
Ayo jangan lupa beri like ya 🤗
Cast : Shua Xie
___________________________
Pertama-tama tempat yang Shua Xie kunjungi di daratan Kekai ini ialah penginapan, sebelum dia melancarkan aksinya nanti, terlebih dahulu dia harus mencari penginapan tempat ia akan tinggal sementara waktu. Di bagian tengah kota, Shua Xie mendapati 1 penginapan yang tidak terlalu besar, dia sengaja memilihnya bukan karena kekurangan uang, tapi dia tidak ingin tinggal di tempat yang cukup mencolok, Phoe lah yang memintanya untuk tidak mencari penginapan terbaik.
Setelah mendapat penginapan dan menyewanya, Shua Xie kembali melanjutkan tujuan utamanya, yaitu menjadi salah satu anggota dari aliansi terbesar di kota Kekai, nama aliansi itu adalah Gold Lion. Aliansi ini lumayan berpengaruh pada pemerintahan kota Kekai, karena biasanya anggota dari aliansi inilah yang menyelesaikan masalah yang ada di kota Kekai, bisa dikatakan seperti intelejen Kultivator, tidak hanya mencari informasi tapi juga membunuh buronan yang sudah ditargetkan.
Aliansi Gold Lion selalu menerima Kultivator yang ingin bergabung, tapi tidak mudah bisa masuk ke aliansi ini. Sebab mereka akan mendapat ujian yang sedikit berbahaya, peraturan ini sudah ditetapkan ratusan tahun yang lalu. Biasa mereka akan mendapat ujian membunuh, tidak seperti biasa bertarung melawan peserta lain dan pemenangnya akan diterima. Ujian ini berbeda, mereka akan diberikan misi membunuh monster spirit atau pun buronan tergantung tingkat kultivasinya, semakin tinggi kultivasinya maka semakin sulit ujiannya.
Hal menantang seperti inilah yang Shua Xie suka, semakin sulit ujiannya maka semakin membuat dia bersemangat. Sebenarnya tujuan utama bukan menjadi anggotanya, tapi bulu Phoenix yang mereka jaga selama ratusan tahun. Phoe mengetahui keberadaan bulu Phoenix itu ada di gedung besar di tengah kota Kekai, memang dari awal Shua Xie masuk kota Kekai Phoe sudah bisa merasakan keberadaan bulu Phoenix Kakak Tertua.
Shua Xie juga sempat mencari informasi terlebih dahulu di penginapan tempat ia menyewa, informasi mengenai gedung terbesar ke 2 di kota Kekai yang terletak di tengah kota. Orang-orang yang Shua Xie tanya menjawab singkat, itu adalah gedung Gold Lion, tempat di mana Kultivator menjadi pelindung kota Kekai.
Setelah mendapat semua informasi yang cukup, Shua Xie langsung menuju gedung Gold Lion. Dari kejauhan Shua Xie bisa melihat tampak 2 orang pria di sana sedang berjaga di gerbang, mereka pasti penjaga gerbang. Ketika Shua Xie sudah cukup dekat dengan mereka, Shua Xie menyadari sesuatu.
'Gila! Penjaga gerbangnya aja Kultivator tahap Raja Putih akhir,' ungkap Shua Xie sedikit terkejut, saat dia merasakan tingkat kultivasi ke 2 orang di depannya.
"Hei! Untuk apa kau datang ke sini? Apa kau ingin melaporkan masalahmu?" tanya salah satu penjaga pada Shua Xie, sontak Shua Xie menoleh ke arahnya dengan ekspresi bingung.
"Tidak, aku ingin mendaftar manjadi anggota Gold Lion," jawab Shua Xie tenang.
"Apa? Apa aku tidak salah dengar? Kau perempuan dengan kultivasi masih di tahap Bumi level 5 ingin menjadi anggota dari kami? Apa kau sedang bercanda?"
"Benar, di aliansi kami hanya menerima Kultivator tahap Bumi level akhir. Sebaiknya kau pulang saja, perempuan cantik sepertimu tidak cocok melakukan perkerjaan seperti kami," timpal pria yang satunya lagi.
Inilah hal yang Shua Xie paling benci, diremehkan hanya karena dia seorang wanita. Padahal tangannya sudah banyak membunuh orang di kehidupan lalunya, jangan tanya berapa banyak? Yang jelas sudah banyak baginya.
Shua Xie melangkah selangkah ke depan, tapi tiba-tiba Phoe menyahutinya, 'Berhenti! Jangan lawan mereka, sebaiknya kita ikuti saja aturan mereka. Kalau kau sampai cari masalah, itu akan membuat tujuan utama kita semakin sulit.'
