Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 151


__ADS_3

"Ck! Aku tidak menyangka ternyata Qixuan mengenal anggota kerajaan, pantas saja dia selalu saja berlagak mengatur, ternyata karena dia memiliki pendukung besar. Tidak heran Tetua Besar juga menghormatinya." Sendirian halus yang keluar dari mulut Huanran terdengar di telinga beberapa orang di sekitarnya. Huanran sengaja menyindir sebab dia ingin semua orang sadar bahwa Qixuan tidak pantas memimpin mereka.


"Huanran, kau tidak boleh berkata seperti itu, jika Qixuan mendengarnya kau bisa tamat!" sahut Yue Jian cepat, tentu dia tidak ingin terjadi pertengkaran antara Huanran dan Qixuan, terlebih lagi jika terjadi di kamar mereka.


Huanran mendegus pelan disertai senyuman sinis menyeringai, "Lebih bagus lagi jika dia mendengarnya!" sahut Huanran sedikit keras, sengaja agar Qixuan yang saat ini sedang merapikan tempat tidurnya di pojok kamar bisa mendengar sendiriannya, "Apa yang aku katakan salah?" Lanjut Huanran lagi. Huanran menatap Yue Jian dan Xiu An, menunggu jawaban apa yang bisa dua teman sekamarnya itu lontarkan, pasti mereka berdua akan sulit menjawab sebab ucapan Huanran barusan tidak ada salah.


"Ah, ini." Yue Jian beralih menatap Xiu An dengan ekspresi kaku sekaligus bingung hendak bereaksi seperti apa, sedangkan ucapan Huanran tadi memanglah benar.


Xiu An juga bersikap sama, memilih diam dari pada melanjutkan karena pada akhirnya tetap saja Huanran yang benar. Qixuan mengenal anggota keluarga kerajaan sehingga membuat para Tetua sekte Kunlun menghormatinya, bahkan memperlakukan Qixuan jauh berbeda dengan murid lainnya, tentu saja tindakan para Tetua menimbulkan banyak masalah dan bahkan akan membuat para murid mengklaim para Tetua lebih menghormati yang berkedudukan tinggi, tidak sesuai dengan aliran sekte Kunlun yang mana adalah aliran netral yang artinya tidak memihak ataupun memperlakukan secara tidak adil kepada rakyat yang statusnya berbeda.


Shua Xie yang memperhatikan keadaan masih memilih diam, sesekali dia menatap Qixuan ingin tahu reaksi apa yang akan Qixuan berikan atas penyindiran Huanran yang begitu terus terang. Tapi tampaknya sindiran Huanran tidak berdampak apapun cukup dilihat dari reaksi Qixuan terlihat tidak peduli dengan sindiran Huanran. Shua Xie salut Qixuan mampu menjaga emosionalnya yang mengartikan bahwa kualitas Qixuan sebagai Kultivator tidak hanya hebat bertarung namun juga hebat dalam menjaga emosionalnya. Sangat jarang ada Kultivator bisa bersikap setenang Qixuan.


Meski pun begitu, Huanran masih tidak cukup puas menyindir Qixuan, dia terus melontarkan berbagai macam perkataan yang tentu saja sangat menyindir perasaan seseorang.


"Lihatlah, apa yang sekarang akan dia lakukan? Apakah dia akan melapor kepada Tetua Biming dan membuat Tetua Biming mengusirku pulang ke sekte Kunlun? Heh ... keluarga bangsawan memang selalu saja bersikap semena-mena." Huanran melipat ke dua tangannya di depan dadanya, masih menunjukkan raut wajah protes karena selama ini Qixuan bersikap seperti pemimpin karena status Qixuan yang tidak biasa, "Ups ... apakah aku salah bicara lagi?"


Qixuan benar-benar tidak memedulikan ocehan Huanran, dia mengambil posisi duduk sembari bersandar pada tembok di belakangnya, setelah merasa nyaman Qixuan menutup ke dua matanya. Berpura-pura tidur dalam posisi duduk, tentu saja membuat amarah Huanran semakin memuncak. Sedangkan di sisi lain Shua Xie terkekeh kecil menahan rasa geli di perutnya melihat Qixuan tidak menganggap penting sindiran Huanran. Yang itu artinya ocehan Huanran sejak tadi hanyalah angin lewat yang tidak bermakna apapun.


