Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 65


__ADS_3

Rong Sui mengerang keras ketika merasakan tangannya berputar keras ke belakangan, tidak hanya tangannya tapi ke dua kakinya juga sama. Di sisi lain Feng Xian mengalami hal yang sama, mereka berdua benar-benar terkekang tidak bisa menggerakan tubuh mereka. Kalau pun mereka gerakan, benang yang menjahit tubuh mereka langsung menyentak keras tubuh mereka.


Rong Sui menatap Shu Chin geram, dengan sekuat tenaga dia berusaha menggerakan tangannya, tapi percuma semakin dia gerakan semakin bertolak ke belakang tangannya.


"Aakkkhhh!!!"


Rong Sui dan Feng Xian kini tergantung di udara, tubuh mereka terkaitkan dengan benang merah milik Shu Chin. Mereka berdua telah bertarung melawan Shu Chin hampir 2 jam, awalnya mereka mengira Shu Chin tidak sekuat sekarang, tapi setelah bertarung mereka harus mengakui melawan Shu Chin sama seperti melawan Dewa. Bahkan mereka tidak bisa menyentuh sehelai rambut Shu Chin, apalagi Shu Chin terbang di udara berbeda dengan mereka yang hanya berpijak di daratan.


"Sial! Dia kuat sekali! Bahkan kita tidak bisa menyentuhnya!" umpat Rong Sui pelan.


"Benang ini melindunginya, selama benang ini masih di tangannya, maka kita tidak akan bisa menyentuhnya," balas Feng Xian pelan.


Feng Xian menatap cukup lama Shu Chin. Dia dapat melihat tatapan Shu Chin begitu datar seolah tidak ada makna hidup di pandangannya, bahkan dia tidak bergeming sedikit pun setelah mendengar berapa kali jeritan Rong Sui dan Feng Xian. Shu Chin benar-benar tidak memiliki rasa empati sedikit pun terhadap musuhnya, Shu Chin terlihat seperti iblis maut di mata siapa pun.


Seolah apa yang semua Shu Chin lakukan tidak bermakna apapun, lebih tepatnya dia tidak memiliki rasa kasihan terhadap musuhnya. Feng Xian berpikir berapa banyak kesengsaraan yang Shu Chin hadapi selama hidupnya sampai dia tidak bergeming sedikit pun di hadapan korbannya, mau musuhnya tua atau muda semua terlihat tidak berarti di matanya.


Shu Chin menarik jarumnya keras membuat Feng Xian dan Rong Sui menjerit keras.


"Aaakkkkhhh!!!"


"Dengan begini berakhir sudah! Akan kuhabisi kalian saat ini juga." Shu Chin melayangkan jarumnya ke arah Rong Sui dengan sangat cepat.


Rong Sui hanya bisa mengumpat dalam hati tidak bisa menggerakkan tubuhnya karena benang mengait tubuhnya, melihat jarum melesat cepat ke arahnya dia hanya bisa mengumpat sekaligus pasrah. Sedangkan di sisi lain Feng Xian ingin menghalangi jarum itu, namun dia pun sama tidak bisa berbuat apa-apa dalam keadaannya sekarang.


Traangg!!!


Tiba-tiba saja muncul pedang menghalang jarum itu melesat, seketika jarum itu langsung terpental cukup jauh hingga menimbulkan suara benturan yang cukup keras. Sedangkan pedang yang menghalau jarum itu terdiam di tempatnya dan dalam waktu singkat pedang itu patah menjadi dua bagian.


Shu Chin terkejut sebab tiba-tiba saja senjatanya langsung terpental oleh sebilah pedang tak dikenal, melihat kualitas pedang itu hanya pedang pusaka tingkat rendah dapat menepis serangannya, walau pun pedang itu patah pasti pemilik pedang itu bukan Kultivator biasa sebab mampu menepis serangan jarum pusaka tingkat tinggi milik Shu Chin dengan santai.


Shu Chin melihat ke segala arah, mencari Siapa yang melempar pedang itu menghalau jarumnya, "Siapa!? Siapa yang melakukannya!" teriak Shu Chin keras dengan ekspresi sedikit berbeda dari sebelumnya.