Terhenti Shua Xie dengan raut wajah datar, "Baiklah, lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Shua Xie dengan suara pelan agar 2 orang di depannya tidak mendengarnya.
'Gold Lion ini seperti kepolisian di kota Kekai, jadi memang wajar kita sulit memasukinya. Sebaiknya kau menepa kultivasimu dulu sampai tahap Bumi level akhir, bagaimana?' balas Phoe.
Bibir Shua Xie sedikit berkerut, dengan levelnya sekarang mencapai puncak tahap Bumi pasti membutuhkan waktu yang cukup lama, dan Shua Xie paling tidak suka membuang-buang waktu. Secepatnya dia ingin mengambil bulu Phoenix itu lalu pergi meninggalkan kota Kekai.
"Baiklah."
***
'Aku sudah memancarkan indera spirit-ku di seluruh kota Kekai, walau pun memakan banyak tenaga tapi ada beberapa tempat yang cukup menarik untuk kita datangi. Di tempat itu aku dapat merasakan kekuatan benda pusaka, walau pun pusakanya tidak seberapa untukku, tapi paling tidak bisa memulihkan sedikit kekuatanku,' ujar Phoe di kepala Shua Xie.
Shua Xie mengangguk pelan, jari-jarinya memainkan sumpit kayu. Beberapa menit yang lalu Shua Xie memasuki kedai makan mie, seperti biasa makanan mie lah yang dia sukai, walau pun dia tahu makan mie tidak terlalu baik untuk kesehatan, apalagi dia seorang Kultivator.
__ADS_1
Salah satu pekerja wanita menghampiri Shua Xie lalu meletakkan teko kecil berserta gelasnya di meja makan Shua Xie. Shua Xie menuang airnya ke dalam gelasnya, lalu meneguk airnya.
"Ah, tempat apa yang kau maksud itu?" tanya Shua Xie setelah dia selesai meminum semua air di gelasnya.
'Sepertinya itu tempat paviliun penjualan senjata Kultivator, aku dapat merasakan begitu banyak senjata di sana,' jawab Phoe.
Shua Xie melihat ke atas, "Senjata ya? Dulu aku punya banyak, tapi sudah aku berikan pada empat sakte besar," gumam Shua Xie pelan, tiba-tiba saja dia teringat akan pertemuannya dengan 4 tokoh besar dari 4 sakte yang berbeda.
'Bagaimana apa kau mau ke sana? Di sana cukup menarik juga, lalu setelah itu kita pergi ke toko obat yang cukup terkenal di kota Kekai? Kita bisa membeli tumbuhan obat untuk meracik tubuhmu.'
Shua Xie berjalan menuju tempat pembayaran, diberikannya 1 batu spirit monster pada pria penjaga kasir. Pria itu cukup terkejut saat dia melihat Shua Xie memberikannya 1 batu spirit monster yang terkenal sangat mahal, apalagi di kota Kekai sangat jarang ada batu spirit monster tanpa cacat seperti milik Shua Xie.
"I-ini? Terlalu banyak," ujar pria gelagapan.
"Tidak masalah, nanti aku akan datang lagi ke tempat ini sampai semua yang kumakan setara dengan harga batu itu, bagaimana?"
Pria itu ternganga di hadapan Shua Xie, tiba-tiba saja mulutnya manjadi kaku untuk berbicara. Di kota Kekai, 1 batu spirit monster tanpa cacat seharga 500-700 koin emas tergantung juga dengan tingkatannya. Batu spirit monster yang Shua Xie berikan ialah batu spirit monster Rusa Awan level 2, jadi jika dijual bisa mendapatkan 500 koin emas. Kira-kira makan mie sampai berapa kali baru bisa menghabiskan 500 koin emas itu, apalagi 1 mangkuk mie seharga 2 koin emas.
"Ba,baik. Nona akan menjadi tamu VIP kedai makan kami, saya akan memberitahukannya pada Bos kami," jawab pria itu sedikit bergetar takut, mengetahui batu spirit monster tanpa cacat itu milik seorang gadis di hadapannya, berarti gadis itu adalah Kultivator hebat.
"Oke, aku akan sering-sering datang ke sini. Oh iya mie kalian sangat enak," balas Shua Xie sambil melangkah meninggalkan kedai makan mie. Di luar begitu banyak para manusia berkeliaran melakukan kegiatan mereka, entah kenapa melihat semua itu mengingatkan Shua Xie pada kota Xuilin.
