Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 21


__ADS_3

Halo jangan lupa beri like dan votenya ya ^-^


_______________________________


"Sebenarnya ini tempat apa?" Shua Xie menghela nafas, dia benar-benar bingung harus berbuat apa? Suara pemandu tadi sudah hilang, kalau terus melanjutkan jalan dia bisa saja tersesat karena begitu banyak labirin. Apalagi Shua Xie merasa setiap melalui labirin ia merasa labirin itu sama saja seperti sebelumnya, seolah-oleh Shua Xie hanya berputar-putar di tempatnya saja.


Dalam situasi sulit seperti ini kalau tidak bisa mengandalkan kekuatan berarti gunakan kecerdasan, sebagai murid academi paling pintar, Shua Xie pasti bisa memecahkan hal sesulit ini. Yang perlu dilakukan ialah tenang dan berpikir, lihat sekitar dan coba pelajari.


Tapi bagaimana pun di sekolah modern tidak ada pelajaran tentang kultivasi apalagi labirin. Yang adanya matematika, sejarah fisika, dan lainnya.


Shua Xie menyentuh tembok batu lalu mencium baunya, tidak ada bau dari tembok itu walau pun temboknya terlihat kotor dan usang. Shua Xie menyapu debu yang menempel pada tembok batu itu, dan muncullah beberapa ukiran sajak kuno yang memancarkan aurah yang begitu hebat.


Alis Shua Xie naik sebelah, "Sajak ini tidak ada dalam pengetahuan ilahiku, mungkinkah labirin aneh ini tidak pernah dimasuki? Tidak mungkin, kalau tidak pernah lalu siapa apa yang membuat sajak ini? Pembuatnya pasti orang yang sangat hebat," gumam Shua Xie pelan seraya menatap gambar sajak tersebut.


"Baiklah coba tebak apa makna dari semua ini? Rohku terluka parah dan ketika aku bangun aku sudah ada di sini, seharusnya aku sudah mati dan bereinkarnasi lagi. Tapi sesuatu membawa jiwaku ke sini, mungkinkah ini tempat ujian jiwa? Ayolah siapa yang bisa menjelaskan tempat serumit ini?" Akhirnya Shua Xie mengeluh kesal.


Shua Xie memperhatikan secara detail sajak kuno itu, lalu Shua Xie membersihkan lebih luas lagi tembok batu itu. Ternyata tidak hanya ada satu gambar sajak saja, ada sembilan gambar sajak dengan variasi yang berbeda-beda, aurah yang dikeluarkan sajak itu juga berbeda-beda tapi setiap tekanan yang dikeluarkan sajak sama-sama kuat.


Cahaya keemasan memancar semakin terang dari ke sembilan gambar sajak itu, Shua Xie menyipitkan ke dua matanya karena pancaran cahaya keemasan itu menyilaukan pandangannya. Beberapa langka Shua Xie mundur ke belakangan, sedangkan sembilan sajak itu semakin terang dan membentuk formasi segel yang mulai mengelilingi Shua Xie.


Shua Xie menyilangkan ke dua tangannya di depan wajahnya menghalang tekanan yang semakin mengeluarkan aurah hebat dari sembilan sajak itu.


"Apa yang terjadi?" gumam Shua Xie sedikit khawatir.


Sembilan sajak itu terbang memutari Shua Xie, semakin lama putarannya semakin cepat. Sebuah formasi segel keluar memancar ke atas, Shua Xie semakin tertekan karenanya.


"Formasi ini sangat kuat!" seru Shua Xie.


Tiba-tiba satu sajak pertama keluar dari putaran dan langsung menempel di tubuh Shua Xie dengan sangat cepat tepat di punggungnya. Setelah menempel, tampaklah gambar sajak itu di punggung Shua Xie. Shua Xie tergelak ketika sajak itu dan menempel di punggungnya.


Sesuatu rasa yang hangat mengalir di tubuh Shua Xie, walau pun Shua Xie tidak tahu apa yang terjadi, tapi sajak yang berbekas di tubuhnya membuat tubuhnya semakin kuat sepuluh kali lipat dari sebelumnya.


