Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 70


__ADS_3

Shua Xie menyarungkan kembali pedangnya setelah berhasil membunuh monster spirit beruang Hitam. Dari kejahuan 3 pria berjalan mendekati Shua Xie secara berhati-hati mungkin takut mengganggu Shua Xie yang sedang sibuk mengurus buruannya. Shua Xie dapat mendengar suara derap kaki 3 orang, insting Shua Xie sangat tajam sejauh ratusan meter darinya dia bisa merasakan adanya gerak-gerik kehidupan, mau itu binatang atau pun hewan.


Shua Xie berbalik menatap 3 pria itu dengan alis saling terpaut, Shua Xie bingung kenapa ada manusia biasa di tengah hutan Kukuzu yang terkenal berbahaya. Bukankah cari mati namanya jika manusia biasa masuk ke dalam hutan berbahaya ini?


3 pria itu ketika melihat jelas wajah Shua Xie mereka semua langsung terkejut, pasalnya wajah gadis di depannya begitu akrab bagi mereka walau sudah lama tidak melihatnya.


"Pu-putri Xui Sha?" ungkap salah satu pria dengan nada terkejut.


Shua Xie menatap pria yang menyebut nama asing dengan tatapan datar, nama Xui Sha bukan tidak asing lagi di telinganya, dia ingat nama itu pernah Xui Sukong sebut padanya saat Xui Sukong mengira bahwa Shua Xie adalah anaknya yang telah kabur dan kini pulang kembali.


"Xui Sha? Nama saya Shua Xie bukan Xui Sha," balas Shua Xie datar dengan pandangan tajam. Shua Xie berbalik kemudian meninggalkan 3 pria paruh baya itu tanpa peduli respon dari 3 pria itu.


Ke 3 pria itu tercengang mendengar ucapan Shua Xie, mereka saling pandang cukup lama dan sadar kalau mereka telah ditinggal gadis itu. Mereka bertiga bergegas mengejar gadis itu yang telah berjalan tidak jauh.


"Xui Sha! Apa kau lupa dengan Pamanmu ini?" teriak pria berbaju merah keras.


Shua Xie mendengar teriakan itu tidak menanggapinya, dia tetap berjalan meninggalkan ke 3 pria itu, tapi terhenti ketika sesuatu menyentuh pundaknya. Shua Xie berbalik dan menatap pria di belakangnya tajam, mata Shua Xie mengisyaratkan pada pria itu untuk tidak menyentuh pundaknya. Tangan kotor sebaiknya jangan menyentuh baju bersihku.


Pria itu mengerti tatapan Shua Xie langsung menurunkan tangannya dengan senyuman kaku, mungkin karena suasana di antara ke duanya terlihat suram.


"Xui Sha, kami tahu kau marah pada kami karena memaksamu dengan pria yang tidak kau sukai. Kami mengaku salah, tapi tolonglah maafkan kami, semenjak kau pergi dari kerajaan Bora, Ayahmu menjadi tak terkendali."


Shua Xie menatap pria itu semakin datar, "Lalu hubungannya denganku apa? Itu masalah anda, tidak ada sangkut pautnya denganku."


"Eh? Kau bicara apa Xui Sha, kami ini Pamanmu tentu saja ada sangkut pautnya, kita ini adalah keluarga. Kau tidak boleh berkata seperti itu pada Pamanmu."


Shua Xie menghela nafas pelan, "Keluarga? Lelucon macam apa itu? Kalau kita memang keluarga seharusnya anda tidak menjodohkanku dengan pria yang tidak aku sukai! Sebagai sesama kelurga harusnya kita saling melindungi bukan mengorbankan agar tahta tidak menurun!"


Tercenganglah ke tiga pria itu setelah mendengar ucapan Shua Xie yang begitu tajam. Yang mereka tahu Xui Sha bukanlah gadis yang penentang seperti ini, bahkan hatinya Xui Sha saja tidak sanggup membunuh seekor semut, tapi kenapa gadis yang mereka kenal begitu terlihat membenci mereka? Mungkinkah karena faktor pemaksaan dalam tahta kerajaan.


