
"Teknik Bayangan - Pedang Bayang!"
"Teknik Ilusi - Tombak Tiga Warna!"
Yang Mo yang tak lain Tetua Pertama klan Mo mengeluarkan jurusnya melawan jurus dari Gong Chen. Ke dua jurus itu saling berbenturan mengakibatkan area di sekitar mereka bergetar hebat dan mengeluarkan suara benturan keras.
Mereka berdua sama-sama terpukul mundur beberapa meter kebelakang. Gong Chen memegang dadanya yang sedikit terasa sakit, dengan cekatan dia mengeluarkan pil berwarna putih dari cincin Ruangnya, kemudian dia menelannya dan melemburkannya secepat mungkin.
Begitu juga dengan Yang Mo, dia juga mendapat pukulan keras di bagian dadanya, mengakibatkan dia batuk berdarah sebab pembuluh darahnya pecah. Dengan cepat Yang Mo menghentikan pendarahan dengan tenaga dalamnya. Tak sempat baginya mengonsumsi pil sebab Gong Chen sudah keburu menyeranganya lagi.
Mereka bertarung sangat cepat, dalam waktu 1 menit mereka sudah mengelurkan puluhan jurus mereka, saling menyerang dan bertahan.
Saat melihat ada celah, Yang Mo langsung menyabit pedangnya tepat di perut Gong Chen. Namun serang mematikan itu sempat Gong Chen hindari, walau masih terkena sedikit aura pedang milik Yang Mo.
Gong Chen melompat mundur sambil memegang perutnya yang terluka, andai saja dia tidak sempat mengelak, sudah dipastikan perutnya akan terbelah dua. Segera Gong Chen menghentikan pendarahan di perutnya dengan tenaga dalamnya.
"Aku pikir bantuan gadis itu sangatlah kuat. Ternyata akulah yang terlalu khawatir," ungkap Yang Mo diiringi tawa kecil meledek.
"Heh, aku tadi terlalu menganggap remeh Tetua Pertama klan Mo. Baiklah akan kutunjukkan padamu kekuatanku yang sebenarnya," balas Gong Chen.
Mereka berdua sama-sama kembali menyerang, kecepatan mereka saling menangkis senjata tidak bisa dilihat dengan mata biasa. Dalam waktu singkat mereka sudah mengeluarkan ratusan serangan.
Trang!!!
Suara benturan antar senjata terus terdengar selama mereka berdua terus menyerang satu sama lain. Gong Chen menunduk menghindari serang tombak milik Yang Mo, setelah melihat ada sedikit celah, Gong Chen langsung mengeluarkan jurus andalannya.
"Teknik Pedang Suci - Tarian Pedang Merak!"
Jurus pedang Gong Chen tak sempat di hindari Yang Mo, namun tombaknya sempat menahan serangan itu. Walau pun Yang Mo sempat menahan dengan tombaknya, tapi tetap saja tidak mampu menahan serangan itu.
__ADS_1
Jurus teknik Pedang Suci merupakan teknik pedang yang sangat terkenal di sakte Sun. Teknik Pedang Bulan Suci dibagi menjadi 15 bagian. Dan di sakte Sun tidak banyak Tetua yang mampu mempelajari jurus Teknik Pedang Suci.
Yang Mo terpental puluhan meter ke belalang, punggungnya terpukul keras pada bangunan batu di belakangnya mengakibatkan bangunan itu rubuh. Gong Chen bergegas menuju tempat di mana Yang Mo terpental, ingin memastikan apa Yang Mo sudah mati atau tidak setelah menerima jurus andalannya.
Sebelum jarak Gong Chen semakin dekat, tiba-tiba saja Yang Mo melipat keluar dari reruntuhan. Gong Chen terkejut hebat tatkala dia melihat ada perubahan besar dari tubuh Yang Mo sebelumya, dan bahkan tubuhnya berubah warna merah. Kini tubuh Yang Mo menjadi lebih besar dari sebelumnya, aura tekanan dan kekuatan Yang Mo meningkat drastis.
Bergegas Gong Chen menjauhi Yang Mo karena merasa tertekan.
"Teknik Tubuh Iblis! Tak aku sangka akan bisa melihatnya lagi hari ini. Yang Mo belajar teknik Tubuh Iblis dari mana? Bukankah teknik ini sudah disegel puluhan tahun yang lalu," gumam Gong Chen takjub sekaligus khawatir.
Pengguna teknik Tubuh Iblis memang memberikan kekuatan dasyat tapi hanya untuk sementara. Dan juga menggunakan teknik terlarang ini mengorbankan kultivasi penggunanya, bahkan tak jarang mengakibatkan kematian. Sebab itulah teknik Tubuh Iblis ini dinyatakan sebagai teknik terlarang.
Yang Mo tertawa lantang sambil mengeluarkan aura yang sangat kuat membuat Gong Chen semakin tertekan. Nada dari tawanya itu menyiratkan sesuatu hasrat yang kuat, seakan menyampaikan sudah saatnya mengakhiri pertarungan.
Klan Mo memang tidak bisa diragukan, walau hanya memiliki 4 Tetua saja, tapi kekuatan mereka hampir setara dengan 2 kekuatan klan. Gong Chen mengakui kehebatan dan kekuatan klan Mo. Bahkan sebelumya saat dia membantai beberapa orang-orang klan, Gong Chen lumayan banyak menggunakan kekuatan tenaga dalamnya.