Sajak ke dua keluar dari putaran dan menempel di tubuh Shua Xie bagian dadanya. Kali ini rasanya lebih hangat dari sajak sebelumnya, bahkan kekuatannya dua puluh kali lipat dari sajak pertama. Shua Xie tidak menolak kekuatan dari sajak itu, ia justru duduk bertapa dan menetralkan kekuatan sajak tersebut agar dantiannya tidak meledak.


'Hadiah seperti ini mana boleh ditolak!'


Lalu sajak ke tiga dan ke empat keluar dari putaran bersamaan dan menempel di lengan kiri dan kanannya, sajak ke lima dan ke enam menempel di ke dua betisnya. Sajak ke tujuh dan ke delapan menempel di ke dua telapak tangannya, dan sajak ke sembilan menempel di dahinya.


Ketika semua sajak itu sudah melekat di tubuhnya Shua Xie, tubuh Shua Xie memancarkan aurah hebat berwarna keemasan, membuat air di sekitar bergelombang tinggi.


Tubuh Shua Xie melayang ke udara dengan pancaran keemasan terang. Shua Xie tampak seperti menikmati kekuatan dari sajak itu. Tidak lama berada di udara akhirnya tubuh Shua Xie mendarat ke dasar. Shua Xie membuka ke dua matanya secara perlahan dan melihat dia sudah tidak lagi di labirin, melainkan sesuatu dimensi yang sangat luas.


Tidak jauh di depan Shua Xie ada satu buku kulit melayang di udara. Karena penasaran Shua Xie mendekati buku itu dan membuka lembaran pertama, tampaklah deratan beberapa kata-kata mengenai satu jurus hebat yang ada di dunia kultivator. Shua Xie terkejut membaca buku itu, ia tidak pernah tahu ada jurus sehebat itu bahkan dalam pengetahuan ilahinya.


Shua Xie mengerutkan keningnya ketika berusaha membuka lembaran selanjutnya lagi tapi tidak bisa. Seperti sesuatu yang berat mengganjal lebaran buku itu. Shua Xie menarik sekuat tenaga namun hasilnya nihil, bahkan kertas buku itu tidak terangkat sedikit pun.


"Susah sekali, apa memang tidak bisa membuka lembaran berikutnya?" Shua Xie bergumam seraya menggosok hidungnya.


"Benar, kalau ingin membukanya kamu harus bisa mengusai jurus pertama dulu dengan sempurna. Setelahnya baru bisa lanjut ke jurus berikutnya." Tiba-tiba suara asing menyahuti gumaman Shua Xie. Suara itu terdengar sangat dekat di telinga Shua Xie.


Karena terkejut Shua Xie langsung melihat ke kiri sambil mundur beberapa langka. Terlihat sosok roh seorang gadis kecil berkepang dua dengan mata berwarna abu-abu sedang tersenyum manis pada Shua Xie. Dilihat dari parasnya anak gadis itu berusia sekitaran 11 tahunan.

__ADS_1


"Siapa kamu!?" tanya Shua Xie.


Gadis itu tertawa kecil seraya melayang memutari Shua Xie dengan gesitnya, "Aku Lulu, roh penjaga buku itu. Kamu pasti keturunan klan Langit kan, ternyata Tuan sudah memiliki penerus setelah ratusan ribu tahun. Tidak buruk, bisa menetralkan sajak dengan cepat."


"Apa maksudmu?"


Lulu masih terus terkekeh, tangan kecilnya memegang rambut Shua Xie, tidak hanya di situ bahkan Lulu memutari Shua Xie dan memeriksa postur tubuh Shua Xie. Shua Xie hanya terdiam melihat apa yang dilakukan Lulu padanya, tapi sebenarnya ia sangat risi atas perlakuan Lulu padanya.


"Hah tidak salah lagi, aku mencium ada aurah Tuanku di tubuhmu. Apa kamu pernah bertemu dengan Tuanku?" tanya Lulu penuh rasa semangat, tampak ke dua matanya begitu berbinar-binar menatap Shua Xie.


"Aku tidak tahu siapa Tuanmu! Sekarang jawab aku, sebenarnya ini di mana? Dan kenapa aku bisa di sini?!" Shua Xie membalas dengan sorotan dingin.