'Sial dia tidak terpancing sedikit pun kata-kataku! Aku belum puas jika tidak membuatnya marah! Dia sudah menamparku seenaknya, apa dia pikir aku akan diam saja?' Huanran menggigit bibir bawahnya geram, sembari otaknya kembali berpikir perkataan seperti apa yang akan sanggup membuat Qixuan tersulut.


'Haih ... Huanran ini memang biang masalah, tidak hanya mencari masalah denganku tapi juga dengan Qixuan. Kenapa dia bodoh sekali?' Shua Xie mentertawakan, tidak lebih tepatnya mengasihani jalan pikir Huanran yang begitu bodoh. Meski pun identitas Qixuan mulai terbongkar dan akan memperburuk situasi gadis itu, tapi bukan berarti Huanran bisa bersikap kelewatan meski dia tahu sisi kelemahan Qixuan. Ingat, mencari masalah dengan anggota kerajaan sama saja seperti menarik ajal semakin dekat. Bukankah istilah itu benar?


"Huanran, sebaiknya kau tidak terlalu menyulut kemarahannya. Meski pun aku juga kesal mengetahui dia memiliki identitas yang tidak biasa sehingga para Tetua memperlakukannya sedikit berbeda dengan murid lainnya. Tapi tidak sebaiknya juga kau memancing kemarahannya, aku khawatir kau akan berakhir buruk," tegur Xiu An pelan.


"Apa yang perlu dikhawatirkan, jika dia berani melukaiku apa para Tetua juga masih tetap membelanya karena statusnya lebih tinggi dari kita? Jika itu benar, aku ragu apakah sekte Kunlun aliran netral atau tidak," sahut Huanran dengan nada sedikit kesal.


Yue Jian dan Xiu An menutup mulut mereka bersamaan, teramat terkejut mendengar ucapan yang baru saja Huanran katakan. Entah sadar atau tidak, Huanran telah merendahkan visi sekte Kunlun secara kasar. Jika saja ucapan Huanran didengar oleh Tetua Biming, kemungkinan besar Huanran akan dikeluarkan dari sekte Kunlun sebab telah mengklaim aliran yang sekte Kunlun ikuti tidaklah benar.


"Huanran!" Shua Xie menatap Huanran tajam serta melemparkan panggilan tegas kepada gadis itu, menandakan bahwa Shua Xie tidak terima akan ucapan Huanran barusan, "Jaga ucapanmu, meragukan aliran suatu perguruan adalah suatu kejahatan. Jika kau tidak ingin bermasalah, sebaiknya jaga mulutmu untuk tidak berbicara sembarangan."

__ADS_1


"Sembarangan?" Huanran mendengus kasar, "Apanya yang sembarangan?! Bukankah perkataanku tadi benar? Oh, iya ... aku lupa kau adalah murid baru sekte Kunlun, sebab itu kau terpancing ucapanku. Tampaknya kau belum tahu seperti apa perlakukan para Tetua kepada Qixuan selama ini," ucap Huanran disertai senyuman sinis yang menyindir.


Shua Xie mengepalkan tangannya geram, dia memang tidak tahu apa yang terjadi antara para Tetua dengan Qixuan hingga membuat begitu banyak murid kesal dan benci kepada Qixuan. Tapi walau pun begitu, bukan berarti Shua Xie tidak tahu melihat mana yang benar dan salah. Jika para Tetua menghormati Qixuan itu pasti karena sesuatu yang penting, Shua Xie yakin meski pun status Qixuan sangatlah tinggi tidak akan berpengaruh apapun di mata mereka. Pasti ada sesuatu lain yang membuat para Tetua memperlakukan Qixuan secara berbeda.


Shua Xie menyeringai sinis disertai dengan mimik wajah meledek, "Heh! Lalu kenapa jika aku anak baru? Paling tidak aku bisa menilai sesuatu lebih baik darimu sehingga tidak bertindak bodoh sepertimu yang hanya akan mempermalukan diri sendiri." Shua Xie melangkah mendekati Huanran, dan berhenti tepat ketika jarak di antara mereka berdua tersisa satu langkah.


"A-apa yang akan kau lakukan!? Jika kau berani melukaiku, Tetua Biming pasti tidak akan diam saja!" tegas Huanran sedikit bergetar. Merasa tidak nyaman ketika Shua Xie berdiri tepat di depannya.


