Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 104


__ADS_3

"Dia sakit karena aku?" gumam Shua Xie pelan, merasa bingung kenapa bisa Feng Kim jatuh sakit karena Shua Xie. Ya, Shua Xie tahu Feng Kim pasti merasa bersalah karena tidak menjaga anak yang dititip sahabatnya dengan baik, apalagi sahabat yang menitip Shua Xie sendiri sudah mati.


Shua Xie menggelengkan kepalanya pelan teringat kalau Shujin Xian masih belum mati, hanya saja rohnya saat ini berlindung di sajak Kutukan. Jika dipikirkan lagi, Shu Hua sudah mati Shu Hua sudah mati tanpa pernah Shua Xie temui bahkan pemilik tubuh ini juga belum pernah bertemu dengan Ibunya sendiri. Mungkinkah Shu Hua juga masih hidup? Jika dipikir lagi saat penjelasan Xui Sukong tentang bagaimana Shua Xie bisa berakhir di tangan Feng Kim ialah karena 2 sosok orang tuanya itu menitipkan Shua Xie pada Feng Kim.


'Lalu Shu Hua yang meninggal dua tahun siapa?' Shua Xie memijit keningnya, merasa masih bingung akan skenario yang masih berlangsung ini. Jika yang Shua Xie pikirkan itu memang benar, lalu apa alasan Feng Kim membuat Shu Hua palsu di dunia Tengah? Apakah Shu Hua asli sudah tertangkap atau bagaimana. Memikirkannya terus menerus membuat Shua Xie pusing sendiri, kalau sudah begini Shua Xie harus bertanya sendiri pada Feng Kim. Kemungkinan sosok Ayah angkat itu tahu di mana keberadaan Shu Hua yang asli.


Ah, jika diingat lagi, Shu Chin pernah memberikan cerita yang berbeda membuat Shua Xie semakin bingung lagi. Yang mana alur sebenarnya tentang dua sosok orang tuanya.


Shua Xie menghela nafas pelan, lalu menatap Kaisar, "Ya, baiklah aku tidak ada lagi urusan dengan kalian." Shua Xie berbalik berniat meninggalkan aula utama menuju kediaman Feng Kim untuk memeriksa keadaannya sekaligus bertanya apa yang sebenarnyaย  terjadi.


Melihat Shua Xieย  masuk dan pergi seenaknya, Kaisar mengepalkan tangan geram. Shua Xie sudah bersikap tidak sopan, dan juga telah melakukan kejahatan mengaku sebagai Putri Shua Xie, sekarang dia pergi begitu saja tanpa meminta maaf? Kaisar tidak bisa membiarkan penjahat berlaku seenaknya.


"Kalian semua hentikan gadis itu!" seru Kaisar keras.


Sontak para prajurit yang ada di luar langsung masuk bersama dengan senjata mereka masing-masing. Mereka semua mengelilingi Shua Xie dalam waktu cepat. Shua Xie pun menghentikan langkah kakinya saat para prajurit mengelilinginya.


Tidak hanya para prajurit saja, para pejabat pun juga bersiap di tempat mereka masing-masing, jikalau Shua Xie menyerang dengan ilmu sihirnya. Mereka sudah siap melawan.


Bersamaan dengan itu, Wang Xinian datang bersama para pelayannya, dia sempat terkejut dengan apa yang terjadi, Wang Xinian pun langsung mendekati Fengying ingin bertanya, sebenarnya apa yang terjadi?


"Kakak sepupu, apa yang terjadi. Kenapa gadis itu dikepung banyak prajurit?" tanya Wang Xinian dengan wajah pura-pura dibuat terkejut dan bingung. Padahal dia sendiri sudah dengar dari luar kalau Kaisar memerintah semua orang menghentikan gadis itu. Anggaplah ini hanya citra mencari muka.


"Dia adalah penyihir, dan dia juga mau pergi begitu dan setelah membuat kekacauan besar," jawab Fengying datar sambil menatap Shua Xie tajam.


Wang Xinian terkejut hebat, sambil menutup mulutnya dengan gaya manis yang dibuat-buat. Dia sangat terkejut mengetahu gadis itu adalah seorang penyihir, tapi anehnya kenapa penyihir itu mau mengakui dirinya sebagai Putri Shua Xie. Dan pantas saja gadis itu cantik, ternyata dia seorang penyihir.