Lulu mendekati Shua Xie dan menyetuh dagunya, seketika Shua Xie tidak bisa bergerak. Lulu tertawa kecil, "Jangan galak begitu, aku ini lebih tua loh darimu. Tidak baik menatap yang lebih tua seperti itu," balas Lulu.


Shua Xie mengumpat dalam hatinya, 'Sial aku tidak bisa bergerak, hebat sekali dia!'


"Baiklah akan aku jelaskan padamu kenapa kamu bisa ada di sini dan tempat apa ini." Lulu mundur beberapa meter, "Tempat ini adalah dimensi jiwa, ini dimensi jiwa milikmu. Buku yang di sana adalah buku ilahi, kamu mendapat semua pengetahuan dari buku itu, seharusnya kamu tahu darimana kamu mendapatkan buku itu. Ketika aku bangun dari tidur panjangku, aku mencium ada aurah Tuanku melekat di tubuhmu. Seharusnya Tuanku sudah pernah memberimu sesuatu."


Shua Xie sedikit terkejut setelah mengetahui singkat tentang buku itu, Shua Xie langsung menebak buku itu pasti pemberian Master misterius itu padanya yang katanya hadiah kecil darinya. Lalu roh gadis itu ternyata penjaga buku itu, sekaligus mantan budak roh milik Master misterius itu.


"Karena Tuanku telah mewarisimu buku ilahi, maka aku akan menjadi guru pribadimu. Aku akan mengajarimu dan memberitahukanmu semua hal yang tidak kamu ketahui, walaupun kamu memiliki pengetahuan ilahi tapi kamu tidak tahu cara menggunakan semua jurus dari pengetahuan ilahi, pengetahuanku ini lebih luas darimu."


"Ck apa aku tidak salah dengar? Bocah sepertimu ingin mengajarimu?" Shua Xie berseru keras tentunya tidak terima atas penghinaan ini padanya, secara dari pandangannya gadis kecil itu terlihat jauh lebih muda dirinya.


"Aku ini sudah berumur lima ratus ribu tahun, sedangkan kamu masih 17 tahun. Jadi siapa yang bocah?"


Shua Xie menggertakkan rahangnya, "Kau!"


"Benar-benar keturunan Tuanku, mata merah memang paling indah. Katakan padaku kamu keturunan ke berapa dari klan Langit?" tanya Lulu sambil tersenyum lebar.


Shua Xie mendesah, "Tidak tahu!" balas Shua Xie judes.


"Dendam, kamu memiliki dendam yang sangat besar! Apa kamu sedang dendam pada seseorang?" Lulu membuka topik lain lagi, kali ini Lulu menatap Shua Xie lebih serius.


Shua Xie sedikit tersentak, bagaimana mungkin seseorang bisa mengetahui rasa emosi orang lain hanya dengan tatapan. Tapi sepertinya pengecualian untuk Lulu yang sudah berumur tua pastinya tahu semua yang tidak semua orang tahu, apalagi Lulu memiliki Tuan yang begitu kuat dan misterius.


"Benar, aku memiliki hasrat dendam yang sangat kuat!"


"Seperti itu ya, aku bisa bantu kamu membalas dendammu dengan mudah, dengan satu syarat kamu mau menjadi muridku."


Shua Xie memalingkan wajahnya, "Kenapa aku harus menjadi muridmu? Apa kau pikir aku tidak bisa berlatih sendiri?" balas Shua Xie dengan suara pelan.


Lulu terbang menghadap wajah Shua Xie tapi Shua Xie menoleh lagi ke arah lain menolak bertatapan dengannya. Lulu hanya bisa menghela nafas pelan, setelahnya ia memberi jarak dari Shua Xie.


"Karena kamu penerus buku ilahi, tanpaku kau tidak bisa menggunakannya. Kamu bisa memiliki pengetahuan ilahi itu karena buku ilahi dari Tuanku. Tapi karena buku ini sudah aktif, pengetahuan ilahimu tidak berarti apa-apa di hadapan buku ilahi. Kamu memiliki dendam yang sangat besar, susah bagimu mencapai tujuan tanpa pengiring di sampingmu. Ingat ambisi besar tanpa keteguhan hati tidak akan berarti apa-apa."


