
Shua Xie tinggal di kediaman Feng Xian hampir sebulan, merasa telah menghabiskan banyak waktu, Shua Xie berniat akan mengambil bulu Phoenix secara sembunyi-sembunyi. Sedangkan sebulan lagi dia harus ke Kerajaan Bora mendaftarkan diri memasuki sekte Kilat.
Shua Xie memikirkan rencana yang akan diambil untuk mendapatkan bulu Phoenix, bersama Phoe, Shua Xie menyusun rencana matang-matang. Setelah yakin rencana akan berhasil, Shua Xie langsung menuju aliansi Gold Lion.
Feng Xian tidak menghalang Shua Xie pergi ke sebab dia tidak tahu bahwa Shua Xie berniat pergi ke aliansi Gold Lion untuk mengambil bulu Phoenix, seandainya dia tahu, maka dia tidak akan membiarkan Shua Xie pergi dengan mudah.
Shua Xie juga sempat mendengar pembicaraan Feng Xian bersama Walikota beberapa minggu yang lalu. Walikota berniat menyerahkan bulu Phoenix pada Feng Xian demi keamanan bulu Phoenix, Walikota juga mengirim beberapa Kultivator hebat untuk menjaga kediaman Feng Xian. Namun jawaban yang diharapkan Walikota jauh berbeda, Feng Xian justru menolak untuk menjaga bulu Phoenix Agung sebab dia tidak yakin bisa menjaganya. Dengan kekuatannya dan tambahan Kultivator, menurutnya belum tentu bisa menjaga bulu Phoenix Agung.
Feng Xian merasa aliansi Gold Lion lebih baik menjaga sebab mereka memiliki keamanan yang ketat dan juga banyak Kultivator di sana. Feng Xian cukup yakin bahwa aliansi Gold Lion bisa menjaga. Dengan usia Feng Xian cukup tua merasa tidak akan sanggup menerima kepercayan penting seperti itu.
Walikota tidak bisa terus memaksa Feng Xian, dan hanya bisa menerima keputusan yang Feng Xian berikan.
Shua Xie mendengar itu awalnya cukup senang, sebab dia tidak perlu lagi harus repot masuk aliansi Gold Lion dan hanya perlu merebut dari Feng Xian. Namun ternyata kebahagiaan itu hanya sementara ketika Feng Xian menolak kepercayaan dari Walikota. Dan sekarangShua Xie memang harus masuk menjadi anggota dari aliansi Gold Lion.
"Aku hanya perlu menjadi anggota dari mereka, lalu mencari cara mendekati bulu Phoenix. Urusan selanjutnya Phoe yang akan lakukan ...." Shua Xie berjalan masuk ke dalam bangunan besar bertingkat 5. Shua Xie sangat takjub melihat perkembangan bangunan aliansi Gold Lion, begitu terlihat modern.
Kebetulan hari ini juga aliansi Gold Lion menerima beberapa anggota baru, dan Shua Xie memanfaatkan situasi itu mendaftarkan dirinya menjadi salah satu calon anggota. Setelah semua calon anggota selesai mengisi bio data pribadi, mereka digiring menuju lapangan besar. Di lapangan itu akan dilakukan tes fisik, untuk menjadi anggota dari aliansi Gold Lion harus memiliki kekuatan yang mampu membantu aliansi Gold Lion.
Tes yang dilalui hanya satu seleksi saja, mereka calon anggota baru akan memukul satu pilar, yang mana pilar itu bukan hanya sekadar pilar biasa, namun pilar itu adalah pilar pengukur kekuatan. Peserta akan diberi kesempatan memukul 3 kali, dan harus mampu membuat pilar itu berubah warna.
Konsep pilar itu tidak jauh berbeda dengan kubus yang ada di kota Brotavia. Namun sedikit yang membedakan pilar ini hanya akan mengeluarkan 1 warna, dan juga tidak mudah membuat pilar itu mengeluarkan warna. Butuh kekuatan penuh agar bisa membuat pilar itu benar-benar mengeluarkan warna.
Satu persatu calon anggota baru mulai melakukan seleksi. Peserta pertama ialah pria berbadan kekar dan besar, otot besarnya itu bisa menandakan bahwa pria itu memiliki kekuatan fisik yang kuat.
__ADS_1
Pria itu menatap pilar dengan tatapan datar, tidak menunjukkan ekspresi percaya diri, dan juga tidak menunjukan bahwa dia tidak bisa membuat pilar itu berwarna.
Pria itu menarik tangannya ke belakang, lalu memukul dengan kuat pilar di depannya. Dalam sekali serangan pilar itu langsung mengeluarkan warna keemasan dalam waktu 2 detik, setelah itu pilar kembali berwarna putih seperti biasa.
"Lulus," ujar pria berbaju hitam pada pria yang baru saja memukul pilar itu.
"Selanjutnya!"
