
"Jadilah pengikutku."
Tidak bisa ditutupi, semua orang terkejut hebat mendengarnya, seperti disambar petir mereka semua menatap Shua Xie kali ini dengan pandangan benar-benar terkejut.
Meminta seorang Master terkenal menjadi pengikutnya? Apa barusan mereka tidak salah mendengar?! Itu penyataan gila!
Jian Lue yang paling geram mendengar ucapan Shua Xie mengepalkan tangannya kuat, dia benar-benar tidak sudah sanggup membendung kemarahannya. Jika masih menyinggung Paviliun Wûkì mungkin dia masih bisa sedikit bersabar, tapi kali ini sudah sungguh berlebihan, Master Gu sudah direndahkan.
Jian Lue berniat menyerang Shua Xie karena geram, namun baru saja dia mau melangkah Master Gu langsung menghentikannya.
"Jian Lue, dia bukanlah tandinganmu." Master Gu memberi peringatan, Jian Lue bukanlah lawan pantas untuk Shua Xie. Jadi tidak sepantasnya Jian Lue lebih memilih membalas rasa kemarahannya dari pada memikirkan nasib Paviliun Wûkì apa yang terjadi jika terjadi pertarungan.
Shua Xie mendengus pelan melihat Jian Lue sudah sangat geram padanya, sejujurnya itu hal wajar sebab Shua Xie telah menginjak harga diri Master Gu pemimpin mereka.
"Bagaimana Master Gu? Apa anda setuju menjadi pengikutku, tenang saja anda akan berada di posisi yang cukup bagus," ujar Shua Xie dengan senyuman tipis. Walaupun awalnya Shua Xie terkesan menghina, tentu saja Shua Xie akan memberikan posisi yang bagus untuk keahlian Master Gu yang bagus.
Master Gu masih diam, namun raut wajahnya benar-benar terlihat buruk, antara menimbang persyaratan yang Shua Xie ajukan. Dan setelah cukup menimbang semuanya, Master Gu segera menjawab.
"Apa untungnya jika menjadi aku menjadi pengikut, Nona?" Tentunya Master Gu tidak akan semudah itu memberi keputusan sebelum dia tahu apa tujuan Shua Xie merekrutnya.
"Apapun tujuanku, semua demi kebaikan dunia Tengah," jawab Shua Xie singkat dengan nada datar. Seakan mengungkit masalah dia melakukan semua ini adalah hal privasi baginya.
Tentunya jawaban Shua Xie tadi membuat beberapa orang bingung dan tidak percaya. Alasan Shua Xie masih kurang meyakinkan, apa hubungannya Master Gu dengan keselamatan Dunia Tengah? Master Gu bukanlah Kaisar Dunia sampai-sampai dia harus menyelamatkan dunia. Lagi pula siapa bisa mempercayai ucapan Shua Xie jika itu memang benar?
Sadar kalau penjelasannya masih kurang meyakinkan, Shua Xie kembali menjelaskan, "Yang jelas, ke depannya kehidupan kalian tidak akan senyaman sekarang. Sesuatu yang menakutkan akan segera tiba." Shua Xie terdengar sangat serius, membuat setiap perkataannya itu mengandung aura menakutkan yang membuat para pendengar menelan ludah.
'Aku memang bukan pahlawan dalam kehidupan ini, tapi setidaknya aku masih ingin membantu dengan apa yang kumiliki, walaupun caraku membantu sedikit salah di mata kalian.' Shua Xie masih berdiri dengan tenang menunggu yang lain berbicara.
Laila, walaupun dia takut mengetahui kekuatan Shua Xie sangatlah hebat, bukan berarti dia akan diam saja sampai Shua Xie pergi dari hadapannya. Dia bukan tipe orang seperti itu, di mana pun dia berada dia akan manjadi yang paling tidak bisa diam.
"Hah, apa kau tidak bercanda!? Dunia Tengah akan dalam bahaya, siapa dirimu sampai kau tahu soal itu?" sahut Laila dengan suara sinis.
