
ADA PENGUMUMAN DI BAWAH 👇
______________________________
"A-apa? Membunuhnya? Kau sudah gila, ya?!" Lou Zhou segera menutup mulutnya ketika melihat ekspresi Menma berubah dingin karena ucapannya. Oh, ayolah, tadi itu sungguh kelepasan, siapa yang tidak akan terkejut dengan rencana gila Menma?
"Ma-maksudku, mana mungkin aku bisa membunuhnya. Dia sangat kuat, seluruh tubuhnya terlindungi, senjata dan teknik biasa tidak akan bisa menembus kulitnya," jelas Lou Zhou kaku dengan senyum ketir di sana. Berharap dalam hati Menma tidak tersinggung akan ucapannya tadi.
"Bodoh." Menma mendengus pelan sembari memutar bola matanya malas. "Kau pikir kenapa aku menyuruhku menghujam jantungnya jika bukan karena aku tahu teknik yang dia gunakan." Menma menatap Lou Zhou datar. Sebagai sesama pengguna teknik Iblis, sudah pasti Menma tahu jurus apa yang King Lan gunakan. Memang benar teknik itu tidak bisa ditembus senjata biasa, sekali pun senjata spirit, tapi tetap saja teknik itu memiliki kelemahan.
Ya, jantungnya itulah kelemahannya.
"Coba kau pikir kenapa selama ini King Lan selalu armour spirit baju besi jika bukan untuk melindungi jantungnya?" Menma mulai menjelaskan. "Area dadanya adalah tempat terlemah bagi pengguna teknik itu. Meski teknik itu memiliki kehebatan yang lumayan, tapi tidak ada teknik yang tidak memiliki kecacatan. Cela selalu ada, tergantung dari cara kau mengetahuinya."
"Jika kau masih tidak paham, maka salahmu sendiri." Azura ikut menimpali dengan nada ketus tentunya.
'Eerr, dasar anak muda sialan. Lihat saja nanti.' Lou Zhou mengulum senyum manis kemudian mengangguk. "Ah, aku baru tahu, ternyata dia memiliki kelemahan." Lou Zhou tidak berbohong, sungguh ia baru tahu satu fakta itu. Pantas saja setiap kali bertemu King Lan, Lou Zhou tidak pernah melihat King Lan melepaskan barang sedetik saja armour spirit di tubuhnya. Jadi karena itu alasan King Lan selalu memakainya.
"Tapi dari mana ka-" Lou Zhou tidak jadi melanjutkan ucapannya, hampir dia lupa kalau Menma juga pengguna teknik Iblis, tapi siapa sangka Menma juga tahu tentang teknik yang digunakan King Lan. Mungkin Menma juga pengguna teknik yang sama, begitu pikir Lou Zhou.
Menepis pertanyaan itu, ada baiknya Lou Zhou mempertanyakan hal yang satu ini. Lebih penting.
"Jika dia memakai armour, maka bagaimana aku bisa menembus jantungnya?" Perlu Lou Zhou ingatkan, armour spirit baju besi yang digunakan King Lan bukan armour spirit biasa, armour itu memiliki kekuatan pertahanan yang tak kalah kuat, bahkan senjata spirit tingkat tinggi belum tentu bisa menghancurkannya jika tidak memiliki kekuatan setara dengan sang lawan.
Azura menyinggung senyum sinis, kemudian berkata dengan enteng, "Pikirkan sendiri."
"A-apa?! Aku, aku mana-" Lou Zhou menatap Menma pias, seakan meminta sedikit keringanan atas tugas berat yang akan dia emban. Namun, sayang, yang ditatap justru membuang wajah acuh, tidak peduli.
'Dasar anak muda sialan!!'
"Aku tahu kau sedang memaki kami." Perkataan Azura sontak membuat Lou Zhou tersentak. Apalagi tatapan tajam yang diberikan Azura, seakan benar ia tahu makian Lou Zhou barusan.
"Aku tidak berani! Tidak berani." Secepat mungkin Lou Zhou membantah sambil menggeleng.
Di sisi lain Menma sudah menguap, tahu kenapa? Karena ia bosan, tidak ada tonton menarik menurutnya. "Banyak basa-basi. Kita pergi sekarang."
"Ke man-"
Tik ....
***
"Ah? Ini!" Lou Zhou hampir ternganga jika tidak mengingat ada dua anak muda di sampingnya. Bisa-bisa image-nya sebagai pemimpin jahat kerajaan Langit hancur jika ia tidak menahan dirinya tadi.
"Telaga Iblis," ucap Menma serius, sembari mengedarkan pandangannya ke segala arah seperti sedang mencari sesuatu.