Shu Chin terus melihat kiri dan kanan, dia merasa sedikit khawatir setelah melihat jarumnya terpental cukup jauh dan belum kembali. Shu Chin yakin yang menghalau serangannya pasti bukan Kultivator biasa, yang pasti di atas kekuatannya. Mengingat jarumnya telah dia alirkan QI begitu banyak tapi masih bisa ditepis.


"Siapa yang kau cari?" Tiba-tiba seorang gadis muncul di belakang Shu Chin tanpa sedikit pun terasa aura keberadaannya.


Shu Chin tersentak kaget dan langsung menjauh, setelah memberi jarak dia langsung melihat ke arah gadis itu. Shu Chin dapat melihat seorang gadis tengah terbang dan tersenyum padanya. Senyuman gadis itu begitu indah, namun senyuman itu terkesan menakutkan di pandangan Shu Chin, bahkan mampu membuat tangannya bergetar.

__ADS_1


Shu Chin langsung menghentikan getaran tangannya dengan memegang tangannya itu, seutas raut wajah khawatir terus terpampang di wajahnya walau tidak terlalu kentara.


"Ka-kau! Kau bisa terbang?" Shu Chin tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya, pasalnya dia melihat Shua Xie tengah terbang sama sepertinya, hanya saja Shua Xie terbang karena sayap. Sayap dari cahaya berwarna putih kebiruan mengkilap mengepak berulang kali sangat pelan. Keindahan sayap itu tidak bisa dipungkiri, bahkan burung Phoenix pun akan iri dengan keindahan sayap cantik itu.


"Apa aku bisa terbang terlalu mengejutkanmu? Kau pun sama bisa terbang, buat apa terkejut begitu," balas Shua Xie datar, namun ucapannya mampu membuat Shu Chin tertekan, pasalnya suara yang Shua Xie kelaurkan mengandung QI yang besar, bahkan lebih hampir sama dengan QI tuannya Lou Zho.


Shu Chin semakin meningkatkan kewaspadaannya, dia tidak tahu apa yang membuat Shua Xie mendadak kuat, sebelumnya Shua Xie hanya berada di tahap Bumi tiba-tiba saja naik ke tahap Dewa secara mendadak, sungguh mustahil baginya bisa mempercayai hal itu, tapi dia sendiri tidak bisa memungkiri apa yang dia lihat sendiri dengan matanya. Shua Xie benar-benar berada di tahap Dewa level 5, sungguh mengejutkan.


Melihat kekuatan Shua Xie naik mendadak, Shu Chin berpikir Shua Xie memiliki senjata pusaka tersembunyi yang membuat auranya begitu pekat dan besar. Walau pun kecurigaannya masih belum mendasar.


"Sayap Peri!? Bagaimana mungkin kau memilikinya! Kau tidak mungkin memiliki darah ras Peri Elf?"


Shua Xie hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Shu Chin, "Kenapa tidak mungkin? Apa kau tidak lihat apa yang di depanmu saat ini? Kalau kau memang tidak bisa melihat, berarti kau buta."


Di sisi lain Rong Sui mau pun Feng Xian tidak bisa menutupi rasa terkejut yang amat besar, mereka berdua menatap Shua Xie takjub dan bingung, mereka bingung kenapa Shua Xie selama ini menutupi kultivasinya? Jika dia kuat begitu seharusnya bukan masalah besar melawan Shu Chin tadinya, ketika Shu Chin membanting tubuhnya berulang kali ke tanah.


Kekuatan Shua Xie sekarang benar-benar membuat takjub, pasalnya di usia muda dia sudah mencapai tahap Dewa level 5, bahkan usianya belum sampai 20 tahunan.


Namun 1 hal yang paling mengejutkan mereka ialah sayap cantik yang melekat indah di punggung Shua Xie. Siapa pun tahu sayap itu adalah sayap ras Peri Elf yang telah lama tidak pernah muncul di dunia manusia mengingat peperangan terdahulu yang pernah melibatkan 4 ras saling bertarung demi mendapatkan berkah ilahi dari 2 Dewa dan Dewi dari dunia Surgawi. Banyak buku pengetahuan tentang 5 ras menyebutkan tentang informasi mereka, sayangnya buku itu sudah mulai dilupakan semenjak majunya dunia. Hanya sedikit orang mengetahui tentang legenda 5 ras saat ini sebab minimnya perperangan dari ras selain manusia.


