Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 148


__ADS_3

Shua Xie menghapus darah di pinggir bibirnya dengan punggung tangannya, setelah bercak darah itu hilang, dia tersenyum sumringah.


"Hah ... dengan begini seharusnya konflik itu telah reda. Dan juga masalahku telah selesai, mereka pasti tidak menyangka hasil akhir pertarungan akan seperti ini," ujar Shua Xie dengan nada terdengar senang. Kesenangannya setelah berhasil mengembalikan keadaan dan juga berhasil memenangkan tantangan, tidak sesulit yang Shua Xie kira.


Jauh di dalam sana Phoe mendengus pelan, dia telah menyaksikan bagaimana Shua Xie mengakhiri perselisihan itu dengan bagus, dan lebih baiknya lagi murid dalam tidak akan kehilangan muka setelah Shua Xie memilih mengalah untuk menengahi masalah. Tapi karena ini juga para murid luar pasti akan menggunjingnya, sebab ketidak menangnya Shua Xie.


'Bahkan kau sampai harus melukai diri sendiri, licik sekali,' sahut Phoe dengan nada sinis.


"Ini bukan licik ... tapi trik. Jika tidak seperti itu apa mungkin Qixuan bisa melukaiku dengan serangan kecilnya itu? Bukankah kau tahu tubuhku ini sedikit kebal dengan serangan semut seperti itu." Shua Xie bukan tidak sengaja melukai tubuhnya sendiri, sebenarnya dia terpental keluar karena kemauannya sendiri, sengaja mengerahkan sendiri tenaga agar dirinya bisa keluar dari arena dan membuat seolah Qixuan lah yang membuatnya keluar, tidak hanya itu Shua Xie juga memukul sedikit perutnya agar dia memuntahkan sedikit darah, dengan begitu rencananya bisa terlihat begitu nyata.


Di mata banyak orang pasti Qixuan sangat hebat, namun bagi mereka yang cerdas pasti tahu kekalahan itu hanyalah sebuah trik menghindari masalah. Lagi pun Shua Xie juga tidak perlu memenangkan pertarungannya dengan Qixuan, tugasnya hanyalah mengalahkan sepuluh murid dalam berperingkat, bukan Qixuan. Ada untungnya juga jika Shua Xie mengalah, dengan begitu tidak semua para murid dalam tidak akan membencinya namun sebaliknya, menghormati kekuatannya.


Phoe tersenyum tipis, dia mengerti maksud Shua Xie dan memakluminya, lagi pun tidak untungnya juga Shua Xie terkenal di sekte Kunlun, karena pada akhirnya Shua Xie akan meninggalkan sekte Kunlun kembali ke dunia Tengah.


'Ya, terserah padamu. Tapi seseorang berjalan ke arahmu.'


"Seseorang?" Shua Xie berhenti kemudian berbalik dan menemukan seorang perempuan berlari ke arahnya, "Xingxing," gumam Shua Xie ketika dia tahu seseorang yang dimaksud Phoe adalah Xingxing.


Melihat Xingxing tampak terburu-buru, Shua Xie yakin gadis itu pasti akan melontarkan begitu banyak pertanyaan, mengenai kekalahan dan keadaan Shua Xie. Sangat mudah Shua Xie menebak jalan pikir Xingxing, cukup melihat dari ekspresi gadis itu semua orang pun pasti akan berpikir sepertinya.


"Kak Shua, bagaimana keadaanmu? Aku lihat kau terluka, di mana yang sakit? Kak Shua harus mendapat penanganan dari murid medis! Dan juga kenapa bisa satu serangan melukaimu? Bukankah sebelumnya Kak Shua hebat? Ada apa? Apakah kekuatan Kak Shua habis, atau-"


"Ssstt!" Shua Xie menghentikan pertanyaan Xingxing dengan jarinya yang menyetuh bibir gadis itu, "Tanyakan satu persatu, aku tidak bisa menjawabnya sekaligus. Dan juga ... tenangkan dirimu." Shua Xie menatap lekat Xingxing sembari dia memberikan senyuman hangat kepada gadis itu. Meski pun sebenarnya Shua Xie merasa sedikit risih, tapi ya sudahlah Xingxing gadis yang mudah tersentuh jika dia menggunakan sedikit kata kasar gadis itu pasti akan merasa sedih.


