
Di halaman kerajaan, tepatnya di tempat pelatihan Kultivator kerajaan, Chen Xui sedang berlatih tanding dengan Ayahnya Xui Sukong. Tak lupa pula ditemani dengan Ibunya Sakura.
Ke tiga keluarga hangat ini saling mendukung satu sama lain, terlebih lagi pada anak mereka, Chen Xui. Chen Xui terkenal sebagai pangeran mahkota di kerajaan, dia juga memiliki banyak memiliki bakat membuatnya sering mendapat sanjungan dari banyak petinggi kerajaan atau bahkan warga kota Bora. Sebagai kerajaan ke tiga terbesar di dunia Bawah, dan Chen Xui berperan sebagai calon raja masa depan, tentu saja dia tidak ingin mengecewakan harapan dari semua orang yang mendukungnya.
Chen Xui bukan hanya terkenal pandai dalam banyak bakat, dia juga terkenal sebagai Kultivator Jenius di kota Bora, sebab di usia 13 tahun dia sudah berada di tahap Raja Putih level 2. Tidak banyak anak seusianya bisa berada di tahap yang sama sepertinya. Chen Xui juga memiliki karateristik yang sama persis seperti ayah dan ibunya, baik dan berjiwa kepemimpinan.
Chen Xui memiliki seorang kakak yang pernah hilang entah ke mana, banyak yang mengatakan bahwa Putri Xui Sha telah mati sebab tidak pernah muncul lagi. Sebenarnya cukup singkat saja, Xui Sha putri mereka memang telah mati di bunuh oleh calon tunangan yang dijodohkan padanya. Karena Xui Sha tidak ingin dijodohkan, pangeran yang dijodohkan padanya ini murka dan menyuruh pembunuh handal untuk membunuh gadis itu.
Namun hal itu tidak ada seorang pun yang tahu kecuali pembunuhnya. Dan tidak disangka anak mereka ternyata memiliki sedikit kemiripan dengan Shua Xie hingga berpikir Shua Xie adalah anak mereka, tapi untunglah Shu Xia menjelaskan siapa dirinya sebenarnya. Dan ternyata Shua Xie ialah Putri Langit yang mana kerajaannya dulu tempat Xui Sukong mengabdi.
Setelah beberapa menit berselang, latih tanding antara anak dan ayah itu berhenti. Yang keluar sebagai pemenang tetaplah Xui Sukong sebab tahap kultivasinya jauh di atas anaknya, tapi selama berlatih tanding Xui Sukong sering memberitahukan beberapa kesalahan gerakan Chen Xui, agar kiranya Chen Xui dapat memperbaiki kesalahannya.
"Terimakasih Ayah telah meluangkan waktu, Chen'er sangat senang Ayah mau berlatih tanding denganku, dan bahkan memberikan saran."
Xui Sukong mendekati anaknya kemudian menepuk pundaknya, "Tentu saja Ayah akan berlatih tanding denganmu. Waktu luang Ayah memang tidak banyak, tapi bukan berarti Ayah tidak bisa menerima ajakanmu. Ternyata Chen'er Ayah, sudah kuat. Bahkan mampu membuat Ayahnya ini kewalahan." Puji Xui Sukong membuat anaknya merasa senang.
"Ah, Ayah bisa saja. Tapi tetap saja Ayah hebat, Chen'er bahkan mendapat banyak pukulan."
Di sisi lain, Sakura berjalan mendekati anak dan suaminya dengan senyuman lembut. Dia cukup bahagia melihat keluarga kecilnya ini bisa saling meluangkan waktu walau hanya sebentar, semua orang tahu betapa sibuknya Xui Sukong mengurus kerajaan Bora.
"Chen'er, Ibu bangga padamu. Ternyata kau sudah sangat kuat, suatu saat kau pasti bisa melampaui Ayahmu." Puji Sakura sambil mengelus kepala anaknya.
Chen Xui tersenyum lebar pada Ibunya, "Pasti, dan suatu hari bisa membawa Xui Sha gege pulang kembali. Akukan sudah janji pada Ibu."
