
Di lapangan luas, tempat di mana biasanya prajurit berkumpul dan berlatih, di bawah sinar bulan purnama, sekumpulan pria berkumpul dengan senjata dan baju perang mereka masing-masing, dan tak jauh di depan mereka seorang gadis tengah duduk santai di atas sebuah tanah yang mengunduk ke atas membentuk sebuah bukit kecil cukup untuk diduduki seorang diri.
Gadis berpakain hijau itu, menatap remeh sekumpulan pasukan di depannya, bukan niat ingin merendahkan, namun dia sengaja memancing kemarahan mereka. Sedangkan yang dipandang sinis memasang wajah marah, tidak terima dianggap lemah, sebagai seorang pria, mereka lebih terkenal akan keperkasaannya dan kekuatannya. Bagaimana mungkin seorang gadis yang masih bocah memandang remeh mereka semua? Ini namanya penghinaan untuk kaum pria.
Shua Xie sebenarnya hanya ingin memperingatkan mereka, musuh bisa kapan saja menyelinap masuk tanpa sepengetahuan mereka, seperti Lou Yue. Jika kejadian itu terjadi lagi, dan pelakunya berniat menghancurkan kerajaan Bora? Bukankah itu sangat berbahaya!
Dan alasan lain lagi, mungkin ini sudah terdengar klasik, Shua Xie hanya ingin mencoba kekuatan barunya, namun tidak semuanya. Sedikit saja untuk memastikan, apakah kekuatannya ini lebih kuat dari pada yang dia bayangkan? Semua itu tergantung dari hasilnya nanti.
Pria berpakain perang dengan mantel bulu di lehernya, berdiri paling depan dengan wajah tenang. Untuk sekian lamanya, akhirnya pria paruh baya ini mau memperlihatkan ilmu bela dirinya. Pria itu memiliki alis yang tebal, serta bibir bawah yang tebal berwarna kecoklatan, sorot matanya tajam memperlihatkan betapa berbahayanya pria ini. Manik hitam pekat menatap ke depan, melihat seorang gadis yang tengah duduk santai menatap ke arah pasukannya.
'Sebenarnya aku tidak ingin melawan Nona Shua, tapi demi para prajuritku dan atas perintahnya, mau tak mau aku harus melawannya,' ujar Xui Sukong dalam hatinya, sedikit ragu melawan gadis di depannya. Sebab dia tahu gadis itu bahkan tidak jauh lebih lemah dari anaknya! Tapi benarkah begitu?
'Namun Nona Shua tidak menampakkan raut wajah takut, berarti dia memiliki kemampuan jauh di atasku. Mungkinkah ... sepertinya hanya pikiranku saja.' Xui Sukong menggelengkan kepalanya, menepis jauh pikiran yang hampir saja dia ucapkan.
Di sisi lain, para perempuan menatap takut pada gadis yang tengah duduk di atas gundukan tanah. Mereka tak lain, Sakura, Miriea, Xue dan para wanita lainnya, bahkan para pelayan wanita pun diperintahkan untuk ikut menonton, menyaksikan pihak mana yang akan dikalahkan. Tapi kepala mereka sudah bisa menduga, bahwa gadis 16 tahun itu akan kalah melawan ribuan pasukan kerajaan.
Yang benar saja, gadis 16 tahun nekat melawan 25.000 pasukan kerajaan Bora seorang diri. Bukankah itu mencari mati namanya? Tapi melihat gadis 16 tahun itu tampak tenang, membuat mereka sempat berpikir, apakah gadis itu akan menang?
Xui Lang, Chen Xui dan Xui Cuisha juga ikut serta bergabung dengan para prajurit sebagai bukti mereka selaku Pangeran kerajaan ini tidak terima dianggap sampah! Tidak tahu kenapa gadis itu tiba-tiba menyinggung perasaan mereka hanya karena 1 kesalahan. Di mata seorang pemimpin itu sudah wajar, namun di mata mereka yang mengabdi, itu sebuah penghinaan apalagi gadis itu hanya seorang pemimpin yang baru saja naik, dan tidak jelas asal-usulnya, ditambah lagi dia sangatlah lemah.
