Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 136


__ADS_3

Shua Xie menarik Mielan ke tengah kerumunan, Shua Xie sudah benar-benar tidak peduli tatapan banyak orang terhadapnya, Dilihat seperti apapun sekarang Shua Xie, dia juga sudah mengakui sendiri dirinya bukan manusia berhati baik.


Setelah sampai di tengah kerumunan, semua orang menjaga jarak, membentuk lingkaran. Tidak seorang pun berani menghentikan tindakan Shua Xie, setelah melihat kemampuan Shua Xie sangatlah tinggi. Shua Xie melempar Mielan dengan kasar ke lantai, membuat gadis itu meringis sembari memegang bahu kirinya yang baru saja terbentur dengan lantai.


Mielan menatap Shua Xie takut, bergantian menatap orang di sekitarnya. Bibirnya bergerak tanpa suara, meminta bantuan kepada orang di sekitarnya, tapi tidak seorang pun mau membantunya, bahkan mereka memalingkan pandangan ketika Mielan melihat ke arah mereka. Mielan mengumpat keras dalam hatinya, tidak ada pilihan lain, dia memang harus bertarung dengan Shua Xie meski para prajurit istana akan menghentikannya. Sebagai seorang Pendekar, memang sudah seharusnya Mielan melawan dibanding membiarkan dirinya diperlakukan seperti sekarang.


Dengan perlahan Mielan bangkit, matanya menatap Shua Xie tajam. Kebenciannya pada Shua Xie semakin mendalam, Putri itu telah melukai satu-satunya orang terdekat Mielan, yaitu Ayahnya, Bupati Qionglin. Tentu saja Mielan tidak akan diam saja ketika mendapati kabar Ayahnya dipenjara atas perintah Shua Xie.


Mielan mengeluarkan belati dari saku bajunya yang sebelumnya memang dia persiapkan jika terjadi sesuatu yang tidak terduga. Tentu saja ketika Mielan mengeluarkan belati membuat banyak orang terkejut, mereka tidak menduga Mielan akan secara terang-terangan melawan Shua Xie di mana posisi ke dua gadis muda ini berbeda. Ditambah lagi, tempat Mielan sekarang sangat tidak menguntungkan baginya.


Kaisar Feng Kim dan Feng Xian berserta beberapa prajurit ingin menghentikan tindakan Mielan, tidak hanya membahayakan tapi juga merusak reputasi kerajaan Xuilin. Tapi, Shua Xie mencegat mereka.


"Masalah ini, biar aku yang tangani. Melihat dia ingin melawan, aku tertarik ingin bermain sejenak dengannya," ucap Shua Xie tanpa mengalihkan pandangannya dari Mielan. Meski pun sebenarnya Shua Xie tidak perlu turun tangan membereskan Mielan mengingat statusnya sangat tinggi. Tapi karena Shua Xie tertarik ingin bermain sejenak dengan Mielan, siapa bisa menghentikannya?


Melihat Mielan telah mengambil posisi siap menyerang, Shua Xie mendengus pelan sembari tangannya yang berlumuran darah itu mengusap wajahnya, menghilangkan sebagian darah yang memenuhi wajahnya, "Jika berlatimu bisa melukaiku, aku akan melepaskanmu bersama Ayahmu. Tapi, jika kau tidak berhasil melukaiku, aku yang akan membunuhmu."


Tidak bisa dipungkiri, meskipun Mielan sudah bersikap begitu tenang, jantungnya berdegub kencang, seakan menyerukan peringatan bahwa bahaya tidak lama lagi akan membinasakannya. Mielan memaksakan senyuman sinis, ingin membuktikan bahwa dia tidak takut dengan gertakan Shua Xie.


Tidak perlu berkata apapun lagi, Mielan segera berlari ke arah Shua Xie dengan sangat cepat. Ketika jaraknya dengan Shua Xie semakin dekat, Mielan menyabit belatinya ke leher Shua Xie, tentu dia ingin menghabisi nyawa Putri sombong itu dalam sekali gorok. Namun sayangnya, ketika belati hampir menyetuh leher jenjang itu, Shua Xie dengan santainya menghindari serangan telak itu. Dan setelah berhasil menghindari serangan itu, Shua Xie memukul punggung Mielan dengan punggung lengannya, membuat Mielan terjerembab ke depan cukup kasar. Kepalanya menghantam keras lantai, membuat dahi Mielan terluka.