Sepasang suami istri ini sama-sama terkejut mendengar ucapan anaknya, mereka berdua saling pandang cukup lama sebelum akhirnya tersenyum bersamaan.
"Itu pasti, kami akan selalu menunggu kau menjadi kuat, Chen'er," balas Sakura lembut.
"Ayah dengar, paman San Sang, Cen Hui, dan Wei Rong sudah kembali ke kota bersama Putri Shua Xie. Tidak tahu bagaimana kabar Putri Shua Xie."
"Benarkah Ayah? Kalau begitu aku akan pergi mencari Kak Shua. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya, melihatnya membuatku teringat sama Xui Sha gege. Dan itu membuatku senang, mungkin saja Kak Shua sudah lebih hebat dari sebelumnya."
"Ibu setuju, kau carilah dia dan ajak bertemu dengan Ibu. Ibu juga sangat rindu ingin bertemu dengannya. Kau ingat dia mau kita menganggapnya seperti Xui Sha walau dia tahu dia bukanlah Xui Sha. Dia sudah manis, baik lagi."
Saat sedang asik berbincang, tiba-tiba saja muncul pria paruh baya yang tak lain ialah penasehat kerajaan dan juga Jenderal kerajaan, tak lupa bersama seorang prajurit yang bersama dengan Xui Lang siang tadi.
Kedatangan 2 pria berstatus lumayan tinggi ini membuat keluarga hangat Xui Sukong sedikit bingung, sebab melihat wajah mereka begitu marah menjadi tanda tanyanya mereka bertiga.
"Ada apa? Kenapa kalian ke sini? Apa telah terjadi sesuatu?" tanya Xui Sukong sambil mendekati 3 pria itu.
Jenderal Xiaotian, penasehat Ming Yun dan prajurit di belakangnya memberi hormat dan salam sebelum akhirnya Jenderal Xiaotian menjelaskan masalah kedatangan mereka.
__ADS_1
Xui Sukong, Sakura dan Chen Xui cukup terkejut mendengar penjelasan Jenderal Xiaotian. Tentang seorang gadis yang berani mengatakan bahwa dia bisa dengan mudah menghilangkan kerajaan Bora dalam sekejap jika dia mau. Gadis berani siapakah itu yang secara langsung menyatakan perang pada kerajaan Bora. Punya latar belakang seperti apa dia?
Chen Xui menatap Ayahnya, dia dapat melihat ekspresi Ayahnya cukup tenang walau sudah mendengar habis cerita dari prajuritnya. Setelah cerita usai, Xui Sukong justru tertawa mendengarnya membuat semua orang terkejut akan tanggapannya itu. Seharusnya Xui Sukong bertindak marah dan mengirim para prajurit membunuh gadis itu.
"Hahaha ... aku pikir masalah apa? Ternyata hanya itu."
Semua mengerutkan kening, bingung mendengar ucapan Xui Sukong. Sakura menatap suaminya kemudian bertanya.
"Apa maksudmu sayang, hanya itu? Apakah kau tidak dengar, gadis itu ingin melenyapkan kerajaan kita? Betapa sombongnya dia?"
"Benar Yang Mulia, kita harus menangkap gadis itu dan memberinya hukuman, penggal kepalanya dan gantung di depan umum." Tambah Jenderal Xiaotian.
"Aku tidak paham kenapa Ayah tertawa, tapi mungkinkah Ayah mengenalnya?" tanya Chen Xui.
Xui Sukong terdiam sejenak menghentikan tawanya. Dia menatap satu persatu orang di sekitarnya yang menunggu jawaban darinya.
