
Tolong jangan lupa beri like ya 😉
_______________________________
Sudah 2 jam Shua Xie bermeditasi tapi dia belum bisa menemukan di mana buku ilahi dan Lulu, semenjak Shua Xie sadar dari tidur panjangnyan dia menyadari ada sesuatu yang hilang. Yaitu Lulu dan keberadaan buku ilahi.
"Ke mana buku ilahi? Tidak mungkin kan aku gagal ujian? Kalau pun aku gagal seharusnya aku tidak hidup sekarang," gumam Shua Xie sambil mendengus pelan.
"Semenjak suara aneh itu muncul, semua dalam sekejap menghilang. Mungkinkah suara itu juga menyerap buku ilahi berserta Lulu?"
"Tapi bagaimana mungkin? Kalau benar seberapa kuatnya energi spirit sejati itu, bahkan buku ilahi pun dia telan ...." Shua Xie mengelus belakang lehernya.
"Ah sudahlah, aku bisa cari tahu nanti." Shua Xie beranjak bangun, "Sekarang yang penting kembali ke desa Bintang dan melihat keadaan di sana."
Tiba-tiba pintu terbuka, masuklah empat orang, dua di antaranya pria dan wanita paruh baya berpakain menawan. Dan duanya lagi Xiao Mei dan pria seumuran Xiao Mei. Dua orang paruh baya itu tampak terkejut saat bertatap wajah dengan Shua Xie, mendadak wanita paruh baya itu menangis keras sambil berlari menuju Shua Xie dan memeluknya.
Shua Xie terdiam dalam kebingungan, wanita itu menangis keras sambil menyebut nama seorang yang tidak Shua Xie kenal. Begitu pun pria paruh baya, dia menangis haru di dekat wanita itu.
"Xui Sha, ibu pikir kamu sudah tidak ada. Sudah 5 tahun kamu menghilang tanpa kabar, ibu sempat menyerah mencarimu. Tapi syukurlah, syukurlah kamu kembali ...," tangis wanita itu semakin pecah, pelukannya pun semakin erat.
"Ayah, minta maaf Xui Sha. Andai saja Ayah tidak memaksamu menikah dengan Pangeran ke lima semua ini pasti tidak akan terjadi, mohon maafkan Ayahmu ini." Terdengar suara pria paruh baya itu melemah diiringi tangisan pelan.
Pria muda di samping Xiao Mei mendekati Shua Xie, "Kakak Xui Sha jangan kabur lagi ya, Chen'er sangat kesepian tanpa Kakak," ujarnya lemah, tangannya menghapus air mata yang mengalir di pipinya.
Di sisi lain Shua Xie semakin dibingungkan dengan situasinya sekarang, ke tiga keluarga itu menganggap Shua Xie ini adalah anaknya yang telah lama hilang, sedangkan Shua Xie tidak mengenali mereka. Tapi tampak dari pakaian mereka, mereka pasti keluarga bangsawan.
"Maaf, kalian seperti salah orang. Saya bukan Xui Sha yang kalian maksud, nama saya Shua Xie," tukas Shua Xie pelan, tangannya melepaskan pelukan wanita itu.
Wanita tua itu tampak terkejut, "Xui Sha apa kamu masih marah pada Ibu? Tolong maafkan ibumu ini." Semakin pecah lagi tangisannya di pelukan suaminya, Shua Xie sampai sulit berkata karena tangisan pilu wanita itu.
"Xui Sha jangan berkata seperti itu, ibumu ini sudah lama mencarimu, dia sampai stres karenamu. Ayah tahu kamu marah pada kami, tapi Ayah mohon maafkan kami." Tampak pria paruh baya itu menatap Shua Xie sendu, semakin dipeluknya istrinya.
Pria yang bernama Chen Xui memegang tangan Shua Xie, ditatapnya Shua Xie penuh kesedihan.
"Kak, apa kamu masih marah pada Ayah dan Ibu? Tolong jangan marah lagi," ujarnya pelan dengan nada lemah.
Shua Xie memijat keningnya, tampaknya Shua Xie terjebak dalam adegan keluarga kehilangan anak dan kebetulan anak yang hilang itu mirip dengannya. Tapi Shua Xie juga tidak ada keinginan berbohong sebagai putri mereka yang telah lama hilang.