Tatapan tajam langsung teralihkan kepada Laila, sontak membuat rombongan Laila menjadi sangat waspada pada tatapan yang dilontarkan Shua Xie, benar-benar menakutkan seakan mengandung kebencian.
"Laila jangan memprovokasinya, ingat kita bukanlah lawannya," bisik Tu Mo pada Laila, sangat geram dengan rekannya itu tidak henti-hentinya membuat masalah.
Laila mendengus pelan, dia paham untuk tidak memprovokasinya Shua Xie, tapi dia tidak bisa diam melihat Shua Xie sangat angkuh dan serba tahu, seakan membuat dirinya adalah Permaisuri Dunia Tengah yang mengatur kehidupan. Apapun yang dikatakan Shua Xie selalu membuatnya geram ingin menyahuti setiap ucapannya.
__ADS_1
"Laila, sebaiknya kau jangan berbicara lagi sampai kau bisa kembali pulang," tukas Kun dingin, memperingatkan bahwa apa yang Laila lakukan tadi bisa saja membuat masalah besar bagi rombongan mereka. Memprovokasi orang seperti Shua Xie bukanlah hal bagus, kalau bisa jangan sampai berurusan dengannya.
Sejak awal sikap Laila sangat kekanak-kanakan tapi Kun masih menahan sikapnya untuk tidak tegas pada Laila yang memiliki status yang cukup tinggi. Laila adalah Putri dari kerajaan Dilie anak dari Raja Jilie Chen. Walaupun Laila hanya anak angkat dari Raja Jilie, tapi dia cukup disayang dan dimanja, sehingga apapun yang dimaukan oleh Laila pasti dia dapatkan, hal itu membuat karakter Laila sedikit manja dan kekanak-kanakan.
Mendengar Kun memperingatinya, Laila menjadi terguncang, seakan baru saja menerima kabar buruk dari neraka. Kun adalah pria yang Laila cintai, jadi wajar saja jika Kun bersikap dingin terhadapnya Laila akan merasa sedih.
"Kakak Kun," gumam Laila pelan namun tidak berani berkata lebih dari itu.
Di sisi lain, Shua Xie masih menatap Laila tajam, ingin sekali rasanya Shua Xie menjambak rambut wanita sekuat mungkin, tapi Shua Xie sadar tidak waktu untuk mengurusi Laila. Yang terpenting adalah rencananya.
'Laila, akan kuingat namamu. Dan suatu hari tunggu saja sesuatu dariku.' Walaupun Shua Xie akan melepaskannya hari ini, tapi untuk hari ke depannya tidak ada yang tahu, apa yang akan Shua Xie balaskan.
"Nona jika kau masih tidak bisa diam, percaya atau tidak kau tidak akan bisa keluar selamanya dari wilayah Xuilin," ujar Shua Xie mengancam, membuat Laila sedikit terkejut.
"K-kau, jika kau membunuhku, Ayahku pasti akan segera menangkap dan membunuhmu!" Tidak mau kalah dan terlihat lemah Laila membalas kembali ucapan Shua Xie, "Heh, kerajaan Xuilin hanyalah kerajaan kecil, Ayahku pasti bisa meratakan Kerajaan Xuilin jika mendapat kabar Putrinya mati di sini." Laila tersenyum kaku, namun senyuman menyungging itu terkesan menghina.
Terbelalak lagi orang-orang yang mendengar ucapan Laila, tidak akan berpikir seseorang dari luar berani bersikap sombong di wilayah yang dia hina, tidakkah gadis itu berpikir dia bisa saja mati dibunuh pendekar di sekitarnya karena telah menghina tanah kelahiran mereka.
"Hei! Apa kau barusan menghina Kerajaan Xuilin? Kau pikir kau sedang berada di mana?!" sahut tamu lain yang geram mendengar ucapan Laila.
Kun yang sudah geram dengan tindakan Laila yang ceroboh hanya memberikan gadis itu tatapan tajam dan dingin, sehingga membuat gadis itu tidak berani berkata apapun lagi- Dia sadar dia telah membuat kesalahan lagi dan kali ini bukan kesalahan kecil.