Xue Mire dialah yang paling cemas, namun sedikit bingung, mungkinkah penyusup yang Shua Xie maksud tunangannya itu? Pikir Xue Mire. Tapi jika iya, kenapa dia menyebut tunangannya sebagai penyusup? Mungkinkah pria itu datang tanpa sepengetahuan prajurit hingga Shua Xie mengatakan keamanan kerajaan Bora sangatlah lemah. Jika benar, tidak salah Shua Xie murka.
Di sisi lain, Shua Xie berpikir kekuatan apa yang akan dia gunakan untuk melawan pasukan di depannya, dia tidak terlalu ingin melukai mereka , namun bisa memberikan rasa jera dan kagum pada mereka. Jera untuk tidak melakukan kesalahan lagi serta lebih waspada lagi dalam memperketat keamanan. Kagum? Agar mereka kagum akan kekuatan Shua Xie, kalian harus tahu, Shua Xie gadis yang suka pamer daripada memendam. Namun ada kalahnya dia tidak pamer seutuhnya.
'Baiklah aku paham, dengan kekuatanku sekarang. Bahkan mereka bisa menduga aku ini Dewi Agung di puncak kultivasi, namun sebenarnya di puncak kultivasi Abadi, masih ada lagi kultivasi lebih tinggi, bahkan Lou Yue masih jauh kuat dariku. Sebenarnya seberapa kuat pria itu? Kenapa dia lebih kuat dari pada Lou Zho sendiri.' Shua Xie segera menggelengkan kepalanya menepis pikiran yang tak seharusnya dia pikirkan di saat seperti ini. Kenapa wajah Lou Yue bisa tiba-tiba muncul di pikirannya.
"Dengan kekuatan sembilan ras yang aku miliki, bahkan aku bisa memiliki dunia Surgawi dan dunia tanah Kultivator," gumam Shua Xie pelan sedikit takjub akan kekuatannya sekarang.
"Baiklah, aku akan mencoba mengkolaborasikan kekuatan iblis dan mantra." Shua Xie bangun dari duduknya, lalu menatap ribuan pasukan di depan matanya, "Lumayan banyak, tidak wajar jika urutan kekuatan mereka memasuki urutan ke dua. Tapi itu masih kurang cukup, bagaimana mungkin satu orang pria saja mereka tidak sadar akan kedatangannya? Apa gunanya dua puluh ribu pasukan ini, tapi tidak bisa menghentikan satu orang saja. Sungguh konyol."
Shua Xie menarik nafas pelan langsung menghembuskannya kasar, kesal dia mengingat kejadian yang tak seharusnya terjadi padanya.
"Kalian semua!" Shua Xie bersuara keras dengan wajah dingin tak berperasaan, "Maju! Serang aku dengan seluruh kekuatan kalian! Jika tidak jangan salahkan kaki atau tangan kalian yang menjadi korban!" gertak Shua Xie keras.
25.000 pasukan itu terkejut mendengar ucapan Shua Xie yang menurut mereka hanya lelucon untuk menggertak mereka. Ingin memotong kaki atau tangan mereka? Itu konyol, dia sendiri sedang musuhnya 25.000, bagaimana bisa dia memisahkan kaki atau tangan mereka. Sebagian pasukan itu tertawa dalam hati, ada pula sebagian menghina betapa arogannya Shua Xie. Andaikan Xui Sukong tidak menghormati gadis itu, sudah pasti mereka akan mencincang-cincang tubuhnya karena kesal.
Penghinaan ini harus dibayarkan!
Xui Sukong mengatakan senjata tombaknya ke atas, "Kalian dengar? Lawan dengan seluruh kekuatan kalian jika kalian tidak ingin kehilangan kaki atau tangan kalian!" teriak Xui Sukong memperingati pasukannya agar mereka benar bersungguh-sungguh melawan Shua Xie. Xui Sukong yakin gadis itu sedang menyembunyikan sesuatu yang akan mengejutkan mereka nantinya.
__ADS_1
Shua Xie tersenyum tipis melihat Xui Sukong memperingati pasukannya, ternyata Xui Sukong dapat membaca kepercayaan diri Shua Xie. Itu tandanya mereka memang harus waspada.