"Hem ... begini saja sudah takut. Apalagi jika melawan Qixuan? Huanran bukankah sudah kuperingatkan padamu, aku tidak akan sungkan lagi menyakitimu jika kau sengaja mencari masalah denganku. Sebelumnya aku memaklumimu mendorongku dari kapal, dan hanya memperingatimu, tapi tampaknya kau tidak menganggap serius peringatan dariku." Shua Xie hendak menyetuh kepala Huanran, namun gadis itu langsung bereaksi menghindarinya.


"Ka-kau, apa yang kau katakan!? Aku mendorongmu? Hah, itu tidak mungkin." Huanran langsung berdalih, mengelak tuduhan yang baru saja Shua Xie katakan. Tepat setelah itu, Huanran menatap Yue Jian dan Xiu An bersamaan dengan ke dua gadis itu menatapnya dengan tatapan terkejut. Spontan membuat Huanran menjadi semakin gugup, "Ka-kalian jangan percaya omongannya! Mana mungkin aku mendorongnya! Aku tidaklah sejahat itu," pekik Huanran keras, sengaja agar dua gadis itu percaya padanya.


Shua Xie mendengus pelan sembari dia memutar bola matanya, "Huanran, seseorang yang tidak pandai berbohong akan bereaksi berlebihan, dan sikapmu jelas menunjukkan bahwa kau berbohong dan tidak ingin mengakui kesalahanmu."


"Tidak!" sahut Huanran cepat, "A-aku tidak berbohong! Kau pasti sengaja memfitnahku! Yue Jian, Xiu An, kalian jangan percaya ucapannya!" Huanran menatap Yue Jian dan Xiu An berharap ke dua orang tidak mendengar ucapan Shua Xie dan lebih percaya padanya. Namun setelah melihat tatapan sikap dari Yue Jian dan Xiu An, Huanran paham ke dua gadis itu meragukan ucapannya.


"Kalian percaya dengan ucapannya?" tanya Huanran dengan nada merendah serta ekspresi wajah yang sulit dijelaskan.


Melihat Yue Jian dan Xiu An tidak berbicara maupun bertindak membelanya, Huanran mengumpat kesal dalam hati, memaki betapa cerobohnya dia bisa masuk ke dalam jebakan Shua Xie. Padahal dia tahu sejak awal Shua Xie sengaja memprovokasi dirinya agar terjebak dalam rencana busuk Shua Xie, tapi karena terlalu terpancing emosi secara tidak sadar dia pun tertarik dan terperangkap.


Shua Xie tersenyum puas, puas melihat Yue Jian maupun Xiu An tidak membela Huanran meski dua gadis itu juga tidak membelanya, tidak masalah baginya selama Huanran tidak memiliki pendukung mana pun, lagi pun sikap Yue Jian dan Xiu An menunjukkan sedikit kepercayaan mereka kepada Shua Xie.


"Ckckck! Lihatlah mereka tidak membelamu karena kau memang bersalah di mata mereka. Pertama, kau merendahkan sekte Kunlun yang mana sekte Kunlun adalah perguruan mereka. Ke dua, sekarang kedokmu telah terbongkar, Huanran memiliki iri hati dengan murid baru." Shua Xie menggelengkan kepalanya pelan, mengasihani nasib Huanran atau lebih tepatnya meledek ketidak peruntungannya yang kurang baik, "Sekarang apa lagi yang akan kau lakukan, Huanran?"


"Apa yang akan aku lakukan?" Huanran menyeringai lebar, sangat mengerikan membuat Yue Jian dan Xiu An terkejut. Huanran telah kehilangan akal, tidak cara lain selain menggunakan cara kasar, "Aku akan membunuhmu di sini, tidak peduli aku akan dihukum atau tidak yang terpenting wajahmu itu harus rusak ditanganku! Hanya aku yang tercantik tidak ada yang lain!" Huanran menyerang Shua Xie dengan tangan kanannya yang berkuku panjang, siap mencakar wajah mulus Shua Xie. Kebetulan juga Shua Xie berdiri sangat dekatnya, seharusnya Shua Xie tidak memiliki kesempatan untuk menghindar.


Plak ....


