manakah Nona maksud?" tanya Chi Su balik, dia tidak tahu baju yang mana Shua Xie maksud. Di lemari pakaian Shua Xie ada begitu banyak baju, dan Shua Xie hanya bertanya tentang bajunya tanpa memberi keterangan jelas.
"Baju pendek berwarna hitam. Di mana kau pernah membantuku keluar dari gudang setelah mendapat hukuman dari Selir ke Tiga dan Putri Shan Qiayu," jelas Shua Xie.
Chi Su terdiam sejenak sambil memikirkan tentang baju yang Shua Xie maksud. Setelah beberapa detik, dia langsung mengingatnya.
"Ada di dalam lemari, apakah Nona mau mengenakan baju itu?" tanya Chi Su.
"Siapkan saja, setelah memeriksa peti aku akan mandi," balas Shua Xie singkat.
Ogher meletakkan peti yang ia tak tahu apa isinya di depan Shua Xie. Setelah meletakkannya dia mundur beberapa langkah berhenti tepat di samping Chi Su. Chi Su, dia membuka peti tersebut dengan kunci yang dia miliki. Setelah semenit membuka peti itu, terlihatlah bongkahan harta di dalam sana.
Ogher terkejut saat melihat isi peti itu, sungguh dia tidak tahu kalau Chi Su menyembunyikan harta sebanyak itu di dalam kediaman Shua Xie tanpa penjagaan ketat. Bagaimana mungkin tidak ada seorang pun prajurit sadar kalau kediaman sederhana ini menyimpan harta begitu banyak.
Shua Xie terdiam melihat harta di dalam peti tersebut, raut wajahnya terlihat tidak senang melihat isi petinya masih banyak.
"Chi Su, aku ingat aku pernah menyuruhmu untuk berkerjasama dengan beberapa ahli tabib di kota ini. Apakah kau tidak menjalin kerjasama dengan mereka?" ucap Shua Xie datar sambil menatap Chi Su.
"Bukan saya yang tidak menjalin pada mereka. Tapi mereka yang tidak mau berkerjasama dengan Nona, bahkan tempat yang Nona rekomendasikan pada saya juga menolak tawaran Nona karena perintah dari Putri Wang Xinian," jelas Chi Su.
"Wang Xinian? Apakah anak itu sudah tidak ingin hidup lagi," gumam pelan namun terdengar sangat kesal. Shua Xie sangat kesal saat mendengar kegagalannya menjalankan kerjasama semua karena Wang Xinian, dan lebih kesalnya lagi tidak ada satu pun tabib mau berkerjasama dengannya.
Shua Xie menghela nafas lagi, 'Wang Xinian, urusan kita belum selesai. Tunggu saja, giliranmu setelah aku mengurus para tabib bodoh di kota ini,' ucap Shua Xie dalam hatinya.
"Chi Su ada berapa banyak tabib di kota ini?" tanya Shua Xie.
__ADS_1
"Sekitar ada lima belas tabib, dan rata-rata dari mereka semua sudah memiliki toko pengobatan sendiri. Apakah Nona masih ingin mencoba menjalin bisnis dengan mereka?" Chi Su berpikir kalau Shua Xie masih ingin berbisnis dengan mereka walau pun tawaran mereka sudah ditolak.
Shua Xie mendengus sinis mendengar ucapan Chi Su, dia ingin kembali menjalin bisnis setelah ditolak. Omong kosong macam apa itu?!
"Jangan bercanda, aku tidak akan pernah mengajak mereka berkerjasama lagi setelah mereka menolakku. Justru aku akan membuat mereka menyesal, kita akan menyapu bersih toko mereka dengan berdirinya paviliun pil Yuè," balas Shua Xie dengan seringai jahat yang merekah.
_________________
A/N : Shua Xie ingin menyapu bersih mereka semua, hahaha mantap π sapu bersih aja kalau perlu sama si Wang Xinian. Penasaran gak gimana sama kelanjutannya? Bagus deh kalau kalian penasaran ππ
π Show Author dan Para Pemeran
Shua Xie : "Akhirnya up juga lu, Thor."
Author : "Hehehe, maaf aku kemarin gak up mendadak karena drop dan malangnya ponselku disita biar gak main ponsel. Ini aku up pun hanya kebetulan saja gak bisa tidur dan ponsel ada padaku. Jadi aku menulis secara diam-diam. Mungkin up satu bab saja atau dua kalau sanggup."
Shua Xie : "Ohh."
Author : "Singkat amat? Gak kasih ucapan semoga lekas sembuh? Atau apalah. Cuek amat." π
Shua Xie : " Cepet sembuh!"
Author : "Aelah maiumuna, jutek amat π"
Shua Xie : "Yang penting ngucapin π"
Author : "Aelah, serah lu dah Bambang π"
Shua Xie : "Terus event yang ke 100 itu gak lu umumin? Mereka para peserta udah nunggu, ini udah bab 108."
Author : "Ehehe, aku umumkan kok tenang saja π aku gak bakal lupa malah tiap hari ingat. Tapi karena nunggu orang tua datang jadi aku tunda pengumumannya. Tapi hari ini, aku akan mengumumkan peserta yang ikutan π. Oke sekitar ada 7 peserta ikut event, aku udah baca dan semua komenan kalian sangat menarik perhatianku, aku pun sampai bingung memilihnya. Semua menarik dan bagus, aku sampai guling-guling di lantai diiringi dengan ketawa bak kuntilanak saking bapernya baca jawaban kalian π"
Shua Xie : "Lah terus siapa yang menang? Banyak omong aja lu ππ"
Author : "Selow aja donk, suka-suka akulah. Kan aku mau mengungkapkan perasaanku pada mereka π"
Shua Xie : "Masalahnya ini show singkat aja gak panjang π jadi persingkat saja."
Author : "Hehehe iya, kan aku seneng bisa menulis lagi walau pun masih kurang baikan. Oke langsung saja, kita umumkan pemenangnya πΆπ jeng, jeng, jeng ... pemenangnya ialah!"
Shua Xie memukul meja seperti memukul dram seolah mengikuti suasana agar para peserta event deg-degan gitu.
Author : "Jeng, jeng, jeng, DI BAB BERIKUTNYA AKAN DIUMUMKAN!" πππ
Shua Xie : "Yey!!! Di bab berikutnya, kalau begitu kalian masih punya kesempatan agar gak deg-degan ππ"
para peserta event perayaan bab 100 π
1. Melody Hujan
2. Gabrina
3. Giserin Pita Loka
4. Pencinta Time Trevel
5. Putri Handita
__ADS_1
6. Matcha Luca
7. AstroβAroha