Seketika Shua Xie menghilangkan senyumannya, memperlihatkan wajah seriusnha. Lalu segera mengaktifkan sajak Kutukan di kepalanya. Keluarlah garis berwarna ungu yang menjalar dari belakang telinganya sampai ke bawah mata kanannya. Munculnya garis aneh itu membuat semua orang terbelalak kaget, bagaimana mungkin gadis itu memiliki tanda aneh di wajahnya. Dan dalam sekejap saja tahap kultivasi Shua Xie naik ke tahap Nirwana awal. Hal itu semakin mengejutkan mereka lagi.
"I-ini Tahap Nirwana awal! Yang Mulia Ratu Besar ternyata menyembunyikan kekuatannya selama ini!"
"Tahap Nirwana Awal! Gila, hampir setara dengan Raja Xui Sukong yang di tahap Nirwana level enam!'
"Pantas saja dia begitu yakin melawan kita! Ternyata Yang Mulia Ratu Besar memang sangat kuat, tapi apa Yang Mulia Ratu Besar seorang diri bisa menghentikan kita semua? Itu mustahil!"
"Sudah jangan banyak omong saja kau! Sebaiknya kau gunakan semua tenagamu, jangan sampai kehilangan kaki atau tanganmu!"
***
Gaun hanfu yang Shua Xie gunakan juga berubah bentuk dan warna, kini gaun menjuntai anggun 2 meter ke belakang, kain gaun itu mengunakan kain kulit iblis asli, pakaian itu hanya menutup dari lututnya sampai lehernya, baju tanpa lengan dihiasi butiran pasir mengkilap di sepanjang jubah panjang yang dia kenakan. Sepatu sebelah kanannya terbuat dari kulit menutupi ujung kakinya hingga betisnya. Lalu sepatu kirinya tidak menutup jari kakinya, justru memperlihatkan kakinya itu, sepatunya terbuat seperti sendal biasa, namun bahannya tali dari emas yang melilit indah di dari alas sepatu naik sampai ke pahanya. Layaknya sepatu balet.
Perubahan Shua Xie yang begitu mencolok membuat semua orang terkesima, bagaimana cara gadis itu bisa merubah pakaiannya dalam sekejap tanpa melepasnya? Mantar macam apa yang dia gunakan?
Shua Xie menatap dingin ke depan, memperlihatkan mata kanannya terang mencolok di kegelapan malam, "Silakan maju, kalau kalian bisa membuatku turun dari tempatku ini, maka aku mengaku kalah, dan siap menerima berbagai hukuman dari kalian semua. Tapi ... jika kalian kalah maka kalian harus tunduk sepenuhnya padaku. Dan menerima sesuatu dariku, sebagai bukti kalian akan setia ikut bersamaku," ujar Shua Xie pelan, namun suaranya dapat didengar semua orang.
Mereka terdiam merenungi ucapan Shua Xie, diberikan sesuaty yang akan mengikat mereka pada Shua Xie bukan hal yang mudah dituruti. Jika suatu saat mereka berkhianat, maka nyawa mereka akan jadi taruhannya, selama mereka tidak berpikir untuk tidak berkhianat, maka mereka kan hidup sampai usia akhir mereka.
Xui Sukong dialah yang paling pertama melangkah maju ke depan, membuat semua pasukannya segera mengikuti langkah sang pemimpin. Walau mereka ragu maju melawan Shua Xie, tapi mereka tidak akan membiarkan pemimpin mereka maju seorang diri.
Shua Xie tersenyum tipis melihat Xui Sukong tidak gentar menghadapinya, "Heh, aku suka semangat kalian. Tapi .... mari kita coba."
Puluhan ribu pasukan itu berlari menyerang ke arah Shua Xie, dengan semangat membara dan raut wajah keras. Xui Sukong mengaktifkan tato auranya, dan sekejap saja tombaknya dialiri kobaran api merah pekat. Melihat betapa semangatnya mereka, Shua Xie semakin tidak sabar membuat mereka meruntuhkan semangatnya itu.
Ah, Shua Xie mungkin memang sedikit keterlaluan!
