Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 127


__ADS_3

Untuk sesaat terjadi keheningan setelah sosok bertopeng itu memanggil Kaisar Feng Kim untuk turun dan bertarung dengannya, semua mata tertuju pada Kaisar Feng Kim, melihat sosok pemimpin itu diam di tempat seakan ragu untuk turun, meskipun dia sudah melihat keahlian sosok bertopeng itu sangat kuat untuk manusia biasa.


Kaisar Feng Kim menghela nafas pelan, 'Anak itu apakah dia sungguh-sungguh ingin melawanku?' Untuk sesaat pandangan Kaisar Feng Kim tertuju pada sosok bertopeng itu, kemudian tertuju pada para prajurit yang telah tumbang, lalu dia melihat lagi ke podium, melihat para pejabat dan bangsawan tampak terkejut akan kekuatan sosok bertopeng itu.


Setelah memikirkan beberapa saat, Kaisar Feng Kim mengerti, sosok bertopeng itu sengaja melakukan semua ini untuk memperlihatkan pada mereka semua bahwa musuh perang mereka nanti bukan manusia biasa. Ditambah lagi, sepertinya sosok bertopeng itu ingin menguji seberapa kuat Kaisar Feng Kim.


Kaisar Feng Kim bergerak dari tempatnya, membuat banyak respon dari mata yang melihatnya, termasuk Adiknya, Jenderal Besar Feng. Berjalan Kaisar Feng Kim menuju sosok bertopeng itu yang sudah berada di arena lapangan. Bersamaan Kaisar Feng Kim berjalan, Kaisar Feng Kim mengaktifkan tato auranya, membuat seluruh tubuhnya mengeluarkan api dari kulit tangannya.


Jangan tanya seperti apa lagi respon semua orang yang melihatnya, tentu saja mereka terkejut dengan mata melotot, seakan tidak percaya melihat pemimpin mereka memiliki kekuatan di luar kepala mereka, tapi kekuatan Kaisar Feng Kim tidak mengejutkan Jenderal Besar Feng dan sosok bertopeng itu.


Melihat Kaisar Feng Kim berjalan ke arahnya dengan membangkitkan tato aura, sosok bertopeng itu sedikit memberi respon, untuk sesaat dia menatap Feng Xian sang Jenderal Besar, "Jenderal Besar Feng, apa kau tidak ikut turun?" Bertanya apakah Feng Xian tidak ingin membantu Kakaknya, sepertinya sosok bertopeng itu merasa masih belum tertantang, meski lawannya ialah Kultivator tahap Jindan.


Mendengar namanya dipanggil, Feng Xian menatap sosok bertopeng itu sedikit terkejut, 'Apakah dia meremehkan kekuatan Kakak?' Semua orang pasti tahu bukan, sosok bertopeng itu sedang meremehkan kekuatan Kaisar Feng Kim.


"Tidak ... jika kau bisa melawan Yang Mulia, barulah aku turun membantu. Aku takut, kau akan terluka." Feng Xian bisa melihat respon sosok bertopeng itu biasa saja, tidak marah, tidak pula merasa keberatan setelah Feng Xian sedikit meremehkannya.


"Baiklah, aku tidak akan sungkan kepada Kaisar Feng Kim, sampai kau ikut turun." Mungkin perkataan sosok bertopeng itu cukup membuat siapa saja akan geram padanya, terlalu percaya diri bisa mengalahkan Kaisar Feng Kim memang boleh, hanya saja ... jangan terlalu meremehkan.


Sosok bertopeng itu beralih menatap Kaisar Feng Kim, "Gunakan senjata terbaik anda, Yang Mulia. Aku tidak akan sungkan memberi beberapa luka," ucap sosok bertopeng itu sinis.


Alis Kaisar Feng Kim berkedut kuat, berserta itu senyuman kaku muncul di bibirnya, "Aku juga tidak akan sungkan," balas Kaisar Feng Kim sambil menarik pedang di pinggangnya.