Semua orang menutup mulut melihat Mielan terluka, setahu mereka Mielan adalah Pendekar wanita terbaik di keluarga Qionglin, bahkan pernah mendapat penghargaan dari perguruan yang dia ikuti. Tidak hanya itu, Kaisar Feng Kim juga pernah mengakui kemampuan Mielan sangat bagus dan berbakat. Tapi siapa bisa menduga, Putri yang dulunya diasingkan dan tertindas sekarang sanggup membuat seorang Pendekar terluka hanya dengan satu pukulan ringan.


Mielan kembali berdiri meski kepala sudah terluka. Dengan cepat dia berbalik, namun serangan tidak terduga mengenai wajahnya, membuat gadis itu terpental cukup jauh menghantam tembok istana. Sebuah tendangan telah mengakhiri pertarungan dengan cepat.


Ekspresi Shua Xie mendingin, sembari matanya itu menatap Mielan yang kini menempel di dinding dengan kondisi tubuh hampir remuk dan bersimbah darah. Tentunya juga Mielan sudah tidak bernyawa.


"Cih! Lemah!"


Bersamaan dengan itu, seorang pria berseragam lengkap dari Biro Keamanan datang bersama beberapa anggotanya, membawa satu pria yang terikat tali di lehernya. Kondisi pria itu tidak jauh berbeda seperti hewan malang.


"Biro Keamanan telah datang membawa perintah dari Putri ke Lima," ucap seorang pemuda ketika dia sudah tiba di hadapan Shua Xie. Pemuda itu tidak hanya memberikan hormat kepada Shua Xie, kepada Kaisar dan tamu besar kerajaan pun juga sama.


"Petugas Zhang, kau melakukan tugasmu dengan baik," ujar Shua Xie datar sembari menatap pemuda di depannya yang tidak lain pemuda yang pernah dia temu sehari yang lalu, Zhang Ziyi.

__ADS_1


Zhang Ziyi membungkuk lagi seraya berkata, "Sudah menjadi kewajiban saya."


"Bawa kemari Qionglin." Shua Xie menatap ke arah Qionglin yang kondisinya lumayan menyedihkan. Ketika Qionglin mendengar Shua Xie memanggilnya, pria itu segera merontah ingin melahirkan diri, tentunya dia tidak ingin bertemu lagi dengan monster yang sudah membuatnya seperti ini.


Namun karena kondisi dan tempatnya sangat tidak menguntungkan, Qionglin tidak bisa melarikan diri. Para petugas Biro Keamanan menyeret paksa Qionglin ke hadapan Shua Xie, membuat pria menyedihkan itu berlutut secara paksa.


Pandangan Shua Xie tidak berubah, masih dingin dan suram, tidak ada tanda kebaikan maupun belas kasih di sana. Pandangannya itu membuat beberapa orang bergidik ngeri sembari bersumpah tidak akan pernah mencari masalah dengan Shua Xie.


"Qionglin. Tahukah kamu apa kesalahanmu?" tanya Shua Xie sangat datar, pandangannya itu semakin mendingin membuat Qionglin tidak berhenti bergetar.


Qionglin segera bersujud di depan Shua Xie, membenturkan kepalanya beberapa kali sembari berkata dengan keras, "Saya salah Tuan Putri! Ampuni saya."


Bagi mereka yang tidak tahu apa kesalahan Qionglin, mereka hanya bisa bertanya dalam hati mereka, tidak berani mengajukan pertanyaan meski ke teman di samping mereka. Mereka takut apa yang mereka bicarakan nanti terdengar telinga Shua Xie.


"Aku tanya, apa kesalahanmu! Aku tidak meminta kau bersujud minta maaf!" balas Shua Xie tegas membuat Qionglin semakin bergetar hebat, "Qionglin! Jawab!" Sekali lagi Shua Xie berbicara membentak.


"Sa-saya telah mengorupsi sebagian pajak rakyat!" jawab Qionglin dengan cepat mengakui kesalahan, tentu tidak ingin membuat dirinya semakin bermasalah.


"Lagi!" Shua Xie membentak lagi, memaksa Qionglin mengakui semua kejahatannya di depan banyak orang dan pejabat, terutama Kaisar Feng Kim sendiri.


Shua Xie semakin menatap Qionglin dingin, "Masih ada lagi! Sebutkan!"


Qionglin memberanikan dirinya menatap Shua Xie, "Tu-Tuan Putri, saya sudah-"


Sebelum Qionglin menyelesaikan ucapannya, Shua Xie langsung menampar wajah pria itu dengan punggung tangannya. Karena tamparan Shua Xie menggunakan sedikit tenaga dalam, tentu saja membuat pipi Qionglin membengkak besar, tidak hanya itu sebagian giginya juga terlepas. Qionglin meringis keras merasakan wajahnya seperti dipukul balok keras.