"Tidak mungkin! Ini mustahil, kau pakai cara sesat apa memiliki sayap Peri Elf?" tanya Shu Chin dengan nada sedikit naik.


"Cara sesat? Aku rasa pikiranmu yang terlalu sesat, bagaimana mungkin aku menggunakan cara sesat seperti si Lou Zho hina itu?" Shua Xie tersenyum sinis, sangat sinis memperlihatkan betapa angkuhnya dia.


Shu Chin semakin marah tatkala mendengar Shua Xie menghina Lou Zho, "Tutup mulutmu! Tuanku tidak pantas kau katakan seperti itu! Justru kaulah yang hina!" balasnya keras sambil melemparkan serangan bola api yang besar.


Bola api itu melesat cepat ke arah Shua Xie namun hanya dengan kibasan tangan saja bola api itu langsung tertepis ke arah lain. Shua Xie menatap Shu Chin semakin datar, lebih datar dari pandangan biasanya.


Melihat Shua Xie bisa dengan mudah menepis serangan itu lagi-lagi membuat mereka semua terkejut, kekuatan tahap Dewa memang luar biasa, bahkan seharusnya bisa menjadi penguasa dunia Bawah saat ini.


"Aku hina? Mulutmu terlalu suci mengatakan aku hina! Justru kalianlah yang hina, merebut kekuasaan orang lain? Bukankah kalian lebih hina dari kotoran binatang! Sejauh apapun kalian merebut kekuasanku, tetap saja Phoenix lebih tinggi dari pada ayam! Jadi tolong sadar diri!" Jawaban Shua Xie langsung menusuk Shu Chin, dia merasa seperti tertusuk puluhan pedang di seluruh tubuhnya.


Rong Sui hanya bisa menganga lebar mendengar ucapan Shua Xie sungguh mengejutkan, berbicara hal seperti itu sama saja mengundang seisi dunia Atas memburuhnya sampai ke ujung akhirat. Rong Sui menatap Shua Xie kagum sekaligus takut melihat keberaniannya mengatakan seluruh pasukan Lou Zho sangatlah hina. Walau Rong Sui juga sedikit setuju akan pernyataan itu, tapi masalah keberanian mereka berbeda, Rong Sui sebagai Walikota lebih memilih aman agar rakyatnya terhindar dari masalah, apalagi menyangkut masalah hidup dan mati.


Feng Xian hanya diam dan tersenyum kecil, seakan sudah tahu semua tentang Shua Xie dan menyetujui apa yang dikatakan Shua Xie tadi.


Shu Chin merapatkan rahangnya sangat kesal, tanpa membalas ucapan lagi dia langsung menyerang Shua Xie secara membabi buta, entah kenapa Shu Chin merasa terus terpancing oleh ucapan Shua Xie. Seharusnya dia bisa mengendalikan rasa emosionalnya saat dalam pertarungan agar tidak mengalami kekalahan.

__ADS_1


Sebenarnya sejak Shu Chin menatap Shua Xie tadi, Shua Xie telah mengaktifkan kekuatan sajak Kutukan di kepalanya. Kemampuan matanya membuat musuh merasa terintimidasi tinggi adalah kemampuan tingkat tinggi yang baru saja dia aktifkan. Musuh yang telah menatapnya matanya akan terhipnotis, hanya saja hopnotisnya berbeda, musuh akan terus dipancing secara bertahap dan kesulitan menahan rasa emosionalnya. Tapi menggunakan kemampuan mata ini juga butuh bayaran yang setimpal, hanya tenaga dalam yang besar mampu membuat mata ini bangkit. Karena Shua Xie saat ini berada di tahap Dewa bukan tidak mungkin dia bisa menggunakan kekuatan mata itu dengan baik.


Sebenarnya kemampuan sajak Kutukan bukan hanya menjadi pelindung yang kuat, namun masih banyak lagi hal bisa dilakukan sajak Kutukan seperti bisa menyembuhkan atau bahkan sebaliknya, karena sajak Kutukan adalah buatan Dewa Surgawi tentu saja kegunaannya sangat banyak. Tergantung bagaimana penggunanya mampu menguasai sajak Kutukan.