"Kalian tahu bahwa aku ini bukan dari dunia ini, melainkan dari dunia Atas, tepatnya kerajaan Langit. Raja sebelum kerajaan ini memberikanku wasiat menjadi Raja selanjutnya, karena beliau percaya padaku bisa membuat kerajaannya berjaya. Dan kepercayaannya memang terjadi, tapi kalian harus tahu gadis itu adalah Putri kerajaan Langit, yang mana dia adalah Ratuku. Walau pun aku sudah tidak menjadi Jenderal kerajaan Langit, tapi baktiku pada kerajaan Langit akan tetap berlaku hingga sekarang. Jika dia memang memintaku meratakan kerajaan Bora, maka akan kulakukan, bahkan jika dia memintaku memotong kepalaku sendiri akan aku lakukan," jelas Xui Sukong.
Terkejutlah semua orang mendengarnya, mereka yang baru tahu gadis itu adalah Ratu dari Raja mereka hanya bisa diam menganga lebar seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja keluar dari mulut Raja mereka.
Akan meratakan kerajaan?
Memotong kepala sendiri?
Mereka tahu kalau Xui Sukong bukanlah keturunan kerajaan Bora, tapi mau bagaimana pun Raja terdahulu memberikan kekuasaan kerajaan pada Xui Sukong, mau tidak mau mereka harus mengakui Xui Sukong sebagai Raja mereka, dan menjalankan apa saja yang Raja mereka ucapkan.
"Jadi kuharap kalian memperlakukan Ratuku seperti kalian memperlakukanku. Bagaimana pun dia adalah Ratu masa depan yang mana aku akan menjadi pengikut setianya." Sambung Xui Sukong lagi sambil menetap satu persatu orang di sekitarnya.
"Baik Yang Mulia, kami akan memperlakukannya seperti kami memperlakukan Yang Mulia," balas Jenderal Xiaotian, Ming Yun, dan prajurit itu bersamaan.
***
Shua Xie berdiri tidak jauh di depan gerbang utama kerajaan Bora, dia menatap sejenak gerbang itu sambil memikirkan cara memasuki kerajaan Bora tanpa dihalangi prajurit penjaga gerbang. Sebenarnya tidak sulit baginya mengalahkan semua penjaga gerbang itu, tapi bukan itu yang Shua Xie inginkan. Dia ingin langsung memasuki tanpa dihambat, dan memberikan kejutan ketika sudah berada di dalam kerajaan.
"Lepaskan aku! Kalau kau lepaskan aku, aku akan melupakan semua masalah kita hari ini. Dan kau boleh pergi," ucap Xui Lang keras, dia ingin melihat Shua Xie tapi dia tidak bisa menggerakan lehernya, sebab Shua Xie sudah menotok tubuhnya hingga membuatnya tidak bisa bergerak.
"Melepaskanmu? Bagaimana mungkin? Aku bahkan belum memberimu pelajaran, dan kau sudah mengusirku begitu saja. Asal kau tahu, kita memilki tujuan yang sama, yaitu kerajaan Bora. Bukankah kau ingin mengadu ke kerajaan, aku sudah senang hati membawamu kemari." Shua Xie mengaktifkan sajak Kutukan di punggungnya dan keluarlah sayap.
Ke dua mata Xui Lang membulat sempurna saat melihat sayap Shua Xie, dan berpikir apakah Shua Xie manusia atau siluman bersayap.
"Kau! Kau punya sayap? Bagaimana bisa manusia punya sayap?" Ekspresi terkejut Xui Lang tidak disembunyikan.
__ADS_1
"Bagaimana aku mendapatkannya, itu tidak penting untukmu. Kau masih bocah ingusan, tidak akan bisa paham."
Shua Xie mulai terbang ke udara, semakin lama semakin tinggi membuat Xui Lang bergidik ngeri, jika saja Shua Xie menjatuhkannya ke bawah, sudah dipastikan dia akan mati. Tapi Xui Lang tidak berharap Shua Xie ingin menjatuhkannya.
Shua Xie terbang menuju kerajaan, tidak sampai satu menit dia sudah tiba tepat di atas bangunan utama kerajaan. Shua Xie melihat ke sekitarnya, tidak banyak prajurit berjaga. Shua Xie kembali terbang memasuki salah satu jendela yang mana jendela itu berhubungan langsung dengan ruang utama kerajaan. Dan pastinya di dalam ruangan itu terdapat banyak petinggi kerajaan.