"Masih tidak ingin mengakuinya?" tanya Shua Xie dengan nada dingin.


Qionglin tidak ingin nyawanya berakhir cepat, dia tahu di depan gadis monster itu dia tidak akan bisa menutupi lagi semua kejahatan yang dia lakukan. Qionglin segera bersujud lagi sembari berkata, "Sa-Saya juga pernah melecehkan beberapa pelayan di istana. Termasuk pelayan Putri ke Lima! Tidak hanya itu, saya juga menjalin hubungan gelap dengan Selir Yang Mulia Kaisar, Yao Yao!"


"Lancang sekali! Hanya seorang Bupati, tapi berani menodai wanita Yang Mulia!" sahut Feng Xian keras, telinganya terasa ingin pecah ketika mendengar Qionglin mengaku memiliki hubungan dengan Yao Yao Selir ke Tiga yang tidak lain ibu dari Shan Qiayu, Putri ke Empat.


Bersamaan dengan itu, seorang wanita muncul, dia adalah Yao Yao. Cukup terkejut dia mendengar Qionglin akan mengakui hubungan gelap mereka di hadapan banyak orang, membuat Yao Yao kehilangan muka. Awalnya Yao Yao cukup senang melihat Shua Xie telah membereskan Wang Xinian dan Wenli, dengan begitu jalannya sebagai Permaisuri Kaisar dan Shan Qiayu menjadi Putri Utama semakin dekat. Tinggal menyusun rencana membereskan Shua Xie. Namun, tidak Yao Yao duga Mielan akan terlibat dalam masalah ini, bahkan Qionglin pun ikut terseret. Yao Yao tidak tahu kalau Shua Xie menahan Qionglin.

__ADS_1


Yao Yao menatap Qionglin tajam, "Beraninya kau memfitnahku! Dasar pria tidak waras!" pekik Yao Yao sembari menunjuk Qionglin geram.


Di sisi lain ekspresi wajah Kaisar Feng Kim menggelap, telinganya sudah menangkap kalimat pengkhianatan. Terlebih-lebih lagi dilakukan oleh orang terdekatnya. Pria mana yang tidak marah jika wanitanya memiliki hubungan tersembunyi dengan pria lain, terlebih lagi pria itu merupakan rekan kerjanya.


"Yao Yao, apa yang dikatakan Qionglin itu benar?" tanya Kaisar Feng Kim dengan nada menekan.


Yao Yao menatap Kaisar Feng Kim, ekspresi wajahnya berubah menjadi nanar, dengan cepat Yao Yao mendekati Kaisar Feng Kim lalu memeluk betisnya, "Tidak benar Yang Mulia. Qionglin telah memfitnahku!" jelas Yao Yao dengan air mata yang mulai mengalir.


Tepat saat itu juga, Shan Qiayu muncul dan segera berlutut di depan Kaisar Feng Kim. Air mata juga mengalir di wajah manis Shan Qiayu, "Yang Mulia, aku yakin Ibunda tidak mungkin memiliki hubungan Qionglin. Qionglin pasti memfitnah Ibunda." Kalimat pembelaan keluar begitu lirih dari mulutnya yang bergetar, Shan Qiayu tentu tidak percaya dengan ucapan Qionglin meski dia juga tidak tahu kebenarannya kenapa Qionglin membawa nama Ibunya.


Meski telah mendengar penjelasan dari Yao Yao dan Shan Qiayu, sang pemimpin itu masih tidak bertindak apapun, masih diam mematung untuk sesaat, mungkin sedang berpikir siapa yang benar dan siapa yang berbohong di sini. Meski hati dan pikiran Kaisar Feng Kim cukup marah mendengar ungkapan Qionglin, tapi dia tidak bisa begitu saja percaya dengan pria bajingan itu. Tapi, Shua Xie telah membantunya membuat pria itu jujur, dan seharusnya memang Qionglin tidak berbohong.


Keadaan aula semakin menegang, semakin jauh permasalahan terjadi semakin banyak rahasia terbongkar. Para pendengar tidak bisa menutupi keterkejutan mereka dari awal sampai sekarang, apalagi ketika mereka mendengar semua kejahatan yang dilakukan Qionglin sebagai seorang Bupati. Kejahatan Qionglin sudah terlalu banyak dan besar, tentu saja pria itu tidak bisa mereka maafkan.