Chi Su yang juga sama geramnya mendengar Laila menghina kekuatan Kerajaan Xuilin tersulut api marah, sungguh dia sangat ingin mencabik-cabik gadis itu dengan kuku-kuku panjangnya. Berani menghina tanah kelahiran seseorang di wilayah itu sendiri sama saja seperti menggali lubang kubur sendiri, Laila baru saja melakukan kesalahan.
Di sisi lain, Shua Xie mengukir senyuman, tampak seperti senyuman penuh mematikan, jika saja senyuman mampu membuat mereka semua mati sudah dari awal mereka akan mati ketika melihat senyuman Shua Xie tidak pernah mengandung hal kebaikan.
"Putri dari kerajaan Dilie? Sungguh mengejutkan anda berada di sini," ucap Shua Xie dengan nada sinis, "Aku tidak menyangka akan melihat ... Putri dari Raja Jilie Chen." Ucapan Shua Xie membuat banyak orang merinding mendengarnya, tentu tahu kalau Shua Xie pasti tidak akan melepaskan Laila begitu saja setelah apa yang Laila perbuat telah menyinggung banyak pihak.
"Katakan para Raja Dilie, besok aku akan mengunjunginya. Kalian pergilah, sebelum para tamu lain menghabisi kalian di sini." Shua Xie menatap Laila dengan tatapan dingin, membuat seluruh bulu kuduk Laila berdiri, 'Dan pada saat itu juga, empat kerajaan mau tidak mau harus bersekutu. Meskipun aku harus mengenakan cara kasar.' Shua Xie tidak akan sungkan lagi, cara kasar maupun cara halus akan dia gunakan.
Kun sadar sekarang posisinya tidak dalam menguntungkan, tidak ada gunanya juga mereka bertahan untuk pedang yang tidak bisa mereka bawa pulang, sekarang sudah saatnya mereka pergi selagi Shua Xie masih bisa menahan kesabarannya. Kun langsung memimpin rombongannya keluar Paviliun tanpa berucap sepata kata pada Master Gu, tapi dia sempat mengucapkan maaf dan terimakasih pada Shua Xie karena telah membiarkannya pergi.
Kini ruang lantai tiga hanya diisi dengan tamu-tamu yang tersisa berserta Master dan Jian Lue. Mereka semua memandang Shua Xie sangat tidak percaya, membuat seseorang dari luar wilayah Xuilin keluar begitu saja setelah salah satu dari rombongan itu menghina kota mereka-- mereka hanya tidak puas melihat Laila pergi tanpa menerima sedikit pun hukuman.
"Kenapa membebaskan gadis dan rombongannya itu, gadis itu telah menghina negara kita lemah!" ujar salah satu tamu dengan nada tidak senang.
"Benar, maupun dia berstatus Putri, tapi dia telah menghina Kerajaan Xuilin! Aku tidak terima itu! Aku rela mati demi nama baik Xuilin!" pekik tamu yang lain.
__ADS_1
Chi Su mendekati Shua Xie, melihat kemarahan tamu lain tersulut padanya karena telah membebaskan Laila. Chi Su juga merasa sikap Shua Xie barusan terlalu lembut untuk orang seperti Laila.
"Nona, apa tidak masalah melepaskan mereka?" tanya Chi Su dengan nada khawatir bercampur geram, "Mereka telah merendahkan kekuatan Kerajaan Xuilin." Chi Su hanya tidak sanggup melihat penjahat tidak menerima hukuman, tangannya geram untuk mencabik wanita tadi.
Shua Xie mengulum senyum tipis, terlihat begitu bersahabat dari pada senyuman sebelumnya, "Aku tersanjung kalian masih mau membelah kerajaan Xuilin. Tapi, menghukum Putri Laila pun tidak akan membuat keadaan dua kerajaan membaik, aku ... ada cara untuk mengingati mereka. Sebab itu kalian tidak perlu khawatir," ucap Shua Xie tenang, "Aku sebagai Putri ke Lima dari kerajaan Xuilin merasa terharu."
