
Shua Xie terkejut hebat ketika mendengar akhir cerita Tetua Pertama. Yang benar saja, memakan daging manusia demi mendapat kekuatan? Pernyataan dari mana dia mendapat kabar seheroik itu?
Tapi sekaget apapun Shua Xie, dia akan selalu berusaha tenang apalagi di hadapan manusia seperti klan Mo. Ada 1 hal yang ingin Shua Xie tanyakan, dari mana leluhur pertama klan Mo mendapat kabar seperti itu.
Tetua Pertama tertawa lantang di akhir ceritanya hingga memperlihatkan wajah menyeramkannya. Sedangkan yang lainnya hanya memasang senyum mematikan, seakan siap memakan Shua Xie hidup-hidup saat ini juga.
Shua Xie menarik nafas kemudian menghembuskannya, dia terus berusaha untuk tidak terlihat kaget, gunanya agar para klan Mo ini tidak mengetahui identitas aslinya.
"Lalu, apa hubungannya denganku? Cerita leluhur kalian terlalu hebat, memakan daging manusia demi mendapat kekuatan? Yang benar saja. Dari mana dia mendapatkan berita sehebat itu," ucap Shua Xie sambil memaparkan senyuman khasnya.
"Leluhur pertama sudah ratusan tahun menjadi salah satu Jenderal di kerajaan Langit. Tentu saja dia tahu seperti apa orang-orang klan Langit. Memiliki patas rupawan, keajaiban yang tak pernah di miliki manusia biasa sepertinya. Orang-orang klan Langit terlahir berbeda dari manusia biasa, mungkin karena mendapatkan sedikit berkah dari Dewa Abadi dari dunia Surgawi. Setelah leluhur mencoba eksperimennya, ternyata dia mendapat semua jawaban dari pertanyaannya selama ini. Dengan memakan daging manusia dari klan Langit, dia mendapat umur panjang dan awet muda, tidak hanya itu, dia juga mendapatkan sedikit kekuatan baru yang tak pernah dibayangkannya. Cerita itu sudah ditulis pada batu prasasti klan Mo berabad-abad tahun yang lalu. Leluhur juga meninggalkan pesan-pesan tentang klan Langit," jawab Tetua Pertama panjang lebar, tangannya menopang dagunya seraya menatap Shua Xie dengan tatapan liar.
"Dan hubungannya denganmu, hanya klan Langit saja yang memiliki mata secantik matamu. Tidak aku sangka akan bisa membangkitkan leluhur pertama setelah sekian lama aku menunggu saat-saat seperti ini. Menurutmu alasan apa lagi aku memanggilmu ke sini? Kupikir akan sulit menemukanmu, tapi tenyata tidak sesulit yang aku duga." Lanjutnya lagi dengan seringai jahat.
"Kau dengan polosnya datang ke tempat ini tanpa menaruh sedikit rasa curiga. Kau pikir kau bisa keluar lagi dari tempat ini setelah masuk?"
Tetua Pertama semakin tertawa lantang, dari setiap nada tawanya tersirat perasaan liar yang teramat dalam. Seolah-olah dia telah menunggu hari ini setelah ribuan tahun lamanya. Karena bagi Tetua Pertama kebangkitan leluhur pertama klan Mo adalah sebuah tujuan baginya, tujuan leluhur pertama yang tertulis di batu prasasti meninggalkan pesan untuk generasi berikutnya. Membangkitkannya kembali dan menguasai dunia Atas.
Shua Xie benar-benar tidak bisa berkutik, jauh dalam hatinya dia tidak percaya akan cerita konyol itu, tapi mau bagaimana pun apa yang dia dengar dan lihat saat ini memanglah nyata. Seperti reinkarnasinya yang tak pernah dia duga.
__ADS_1
'Oy, Shua lakukan sesuatu. Apa kau akan diam saja di sini?' teriak Phoe dari dalam pikiran Shua Xie.
'Sebentar aku lagi akan memanggil bala bantuan.'
'Dengan empat token di tanganmu itu? Apa kau yakin mereka cukup kuat?' Phoe sedikit khawatir jikalau bantuan yang Shua Xie panggil tidak cukup membantu.
'Tenang saja, mereka sangat kuat dan pastinya cukup membantu kita.'
Shua Xie tersenyum disertai keringat dingin, "Hah, kau pikir aku dari klan Langit? Klan Langit saja aku tidak pernah dengar, cerita kalian terlalu fantastik untuk dipercaya," ungkap Shua Xie sambil menyeringai.