Setelah melihat Xingxing tenang, Shua Xie mulai menjelaskan kalau dia tidak membutuhkan perawatan medis sedikit pun, luka yang di derita tidaklah parah, cukup memakan sebutir pil penyembuh juga akan kembali sehat. Dan kenapa Shua Xie bisa kalah itu memang karena kemampuan Qixuan hebat, meskipun pernyataan ini hanya tipuan kecil ternyata Xingxing mempercayai ucapannya itu. Shua Xie tidak berniat memberitahukan kekuatan aslinya, lagi pun awal dia datang ke sini juga penuh dengan kebohongan.


'Dasar gadis yang polos.' Shua Xie tersenyum tipis melihat kepolosan Xingxing menanggapi penjelasannya.


***


Qixuan berjalan santai kembali ke paviliun Xionglue dengan ekspresi wajah sulit dijelaskan. Meskipun dia telah memenangkan pertarungan itu, perasaan Qixuan masih tidak nyaman, seperti ada sesuatu mengganjal pikirannya. Masalah pertarungan yang menurutnya kurang masuk akal. Ya, memang benar Qixuan telah memukul Shua Xie, namun dia rasa pukulannya itu tidaklah sekuat itu hingga mampu mengeluarkan Shua Xie dari arena, terlebih lagi mampu membuat gadis itu terluka. Aneh, tapi nyata!


'Aku rasa dia sengaja melalukan semua itu karena tidak ingin memperpanjang masalah. Alasan yang cukup masuk akal, tapi ... karena tindakannya itu juga aku merasa dia sedang meremehkanku.' Saat ini hanya kesimpulan itulah yang bisa Qixuan dapatkan, kemungkinan besar juga kesimpulannya itu benar.


Tepat saat Qixuan sedang berpikir, tiga orang pemuda datang menghampirinya, tampak ekspresi ke tiga pemuda itu terlihat senang.


"Aku sudah menduga jika Nona Qixuan yang turun gadis itu tidak akan bisa menang lagi," ungkap salah satu pria dengan nada cukup senang, tentu saja senang jika orang yang dia ikuti telah mengalahkan murid luar itu.


"Ya, kau benar. Nona Qixuan sangat hebat, bahkan dengan satu pukulannya saja mampu membuat gadis itu terpental keluar." Pria lain menyahut dengan senyuman merekah di wajahnya.


"Nona Qixuan memang yang terbaik."


"Jangan bodoh." Qixuan langsung menyahuti ke tiga pria yang baru saja memuji kehebatannya, meski terdengar seperti pujian tapi di telinga Qixuan terdengar seperti penghinaan, "Apa kalian pikir satu serangan mampu membuat gadis itu keluar? Coba pikirkan lagi, dia telah melawan sepuluh murid dalam berperingkat namun tidak satu pun serangan mampu melukai atau bahkan menyentuhnya. Apakah kalian tidak merasa kemenanganku ini hanyalah kesengajaan?" Qixuan menatap lekat ke tiga pria itu, ingin mereka mengerti kalau kemenangannya itu bukan atas kehendak Qixuan namun karena lawan Qixuan sendiri yang mengalah.


"Tipuan? Apa maksudnya?" sahut pria berbadan kekar dengan raut wajah terlihat kebingungan, tidak mengerti apa yang dimaksud dengan tipuan yang Qixuan katakan.


Qixuan menghela nafas kasar sembari dia membuang pandangannya ke bawah, dirinya ingin menjelaskan tapi sadar tidak sebaiknya juga dia memberitahukan masalah ini, jika ke tiga pria itu tahu kemenangannya adalah hal yang disengaja Shua Xie, tidak hanya mempermalukan dirinya tapi juga menggagalkan rencana gadis itu.


"Sudahlah, lupakan saja. Aku ingin kembali ke kediamanku, dan jika ada yang ingin menemuiku katakan saja aku tidak ingin diganggu." Qixuan berjalan meninggalkan ke tiga pria itu setelah dia selesai berbicara, perasaannya sedikit terganggu jadi dia ingin menghabiskan waktu sendiri untuk menenangkan perasaannya.

__ADS_1


Sementara itu, ke tiga pria itu terheran-heran dengan sikap Qixuan, tidak biasanya mereka melihat gadis itu bersikap seperti ini, padahal kemenangan baru saja gadis itu raih. Apakah ada yang salah?