Tapi sebaliknya mereka tidak tahu, gadis yang di depannya saat ini bukanlah Xui Sha yang mereka maksud, melainkan gadis berjiwa tajam nan dingin.

__ADS_1


"Xui Sha kami akui waktu itu kami salah, jadi tolonglah maafkan kami."


Shua Xie berdecak sinis, rasanya dia ingin tertawa mendengar ucapan pria itu, "Akan kumaafkan jika kalian mau memotong satu tangan kalian untukku."


"I-ini!" Ke 3 pria itu terdiam sambil saling pandang, lagi-lagi kata-kata yang tak sesuai dengan Xui Sha si gadis baik hati keluar dari mulutnya, meminta pada ke 3 pamannya memotong tangan mereka masing-masing itu terdengar sangat berlebihan.


"Kenapa? Bukankah kalian ingin aku memaafkan kalian? Jika tidak mau, maka lupakan saja. Jangan ikuti aku lagi!" Shua Xie kembali berbalik lalu melangkah pergi meninggalkan 3 pria yang sedang terkejut itu.


"Xui Sha! Kami memang tidak bisa memotong tangan kami, tapi paling tidak kami bisa memberi apapun yang kau mau sebagai tanda minta maaf dari kami. Dan bantulah Pamanmu ini keluar hutan Kukuzu menyeramkan ini! Kami sungguh tidak sanggup hidup di dalam hutan ini, kau sangat hebat! Jika kami bersamamu, kami pasti selamat." Pria berbaju merah berteriak membuat langkah kaki Shua Xie terhenti.


Shua Xie ternseyum kecil, sebelum dia berbalik menatap ke 3 pria paruh baya itu, "Benarkah kalian mau memberikan apapun yang kuminta?" tanya Shua Xie dengan nada halus, tapi terdengar menyeramkan di telinga 3 pria itu.


3 pria itu mengangguk bersamaan mengiyakan ucapan Shua Xie tadi, apapun mereka akan berikan asalkan bisa keluar hutan Kukuzu dengan selamat, dan juga mendapat maaf dari Xui Sha agar Xui Sukong juga mau memaafkan mereka.


"Kalian sungguh manis, aku terima syarat itu. Baiklah mari ikut denganku," ajak Shua Xie sambil berbalik meninggalkan 3 pria itu.


"Kita akan ke mana?"


"Tidak! Kami tidak mau berlama-lama di hutan ini!" jawab 3 pria itu serempak.


***


Hampir 5 jam Shua Xie berjalan bersama 3 pria paruh baya keluar hutan, setelah memakan waktu cukup lama barulah mereka menemukan jalan yang sering dilewati kereta kuda mau pun pejalan kaki. Wajah ke tiga pria itu langsung berbinar cerah ketika tiba di jalan yang artinya mereka telah keluar hutan Kukuzu. Mereka terkagum melihat betapa mudahnya Shua Xie membawa mereka keluar hutan tanpa bertemu satu pun monster spirit, seolah Shua Xie sudah hafal rute keluar hutan Kukuzu tanpa bertemu satu pun monster spirit.


Sebenarnya Shua Xie bukan menemukan rute, hanya saja dia dibantu oleh Phoe, sebab itulah tidak ada kendala sedikit pun saat jalan keluar hutan Kukuzu. Awalnya Shua Xie berniat selama dia keluar hutan nanti dia ingin membunuh beberapa monster spirit lagi jika bertemu, tapi karena dia membawa 3 manusia biasa, Shua Xie mengurungkan niatnya, mungkin Shua Xie terlihat dingin dan tidak berperasaan, namun jauh di lubuk hatinya dia masih peduli dengan keselamatan orang-orang di sekitarnya. Itulah sebabnya dia meminta Phoe menyebarkan aura spirit agar tidak ada satu pun monster spirit berani mendekatinya mengingat ada 3 pria biasa mengikutinya, tentunya Shua Xie tidak ingin terjadi sesuatu pada 3 pria itu.