***
Sepasang bola mata terus menatap gadis yang kini telah membuka jubahnya, bahkan jati dirinya. Hal itu membuat Master Gu dan Jian Lue sempat terkejut mengetahui gadis angkuh itu adalah Putri ke Lima yang telah lama pergi meninggalkan kota Xuilin. Dan sejak kejadian, tidak ada lagi kabar dari Putri ke Lima sehingga banyak berpendapat Putri ke Lima telah mati.
Namun siapa sangka Putri ke Lima akan terlihat di hadapan Master Gu dan Jian Lue, sempat meragukan identitas Shua Xie-- Chi Su segera membenarkan apa yang Shua Xie ungkapkan. Sebagai pelayan tentu dia tidak akan diam melihat majikannya diragukan.
Shua Xie masih tampak duduk dengan santai, setelah berpindah ruangan bersama Master Gu dan Jian Lue, dia merasa sedikit diagungkan karena statusnya.
"Master Gu, aku tidak akan berbasa-basi lagi, anda harus menjadi sekutuku. Aku sebagai pemimpin mengharapkan kehadiranmu." Ini kali pertamanya mereka melihat Shua Xie merendah pada seseorang demi menjadikannya sekutu. Meskipun belum tahu jelas sebab apa yang membuatnya begitu ingin merekrut Master Gu, mereka cukup tersanjung Shua Xie bisa merendah.
"Tuan Putri tidak perlu sungkan, mengabdi pada Kerajaan Xuilin sudah menjadi tugasku sebagai penduduk mereka," balas Master Gu diiringi senyuman hangat, "Tapi ... bisakah Tuan Putri menjelaskan maksud Tuan Putri merekrut saya?" Rasa penasarannya harus terjawab, paling tidak Shua Xie bisa memberikannya jawaban yang lebih spesifik dari yang sebelumnya.
Senyuman hangat dari Shua Xie menghilang dengan cepat, raut wajah keseriusan dan dingin membuat suasana ruangan kecil itu mandadak suram. Merasa pertanyaannya telah salah, Master Gu ingin membatalkan pertanyaannya, tapi siapa duga Shua Xie segera menjawab.
"Pasukan Dunia Atas akan menyerang dalam waktu dekat ini. Yang jelas peperangan besar sepanjang sejarah akan terjadi, demi mencegah kehancuran dunia Tengah, aku berpikir ingin mengumpulkan sekutu untuk melawan mereka," jelas Shua Xie tanpa menoleh menatap Master Gu.
"Dunia Atas? Apa maksudnya?" Jian Lue yang tidak mengerti akan penjelasan Shua Xie. Dunia Atas? Nama itu terdengar sangat asing di telinganya.
Namun berbeda dengan Master Gu, justru pria paruh baya itu menunjukan raut wajah khawatir seakan mengerti ucapan Shua Xie barusan, "Dunia Atas, tidak aku sangka pemimpin mereka masih bersikeras menguasai tiga dunia." Terdengar suara helahan nafas panjang dari mulut Master Gu, "Setelah berusaha kabur dan bertahan hidup di dunia Tengah, aku pikir Lou Zhou tidak bersungguh-sungguh dengan niatnya."
Seketika pandangan Shua Xie tertuju pada Master Gu, telinganya tadi merasa tidak salah mendengar bukan kalau Master Gu adalah penduduk asli dari Dunia Atas.
"Master Gu, anda penduduk dari Dunia Atas?" tanya Shua Xie sedikit terkejut tapi dia sudah menduga-duga dari awal, Master Gu bukanlah penduduk asli dari Dunia Tengah.
Dengan kekuatan dan keahliannya dalam menempa segala senjata, siapa percaya akan ada manusia ajaib terakhir di dunia yang berisikan manusia biasa? Shua Xie sempat meragukan asal-usul Master Gu dan ternyata keraguannya itu benar.
"Ya, aku berasal dari salah satu Kerajaan di sana. Karena tidak ingin bersekutu dengan Iblis Lou Zhou, aku pun melarikan diri ke dunia Tengah."
____________
A/N : Author ngangguk paham, "Gila Master Gu juga dari atas tapi bilang!" greget antara mau mukul tapi tertahan, "Like dan dukungan kalian ta tunggu!!!"
__ADS_1