__ADS_1
Azura dan Lou Zhou terdiam, saling tatap satu sama lain, lalu saling buang muka ketika sadar dengan reaksi mereka sendiri. Mereka terkagum sekaligus tertegun.
"Bagaimana bisa kau tempat ini?" Lou Zhou bertanya sembari menatap punggung Menma yang masih membelakanginya.
Menma bergerak ke tepian, di mana tepian itu terisi dengan kubangan cairan kental berwarna hitam pekat dengan bau darah yang kental. "Dari seseorang," balas Menma singkat, menjawab pertanyaan Lou Zhou.
"Dan tadi?"
"Hem?" Menma berbalik, menatap Lou Zhou dengan alis mengenyit.
"Tentang ke sini, kau, itu, menjetikkan jari, dan bom! Tiba-tiba Kita berada di sini," jelas Lou Zhou kaku sambil memperagakan dengan gayanya sendiri.
"Kau ingin tahu?" Begitukan inti dari ucapan Lou Zhou? Menma rasa begitu. Lou Zhou pasti penasaran teknik jurus apa yang Menma gunakan, bisa berpindah tempat hanya dalam sekali jentikkan jari.
Tanpa ragu Lou Zhou mengangguk antusias. "Ya-ya, jika kau ingin memberitahukannya."
Seutas senyum Menma mengembang, tapi tidak bertahan lama. "Perlu kau ketahui." Ekspresi Menma berubah datar. "Setelah kau mengikutiku, bukan berarti aku mengizinkanmu bertanya ini dan itu. Aku tidak suka pada orang yang banyak berbicara."
Glek!
Lou Zhou menelan salivanya susah, ucapan Menma benar-benar menyentil jiwanya. "Ya-ya, aku tidak akan banyak berbicara lagi."
Menma berdelik acuh, kembali ia berbalik dan menatap kubangan cairan kental hitam itu yang sudah membentuk sebuah telaga, sedangkan Menma, Azura, dan Lou Zhou berada di tengah-tengah kawah tersebut.
Gletup, gletup ....
"Menma." Entah sejak kapan Azura sudah berdiri di belakang lalu menepuk pundak Menma.
"Hem?" Menma berbalik, menatap Azura penuh tanda tanya.
"Jangan terlalu dekat, bahaya," tukas Azura pelan sembari menarik Menma sedikit menjauh dari pinggiran telaga.
Menma mendatar, dia pikir kenapa Azura memanggilnya, ternyata karena khawatir dirinya terkena letupan cairan itu. "Kau khawatir pada orang yang salah." Menma menepis tangan Azura dari bahunya, membuat Azura tertegun dan merasa seperti telah ditolak.
"Itu Telaga Iblis, aku hanya-"
"Sikapmu membuatku jijik, sebelumnya aku anggap hanya bercanda. Jangan serius menanggapinya." Menma menyela, dingin. Tak lupa dengan delikan singkat, dan lagi membuat Azura tertegun diam.
Menma kembali mendekat dan tanpa berpikir panjang ia langsung melompat ke dalam sana, nyaris membuat Lou Zhou menjerit jika Lou Zhou tak segera menutup mulutnya. Sedangkan Azura sudah menjerit kaget sambil berlari ke pinggiran telaga.
"Menma, apa yang kau lakukan?! Kenapa kau melompat ke sana?!"
Bisa Menma dengar suara rancauan Azura memanggilnya dari luar. Tanpa memedulikan panggil pemuda itu, Menma bergerak pelan menuju ke bawah, ke dasar yang paling dalam. Dari luar, telaga ini memang terlihat mengerikan, apalagi cairan kental mendidih yang mampu membuat siapa saja bergidik ngeri untuk masuk, terlebih lagi Telaga Iblis amat terkenal di dunia Surgawi sebagai Telaga persembahan.
Persembahan?
__ADS_1
Bukan tanpa alasan para kaum Iblis mengatakan Telaga Iblis sebagai telaga persembahan, karena pada dasarnya telaga itu digunakan memang untuk persembahan, persembahan mereka pada leluhur-leluhur sebelumnya. Biasanya, para kaum Iblis akan mempersembahkan para manusia, tapi bukan sembarang manusia. Hanya manusia terpilih yang akan menjadi persembahan, dan itu pun para persembahan berasal dari di dunia yang berbeda. Bukan di dunia Surgawi atau pun Tanah Kultivator.
Seharusnya Menma sudah terbakar habis oleh Telaga Iblis karena manusia apa pun yang masuk akan dilalap habis sebagai persembahan. Namun, berbeda lagi jika manusia tersebut memiliki darah keturunan Iblis, itu pun harus darah Iblis bangsawan. Jadi bisa kalian anggap saja bahwa Menma memiliki darah tersebut, apalagi tubuh Menma sekarang adalah tubuh perpaduan 9 ras berbeda. Jadi bukan hal mengejutkan jika Menma memiliki darah keturunan Iblis dari King Huan.