"Jangan meremehkan klan Mo! Seharusnya kau tahu, kekuatan klan Mo setara dengan ribuan pasukan," ucap Yang Mo dengan suara berbeda, terdengar seperti ada 2 suara yang berbicara.
"Akan ku akhiri pertarungan kita saat ini juga!"
"Teknik Aura Iblis - Tombak Iblis Pelahap Jiwa!"
Serangan cahaya berwarna merah pekat melesat cepat ke arah Gong. Itu adalah api yang terbuat dari darah penggunanya.
Gong Chen juga tidak hanya diam, melawan jurus teknik Tubuh Iblis bukan lagi hal pertama baginya, sebelumnya saat dia masih muda, Gong Chen pernah bertarung dengan seseorang yang juga menggunakan teknik Tubuh Iblis. Dan Gong Chen berhasil mengalahkannya, walau dia juga menerima luka serius dari serangan itu. Tapi itu dulu waktu dia masih muda, dan sekarang Gong Chen sudah berpengalaman, jurus Teknik Tubuh Iblis bukan lagi masalah besar baginya.
"Kau pikir aku akan mati dengan jurus sampah seperti itu? Heh, mari kita buktikan siapa yang akan mati!"
"Teknik Pedang Suci - Phoenix Air Suci!"
__ADS_1
***
Fhu menancapkan pedangnya ke tanah, tepat di samping kepala Lansu Mo yang merupakan Tetua ke Dua klan Mo. Kepala Lansu Mo sudah terpisah dari tubuhnya, akibat serangan mematikan yang diluncurkan Fhu.
Fhu berlutut sambil memegang pedangnya, berusaha menopang tubuhnya yang hendak rubuh dengan pedangnya. Fhu menghela nafas berat, pertarungannya melawan Lansu Mo sangat menguras tenaganya. Fhu tidak pernah menyangka akan bertarung dengan seseorang selama dan selelah ini. Bisa dikatakan ini adalah pertarungan pertama begitu melelahkan baginya setelah sekian lama tidak lagi bertarung selelah ini.
Tidak hanya Fhu, di sisi lain Chu dan Gumo Shan juga sudah berhasil mengakhir pertarungan mereka. Mereka berdua juga sudah berhasil membunuh salah satu Tetua klan Mo walau pun sangat menguras tenaga mereka, bahkan mereka berdua sudah tidak mampu lagi berdiri.
Chu tersenyum kecut pada Gumo Shan yang sedari tadi mentertawakan dirinya, "Berhenti tertawa Gumo. Tawamu membuatku geli."
"Hahaha ... kalau dipikir-pikir sudah lama kita tidak bertarung seperti ini. Bahkan kau saja sampai tak sanggup berdiri lagi." Gumo Shan tersenyum lirih.
"Kau benar juga. Kita sudah cukup tua melawan mereka, aku tidak menyangka mereka lumayan kuat dari yang kulihat. Bahkan kekuatan klan Mo setara dengan seribu pasukan kekaisaran," balas Chu sambil terkekeh menatap langit, lebih tepatnya menatap formasi aray yang melindungi kediaman klan Mo.
"Bahkan mereka sanggup memasang formasi aray Lima Sisi. Kita semua tahu formasi aray Lima Sisi bukanlah formasi yang mudah dibuat."
Chu memiringkan wajahnya menatap Gumo Shan, "Tinggal si tua Gong Chen lagi yang belum selesai. Menurutmu apa dia berhasil mengalahkan si Yang Mo itu?"
"Tentu saja. Kita tahu Gong Chen lah yang paling kuat di antara kita bertiga," balas Gumo Shan penuh percaya diri. Gumo Shan sangat yakin bahwa Gong Chen pasti bisa mengalahkan Yang Mo karena dia tahu seberapa kuatnya sahabatnya itu.
Duuaarr ....
Dari sisi lain terdengar suara ledakan yang sangat besar sampai mengguncang tanah di sekitar. Bahkan Fhu, Chu dan Gumo Shan merasakan efek dari getaran dasyat itu. Kepulan asap dan debu bercampur menutupi tempat asal terdengarnya suara ledakan itu.
Gumo Shan dan ke dua sahabatnya menatap tempat asal suara ledakan itu, tempat ledakan itu adalah tempat di mana Yang Mo dan Gong Chen bertarung. Menurut kalian apa yang terjadi di sana? Siapakah yang selamat? Atau tidak adakah dari mereka berdua yang selamat?
***
Halo gaes buat lalin yang udah tolong ya jangan lupa si like, melihat like menurun gitu author jadi gak bersemangat menulis 😖 biasanya per bab seratusan like, tapi sekarang? Astaga miris author melihatnya 😥 tolong ya beri like 😄 makasih buat kalian yang mau like dan baca cerita aku, apalagi memberi vote pada ceritaku thanks banget 😚 makasih juga buat kalian yang baca tapi gak beri like 😄 sejujurnya author seneng sih punya banyak pembaca, tapi kalo gak di like kan jadi gak bersemangat lanjutnya 😫 please ya author minta kalian jangan lupa like aja gak masalah 😉😚😙 bye bye ....
__ADS_1
maaf ya kalau author gaje 😅