"Sepertinya ada yang aneh."


"Tidak ada yang aneh, Nona Qixuan hanya butuh waktu sendiri dan kita hanya perlu menjaganya agar tidak seorang pun mengganggunya."


***


Shua Xie mendaratkan bongkongnya di kasurnya setelah dia dan Xingxing tiba di asrama mereka berdua. Shua Xie juga mengeluarkan satu botol dari cincin Ruangnya, sedikit mengejutkan Xingxing yang pada saat itu sedang memperhatikannya.


"Dari mana keluarnya benda itu?" tanya Xingxing dengan nada sedikit terkejut sekaligus takjub, benda yang tidak tahu dari mana asalnya tiba-tiba muncul di tangan Shua Xie.


"Ini?" Shua Xie mengangkat botol pil giok berwarna putih, sembari dia juga memandang Xingxing dengan raut wajah sedikit bingung. Tepat pada saat itu juga, Phoe langsung menjelaskan padanya orang-orang dunia Bawah sedikit berbeda, terutama benua barat. Benua barat memang tempat para Kultivator hidup tapi tidak seorang pun Kultivator benua barat tahu tentang cincin penyimpanan seperti yang Shua Xie miliki.


'Mereka memang mempelajari berbagai macam kemampuan, entah itu teknik bela diri dan alkemis, tapi mereka sedikit kurang percaya  dengan namanya sihir. Cincin Ruang milikmu terbuat dari batu meteorit yang kemudian dipangkas menjadi cincin penyimpanan, cara pembuatannya juga membutuhkan teknik sihir tidak hanya kemampuan Qi yang besar,' jelas Phoe sedikit serius.


'Setahuku hanya dunia Surgawi saja yang memiliki cincin Ruang, tapi tampaknya leluhur klan Langit adalah seorang Kultivator hebat. Jelas sekali cincin milikmu adalah cincin turun temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi.' Phoe menjelaskan dan membuat Shua Xie mengerti kenapa dia tidak pernah melihat para Kultivator benua barat bahkan dunia Bawah sekali pun memiliki cincin sepertinya, meski tidak seharusnya cincin paling tidak penyimpan barang sejenis cincin miliknya.


'Jadi kemungkinan saja leluhur klan Langit pernah ke dunia Surgawi dan mempelajari teknik menempa senjata.' Shua Xie menambahkan pernyataan lagi, dan tepat saat itu juga dia langsung tersadar dengan Master Gu sang pembuat senjata di dunia Tengah, 'Dan Master Gu semakin membuatku penasaran dengan identitasnya, tidak hanya pandai menempa senjata tapi juga mampu membuat senjata itu memiliki energi Qi.'


'Apa ada yang salah?' sahut Phoe ketika dia mendengar Shua Xie menyebutkan seseorang dengan nama 'Master Gu'.


'Ya ... ketika aku di dunia Tengah. Aku bertemu dengan Master pembuat senjata, dia bisa membuat senjata untuk para Kultivator, namun dari apa yang kulihat dia hanyalah manusia biasa tanpa Qi sedikit pun,' balas Shua Xie dengan nada mencurigai.


'Kau mungkin belum pernah mendengar teknik penyembunyian diri. Teknik yang mampu mengubah seseorang menjadi apapun yang dia mau, bahkan bisa menyamarkan diri sedetail mungkin sehingga banyak orang tidak akan sadar dengan penyamarannya. Tapi teknik ini hanya bisa dilakukan oleh Kultivator tingkat tinggi karena terlalu banyak menguras tenaga, kemungkinan saja seseorang yang kau sebut itu seorang Kultivator hebat yang sedang menyamar, atau ....'


'Atau apa?' Shua Xie penasaran kelanjutan apa yang akan Phoe sampaikan.


Shua Xie mengangguk paham, dan mungkin saja yang dikatakan Phoe memang benar, tidak mungkin bukan Kultivator hebat seperti yang Phoe jelaskan ada di tanah Kultivator manusia fana terlebih lagi di dunia yang mana para penghuninya bukanlah Kultivator melainkan hanya manusia biasa.


"Kak Shua apa yang kau lamunkan? Dan kenapa kau menganggukkan kepala?" Xingxing segera menarik kesadaran Shua Xie ke dunia nyata. Sedikit mengejutkan Shua Xie yang sedang berpikir.