Mengingat bagaimana dia bisa datang ke dunia kejam seperti ini, memasuki tubuh seorang putri yang tidak dianggap. Tapi setelah mengetahui semuanya, akhirnya Shua Xie paham, pemilik tubuh ini bukannya tidak dianggap, tapi justru d
dilindungi ayah angkatnya sendiri. Walau pun dulu Feng Kim terlihat begitu benci pada Shua Xie, begitu menginginkan Shua Xie mati, tapi itu hanyalah akting belaka.
'Seribu meter dari sini, di bagian timur.'
Shua Xie langsung berlari secepat mungkin menuju tempat yang Phoe jelaskan. Tidak butuh waktu lama, hanya dalam 10 detik dia sudah sampai di depan sebuah paviliun bertingkat 3, lumayan besar dan mega. Pasti pemilik paviliun itu adalah orang berpengaruh juga di kota Kekai.
Kota Kekai ini walau pun banyak memiliki alkemis, tapi Kultivator juga ada, hanya saja alkemis lebih mendominasi di kota Kekai.
Shua Xie memasuki paviliun itu, di dalam dia banyak melihat Kultivator sedang memilih-milih senjata, mulai dari yang muda sampai yang tua. Paviliun lantai 1 terlihat seperti pasar persenjataan, begitu banyak orang di lantai 1.
Shua Xie langsung menuju lantai atas, seperti yang Phoe katakan. Senjata pusaka yang Phoe maksud ada di lantai paling atas. Tapi untuk naik ke lantai atas, pengunjung harus memiliki token khusus yang disediakan paviliun. Jadi tidak sembarangan orang bisa menaiki lantai atas.
"Gila, di lantai dua saja harga senjatanya mahal, apalagi di lantai atas?" gumam Shua Xie pelan dengan ekspresi terkejut. Shua Xie melihat beberapa senjata tingkat menengah yang sudah diberi harga.
Pedang Bersarung warna hitam, tepat di depan Shua Xie benar-benar membuat orang-orang akan mati terkejut. Harga yang di pasang pada pedang itu setara dengan 100 buah batu spirit monster.
"Pedang Bulan Hitam, memang mahal. Dari buku yang aku baca, pedang Bulan Hitam senjata pusaka yang hampir setara dengan tingkat tinggi. Jadi wajar saja harganya tinggi." Tiba-tiba saja seorang pria muda berumur sekitar 15 tahunan datang menghampiri Shua Xie, sepertinya dia tadi sempat mendengar keterkejutan Shua Xie.
Sontak Shua Xie melirik ke arah pemuda itu, ketika dia mendengar ada yang menyahutinya, "Eh? Setara dengan pedang pusaka tingkat tinggi? Lalu kenapa di pajang di lantai dua?"
"Karena mengalami kerusakan, jadi pedang Bulan Hitam ditempatkan di lantai dua. Kekuatannya pedang ini menurun, jadi sebab itulah pedang Bulan Hitam di pajang di sini."
Shua Xie tertegun mendengar penjelasan pemuda itu, di tatapannya pedang Bulan Hitam penuh dengan pertanyaan. Sebenarnya Shua Xie dapat merasakan kualitas senjata menurut intusinya, dari yang dia lihat pedang Bulan Hitam di depannya ini bukan mengalami kerusakan, tapi mengalami kemajuan, hanya saja tidak ada yang tahu akan hal itu. Aura warna merah yang menyelimuti pedang itu, bukan aura yang biasa, menurut Shua Xie pedang itu harus ditepa agar kualitasnya meningkat.
__ADS_1
'Rupanya kau bisa merasakan kekuatan pedang Bulan Hitam, seperti yang kau rasa, pedang itu bukan rusak tapi butuh ditepa.'
"Jadi intusiku benar? Ternyata pedang itu tidak rusak," gumam Shua Xie pelan sambil mengelus belakang lehernya.
Pemuda di samping Shua Xie sedikit berkerut ketika dia mendengar gumaman Shua Xie.
"Intuisi? Senior bisa merasakan kekuatan senjata?" tanya Pemuda itu.
Shua Xie melirik ke arah pemuda itu, "Ah, itu. Bagaimana ya menjelaskannya. Sebenarnya aku memiliki insting cukup kuat saat merasakan kekuatan senjata. Sebenarnya pedang Bulan Hitam itu tidak mengalami kerusakan, tapi butuh ditepa lagi. Seperti ibaratnya Kultivator yang akan menerobos tahap berikutnya tapi tertahan sesuatu," jelas Shua Xie sambil tersenyum canggung.
Pemuda itu mengangguk seolah paham penjelasan Shua Xie, "Maaf Senior. Saya lupa mengenalkan diri saya, saya adalah Tang Shan dari klan Tang," ucap Tang Shan lembut memperkenalkan dirinya.