Shua Xie melirik ke kiri dan kanan, membuat 3 pria di belakangnya juga ikut menoleh ke kiri dan kanan bersamaan. Melihat Shua Xie seperti tengah mencari sesuatu mereka bertiga menjadi kebingungan, sebab tidak tahu apa yang di pikirkan gadis di hadapannya saat ini.


"Sepertinya tidak akan ada yang lewat," gumam Shua Xie pelan sambil melihat ke arah 3 pria di belakangnya penuh rasa khawatir, Shua Xie khawatir jika dia mengambil metode berlari menuju kota Bora sudah dipastikan 3 pria itu bisa-bisa mati kelelahan mengingat 3 pria itu bukan Kultivator.


'Kenapa tidak terbang saja?' Muncul suara Phoe memberi saran.

__ADS_1


"Ide bagus, tapi tiga pria di belakangku tidak bisa terbang. Tidak mungkinkan aku menggandeng mereka bertiga bersamaan."


'Heh, lebih baik dari pada berlari. Kalau kau berlari sudah dipastikan tiga manusia bodoh itu tidak akan bisa mengejarmu, melihat mereka semua hanyalah manusia biasa.'


Shua Xie terdiam sejenak merenungi ucapan Phoe, sebenarnya tidak buruk juga jika dia terbang sambil membawa 3 pria itu, tapi masalahnya 3 pria itu bisa mati pingsan melihat sayapnya nanti sebab tidak yakin apakah Shua Xie manusia atau siluman bahkan peri.


Shua Xie berbalik menatap 3 pria berwajah lugu itu, tampang mereka begitu polos seakan selalu merasa tenang jika berada di dekat Shua Xie.


"Kita akan terbang," ucap Shua Xie datar.


"Apa? Coba katakan ulang? Kita akan apa?" Pria berjubah merah menatap Shua Xie terkejut pasalnya dia berpikir bahwa dia baru saja salah mendengar ucapan Shua Xie.


Shua Xie melangkah maju lalu memukul ke 3 pria itu bersamaan hingga pingsan. Tidak ada cara lain Shua Xie hanya bisa membuat 3 pria pingsan agar mudah membawanya. Jika membawa secara sadar, tidak diragukan lagi 3 pria itu akan terkejut setengah mati saat dibawa terbang nanti.


Shua Xie mengikatkan tali di pinggang 3 pria itu, kemudian Shua Xie mengaktifkan sajak Kutukan di punggungnya dan keluarlah sayap berwarna putih kebiruan mengkilap indah. Shua Xie terbang ke atas bersamaan memegang tali yang mengikat ke 3 pria pingsan itu. Mungkin cukup memalukan membawa 3 pria paruh baya dengan keadaan seperti ini, tapi mau bagaimana lagi, jika ingin cepat sampai. Maaf jika perlakukannya tidak sopan.


***


Terbang memang tidak membunuh waktu lama, dan sekarang Shua Xie sampai di dekat kota Bora, di depan sana sekitar beberapa ratus meter gerbang kota akan terlihat. Shua Xie mendarat dengan perlahan di tanah sambil melepaskan tali yang dia genggam. Setelah sayap di punggungnya hilang, Shua Xie beralih menatap 3 pria pingsan itu.


Shua Xie menghentikkan kakinya yang sudah dialirkan QI sekaligus telah mengaktifkan tato aura elemen tanah, dalam sekali hentakan saja tanah di sekitarnya bergetar hebat membuat 3 pria itu langsung terbangun dengan raut wajah jelek.


"Gempa! Gempa bumi!!!"


Shua Xie tertawa kecil namun tetap menyembunyikan ekspresinya, sangat lucu melihat 3 pria itu panik mendadak setelah tidur.


"Tidak ada gempa! Kita telah sampai!"


***


Cuman info aja mungkin saya besok gak up sebab blonk mikirin jalan cerita, tapi bisa saja juga up, masih gak mungkin sih, jadi ditunggu aja ya :)

__ADS_1


__ADS_2