"Ah, itu, aku hanya sedang memikirkan hari esok. Oh ya, kau penasaran bukan dari mana botol ini muncul?" Shua Xie segera mengganti topik, "Botol ini keluar dari cincin ini." Shua Xie memperlihatkan cincin berwarna hitam di jari manisnya, cincin yang sederhana namun terlihat indah dengan ukiran-ukiran kecil di sana.


Xingxing menatap sangat lekat cincin yang Shua Xie katakan tempat botol goik itu keluar, hal ini membuatnya mengerutkan kening keheranan, "Dari cincin kecil ini?" tanya Xingxing dengan nada terdengar meragukan. Ya, dia ragu apakah Shua Xie sedang serius atau bercanda. Sangat tidak masuk akal botol yang ukurannya lebih besar dari cincin bisa keluar dari sana.


Shua Xie paham keraguan Xingxing, dengan cepat tangannya itu mendarat di kepala gadis itu membuat Xingxing sedikit bersemu merah, "Ya, di dalam cincin ini ada begitu banyak barang. Apakah kau tidak percaya?"


"Ah, ini. Aku-"


"Ah ... baiklah aku mengerti." Shua Xie langsung menyela ucapan Xingxing sebab dia tahu gadis itu kesulitan membalasnya. Shua Xie mengalirkan sedikit Qi ke cincin itu lalu mengibaskan tengannya tepat di depannya, dan bersamaan dengan itu muncullah puluhan jenis barang yang mengejutkan Xingxing.


"Ini! Luar biasa sekali!" Xingxing menelan salivanya kasar, masih sangat terkejut melihat cincin milik Shua Xie mampu mengeluarkan begitu banyak barang, lebih parahnya semua barang itu adalah barng berharga yang sangat bernilai tinggi.


"Ada banyak jenis cincin seperti ini. Namun cincin Ruang tidak ada di dunia Bawah, hanya ada di dunia Surgawi. Jika pun ada di dunia ini, hanya beberapa orang hebat saja yang mampu memilikinya," jelas Shua Xie dengan senyuman tipis. Shua Xie tidak sungkan menjelaskan tentang cincin miliknya, lagi pun Xingxing juga telah melihat dan buat apa lagi Shua Xie menyembunyikannya.


"Dunia Bawah? Dunia Surgawi? Aku baru pertama kali mendengar dua nama itu," sahut Xingxing kebingungan.


Tidak aneh jika Xingxing merasa tidak mengenal dua nama itu, karena pada umumnya juga tidak banyak Kultivator dunia Bawah maupun Tengah tahu tentang dunia asal-usul dunia mereka.

__ADS_1


Tanah Kultivator adalah nama dari ke tiga dunia itu, yang mana Tanah Kultivator dibagi menjadi tiga bagian, dunia Atas, dunia Tengah dan dunia Bawah. Karena tiga bagian ini terpisah cukup jauh, jadi tidak banyak para penghuni tiga dunia itu mengetahui bahwa mereka adalah satu dunia yang sama namun dibedakan berdasarkan wilayah. Ceritanya cukup panjang kenapa dunia Tanah Kultivator dibagi menjadi tiga bagian, namun singkatnya tiga saudara Kultivator hebat pernah memimpin ke tiga dunia ini, dan masing-masing dari ke tiga saudara itu memiliki prinsip kepemimpinan yang beda. Seperti dunia Atas dan dunia Bawah yang lebih mementingkan kekuatan dan kekuasaan, sehingga mereka melahirkan begitu banyak Kultivator berbagai jenis aliran. Sedangkan dunia Bawah dipimpin oleh Kultivator yang lebih memilih hidup jauh dari kekacauan dan pertarungan sehingga itu dia tidak menurunkan kehebatannya atau yang lebih tepat dikatakan dengan sebutan Qi. Namun meski pun dia tidak menurunkan pemahaman Qi kepada manusia di dunia Tengah, tapi dia menurunkan keahlian bertarung tanpa menggunakan Qi, dan disitulah asal kenapa dunia Tengah menyebut diri mereka Pendekar bukan Kultivator.