Shua Xie mengelus belakang lehernya lalu berbicara, "Mohon maaf sekali lagi. Saya bukan Xui Sha putri kalian, saya ini hanyalah gadis pengelana. Mungkin secara kebetulan wajah saya mirip dengan Putri kalian. Nama saya Shua Xie."
__ADS_1
Terdengar suara tangis wanita tua itu semakin pecah dalam pelukan suaminya, dan tiba-tiba saja penyakitnya kambuh membuatnya pingsan dalam pelukan suaminya. Semua orang terkejut saat itu, bahkan suaminya sampai memarahi Shua Xie karena kata-katanya membuat istrinya pingsan.
Shua Xie memerintah suami wanita itu membaringkannya di kasur, dan setelah wanita itu berbaring Shua Xie mengeluarkan jarum akupuntur emas dari cincin Ruangnya. Sebelum menusuknya, Shua Xie terlebih dahulu memeriksa denyut nadi wanita tua itu. Dan setelah mengetahui penyakitnya Shua Xie bergerak hendak menusuk dengan jarum akupunturnya, namun tangannya tercegat.
"Xui Sha apa yang ingin kamu lakukan pada Ibumu? Tidak cukupkah kamu membuatnya pingsan!" bentak pria paruh baya itu.
Shua Xie menepis keras tangan pria paruh baya itu, "Kalau anda ingin istri anda selamat, tolong jangan ganggu saya mengobatinya. Penyakit lamanya sepertinya kambuh, sebagai mantan dokter saya harus mengobatinya," tegas Shua Xie tajam lalu kembali fokus pada wanita yang pingsan itu.
Tampak tangan Shua Xie sangat cekatan menusuk area vitalitas pasiennya. Xiao Mei dan lainnya sampai terpukau melihat teknik pengobatan Shua Xie begitu cepat dan akurat, dalam hitungan menit Shua Xie sudah berhasil membuat nafas pasiennya kembali teratur.
Shua Xie menghela nafas pelan, kembali Shua Xie memasukkan jarum akupunturnya ke dalam ruang cincinnya. Setelah itu dia berbalik dan menepuk pundak pria paruh baya itu.
"Istri anda sudah menerima pertolongan pertama. Selanjutnya tolong berikan dia obatnya, aku akan menulis resepnya dan kalian boleh membeli bahannya," tukas Shua Xie datar, kembali berjalan Shua Xie dan menarik tangan Xiao Mei menjauh dari mereka.
Pria paruh baya itu berbalik, "Tunggu, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu. Tolong ikut denganku sebentar."
"Oh? Baiklah."
***
Pria paruh baya yang sebelumya ialah Kaisar di kerajaan Bora, namanya Xui Sukong merupakan kultivator terkuat di kota ini. Wanita yang pingsan itu ialah istrinya bernama Sakura, wanita yang paling dihormati di kota karena kariernya dulu sebagai jenderal wanita. Mereka berdua memiliki 5 orang anak, tiga laki-laki dan dua wanita, Xui Sha yang mereka sebut itu adalah nama anak gadisnya yang telah hilang 5 tahun yang lalu, dan secara alami wajah putri mereka mirip dengan wajah Shua Xie.
Shua Xie mengutuk meja dengan jari telunjuknya, Shua Xie mendengarkan penjelasan Xui Sukong dengan seksama hingga habis. Akhirnya Shua Xie paham sedikit masalah dari keluarga bangsawan Bora ini.
"Tampak aku terlalu mirip dengan Putri kalian, sampai kalian mengira aku ini Putri kalian," gumam Shua Xie, tatapannya jatuh pada jari tangannya yang masih mengetuk pelan meja.
Xui Sukong sedikit terkejut melihat betapa tidak sopannya Shua Xie berbicara padanya, padahal dia ini seorang Kaisar terhebat di kota ini, dan semua orang begitu menyeganinya. Ini kali pertamanya Xui Sukong bertemu gadis angkuh seperti Shua Xie.
"Kamu sangat mirip dengan Putri kami, jadi wajar saja Istri saya begitu sedih saat melihatmu."
Shua Xie menghela nafas, "Tidak masalah, aku menghormatinya seperti aku menghormati Ibuku. Tapi aku memang bukan Xui Sha putri kalian, aku datang dari tempat yang jauh. Kebetulan aku tidak sengaja terdampar di dunia ini. Tapi Aku dan Xiao Mei adikku berterima kasih pada anda, terimakasih telah membantu kami."