Shua Xie sedikit tergoyah mendengar jawaban Lulu. Apa yang dikatakan Lulu memang benar, ambisi yang besar jika diiringi dengan dendam pribadi tidak akan membuahkan hasil yang bagus. Ambisi haruslah diiringi dengan kekuatan hati dan keteguhan jiwa, agar kelak ambisi itu tidak akan menjerumuskan ke jalan yang salah.


"Huh! Baiklah, karena aku banyak berhutang budi pada Master misterius itu. Aku tidak akan mengecewakan niat baiknya, tapi kuharap yang melatihku paling tidak lebih tua dariku daripada bocah sepertimu. Sekarang bisakah kau kembalikan aku seperti semula?"


Lulu tersenyum kecil, "Baiklah, maaf aku membuatmu tidak bisa bergerak. Coba saja kamu tidak melawan dari awal tentu saja aku tidak akan melakukan ini padamu." Lulu melepaskan mantra penyegel gerak Shua Xie.

__ADS_1


Setelah bisa bergerak seperti semula Shua Xie bertanya, "Sekarang bisakah aku kembali ke duniaku? Ada urusan penting yang sedang menungguku, aku takut orang-orang di sana mengkhawatirkanku."


Shua Xie teringat pasti Xiao Mei dan yang lainnya sedang mengkhawatirkannya, apalagi Shua Xie sempat memberitahukan Xiao Mei untuk meminta bantuan keluarga Xiao.


Lulu menggelengkan kepalanya, "Tidak bisa sekarang sebelum kamu lolos ujian terlebih dahulu," jawabnya membuat Shua Xie menatapnya bingung.


"Ujian? Ujian apa?"


Lulu cengengesan sambil menutup mulut kecilnya, "Ujian kalau kamu sebagai penerus selanjutnya buku ilahi."


"Apa!? Apa aku tidak bisa pulang sebentar dulu?" tanya Shua Xie dibalas gelengan kepala dari Lulu.


"Kenapa?" tanya Shua Xie.


"Karena kamu sudah menerima sembilan sajak ilahi, itu adalah bukti kalau kamu siap menerima ujian dari buku ilahi."


Shua Xie terdiam seribu bahasa, akhirnya ia mengerti kenapa sembilan sajak itu menempel di tubuhnya dan memberikannya kekuatan yang besar. Ternyata karena dia akan mendapat ujian yang tidak ia ketahui. Berkat kekuatan sembikan sajak itu sekarang tahap pelatihan Shua Xie naik ke tahap Bumi level 5.


"Hah merepotkan sekali, baiklah aku terima ujianya. Tapi jelaskan terlebih dahulu ujian apa saja yang ada di sana?"


"Aku tidak tahu, ujian itu rahasia dari buku ilahi. Bisa saja buku ilahi menguji hatimu atau kekuatanmu. Sebaiknya kamu berhati-hati!" balas Lulu.


Shua Xie menggerutu kesal, biasanya ujian akan sedikit diberi kisi-kisi supaya peserta bisa lolos dengan hasil yang memuaskan. Tapi kali ini ujiannya tanpa sedikit phn informasi, kalau seperti ini Shua Xie ragu bisa keluar hidup-hidup atau tidak.


"Baiklah karena kamu sudah siap menjalani ujiannya aku akan mengirimmu ke tempat ujian ...."


"Tunggu dulu, aku ada satu pertanyaan lain. Kenapa Tuanmu mewarisi buku ilahi padaku? Dan Siapakah nama Tuanmu itu?" tanya Shua Xie.


Lulu menatap Shua Xie sedikit bingung, "Heh kamu tidak tahu ya? Kamu itu memiliki takdir phoenix yang sangat langka! Dan siapa nama Tuanku? Tuanku bernama Shu Qiu Bing, Tuanku adalah leluhur pertama dari klan Langit," jawab Lulu penuh penekanan membuat Shua Xie terdiam.


'Takdir phoenix?'


.


.


.


.


.


.


.


**Bersambung


Terus ikuti dan dukung karya ini ya, sampai berjumpa di bab berikutnya ....


Yuk mampir juga ke karya author yang berjudul Reinkarnasi Permaisuri Ajaib** ^-^

__ADS_1


__ADS_2