Shua Xie menatap Shu Chin datar, dengan gesit dia menghindari semua serangan yang dilancarkan Shu Chin padanya. Melihat Shua Xie bisa menghindari semua serangannya dengan mudah membuat Shu Chin semakin geram dan kesal, pola serangannya pun semakin membabi buta.


"Teknik Tapak Api - Api Penghancur!"


"Teknik Tapak Angin - Pusaran Angin!"


"Teknik Tapak Cahaya - Cahaya Ilahi!"


Semua serangan mematikan yang Shu Chin kuasai juga dia kerahkan membuat area sekitar menjadi kacau, angin berputar tidak teratur membuat kilatan petir menyambar di tanah sekitar, air pun juga turun dari langit lebih tepatnya air teknik milik Shu Chin. Serangan beruntun dengan teknik yang berbeda terus dikerahkannya tanpa peduli semua tekniknya menjadi kacau.


Shua Xie sebagai target yang diserang hanya terdiam menatap Shu Chin sambil terus menghindari serangan dengan santai, seolah semua serangan Shu Chin tidak bermakna apapun baginya.


Setelah hampir setengah jam Shu Chin terus mengeluarkan tekniknya, akhirnya dia berhenti karena kehabisan tenaga dalam. Dengan nafas terengah-engah dia menyeka peluh sambil menatap Shua Xie.


"Kau! Kau bagaimana bisa!" ucap Shu Chin keras sambil menunjuk ke arah Shua Xie.


Shua Xie tersenyum kecil sambil memiringkan wajah sedikit ke samping, "Tentu saja bisa, kekuatan kita sangatlah berbeda jauh. Ibarat Phoenix dan jangkrik, kau jangkrik naif ingin menerkam Phoenix tapi tidak sadar akan perbedaan kekuatan yang begitu besar."


Senyuman Shua Xie kembali menghilang, kali ini dia menatap Shu Chin sangat dingin, "Jadi jangan pernah bermimpi untuk bisa menang melawanku." Lanjut Shua Xie lagi tajam membuat Shu Chin tercengang di tempatnya.


Shu Chin terdiam dengan pandangan kosong tertuju pada Shua Xie, dia sendiri benar-benar tidak menyangka gadis yang dulunya sempat dia ajari tentang menjadi Kultivator kini sudah berkembang sangat jauh bahkan melampaui Shu Chin selaku guru pertamanya di dunia ini. Shu Chin mengakui Shua Xie adalah jenius pertama yang dia akui pasalnya di umur 16 tahun dia sudah berada di tahap Dewa berbeda dengan jenius lainnya, bahkan di dunia Atas tidak ada secepat Shua Xie dalam menapaki dunia kultivasi.


Di sisi lain, Rong Sui dan Feng Xian hanya bisa terkagum-kagum melihat betapa mudahnya Shua Xie menghindari serangan Shu Chin. Melihat betapa mudahnya Shua Xie menghindari mereka berpikir Shua Xie pasti sangatlah kuat, menghindari serangan dasyat seperti menghindari lalat kecil di matanya.


"Dia bukanlah sosok yang tidak harus kita singgung, bukan tidak mudah dia menghancurkan daratan Kekai dengan mudah. Untunglah dia berpihak pada kita," gumam Rong Sui pelan dengan pandangan tertegun.


"Ketahuilah bahwa dialah yang menghancurkan klan Mo dalam setengah hari. Aku menyaksikannya membunuh semua orang klan Mo dengan mudah, seperti dia membantai hewan." Feng Xian menyahuti Rong Sui membuat Rong Sui langsung menatapnya terkejut.


"Jadi maksudmu dialah gadis bertopeng itu? Gadis yang kami cari hampir sebulan! Tapi bagaimana bisa kau mengenalnya?"


"Aku membawanya pergi setelah dia selesai bertarung, sebab dia pingsan setelah membantai klan Mo."


"Itu tidak mungkin! Kekuatannya sekarang saja sangat tinggi, bagaimana mungkin dia pingsan setelah melawan klan Mo yang bahkan kekuatan pasukannya tidak setara dengan pemuda penjahit itu!"

__ADS_1


__ADS_2