Penjelasan itu Shua Xie ketahui dari Phoe, ketika mereka berlatih di gua es yang terbuat dari aura kekuatan Kakak tertua, Phoe. Kebetulan saat itu Shua Xie cukup penasaran kenapa Tanah Kultivator dibagi menjadi tiga bagian yang berbeda. Dan perlu kalian ketahui Shua Xie mendengar penjelasan Phoe hampir satu hari lamanya.


"Hem ... jika kujelaskan akan sangat memakan banyak waktu, tapi singkatnya tempat kita semua berada di sebut Tanah Kultivator, dan Tanah Kultivator dibagi menjadi tiga bagian, dunia Atas, dunia Tengah dan dunia Bawah. Tempat sekarang kau tinggal disebut dunia Bawah. Dunia begitu luas, hanya kau saja yang belum mengetahuinya," jelas Shua Xie.


Xingxing sedikit mengerti penjelasan Shua Xie, namun yang tidak dia mengerti kenapa dia tidak pernah mendengar nama seperti itu. Bahkan Ayahnya yang seorang Kaisar saja tidak pernah menjelaskan.


"Tapi Ayahku tidak pernah memberitahukan kepada kami kalau Tanah Kultivator dibagi menjadi tiga bagian," sahut Xingxing pelan, tampak meragukan pertanyaannya sendiri.


Shua Xie tersenyum tipis, "Sebenarnya Ayahmu mungkin saja tahu, tapi dia memilih menutupinya. Keberadaan dunia lain jika diketahui banyak orang bisa saja mendatangkan masalah, jadi memang alangkah baiknya mereka merahasiakan tentang ini," jelas Shua Xie menjawab rasa penasaran Xingxing.


Shua Xie mengambil satu buku yang pernah dia tulis ketika di gua es, buku bertuliskan tentang dunia Tanah Kultivator. Alasan Shua Xie menulis semua itu jika suatu saat dia melupakan pengetahuannya ini, dia bisa membaca dan memahaminya lagi. Shua Xie memberikan buku itu kepada Xingxing membuat gadis itu sedikit keheranan, namun setelah melihat judul buku itu Xingxing langsung menerimanya.


"Sebagai seorang Putri bangsawan kau perlu tahu tentang ini, mungkin akan bermanfaat di waktu yang akan datang," ujar Shua Xie setelah Xingxing menerima buku itu.


Sebelum Xingxing membaca buku itu, dia menatap Shua Xie lagi, menunjukkan reaksi begitu senang, "Ah ... terimakasih Kak Shua. Tapi bisakah suatu hari Kak Shua menunjukkan padaku tiga dunia yang Kak Shua jelaskan suatu saat nanti?"


"Itu." Shua Xie tersenyum canggung mendengar permintaan Xingxing, ingin menolak tapi tidak enak melihat raut wajah yang ditampilkan gadis itu terlalu berharap, "Huft


... baiklah. Suatu saat aku akan membawamu melihat betapa luasnya dunia Tanah Kultivator." Karena tidak tega Shua Xie hanya bisa mengiyakan sambil menghela nafas.


***


"Apa benar dia akan ikut?" tanya seorang pemuda dengan nada sedikit tinggi, tidak menyangka gadis yang baru saja kemarin membuat masalah kini ikut bersama mereka ke Daratan Alam Abadi.


Ya, hari sudah berganti di mana hari yang begitu Shua Xie tunggu akhirnya tiba. Pergi ke Daratan Alam Abadi dan mencari sesuatu yang berharga di sana. Namun banyak para murid membincangkan Shua Xie yang ikut bersama para murid dalam berperingkat ke Daratan Alam Abadi, padahal status Shua Xie masih murid luar di mata banyak murid. Yang membingungkan mereka kenapa para Tetua mengusulkan Shua Xie ikut bersama para murid dalam berperingkat.


Biming sebagai pemimpin yang bertanggung jawab membawa para murid ke Daratan Alam Abadi mengangguk pelan, mengiyakan pertanyaan pemuda itu dan mengejutkan murid lainnya.


"Bagaimana bisa? Tetua Biming, dia hanyalah murid luar, tidak seharusnya bisa ikut bersama kami!" sahut Kiseki keras, sangat menolak jika Shua Xie ikut bersama mereka. Cukuplah Kiseki bertemu gadis itu kemarin, dan jangan sampai hari ini berurusan dengan Shua Xie lagi.