Tapi tepat saja Telaga Iblis amat terkutuk bagi kaum manusia. Memiliki darah Iblis bukan berarti dia tidak bisa terkena kutukan. Karena darah manusia di tubuh Menma lebih kental dari pada darah Iblis.
'Harus semakin dalam.'
Menma terus memasuki telaga, semakin dalam dan semakin dalam hingga dia sungguh tidak bisa melihat jelas telaga itu, selain bisa merasakan sekitarnya dengan persepsi.
'Yang Mulia, meski anda memiliki tubuh terbaik saat ini, tapi tetap saja mengambil jalan ini memiliki resiko besar, apalagi Yang Mulia memiliki penyakit yang tidak biasa.' King Huan mengingatkan, bukan lagi kali pertamanya, melainkan ke tiga kalinya sejak Menma datang ke wilayah Telaga Iblis.
'Aku sependapat dengan Raja Iblis, Yang Mulia. Telaga Iblis terkenal sangat membawa kutukan kepada kaum manusia, bahkan tubuh terbaik pun belum tentu bisa menahannya. Lagi pula mengambil jalan ini terlalu beresiko mengingat penyakit anda amat bertentangan dengan Telaga Iblis.' Kie Lie juga ikut menambahkan, meski Kie Lie tidak amat pandai dalam dunia alkemis, tapi sempat dia dengar dari sang adik bungsu kalau Telaga Iblis memiliki kutukan terlarang untuk para manusia, tidak peduli meski manusia itu keturunan Iblis sekali pun. Sedikit saja ada darah manusianya, maka sudah menjadi larang mutlak baginya mendekati Telaga Iblis.
'Kalian tahu aku bukan tanpa alasan mengambil jalan ini.' Menma terdiam sejenak. 'Lagi pun aku pernah mengatakan tidak akan peduli pada jalan apa, meski jika melanggar hukum langit.'
'Lalu bagaimana dengan King Lan?'
Tiba-tiba hening, semua menunggu keputusan King Huan. Menma mungkin bisa membunuh King Lan dengan mudahnya, tapi mengingat King Lan adalah adik dari King Huan, maka Menma akan mendengarkan ucapan King Huan, barang kali King Huan masih mau menyelamatkan adiknya.
Karena, jika setelah Menma melakukan keinginannya ini, maka sudah dipastikan King Lan akan mati saat itu juga.
Melihat King Lan masih terdiam, Menma kembali berbicara, 'Atau mung-'
Namun, belum selesai Menma berbicara, King Lan lebih dulu menyela. 'Dia pantas mati.'
Hening lagi.
Ucapan tegas nan singkat itu sanggup membuat semua bungkam, tidak ingin berbicara apa pun sebab tidak ingin menyinggung keinginan King Huan, lagi pula King Lan adalah adik King Huan, maka apa yang dikatakan King Huan tidak bisa mereka ganggu gugat. Siapa mereka selain rekan yang memiliki pemimpin sama?
Yang lain mungkin diam, tapi tidak untuk Menma, mau bagaimana pun dia tetap peduli dengan para pengikutnya, terutama 9 pemimpin ras yang memberinya kekuatan. Mana mungkin Menma acuh tak acuh dengan mereka, Menma bukanlah manusia tidak tahu diri seperti itu.
'Aku menghargai keputusanmu, tapi jangan jadikan aku sebagai alasanmu membunuh adikmu sendiri.'
Bersambung
A/N : Sorry baru up, kemarin saya mau up, eh pas mau login akun malah gak bisa 😴 untung aja hari ini bisa ☺
Okey, gak perlu basa-basi lagi, aku cuman mau promo doang 😶 mampir kuy ke cerita aku yang berjudul 'Jiwa Pengganti'
Masih sama bertajuk pada reinkarnasi 🙂 (maklum authornya demen yang gituan)
Aku dan Amelia menunggu kedatangan kalian di sana 😄 pastikan datang ya, ceritanya lebih ke romance, jadi bagi yang suka baca romance hayuk lah mampir.
__ADS_1
Selain rilis di Noveltoon, cerita ini juga rilis di apk lain, seperti wp. Bagi yang mampir tinggalkan jejak ya, paling enggak like kalian aja 😄
INFO lain, Perjalanan Melawan Dunia masih akan update, tapi gak setiap hari, hanya hari selasa dan kamis. Kalau ada waktu luang, aku usahakan up lebih 😊 sekian dan terima gaji 😚**