Peserta calon anggota ke dua maju, kali ini pemuda biasa tidak bisa dikatakan bertubuh kekar namun juga tidak gemuk. Dari ekspresi wajahnya, tampaknya pemuda itu sangat yakin bisa memberi warna pada pilar.
Pemuda itu melayangkan pukulannya, dan benar saja pilar itu langsung mengeluarkan warna keemasan namun hanya bertahan 3 detik.
"Lulus! Selanjutnya!"
Pria itu memukul pilar dengan kuat, namun pukulannya tidak membuat pilar itu mengeluarkan warna. Orang-orang yang menyaksikan itu cukup terkejut melihat pilar tidak mengelurkan warna.
"Hah, wajahnya saja yang terlihat berbahaya, tapi ternyata kekuatannya tidak mampu membuat pilar itu mengeluarkan warna." Beberapa peserta mulai membicarakan pria berpedang 4 itu dengan ucapan-ucapan merendahkan.
"Awalnya saja tidak bisa, aku yakin selanjutnya juga akan tetap sama saja."
"Orang lemah sepertinya buat apa masuk ke dalam aliansi Gold Lion."
Shua Xie menggelengkan kepalanya mendengar beberapa peserta lainnya begitu merendahkan pria di depan pilar itu. Walau pun memang tidak bisa memberi warna, bukan berarti harus merendahkan. Padahal yang berbicara belum tentu bisa melakukan lebih baik dari pada yang dibicarakan. Karena bisa saja pria berperang 4 itu lebih baik dari mereka yang menghinanya.
__ADS_1
Pria itu meluncurkan lagi pukulan ke dua, kali ini dia memukul dengan sekuat tenaganya. Tapi ternyata masih belum sanggup membuat pilar itu mengeluarkan warna. Pria itu berdecak kesal sebelum akhirnya dia memilih untuk menyerah sebab dia sudah bisa menebak hasil terakhirnya.
Setengah jam berlalu dengan cepat, peserta calon anggota ada sebagian yang lulus ada juga sebagian yang tidak lulus. Ternyata memukul pilar itu tidak semudah yang mereka banyangkan, mungkin jika hanya dilihat memang terlihat mudah, tapi setelah mencobanya, kau akan paham seberapa sulitnya pilar itu.
Shua Xie dia memilih urutan terakhir sebab dia lebih ingin bersantai-santai terlebih dahulu sebelum menunjukkan aksinya nanti. Shua Xie juga ingin melihat seberapa banyak peserta calon anggota yang akan diterima. Namun setelah melihat lebih jauh, sangat kemungkinan lebih banyak gugur daripada lulus, seperti 2:5.
Peserta calon anggota juga lebih banyak pria dibandingkan wanita, bahkan jumlah wanita tidak sampai 5 peserta. Dan sejauh ini 3 peserta wanita telah lulus, dan Shua Xie peserta wanita terakhir yang belum mencoba kekuatannya pada pilar.
Pria berpakaian biasa yang menjadi peserta terakhir dan setelahnya giliran Shua Xie. Pria itu maju dengan wajah tampak begitu tidak meyakinkan, seolah dia sudah bisa menebak hasil dari pukulannya nanti.
"Silakan pukul." Pria pelaksaan tes mempersiapkan pria itu memukul pilar.
Pria berpakain biasa itu menarik nafas pelan lalu menghembuskannya dengan tenang. Tampak sekali dia berusaha menenangkan pikirannya, agar tidak menganggu hasil pukulannya nanti.
Setelah cukup lama mengambil ancang-ancang, akhirnya pria itu memukul pilar. Setelah pukulannya diluncurkan, tidak ada tanda-tanda perubahan warna dari pilar. Pria itu langsung menghela nafas pasrah. Namun tetap tidak mengurungkan niatnya untuk mencoba yang ke 2 kalinya.
Pukulan ke 2 kembali dilancarkannya, tapi ternyata masih belum bisa membuat pilar itu mengeluarkan warna. Akhirnya pria itu menyerah, karena dia tahu dia memang tidak akan bisa membuat pilar itu mengeluarkan warna.
Kini giliran Shua Xie yang maju untuk menunjukan kekuatannya di hadapan banyak orang. Shua Xie melangkah dengan perlahan tanpa memperdulikan pasangan peserta lain terhadapnya.
'Repot juga ya kalau terlahir dengan wajah cantik.' Shua Xie tersenyum kecil, melihat pandangan pria lain terhadapnya.
Shua Xie akui semenjak dia memasuki tubuh ini, dia sering mendapat tatapan-tatapan menggangu dari pria-pria yang menatapnya membuat dirinya merasa risih sendiri. Shua Xie akui wajahnya ini memang sangatlah cantik, bahkan jika dia saja seorang pria dia juga pasti akan merasa terpesona akan kecantikannya.
__ADS_1