Biming mengerti perasaaan para murid itu, tentu mereka sangat tidak ingin seseorang yang baru saja membuat kekacauan kepada murid dalam ikut bersama mereka.


"Kata siapa dia murid luar? Tidakkah kalian lihat plakat di pinggangnya bertuliskan murid dalam?" Biming menunjuk plakat identitas murid di sabuk pinggang Shua Xie, dan memang benar plakat itu bertuliskan 'murid dalam'. Tetua Besar mengganti plakat status Shua Xie baru pagi ini. Tapi tetap saja para murid dalam lainnya sulit menerimanya.


Shua Xie baru saja masuk dua hari yang lalu, bagaimana bisa begitu cepat menjadi murid dalam, sedangkan para murid lainnya bahkan harus menghabiskan waktu berbulan bahkan bertahun baru bisa menjadi murid dalam. Ini sangat tidak adil di mata mereka.


"Kenapa bisa seperti itu? Dia pasti menggunakan cara curang, bahkan aku saja membutuhkan setengah tahun baru bisa menjadi murid dalam," sahut Huanran sedikit keras, bahkan dia melemparkan tatapan penuh kebencian kepada Shua Xie sebab Shua Xie telah membuat wajahnya terluka, untung saja Tetua Tiaowang memiliki pil yang bisa menyembuhkan luka pada wajahnya.


"Huanran, Kiseki jaga ucapan kalian, jika Tetua Biming sudah mengatakan seperti itu maka tidak ada yang boleh menolak. Dia bisa menjadi murid dalam karena dia memang sangat berbakat, tidakkah kalian sadar seperti apa kehebatannya kemarin? Dan sekarang kalian meragukannya? Bagaimana jika kalian bertarung lagi dengannya dan tunjukkan padaku jika dia memang melakukan cara yang curang." Dongxue langsung menyahuti Huanran dan murid dalam lainnya, membuat mereka semua itu terdiam seketika tidak berani membahas lebih jauh lagi.


Jika Dongxue sudah mengatakan seperti itu siapa berani menolak ucapan gadis itu, mereka tahu Dongxue tidak suka dengan orang yang tidak menerima pendapatnya. Lagi pun Dongxue adalah pemimpin rombongan mereka, jika membantah kemungkinan besar Dongxue akan mengeluarkan mereka dari timnya dan tidak akan bisa ikut ke Daratan Alam Abadi. Bahkan Tetua sekte tidak membantah apa yang Dongxue lakukan jika dia sudah bertindak, kepercayaan para Tetua kepada Dongxue sangatlah besar.


Tapi karena pembalaannya itu juga membuat mereka para murid dalam terkejut, tidak akan menyangka sosok gadis itu lebih memihak kepada Shua Xie dari pada mereka. Seharusnya Dongxue juga mempermasalahkan Shua Xie menjadi murid dalam begitu cepat, yang bahkan mengalahkan skor tercepat Dongxue menjadi murid dalam yang membutuhkan waktu seminggu.


"Senior Qixuan sungguh baik hati, tidak aku sangka aku akan dibela oleh orang sepertimu, terima kasih," ungkap Shua Xie terlihat begitu terharu dengan sikap Qixuan. Meskipun cara pembelaan Dongxue sedikit kasar dan menyinggungnya namun mau bagaimana pun Dongxue telah membantunya keluar dari masalah kecil ini.


"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, kau tidak perlu berterima kasih. Lagi pun kau ikut bersama kami hanya karena menggantikan Senlin yang sedang terluka, jadi jangan berpikir lebih," balas Qixuan datar, kemudian berlalu begitu saja menuju ke kendaraan yang akan membawa dia dan murid lainnya ke portal Daratan Alam Abadi. Setelah Qixuan pergi, para murid dalam lainnya juga ikut gadis itu menaiki kapal terbang milik sekte Kunlun. Mereka tidak lagi mempermasalahkan Shua Xie ikut bersama mereka sebab Dongxue telah membela gadis itu.

__ADS_1


'Eh? Ada apa dengan sikap gadis itu, kenapa dia terdengar sangat tidak senang ketika aku berterima kasih? Apa mungkin ucapanku salah?' tanya Shua Xie dalam hatinya, bingung melihat sikap dingin yang baru saja Dongxue keluarkan padahal menurut Shua Xie kata-katanya baru dan tidaklah ada yang salah.


__ADS_2