Kedatangan Shua Xie dengan sayap saja cukup menarik perhatian semua orang di dalam ruangan itu, apalagi sambil membawa Xui Lang yang merupakan Pangeran kerajaan Bora. Semua orang terkejut melihat kedatangan Shua Xie dan langsung berada di posisi siap, melihat kedatangan Shua Xie seperti pemberontak.
"Siluman? Tidak dia manusia, tapi kenapa punya sayap?"
"Ini, apakah ini yang namanya bidadari? Dia cantik dan juga memiliki sayap."
"Siluman itu menyandera Pangeran Xui Lang, berani sekali dia datang seorang diri sambil membawa sandera!"
Shua Xie bisa mendengar ucapan semua orang yang ada di ruangan itu, tapi dia tidak mempedulikannya. Justru Shua Xie bertindak seperti tidak melihat adanya mereka di sekitarnya. Shua Xie melihat ke singgasana kerajaan namun tidak ada Xui Sukong di sana.
"Kalian semua tolong aku! Wanita siluman ini mau membunuhku, dan dia bahkan ingin menghancurkan kerajaan Bora!" teriak Xui Lang keras yang masih berada di genggaman Shua Xie.
"Apa menghancurkan kerajaan Bora? Apa dia tidak gila!?"
"Benar-benar siluman! Serang wanita siluman itu! Bagaimana pun dia harus mati demi nama baik kerajaan!"
Mungkin semua beranggapan Shua Xie ini sudah gila, datang ke kerajaan Bora membawa Xui Lang dan ingin menghancurkan kerajaan Bora. Kenekatan seperti itu, sudah pasti mendapat predikat gadis gila dari semua orang, pasalnya Shua Xie hanya gadis dan dia juga hanya seorang diri. Terlebih lagi kultivasinya juga tidak terlalu tinggi, bahkan Jenderal kerajaan bisa menghentikannya.
Shua Xie merentangkan satu tangannya ke depan, meminta meraka untuk tidak menyerang. Dan refleks semua orang yang ingin menyerangnya berhenti mendadak.
"Di mana Raja kalian, aku ingin bertemu dengannya. Kalau kalian saja maju, masih belum cukup menghentikanku. Kalau kalian masih nekat maju, percayalah kalian akan menyesal seumur hidup."
"Gila! Apa maksudnya berkata seperti itu? Dia pikir dia itu siapa? Justru kami akan akan menyesal seumur hidup jika tidak membunuhmu!" seru salah satu dari mereka keras, dibalas teriakan setuju dari rekan lainnya.
Shua Xie menggelengkan kepalanya, betapa keras kepalanya orang di hadapannya ini. Padahal Shua Xie sudah memperingati mereka, tapi bodohnya mereka hanya menganggap ucapan Shua Xie sepeti bualan belaka.
"Kalian yang minta, jangan salahkan jika posisi kalian di kerajaan ini hilang."
^^^***^^^
Karena membaca komentar kalian tadi siang, saya jadi bersemangat menulis, ide pun langsung muncul, bahkan rasanya kepala lebih tenang ^-^
Makasih buat kalian yang selalu mendukung karya ini :)
saya gemes baca komentar kalian, walau pun like cerita ini tidak terlalu banyak tapi cukup melihat komentar kalian, rasanya beban hilang 😆 lah kek apa aja akoh (lebay _-) nih, yang intinya makasih buat kalian yang sudah mendukung cerita ini, jaga kesehatan kalian dan jangan lupa tersenyum :)
__ADS_1
Maaf ya besok saya gak up, karena mau merevisi semua bab dulu, masih banyak typo bertebaran di mana-mana :) tapi kalo sempat saya usahakan up kok
bye bye sampai bertemu di bab berikutnya 💙 like, vote, rate, dan beri tip cerita ini donk, bagi2 rezeki lah dikit sama saya 😂 saya butuh dukungan kalian 💙 komen juga kalo suka :) kalau ada saran juga gak papa