"Tidak masalah, tapi bisakah Nona Shua tinggal beberapa hari di sini. Paling tidak sampai istriku mulai membaik, semenjak Xui Sha hilang dia selalu bersedih sepanjang hari."
Shua Xie menatap Xui Sukong diikuti dengan helahan nafas pelan, "Baiklah, aku tidak tega melihatnya bersedih. Melihatnya seperti itu mengingatkanku pada keluargaku," jawab Shua Xie.
"Sepertinya Nona Shua tinggal di tempat yang sangat jauh, dari nada berbicara Nona seperti Nona tidak takut berbicara denganku. Padahal saya adalah Kaisar di kota ini."
"Hufh ... maaf kalau nada bicaraku terdengar tidak bagus di telinga anda. Tapi memang benar aku tidak tidak takut pada anda, aku tidak takut pada siapapun. Di mataku kalian semua sama, besar atau kecil, maupun kuat atau lemah tidak ada yang berbeda." Shua Xie berbicara sangat dingin diakhiri juga dengan senyuman dingin.
__ADS_1
Xui Sukong tertawa pelan, "Hah? Apa Nona tidak takut mati?"
Shua Xie tersenyum kecil, "Saat ini aku masih takut mati sebelum aku membalaskan dendam ibuku, dan dendam semua keluargaku. Tapi setelah aku berhasil membalaskan dendam mereka, mau dibunuh berapa kali pun aku sudah tidak akan takut," balas Shua Xie santai, kakinya bergerak mengubah posisi duduknya menjadi lebih santai.
Xui Sukong sedikit tertegun sebelum akhirnya dia tertawa kecil, Xui Sukong merasa ada juga orang yang tidak takut pada siapapun dan berhasil membuatnya tertarik. Xui Sukong jadi ingat ada seseorang yang bersifat sama seperti Shua Xie ini.
"Kau mengingatkanku pada seseorang, dia juga begitu angkuh sepertimu. Dia tidak takut siapapun di dunia ini, dan hal itu terbuktikan dengan apa semua yang telah dilakukannya," ungkap Xui Sukong, mata coklatnya menatap Shua Xie dan muncullah bayangan seseorang di belakang Shua Xie. Bayangan yang mirip dengan seseorang teman masa lalunya.
"Sepertinya orang penting, mungkinkah orang itu sangat berjasa pada Paman Sukong?"
Xui Sukong menunduk, "Benar, karena dialah aku bisa hidup sekarang. Aku ingin membalas jasanya, tapi tidak sempat," ujarnya lemah, berdiri Xui Sukong lalu menghela nafas berat.
"Mari ikut denganku, ada sesuatu yang akan kuberikan padamu." Lanjutnya Xui Sukong lagi, berjalan dia meninggalkan Shua Xie.
Shua Xie berbalik dan mengikutinya, "Kita akan ke mana Paman?"
"Ke tempat di mana aku menyimpan barang berharga. Melihatmu mirip dengannya, mungkin sudah takdir hari ini aku memberikanmu barang itu, sebagai balasanku untuknya." jelas Xui Sukong sambil tersenyum kecil.
"Barang itu? Sepertinya sangat penting, tapi kenapa Paman Sukong memberikannya padaku?" Shua Xie mengulangi kata terlahir Xui Sukong.
"Sangat berharga untuk kami berdua dulu. Karena kamu mirip dengannya, jadi aku berpikir kalau kamu adalah kiriman darinya untuk menerima barang yang telah lama aku simpan ini. Aku sudah lama menunggy saat ini, sudah saatnya barang itu pulang balik pada pemiliknya ...," jawab Xui Sukong sambil melirik ke arah Shua Xie.
.
.
.
.
.
.
**Bersambung
Hai reads tolong beri like ya sehabis atau sebelum membaca, author sangat butuh dukungan kalian. Semakin banyak like, semakin semangat author updatenya ^-^ maaf ya akhir-akhir ini author updatenya gak nentu, soalnya masih sedikit malas ngetik ceritanya, tapi melihat begitu banyak pembacanya, author jadi semakin semangat, sayangnya aja likenya tidak sebanyak pembacanya ... jadi tolong jangan lupa beri like ya 😙
author sayang kalian semua, makasih udah mendukung karyaku sejauh ini 😍💝
__ADS_1
sampai bertemu di bab berikutnya 😆**