Shua Xie tersenyum kecil, "Oh, ya. Aku Menma," balas Shua Xie memperkenalkan dirinya dengan identitas palsu. Dia sengaja menyembunyikan identitasnya karena situasinya memang tidak membolehkannya mengingat kalau Lou Zho sudah mulai bergerak. Kalau informasi tentang dirinya sampai tersebar, bisa celaka dia.
"Senior Menma, apakah Senior pendatang baru di kota Kekai?" tanya Tang Shan dibalas anggukan oleh Shua Xie.
"Apakah Senior ingin naik ke lantai atas?" Sekali lagi Tang Shan bertanya. Setelah melihat ekspresi Shua Xie dia bisa menebak kalau Shua Xie ini ingin naik ke atas tapi tidak memiliki token khusus.
"Ah, bagaimana kau tahu? Ya aku memang mau naik ke atas, hanya saja aku tidak memiliki token khusus."
"Senior bisa ikut denganku, kebetulan aku juga akan naik ke lantai atas."
***
Shua Xie benar-benar terpukau saat dia naik ke lantai atas, di lantai atas sungguh sangat menawan, arsitektur bangunan atas terlihat begitu modern bahkan menurutnya lebih modern dari dunia aslinya sendiri. Tak henti-henti Shua Xie memandangi senjata yang di pajang, tapi setiap dia melihat harga dari senjata, rasanya jiwanya hendak pergi meninggalkan raganya. Bagaimana tidak, harga yang dipasang pada senjata-senjata itu sudah setara dengan semua batu spiritnya, bahkan masih lebih mahal lagi. Paviliun ini benar-benar menghabiskan uang dalam sekali berkunjung.
Tidak jauh di depan Tang Shan, 3 orang pemuda datang menghampiri Shua Xie dan Tang Shan. Dari gelegatnya 3 orang itu berniat mencari masalah dengan mereka berdua.
"Yo, Tang Shan si sampah klan Tang. Apa kau ingin beli senjata? Sebaiknya kau pulang saja, sampah sepertimu walau pun memakai pusaka tingkat tinggi pun tetap saja sampah," ungkap pemuda paling depan, ke dua tangannya menyilang di depan dadanya, tampak raut wajahnya sedang mengejek.
Tang Shan melirik ke arah Shua Xie saat Shua Xie menatap pemuda arogan di depannya. Tang Shan beralih menatap ke depan, "Guwei Mo, kau tidak berhak melarangku. Di sini dilarang mencari keributan, apa kau tahu!" balas Tang Shan, tatapannya mengintimidasi Guwei Mo, dia benar-benar takut kalau Shua Xie sampai terlibat dengan urusannya.
Dahi Guwei Mo mengerut, "Yo, berani sekali kau menentangku. Apa kau masih ingin kupukul seperti biasanya? Apa kau lupa bagaimana klan Mo menekan klan Tang?" balas Guwei Mo sedikit meninggi.
Terdiam Tang Shan saat Guwei Mo membahas tentang masalah klan Tang dan klan Mo. Tiba-tiba sama dia tidak bisa berkutik mengingat kejadian 5 bulan yang lalu, saat patriak Tang Gou mati bertarung dengan patriak Mo Chen. Pertarungan itu terjadi hanya karena masalah merebut sumber daya yang ada di hutan dengan klan Tang.
"Hei, siapa kau berani sekali memerintah Adik Tang Shan. Apa urusannya denganmu kalau dia mau beli senjata!" Shua Xie menyahuti Guwei Mo setelah paham permasalahan 2 orang ini. Sebenarnya Shua Xie paling tidak suka ikut campur masalah orang lain, tapi karena Tang Shan telah membantunya, mau tak mau dia juga harus membantu Tang Shan.
Guwei Mo beralih menatap Shua Xie dengan wajah sedikit marah, "Kau tidak perlu ikut campur! Ini masalahku dan si sampah ini!" balasnya keras membuat semua orang menatap mereka.
Seketika suasana menjadi tegang, orang-orang yang menyaksikan Guwei Mo beraksi hanya bisa menghela nafas, mereka tidak berani ikut campur, kalau sampai mereka ikut campur mereka akan dapat masalah juga dari klan Mo, mengingat klan Mo sangat berpengaruh di kota Kekai. Apalagi banyak Kultivator kuat di klan Mo.
"Apa yang menjadi masalah Adik Tang Shan juga akan menjadi masalahku. Dan juga, jangan teriak sampah kalau kau sendiri yang sebenarnya adalah sampah! Dasar sampah masyarakat yang tidak berguna!"
***
Bersambung
__ADS_1