"Astaga, ini adalah pelanggaran berat. Pantas saja dia cantik, ternyata seorang penyihir. Berapa banyak nyawa gadis perawan yang dia korban kan demi kecantikannya itu," balas Wang Xinian dengan suara yang sengaja dibesar-besarkan. Terkejut beberapa orang mendengar ucapan Wang Xinian, mereka pun baru sadar kalau gadis itu adalah penyihir yang memiliki kecantikan bak Dewi. Tentu saja dari rumor leluhur mereka seorang penyihir ialah manusia tua yang memiliki wajah buruk seperti nenek tua keriput, tidak hanya itu mereka para penyihir juga memiliki hati jahat. Demi kecantikan tentu saja mengorbankan banyak nyawa tidak akan membuat hati para penyihir tergerak tega atau iba.


Tapi kenyataannya, Shua Xie memang bisa dikatakan penyihir karena dia memiliki kekuatan ras Qilin. Ras Qilin terkenal sebagai ras yang ahli segala macam sihir dan mantra, seperti membuat portal atau formasi aray.


Shua Xie berbalik menatap sang Kaisar dengan tatapan sangat tenang, "Singkirkan para prajuritmu," ucapnya datar.


"Apa kau pikir kerajaan ini adalah tempat di mana seenaknya kau bergerak? Datang dan pergi semuamu? Apakah kau tidak tahu cara menghormati Kaisar? Apakah kau tidak takut mati!" balas Kaisar tegas. Dia berdiri dari singgasananya, menuruni belasan anak tangga, sampai akhirnya dia berhenti di samping Fengying. Para pelayan yang sebelumnya hanya berdiri tak jauh dari Kaisar kini bergerak mendekati Kaisar. Seperti anak ayam yang mengikuti induknya.


Shua Xie menghela nafas lagi, "Singkirkan." Shua Xie masih mencoba cara baik-baik, tidak seperti biasanya dia akan membuat orang yang dia suka takut, tapi kali ini Shua Xie masih ingin mencoba sabar.


"Kau, berani memerintah seorang Kaisar! Dasar tidak tahu malu!" sahut Wang Xinian geram, namun geram yang hanya dibuat-buat saja. Tentu saja dia ingin mencari citra di hadapan Kaisar agar pengesahan Putri Mahkota untuknya berjalan dengan baik.

__ADS_1


Seketika Shua Xie menatap tajam ke arah Wang Xinian, sebelumnya dia sudah berusaha sabar menanggapi Wang Xinian, karena menurutnya tidak bagus kalau dia membalas Wang Xinian secepat ini. Tapi ... sepertinya Wang Xinian sengaja menyulut api yang bersemayam di dalam diri Shua Xie memuncak.


Sejenak Shua Xie menatap tajam namun beberapa detik dia mengulum senyum manis, membuat pria mana saja akan tergerak jika melihat senyumannya. Para perajurit yang mengepungnya kebanyakan anak muda di atas usia Shua Xie, seketika pipi mereka bersemu merah setelah melihat Shua Xie tersenyum. Tidak hanya para prajurit, Fengying juga ikut malu, Fengying memalingkan wajahnya sambil menutup hidungnya yang rasanya tidak lama lagi akan mimisan setelah melihat Shua Xie tersenyum.


'Benar-benar imut!' pekik banyak orang dalam hati mereka.


"Kakak Wang Xinian, kurasa kau salah paham." Untuk pertama kalinya Wang Xinian baru tersadar suara gadis itu, suara yang mirip dengan suara yang mengancam saat di luar aula. Dan lebih mengejutkannya lagi, suara itu adalah suara Shua Xie. Walau pun nada bicaranya tidak terdengar lemah dan penakut seperti dulu, tapi meski pun begitu Wang Xinian tidak akan melupakannya.


'Sialan ******! Apa benar dia Shua Xie!?' umpat Wang Xinian dalam hatinya.


Wang Xinian berusaha bersikap biasa saja, tidak menunjukkan gejala kalau dia cukup terkejut mendengar suara Shua Xie. Kemudian Wang Xinian memasang wajah marah, lalu dia menunjuk ke arah Shua Xie, "Ka-kau! Beraninya memanggilku Kakak? Kau bukan Adikku, Shua Xie!" balas Wang Xinian keras.


Shua Xie tertawa kecil mendengar balasan Wang Xinian, ternyata Wang Xinian masih mau mengelak setelah dia mendengar suara Shua Xie. Tapi Shua Xie tahu, Wang Xinian pasti sudah sadar kalau dirinya ini memang Shua Xie yang asli.


"Kakak, aku tidak tahu kejahatan apa yang dulu pernah kubuat sampai kau tidak ingin mengakuiku. Aku merasa sedih." Shua Xie memang dadanya membuat kesan sedihnya benar-benar nyata, bahkan matanya sudah mulai berkaca-kaca. Shua Xie menundukkan kepalanya, "Padahal aku berharap Kakak akan menolongku. Ayah pasti akan sedih mengetahui ini," lanjut Shua Xie lagi.