Alih-alih merasa sedikit takut dengan ucapan Kaisar Feng Kim, sosok bertopeng itu justru ingin tertawa. Mungkin tertawa, siapa yang siapa memberi luka nanti? Sosok bertopeng itu menganti ranting miliknya dengan pedang Pembelah Langit, tentu kalian ingat bukan dengan pedang satu itu? Pedang buatan Master Gu.


Dalam beberapa detik saja, ranting yang dia pegang menghilang dan digantikan dengan pedang besar, pedang hitam pekat dan terlihat berat. Tidak hanya itu, Kaisar Feng Kim bisa merasakan pedang hitam itu memiliki aura kuat.


"Tidak mau maju? Jika begitu aku yang akan lebih awal maju." Sosok bertopeng itu segera berlari ke arah Kaisar Feng Kim dengan kecepatan lebih cepat dari awal.


Kaisar Feng Kim sedikit terkejut melihat kecepatan  sosok bertopeng itu lebih cepat, tidak seperti awal dia melihat sosok bertopeng itu bertarung dengan ratusan prajurit.


Trang!


Suara dentingan pedang berlawanan terdengar nyaring, bahkan hampir membuat telinga para pendengar pecah. Di tengah lapangan, debu mulai terjadi ketika sosok bertopeng itu melayangkan pedangnya dengan cepat dan kuat ke arah Kaisar Feng Kim, tapi untunglah Kaisar Feng Kim cepat tanggap, jika tidak sudah dipastikan dia terluka.


Kaisar Feng Kim bisa melihat sosok di depannya begitu bersemangat melayangkan pedangnya, terkesan seperti orang yang haus akan pertarungan, 'Dia tidak main-main?'  ungkap Kaisar Feng Kim dalam hati penuh rasa terkejut.


"Yang Mulia, jika tidak ingin terluka, sebaiknya kerahkan semua kekuatan anda. Kuberi tahu lagi, aku tidak akan sungkan menyakiti anda." Sekali lagi sosok bertopeng itu mengingatkan Kaisar Feng Kim untuk lebih serius.

__ADS_1


Kaisar Feng Kim tersenyum kecut, "Heh ... baiklah. Kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi." Kaisar Feng Kim segera mengangkat pedangnya membuat pedang besar hitam yang beradu dengan pedangnya itu terpukul mundur.


Sosok bertopeng itu melompat mundur, sambil berdecak kagum melihat kekuatan Kaisar Feng Kim sangat kuat hingga sanggup membuatnya harus mundur, 'Ternyata tidak salah dia pernah bertarung dengan Lou Zhou. Kekuatannya, memang tidak bisa diremehkan.' Mengesampingkan decak kagum, dirinya sedang di arena pertarungan, tidak baik sosok bertopeng itu mengagumi dari pada berpikir cara mengalahkan Kaisar Feng Kim.


Kaisar Feng Kim tidak tinggal diam, dia dengan cepat melesat ke arah sosok bertopeng itu, dan tiba-tiba saja muncul di belakang sosok bertopeng itu, mengejutkan banyak mata yang melihatnya. Tidak berpikir panjang lagi, Kaisar Feng Kim segera melesatkan serangannya.


"Teknik Pedang-Bulan Darah!"


Sebuah cahaya berwarna merah pekat keluar dari pedang Kaisar Feng Kim dan dengan cepat melesat ke punggung sosok bertopeng itu. Namun sebelum sempat mengenai punggung sosok bertopeng, sesuatu benda menghalanginya yang tidak lain adalah pedang Pembelah Langit.


Duar!


Suara ledakan menggema, bersamaan dengan itu, Kaisar Feng Kim dan sosok bertopeng itu melompat mundur. Debu kembali menebal bersamaan dengan munculnya lubang akibat serangan dari pedang Kaisar Feng Kim. Kaisar Feng Kim menatap sosok bertopeng itu sedikit terkejut, sebab tidak menyangka sosok bertopeng itu lebih memilih menahan serangannya dari pada menghindar, bukankah sama saja sosok bertopeng itu membahayakan dirinya sendiri?