Sambil alih-alih menyita perhatian para Tetua klan Mo, Shua Xie mengirim pesan lewat 4 token khusus yang sebelumnya ada di tangannya. Seharusnya pesan dari token itu akan sampai beberapa detik pada ke 4 master yang Shua Xie kenal dari 4 sekte besar di kota Perak, kota pertama yang Shua Xie kunjungi saat jatuh di dunia Bawah.
"Kalau diingat-ingat, kau memang memiliki karakter sangat cocok dengan penjelasan batu prasasti kami. Kau bisa memukul Guwei Mo tanpa menggunakan kekuatan spirit, bukankah itu sudah bisa menjadi bukti kalau orang klan Langit memang memiliki kekuatan unik?" sahut Tetua ke Tiga seraya mengelus tengkuknya, dia teringat akan kekuatan Shua Xie yang diluar nalar kepalanya. Kekuatan yang sempat membuat para Tetua terkejut.
Orang berkekuatan khusus seperti itu kalau bukan monster ribuan tahun atau manusia tua yang menyamar menggunakan kulit manusia, tapi berbeda dengan Shua Xie, dia jelas gadis berusia 16 tahun yang masih tahap menjelang dewasa. Sebab itulah mereka berkeyakinan bahwa Shua Xie ini adalah orang yang selama ini mereka cari.
Shua Xie sekarang tidak bisa memungkiri kalau dia sedang terpojok, mau bagaimana pun dia berdalih semua bukti-bukti tertuju padanya, dan memang kenyataannya dia adalah keturunan klan Langit. Lebih tepatnya tubuh yang dia tumpangi saat ini.
Shua Xie berdecak kesal, dia tidak pernah menyangka akan terus berhadapan dengan masalah sebanyak ini, bahkan di kehidupan sebelumnya tidak pernah sesulit kehidupan ke duanya ini. Apalagi masalahnya tidak semudah yang dia bayangkan, memiliki takdir seperti ini memang sama seperti yang Phoe katakan. Takdir yang akan Shua Xie tempuh bukanlah takdir yang mudah, semakin dia maju maka akan semakin banyak rintangannya.
__ADS_1
"Baiklah, aku akui aku memang keturunan klan Langit. Tapi apa kalian pikir akan mudah menangkapku seperti kalian menangkap semut? Aku tidaklah selemah yang kalian pikir." Shua Xie tersenyum sinis seraya menarik satu pedangnya.
Pedang perak tanpa karat berdesing tatkala Shua Xie menarik dari sarung pedangnya. Tanpa menunggu respon dari musuh-musuhnya, Shua Xie langsung mengalirkan QI pada pedangnya. Seketika pedang itu terselimuti aura berwarna biru.
"Haih, percuma melawan, kau tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari sini. Bahkan kalau pun kau bisa keluar, aku pastikan kaki dan tanganmu terpotong dari tubuhmu. Lebih baik kau menyerah saja dari pada membuang-buang tenaga." Tetua Pertama tersenyum sinis merasa dirinya sudah berada di atas awan, seolah dia sangat percaya diri bisa menangkap Shua Xie.
Shua Xie tersenyum saat mendapat pesan telepati dari 4 bantuan yang tak lama lagi akan datang. Sekarang Shua Xie yakin, kalau dia bisa keluar tanpa mengorbankan bagian tubuhnya seperti kaki atau tangannya.
"Apa kau pernah mendengar pepatah? Biasanya orang yang terlalu banyak bicara dialah yang pertama mati."
"Lagi pun aku datang kemari bukan tanpa persiapan matang. Kau pikir aku ini bodoh, masuk ke dalam sangkar harimau tanpa memikirkan konsekuensinya. Aku sudah banyak mendapat pengalaman seperti ini, sudah pasti aku menyiapkan sesuatu untuk kalian."
"Kalian dengarkan baik-baik." Shua Xie mengeluarkan topeng dari cincin Ruangnya, topeng yang sebelumnya pernah terbelah dua karena Lou Yue tapi sempat Shua Xie perbaiki, "Akulah gadis keturunan murni klan Langit yang akan menghapus nama klan Mo dalam sejarah. Demi membalaskan orang-orang yang pernah leluhur kalian makan!" Shua Xie memakai topeng berwajah sangar itu sambil melepaskan aura membunuhnya.
***
Ayo gaes jangan lupa like dan vote nya ya, masa usia up 2 bab perhari like nya gak ada perubahan? tolong ya di like sehabis atau sebelum membaca, dukungan kalian sangat berarti bagiku :)
Btw makasih buat kalian yang sudah mendukung cerita ini, author sangat senang membaca komenan pembaca membuat semangat author semakin membara 😆 thanks ya buat kalian, sehat selalu dan jangan lupa tersenyum 😊
__ADS_1