Saat jarak pasukan itu mulai mendekat, mulut Shua Xie berbicara pelan, "Teknik Mantra-Formasi Seribu Pagoda." Setelah berkata seperti itu, tiba-tiba tanah di sekitarnya mengeluarkan cahaya terang berwarna merah. Cahaya itu berbentuk lingkaran yang besarnya yang mampu mencangkup 25.000 pasukan itu, bahkan lebih besar dari lapangan yang tempat mereka bertarung. Mendadak Xui Sukong berhenti berlari diikuti dengan pasukannya dan segera melihat ke tanah, dengan raut wajah berkerut Xui Sukong kembali menatap Shua Xie.
"Nona Shua Xie bisa mantar?" Tidak Xui Sukong sangka Shua Xie bisa menggunakan teknik mantra, yang mana hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menggunakan teknik mantra. Bahkan Xui Sukong sana tidak bisa menggunakannya, namun dia paham, ini adalah teknik mantra yang entah apa jurusnya.
Di sisi lain, pasukan Xui Sukong terbengong melihat cahaya merah muncul dari tanah. Cahaya muncul begitu saja membuat mereka kebingunan, cahaya apa itu? Bagi mereka yang tidak tahu, mereka tidak akan takut. Tapi berbeda dengan mereka yang mengetahuinya, perasaan khawatir semakin menyelimuti pikiran mereka.
Shua Xie mengulum senyum saat Xui Sukong melihat ke arahnya, "Tekan!"
Dalam hitungan detik aura besar dari bawah tanah formasi itu keluar, membuat 25.000 pasukan itu tertekan hebat. Ada sebagian pingsan, ada pula jatuh terbaring di tanah. Xui Sukong sendiri hanya masih berlutut dengan tombak yang membantunya menahan tekanan berat. Sedangkan lainnya, terbaring di tanah sambil mengerang kuat memaksa diri mereka sendiri berdiri kembali, namun percuma bahkan mereka hanya bisa menggerakan 1 jari mereka saja.
__ADS_1
Xui Sukong mengeratkan rahangnya, tetap berusaha berdiri namun hasilnya malah membuat tulang-tulangnya berbunyi keras.
Shua Xie mengangkat satu kakinya lalu menekuknya, membantu tangannya itu menopang dagunya. Shua Xie mendengus pelan ingin tertawa tapi tak tega melihat ekspresi pasukan itu begitu serius.
"Sudah kuperlihatkan untuk mengeluarkan seluruh kekuatan kalian, tapi sepertinya kalian menganggap aku ini lemah. Namun tidak terduga oleh kalian, gadis lemah ini mampu membuat kalian jatuh berlutut di tanah. Sungguh mengecawakan!"
"Kupikir kalian memang ingin kehilangan kaki dan tangan kalian!?" Shua Xie menaikkan sebelah alisnya dengan pandangan menghina. Tapi sekejap pandangan Shua Xie kembali serius, "Kuberi waktu dua menit. Jika tidak seorang pun berhasil berdiri, maka kalian telah kalah."
Sakura memandang Shua Xie tak percaya, tidak dia duga gadis yang selama ini terlihat lemah di matanya ternyata memiliki kekuatan yang begitu menakutkan, itukah kekuatan asli gadis itu yang pernah suaminya katakan? Seberapa misteriusnya gadis itu?
Miriea menutup mulutnya tak percaya, sebelumya dia pernah meragukan Shua Xie begitu lemah, tapi sekarang dia menarik kata-katamu itu. Hanya orang buta mengatakan Shua Xie lemah, mampu membuat formasi tanpa banyak pergerakan, siapa mampu melakukan hal itu?
Di samping Xui Miaoyu mengerjap beberapa kali matanya, tidak dia duga gadis yang selama dia anggap lemah ternyata lebih kuat dari Pamannya sendiri. Xui Miaoyu sejak awal datangnya Shua Xie di kerajaan Bora dan mengambil alih pemimpin, dia sangat membenci gadis itu, tidak hanya arogan dan dingin, namun juga lemah. Tapi sekarang, Xui Miaoyu sulit ingin berbicara apa lagi. Sepertinya dialah yang lemah.