Di sisi lain, sosok di balik topeng itu menyeringai puas melihat pedang di tangannya tidak rapuh atau pun rusak setelah menerima serangan yang cukup mematikan. Alasan dia tidak menghindar cukup sederhana saja, dia sedang menguji seberapa kuat pedang Pembelah Langit. Dan setelah melihatnya, sosok bertopeng itu paham, pedang yang dia memiliki memang bukan pedang sekadar pedang. Sedikit jauh lebih kuat dari apa yang dia bayangkan.


'Ternyata Kakak tua itu tidak mengada-ngada tentang pedang ini,' decak kagum sosok bertopeng itu. Sesaat matanya kembali menatap Kaisar Feng Kim yang juga menjaga jarak dari serangannya sendiri.


Sosok bertopeng itu mengangkat tangannya tinggi, berniat mengaktifkan pedang Pembelah Langit, tapi dia tersadar tempat bertarungnya tidak memungkinkan dirinya harus menggunakan setengah kekuatannya, terlebih lagi banyak jiwa di sekitarnya, dia pun kembali menurunkan tangannya. Namun meski pun begitu, bukan berarti sosok bertopeng itu akan menyerah begitu saja, paling dia ingin menghibur pertarungan dengan beberapa serangan lagi.


Kaisar Feng Kim tidak sempat menebak serangan sosok bertopeng itu, tapi dia sempat menghindar sehingga luka yang dia alami tidak terlalu dalam, hanya luka gores karena serangan angin itu. Sosok bertopeng itu tidak hanya memberikan satu serangan, serangan ke dua kembali melesat, serangan angin dalam sekali tebas. Angin yang dikeluarkan pedangnya membela tanah dengan kuat, mengejutkan para penonton yang melihat. Serangan ke tiga kembali melesat, masih sama dengan serangan angin namun dari arah yang berlawanan. Karena sosok bertopeng itu terus menyerang tanpa henti, membuat Kaisar Feng Kim sedikit terdesak tidak bisa mengeluarkan jurusnya selain menghindar.


Karena terus terfokus menghindari serangan, siapa sangka pada pijakan berikutnya, Kaisar Feng Kim terjebak dalam sebuah lubang yang langsung mengunci kaki kirinya, bahkan hampir membuat Kaisar Feng Kim terjatuh ke belakang. Tapi untunglah dia sempat menyeimbangkan tubuhnya.


Tapi di depannya, sebuah serangan kembali menyerang, membuat Kaisar Feng Kim mengeluarkan setengah kekuatannya untuk menepis serangan itu. Bersamaan setelah dia menepis serangan, Kaisar Feng Kim berusaha melepaskan kakinya dari lubang yang menjeratnya, tapi sesuatu dari dalam tanah, seperti akar dari pohon mengikat kakinya dengan kuat, membuat Kaisar Feng Kim terkejut dan tidak bisa mencabut kakinya.


'Ada akar mengikat kakiku? Bagaimana bisa?'


Tidak jauh di depannya, sosok bertopeng melesat mendekatinya dan tanpa berpikir panjang segera mengayunkan pedangnya ke arah Kaisar Feng Kim.


Sadar tidak bisa melarikan diri, Feng Kim hanya bisa menahan serangan pedang itu dengan pedangnya.


Trang!


Debu kembali muncul, menghalau pandangan para menonton terhadap lapangan. Mereka menjadi penasaran, apa yang terjadi di sana? Apakah Kaisar Feng Kim sudah kalah, atau ... sebaliknya? Tapi situasi Kaisar Feng Kim tadi sangat tidak menguntungkan untuk menang.


Beberapa menit barulah debu mulai menghilang, disapu oleh angin yang berhembus. Dan di saat itu, mereka bisa melihat, Kaisar Feng Kim masih menahan pedang milik sosok bertopeng itu meski keadaannya tidak mendukung.

__ADS_1


Raut wajah Kaisar Feng Kim sedikit memburuk, bisa dilihat dengan urat-urat di wajah dan lehernya mulai menonjol keluar, bahkan dia sampai merapatkan rahangnya begitu keras. Mungkin karena pedang yang dia tahan sangat berat dan kuat.


'Tenaga yang luar biasa, bagaimana bisa dia memiliki tenaga seperti ini.' Tatapan tajam Kaisar Feng Kim tertuju pada sosok bertopeng di depannya, sedikit merasa kurang percaya diri sebab dia bisa melihat sosok bertopeng itu tidak sedikit pun merasa kelelahan ataupun terdesak.