Suara tamparan menggema keras, mengheningkan untuk sesaat kamar sederhana itu. Yue Jian menutup mulutnya sambil memasang tampang terkejut, sedangkan Xiu An terbelalak hebat melihat kejadian yang baru saja dia lihat.

__ADS_1


"Huanran, keirianmu telah menyesatkan hatimu! Sebagai ketua aku akan meminta Tetua Biming memulangkanmu, sikapmu mempermalukan dirimu dan nama sekte! Sekte Kunlun tidak memiliki murid dengki sepertimu!" ujar Qixuan tegas dengan tatapan dingin. Entah sejak kapan Qixuan berada di depan Shua Xie, tiba-tiba muncul menahan serangan Huanran yang sedikit lagi hampir merusak wajah cantik Shua Xie.


Shua Xie sendiri hanya tersenyum tipis, dia sudah menduga adegan seperti ini akan terjadi, Qixuan pasti tidak akan tinggal diam melihat Huanran menyerang Shua Xie. Sebagai ketua kelompok mana bisa Qixuan tidak peduli dengan masalah anggotanya meski masalah itu tidak berhubungan dengannya. Yang terpenting, Shua Xie berhasil memancing Qixuan membelanya.


"Kau!"


"Ikut denganku dan selesaikan di depan Tetua. Jika kau memang tidak suka denganku jangan melampiaskan kepada orang yang tidak ada sangkut pautnya." Qixuan menyela Huanran cepat sembari dia menarik paksa Huanran meninggalkan kamar.


***


Qixuan keluar dari kamar Tetua Biming, selepas dia keluar dari ruangan itu helaan nafas terdengar dari mulutnya. Untuk hari ini dirinya merasa sedikit letih, masalah bertemu dengan Fang Xin membuat lelah ditambah lagi Huanran membuat kegaduhan. Untunglah Tetua Biming langsung memulangkan Huanran ke sekte Kunlun sebagai hukuman atas apa yang dilakukan Huanran.


"Hanya dipulangkan? Aku rasa sekte Kunlun terlalu baik kepadanya." Shua Xie tiba-tiba muncul menghampiri Qixuan, membuat Qixuan sedikit terkejut.


"Dia hanya sedang melewati masa sulit seorang Kultivator mengendalikan perasaan pribadi, tentu saja masih bisa dimaklumi," balas Qixuan dengan nada malas.


Shua Xie tersenyum tipis, "Oh, sepertinya Qixuan masih membelanya meski tahu dia telah berbuat kesalahan. Baru kali ini aku bertemu orang sebaik dirimu."


Pandangan Qixuan perlahan berubah tajam setelah dia mendengar ucapan Shua Xie barusan, "Kurasa itu bukanlah pujian," balas Qixuan datar. Shua Xie berkata seperti itu pasti bukan niat memuji melainkan mengatai kebaikan Qixuan terlalu berlebihan, bukankah ada istilah terlalu baik kepada orang jahat malah akan semakin membuat orang jahat itu meraja rela. Singkatnya seperti itulah makna dari ucapan Shua Xie.


"Mana mungkin aku berani mengatai ketua, aku hanyalah murid baru dan sudah sepatutnya bersikap baik. Bukankah begitu Qixuan?" Shua Xie masih tersenyum, sebuah senyuman yang bisa membuat jengkel siapa saja.


Karena Qixuan tidak lagi membalasnya, Shua Xie melangkah meninggalkan gadis itu, dia juga tidak berniat berdebat panjang dengan Qixuan, paling tidak Shua Xie sudah mengingatkan padanya untuk tidak terlalu baik kepada orang jahat, terkadang sedikit kekerasan juga bisa membuat seorang penjahat berubah. Tapi tepat pada langkah ke tiga, Shua Xie berhenti ketika dia mendengar Qixuan mengatakan sesuatu.


"Untuk masalah tadi, terimakasih telah membelaku," ucap Qixuan dengan suara pelan.


Shua Xie mengulum senyum lagi namun tidak berniat berbalik menatap Qixuan, "Jangan salah paham, aku tidak berniat membelamu, hanya saja aku tidak suka melihat orang seperti Huanran menghina perguruan yang kuikuti. Meski pun dia merasa hanya menghina sekte Kunlun tapi aku sebagai murid juga merasa terhina."


_____________

__ADS_1


A/N : Biang masalah akhirnya hilang


__ADS_2