Wang Xinian merapatkan giginya, tangannya mengepal geram, tidak dia sangka Shua Xie sekarang sangat cerdas bermain licik. Tapi untunglah Wang Xinian sudah sering mengalami situasi seperti ini.


Di sisi lain, Kaisar menatap Shua Xie dan Wang Xinian bergantian, dia bingung apakah ke dua gadis itu saling mengenal atau tidak, melihat gadis itu menyebut Wang Xinian hanya dengan nama seolah ke dua memang sudah akrab, tapi melihat Wang Xinian berkreasi lain tidak mengakui Shua Xie, Kaisar merasa ada yang tidak beres.


Tidak hanya Kaisar saja merasa ada yang aneh, para pejabat pun sama, ada kejanggalan di antara dialog ke dua gadis itu. Tapi mereka tidak berani langsung menyimpulkan begitu saja, apalagi Wang Xinian sudah direkomendasikan menjadi Putri Mahkota.


"Aku, memang tidak punya bukti apapun. Tapi kalian boleh memanggil Chi Su dan Ayah datang ke sini. Biar mereka menilai, apakah aku Shua Xie asli atau bukan? Kalau mereka tidak mengenalku, kalian boleh memenggal kepalaku," balas Shua Xie tenang. Maksud dari kata memenggal kepalanya sebenarnya masih ada tambahan, kalau mereka sanggup memenggal kepala Shua Xie.


Kaisar mengangguk setuju, tawaran Shua Xie bukan juga buruk baginya, "Baiklah, kita bi-"


"Tidak boleh!" Wang Xinian memotong ucapan Kaisar sangat cepat. Membuat semua pandangan langsung tertuju padanya.


"Putri, apakah kau tahu hukuman memotong ucapan Kaisar?" sahut Fengying dingin. Dia tidak habis pikir kenapa tiba-tiba Wang Xinian memotong ucapan Kaisar.


"Benar, Putri Wang Xinian, harusnya kau tahu penobatanmu sebagai Putri Mahkota tidak lama lagi." Kaisar ikut menambahkan, Kaisar pun juga cukup terkejut saat Wang Xinian memotong ucapannya.


Wang Xinian menjadi gelagapan, dia tadi terlalu takut sebab itu tidak sengaja mulutnya mengatakan 'tidak boleh'. Wang Xinian sudah tahu, kalau gadis itu memang Shua Xie. Walau pun penampilan Shua Xie hampir berubah sepenuhnya, tapi wajah Shua Xie masih ada kesamaan dengan yang dulu, apalagi ciri-ciri tingginya, sangat sama persis dengan Shua Xie.


"Ti-tidak, aku tidak bermaksud begitu. Ha-hanya saja kita tidak boleh memberikan keinginan gadis itu begitu saja. Bagaimana jika dia menggunakan sihir untuk mengganggu pikiran Ayah dan Chi Su?" balas Wang Xinian.


"Ya, benar juga dia adalah penyihir. Dia bisa saja, mempengaruhi pikiran." Salah satu pejabat ikut mengangkat suara, sependapat dengan Wang Xinian.

__ADS_1


"Benar Yang Mulia Kaisar, sebaiknya kita pikiran terlebih dahulu." Para pejabat sependapat dengan Wang Xinian. Mereka khawatir kalau Shua Xie akan mempengaruhi pikiran Kaisar terdahulu dan Chi Su pelayan pribadi Shua Xie.


Kekhawatiran memang bagus, Shua Xie mengacungkan jempol untuk mereka. Tapi jika menuduh Shua Xie melakukan itu pada Feng Kim dan Chi Su, itu sungguh konyol. Buat apa dia melakukan itu kalau memang sebenarnya dia memang Shua Xie yang asli.


Shua Xie tertawa keras setelah para pejabat meminta Kaisar untuk mempertimbangkan. Gelak tawa Shua Xie yang begitu keras membuat semua pandangan langsung tertuju padanya. Semua orang jadi bingung, ada apa dengan gadis itu? Apakah otaknya sudah rusak setelah tidak bisa lagi mengelak tuduhan.


Tapi sayangnya Shua Xie tertawa bukan kehabisan akal, ingin bermain akal dengan Shua Xie, kalian salah orang.ย 


"Hahahahaha ... kalau aku akan menyihir pikiran mereka berdua. Kenapa tidak aku lakukan saja pada Kaisar dan kalian? Bukankah itu lebih mudah daripada harus menganggu pikiran mereka?"


Terdiam semua orang mendengar ucapan Shua Xie. Lagi-lagi mereka tersadar, ada benarnya juga apa yang Shua Xie katakan. Tentu saja Shua Xie tidak akan repot-repot menyihir Feng Kim dan Chi Su sedangkan Kaisar dan para pejabat bisa saja dia kendalikan jika dia mau.