Tiba-tiba pedang Pembelah Langit milik sosok bertopeng itu kembali terangkat membuat kelonggaran terhadap Kaisar Feng Kim, tidak ingin menyiakan kesempatan, Kaisar Feng Kim langsung menyerang perut sosok bertopeng itu dengan pedangnya, tapi untungnya sosok bertopeng itu sempat menghindar, meski telah menghindar jubah yang dia kenakan tersayat pedang milik Kaisar Feng Kim.


Berpikir bahwa sosok bertopeng itu akan menjaga jarak darinya, karena telah menerima serangan, tapi ternyata ... sosok bertopeng itu kembali melayangkan pedangnya. Kaisar Feng Kim berniat menghalang datangnya pedang itu, namun tidak dia duga serangan pedang itu tiba-tiba berubah arah dengan cepat, tidak sempat bagi Kaisar Feng Kim mengelak. Akhirnya serang pedang itu membuat pedang Kaisar Feng Kim terlepas dari tangannya.


Sekarang sudah dipastikan siapa pemenangnya bukan?


Para penonton segera berdiri dari kursi mereka, tercengang mereka melihat pedang besar hitam milik sosok bertopeng itu mendarat di bahu Kaisar mereka, dan lebih mengejutkannya lagi, pedang itu membuat luka di sana, sehingga darah perlahan mulai membasahi baju bordirnya.


Kaisar Feng Kim hanya terdiam, namun beberapa saat dia mengulum senyum, "Ternyata memang kau tidak akan sungkan melukaiku," ucap Kaisar Feng Kim diselingi dengan tawa kecil yang lepas.


Sosok bertopeng itu kembali mengangkat pedangnya, lalu menancapkannya ke tanah. Sesaat dia terdiam, namun beberapa detik kemudian sosok bertopeng itu bersuara, "Apa yang telah kukatakan tidak pernah kutarik ulang." Singkatnya, sosok bertopeng itu memang bersungguh-sungguh dengan ucapannya, jika dia sudah mengatakan tidak akan sungkan, maka dia benar tidak akan sungkan melukai meski dia berada di wilayah yang tidak menguntungkan.


"Pertarungan telah berakhir." Sosok bertopeng itu kembali bersuara, "Jika aku tidak mengikat kaki Yang Mulia, bagaimana bisa aku menang dengan cepat? Terkadang trik licik diperlukan jika ingin menang." Sosok bertopeng itu tidak berbohong, memang dia yang membuat kaki Kaisar Feng Kim tidak bisa lepas, sengaja melakukan itu agar pertarungan cepat selesai. Lagi pula, sekarang dirinya tidak memiliki niat lagi bertarung, lawannya terlalu mudah dikalahkan membuatnya merasa sedikit tidak terhibur.


Tidak lama kemudian, akar yang tadi membelit kakinya kini telah terlepas, Kaisar Feng Kim menarik kakinya kembali keluar, "Aku menghargai trik licikmu, tapi lain kali gunakan trik itu pada seseorang yang tepat ... seperti yang akan datang nanti." Feng Kim tersenyum, senyuman yang mengartikan bahwa tidak seharusnya juga sosok bertopeng itu mengikatnya seperti ini jika ingin menang. Lebih baik jika sosok bertopeng itu melakukannya pada musuh nantinya.


"Haih ... baiklah." Sosok bertopeng itu berbalik berniat meninggalkan Kaisar Feng Kim, namun suara seseorang menghentikannya.


"Mau ke mana?" tanya Kaisar Feng Kim sambil berjalan mendekati sosok bertopeng itu.


Sosok bertopeng itu berbalik menatap Kaisar Feng Kim sesaat, "Mau mendatangi para bantuan."


_______________


**A/N: Gila melukai Kaisar! Gak takut matikah 😨


Gaes kalau ada waktu mampir ke ceritaku 😍


Salam dari:


* Pheonix Reincarnation


* Ratu Kejam Untuk Raja Dingin**

__ADS_1


__ADS_2