Waktu terus bergulir, tidak lama waktu yang Shua Xie bataskan sudah lewat. Tidak ada satu pun dari pasukan itu yang bisa berdiri, hanya terdengar suara erangan kuat memaksakan tubuh mereka sendiri berdiri. Hal itu membuat Shua Xie merasa sedikit kecewa. Shua Xie bangkit dari duduknya, segera turun dengan anggun dari gundukan tanah itu bersamaan dengan melepaskan mantra formasi.
"Kita sudahi, lupakan saja yang tadi aku katakan. Aku tidak akan pernah memaksa seseorang ikut denganku, aku hanya memperingati kalian untuk jangan selalu lengah. Saat ini aku mungkin sangat kuat, namun masih ada yang lebih kuat dariku. Aku hanya kalian ingin selalu waspada," ujar Shua Xie.
Seluruh pasukan itu langsung bangun dan berdiri, kemudian menatap Shua Xie dengan sebagai macam ekspresi. Kecewa, geram dan senang. Kecewa mereka yang begitu banyak karena tidak bisa melawan seorang gadis saja, itu berarti yang Shua Xie katakan memanglah benar. Mereka sangat lemah.
Geram, mereka geram pada diri meraka tidak bisa menyadari betapa kuatnya Ratu Besar mereka. Sehingga dengan terus terang mereka menganggap Ratu Besar begitu lemah dari pada pengawal gerbang. Senang, mereka turut senang memiliki pemimpin begitu kuat, dengan begitu tidak banyak musuh akan berani mencari masalah dengan kerajaan mereka lagi.
Xui Sukong segera berlutut lagi di hadapan Shua Xie saat gadis itu sudah hampir mendekatinya. Xui Sukong akui, Shua Xie bukan tandingannua, dia bahkan terlihat tidak akan bisa menyentuh Shua Xie sehelai pun. Hal itu membuat rasa kagum Xui Sukong pada Ratunya semakin besar.
"Hormat kepada Ratu Besar, saya siap mengikuti Yang Mulia Ratu Besar sampai akhir hangat saya," ujar Xui Sukong pelan.
Di belakang Xui Sukong, para pasukan segera memberi hormat sebagai mana pemimpin mereka melakukannya pada Shua Xie. Harus mereka akui, mereka akan menyesal jika menolak pemimpin seperti Shua Xie. Sudah kuat dan juga pengertian, tidak memaksa mereka ikut padanya jika memang tidak ingin. Tapi jangan menyesal di kemudian hari karena tidak ikut dengannya.
"Yang Mulia Ratu Besar! Kami siap mengabdi sampai akhir hayat kami!" seru pasukan itu bersamaan dengan suara lantang.
Shua Xie tersenyum kecil, "Baiklah, besok aku akan memberikan sesuatu pada kalian sebelum aku dan Raja Xui Sukong akan pergi ke kota Yufeng. Semuanya bangun, sudah kukatakan tidak perlu terlalu formal, aku tidak pernah mendambakan tahta kalian." Shua Xie mengangkat tangannya meminta mereka semua bangun.
Seluruh pasukan itu bangun bersamaan, sambil menatap sang Ratu Besar dengan perasaan kagum dan senang. Untunglah Shua Xie tidak bersungguh-sungguh memotong tangan atau kaki mereka, jika saja itu terjadi, mereka akan kehilangan sedikit keahlian perang mereka.
"Sebaiknya aku membuat pil yang mana akan memberikan efek besar pada dantian mereka sehingga mereka menjadi lebih kuat. Pasukan ini memang banyak, namun masih kurang cukup kuat," gumam Shua Xie sambil mengelus dagunya sambil termenung, "Sekaligus menanamkan mantra pengikat pada mereka, agar kiranya tidak ada satu pun yang berani berkhianat padaku. Jika saja mereka berkhianat maka ganjarannya ialah kematian."
***
Gaess jangan lupa dukungannya ya, vote juga walau gak banyak 😆 10 vote aja saya senang kok 😍 jaga kesehatan ya, dan jan lupa tersenyum. Maaf untuk saat ini perjalanan melawan dunia hanya bisa up 1 bab, sebenarnya saya ingin up 2 namun otak tak sanggup. Kesel juga kalo cuman 1 😂 nanti kalo udah seratusan saya up 2 bab lagi, tapi gak janji ya 😅😉 pke bye bye sampai bertemu di bab berikutnya 😘
__ADS_1