Qionglin tersenyum tipis disertai dengan dengusan kecil, "Yao'er, meski kau membela dirimu pada akhirnya kebusukanmu itu akan terbongkar. Putri ke Lima sudah mengetahui semuanya, dulu dia tidak sengaja mendapat kita sedang bercumbu mesra, maka dari itu aku selalu mengajar Putri ke Lima, aku ingin membungkam mulutnya. Namun pada akhirnya ... dialah yang memaksaku mengatakan semua ini." Qionglin beralih menatap Yao Yao dan Shan Qiayu, sebuah senyuman hangat terlukis di sana, "Yao'er, bahkan setelah melihat Mielan Putrimu mati di tangan Putri ke Lima kau tidak berbuat apapun. Tidakkah kau tahu, Mielan selalu ingin bertemu denganmu. Dan juga ... Shan Qiayu bukanlah Putri Yang Mulia Kaisar. Dia tidak akan bisa menjadi Putri Utama, karena takdir Putri Utama memang pada awalnya berada di tangan Putri ke Lima," jelas Qionglin panjang lebar.


Setelah mulutnya itu selesai berbicara, sebuah tendangan menghantam kepalanya hingga membentur lantai cukup keras. Membuat kepala sang Bupati itu hancur berserakan. Semua mata membulat sempurna ketika melihat yang membuat Qionglin berakhir seperti itu adalah Kaisar Feng Kim sendiri. Rupanya pria itu sudah tidak tahan mendengar setiap ucapan yang dilontarkan Qionglin.


"Seorang bajingan berani menganggu keluarga kerajaan lebih baik mati." Suara dingin nan mengerikan itu keluar dari mulut Kaisar Feng Kim. Bersamaan dengan itu dia berbalik menatap Yao Yao dan Shan Qiayu dengan tatapan tajam bak elang, "Wanita Kaisar dengan lancangnya memiliki anak dari pria lain dan mengaku bahwa anaknya adalah anakku. Kejahatanmu sudah teramat besar, bahkan membunuhmu tidak bisa membalas semua kesalahanmu."


Mulut Yao Yao bergerak, ingin bersuara tapi tidak satu pun kata keluar. Dirinya terlalu takut bahkan untuk membela dirinya saja sudah tidak berani. Qionglin sudah sepenuhnya mengakui kejahatannya dan dipercaya Kaisar Feng Kim. Sekarang Yao Yao tidak bisa berdalih lagi.


"Ya-Yang Mulia. Aku-"


"Ibu!" Bola mata hitam seperti malam itu membulat sempurna, ketika melihat kepala Ibunya sudah menggelinding di lantai sebelum Ibunya itu menyelesaikan ucapannya. Tatapan tajam segera teralihkan kepada sosok yang sudah memenggal kepala Ibunya, pria berzirah perak yang tak lain sang Jenderal Besar, Feng Xian.


"Wanita hina sepertimu tidak pantas menjelaskan apapun lagi," ungkap Feng Xian dingin sambil menatap jasad Yao Yao yang sudah tidak berkepala. Feng Xian sudah tidak tahan lagi, penjelasan Qionglin sudah membuktikan semua, tidak perlu lagi mereka mendengar penjelasan apapun dari Yao Yao.


Di sisi lain Shan Qiayu terdiam mematung dengan posisi berlutut. Ke dua matanya membulat tidak sedikit pun berkedip, bersamaaan dengan air mata yang terus mengalir. Jiwa gadis itu telah hancur, dia telah melihat Ibunya mati di depan matanya, dia juga telah mendengar semua penjelasan yang membuatnya mengerti kalau dia bukanlah seorang Putri, melainkan anak dari hubungan gelap Ibunya dengan Bupati Qionglin. Bahkan dia juga memiliki Kakak, yang tidak lain Mielan. Semua keluarganya itu telah mati, tidak ada lagi yang menemani dirinya yang lemah. Shan Qiayu tahu, pada akhirnya nasibnya akan buruk jika dia masih hidup.


Shan Qiayu bergegas mengambil belati yang ada di dalam gaunnya, dan dengan cepat menusuknya ke dadanya. Benda dingin nan tajam itu menusuk inti kehidupannya-jantung-membuat Shan Qiayu dalam beberapa detik saja jatuh terbaring ke lantai dengan darah yang mulai keluar dari sudut bibirnya. Untuk sesaat matanya itu menatap jasad Ibunya, lalu menatap jasad Ayahnya Qionglin, dan terakhir menatap jasad Mielan. Sebelum Shan Qiayu menghembuskan nafasnya yang terakhir, bibirnya mengeluarkan sebuah kalimat, "Akhirnya aku tidak perlu lagi berusaha menjadi Putri terbaik."


_______________

__ADS_1


A/N: masalah dah kelar


__ADS_2