Di sisi lain, Wang Xinian menatap Shua Xie geram, dia merapatkan giginya sangat tidak tahan lagi inginkan menjambak rambut Shua Xie karena berani mencari masalah dengannya. Tapi Wang Xinian sadar, di tempat ini dia tidak bisa membalas Shua Xie.


Fengying menghela nafas berat, perbincangan mereka dengan Shua Xie semakin panjang, dan semakin berbelit. Di satu sisi Wang Xinian tidak ingin mengakui Shua Xie, tapi di sisi lain Shua Xie bertingkah seakan memang dialah Putri Shua Xie.


'Kenapa aku merasa Wang Xinian sangat takut gadis itu bertemu dengan Paman dan Chi Su. Apa mungkin gadis itu memang Shua Xie?' tanya Fengying dalam hatinya


Fengying berbalik menghadap kepada Kaisar, dia memberi hormat yang tentu saja Kaisar mengatahui maksud Fengying. Pasti Fengying ingin menyampaikan pendapatnya sendiri.


"Yang Mulia Kaisar, izinkan saya menjemput Paman dan pelayan Chi Su. Saya merasa Putri Mahkota menyembunyikan sesuatu, mungkin saja gadis itu memang Putri Shua Xie. Biarkan Paman dan pelayan Chi Su yang menilai sendiri," ucap Fengying penuh ketenangan.


Wang Xinian seketika menatap tajam ke arah Fengying ketika mendengar sepupunya itu membela Shua Xie ketimbang dia. Wang Xinian tidak akan membiarkan itu terjadi.


Wang Xinian juga berbalik, kemudian dia memberi hormat layaknya Putri Mahkota pada Kaisar,ย  "Yang Mulia Kaisar, saya mohon jangan. Sepertinya gadis itu telah menghasut pikiran Kopral Fengying."


Fengying langsung menatap Wang Xinian tajam, tidak menduga kalau Wang Xinian akan menuduhnya kalau dia sudah dihasut oleh Shua Xie. Fengying menjadi semakin yakin, kalau gadis itu memanglah Shua Xie.


"Putri, anda menuduh saya telah terhasut oleh gadis itu? Aku tidak menyangka anda sepicik ini?" balas Fengying, tatapan tajamnya itu seakan ingin melahap Wang Xinian saat ini juga. Fengying menjadi merasa jijik akan sikap Wang Xinian selama ini, karena yang selama ini Fengying kenal adalah sosok Wang Xinian yang baik dan jujur. Tapi. Sekarang dia mengerti, dia telah termakan kepicikan Wang Xinian.


Wang Xinian mengubah ekspresinya menjadi sedih, lalu dia bersujud seperti menyembah, hingga dahinya itu mengeluarkan darah karena terlalu kuat terhantuk lantai. Banyak mata melihat sosok lemah itu terkejut, tidak menyangka Wang Xinian akan merelakan dirinya terluka demi meminta keadilan Kaisar.


"Yang Mulia Kaisar, anda dengar sendiri. Selama ini Kopral Fengying tidak pernah berkata kasar padaku, dan sekarang dia berkata kasar demi membela penyihir itu. Mohon Yang Mulia Kaisar jangan turuti permintaan Kopral Fengying, dia pasti telah dihasut oleh gadis itu," ucap Wang Xinian sambil menangis.


"Kau, Putri selama ini aku bodoh menilai Putri Mahkota baik dan jujur. Ternyata dia adalah wanita picik dan jahat. Yang Mulia Kaisar, saya rela mati dipenggal, mohon Kaisar memberikan hamba perintah menjemput Paman dan pelayan Chi Su."


___________

__ADS_1


A/N: Wah Fengying jadi debat dengan Wang Xinian. Ternyata kebusukan Wang Xinian sudah diketahui Fengying! Bagaimana kelanjutannya? Apakah Shua Xie akan diam saja menonton mereka berdua atau ... kepo gak? hahahaha kalau kepo bagus ๐Ÿ˜‚


yups jangan lupa tekan like ya, kalau kalian gak tahu caranya mudah aja, tuh ada ada bentuk lope tekan. Kalau bisa beri vote juga ๐Ÿ™‚๐Ÿ’– kyaa sama tip juga dong kalau bisa ๐Ÿ˜† bagi2 rezeki sama saya dapat pahala ๐Ÿ˜๐Ÿ˜„ maaf part ini kurang menarik dan gak jelas saya sudah bingung mau bagaimana lagi ๐Ÿ˜ซ๐Ÿ˜ช terlalu lambat menulis jadi gak sesuai jam up


__ADS_2