
Li Hong mengeratkan rahangnya seraya menatap Chi Su geram, "Kau! Beruntung Bupati Qionglin mau dengan pelayan rendahan sepertimu! Beraninya kau bersikap seperti seorang Putri di sini!" bentak Li Hong keras.
Mendengar ucapan Li Hong, Chi Su tersentak kaget, bukan karena merasa direndahkan, tapi karena ucapan pertama Li Hong, Bupati Qionglin menginginkan dirinya.
Chi Su termundur selangkah karena terkejut, pandangannya juga langsung melihat seekor kuda yang berada tidak jauh dari belakang Li Hong. Di kuda itu, seorang pria 40 tahunan tersenyum pada Chi Su, senyum penuh nafsu besar. Bahkan Bupati Qionglin mengedipkan satu matanya pada Chi Su, membuat Chi Su bergidik ngeri sendiri.
Di sisi lain, Shua Xie masih diam, walau sebenarnya dia juga sedikit tersentak akan ucapan Li Hong. Bupati Qionglin menginginkan Chi Su? Sungguh mengejutkan sekaligus menggelikan.
'Masih saja tidak berubah,' ujar Shua Xie datar.
Chi Su menatap Shua Xie dan Li Hong bergantian, dia bingung bersikap seperti apa lagi. Awalnya Chi Su mengira Bupati Qionglin menginginkan Shua Xie, karena Shua Xie memiliki kecantikan jauh di atas kecantikannya, bahkan Chi Su sendiri tidak berani membandingkan kecantikan Shua Xie dengan kecantikannya, tentu saja Chi Su sadar, dirinya bahkan tidak jauh lebih rendah dari seorang budak. Sebab itulah juga Chi Su memarahi Li Hong sebab berpikir Li Hong menginginkan Shua Xie.
Tapi mendengar ucapan Li Hong, Chi Su sungguh terkejut, Bupati Qionglin menginginkan dirinya? Apa dia tidak salah dengar? Untuk apa?!
Ya, walaupun Chi Su juga memiliki kecantikan tidak terlalu buruk, memiliki sepasang mata besar hitam pekat, rambut panjang sebahu dan postur tubuh ideal, menjadikan dirinya tampak sempurna walau pakaian dan statusnya tidak mendukung. Mungkin saja jika Chi Su keturunan dari bangsawan, kecantikannya juga akan cukup populer di kalangan bangsawan.
Tapi bukan di situ intinya! Chi Su bukanlah wanita serendah itu, jika ada pria bangsawan menginginkannya dia akan langsung setuju. Walaupun dia hanya seorang pelayan, tapi soal harga diri jangan merendahkannya.
"Aku tidak paham apa yang kau ucapkan, Li Hong. Aku sedang ada urusan, aku harus pergi," ucap Chi Su penuh ketenangan, Chi Su mendekati Shua Xie lalu berjalan bersama meninggalkan Li Hong dan lainnya.
Shua Xie paham, Chi Su memiliki harga diri walau dia hanya seorang pelayan. Maka dari itu Shua Xie langsung mengikuti Chi Su berjalan.
Melihat Chi Su pergi begitu saja, Li Hong mengeratkan rahangnya marah, "Siapa yang mengizinkanmu pergi? Beraninya seorang pelayan tidak mematuhi perintah Bupati Qionglin! Apa kau sudah tidak ingin hidup lagi!" Li Hong menatap empat pria bersamanya.
"Tangkap mereka!" pekik Li Hong. Bersamaan dengan itu, empat pria berbadan besar itu langsung melaksanakan perintah Li Hong.
Chi Su segera berbalik saat mendengar perintah Li Hong, kemudian Chi Su menatap Shua Xie, "Nona, pergilah, biar aku menghadang mereka!" Setelah berucap demikian, Chi Su langsung berlari meninggalkan Shua Xie menuju empat pria yang mengejar dirinya. Chi Su sadar, dia sudah tidak bisa menghindar.
Melihat Chi Su pergi begitu saja, Shua Xie terdiam di tempatnya. Shua Xie dapat melihat Chi Su mulai melawan empat pria berbadan besar itu tanpa rasa takut.
'Ternyata kau bersungguh-sungguh mendengarkan perintahku.' Shua Xie tersenyum tipis, tidak dia sangka ternyata Shua Xie menjalankan apa yang pernah dia katakan pada Chi Su, tentang berlatihlah dengan baik sampai suatu saat Shua Xie akan mengajaknya berpergian.
Di sisi lain, Chi Su berusaha menghindari serangan senjata yang terus melayang ke arahnya. Dengan sangat jeli, Chi Su mengamati pergerakan musuhnya.
Chi Su melompat tinggi ke udara tatkala salah satu tombak musuh melayang ke arahnya. Kemudian Chi Su mendarat ke salah satu pundak musuh dengar kasar lalu memutar leher musuh tersebut.
"Aaarggg!!!" teriak salah satu musuh Chi Su ketika lehernya patah. Bahkan dia juga sampai memukul paha Chi Su sekuat mungkin, berharap Chi Su melepaskan lilitan kakinya dari lehernya sebab dia mulai kehabisan nafas.
Melihat rekan mereka kesulitan, tiga pria lainnya langsung berlari ke arah Chi Su sambil melayangkan senjata mereka. Tentu saja Chi Su tidak diam saja di tempatnya, dia melepaskan musuhnya lalu berlari ke salah satu bangun yang tidak jauh darinya, Chi Su mendekati bangunan itu bukan untuk masuk, tapi mendekati salah satu tiang bangunan kayu itu lalu melompat ke tiang itu dan memantulkan dirinya hingga dia berbalik arah menyerang tiga pria yang mengejarnya dengan menendang dada mereka satu persatu.
__ADS_1
Para penduduk biasa yang menyaksikan aksi bela diri Chi Su melawan empat pria besar berdecak kagum. Banyak orang terpukau akan keahliannya Chi Su, ada juga merasa kasihan pada Chi Su sebab berani membantah perintah Bupati Qionglin.
Semua orang tahu, Bupati Qionglin bukanlah pria berhati baik dan bertindak bijaksana. Namun karena Bupati Qionglin pintar mengatur siasat, sehingga dia bisa menjabat seperti statusnya sekarang.
Di sisi lain, Bupati Qionglin masih berekspresi tenang seperti air, namun dalam hatinya, sungguh dia memaki empat anak buahnya yang tidak bisa mengalahkan seorang gadis berbadan kecil.
Qionglin menatap Li Hong datar, seakan tidak peduli akan kekalahan empat anak buahnya, tapi kebenarannya dia sedang memberikan ancaman lewat tatapannya itu.
'Kau bermasalah, Li Hong,' ucap Li Hong dalam hatinya penuh ketakutan, karena Li Hong tahu makna tatapan Bupati Qionglin adalah sebuah ancaman akan ketidakpuasan kinerja Li Hong.
Li Hong beralih menatap beberapa pengawal yang masih berdiri di belakang kuda Qionglin, "Apa yang kalian tunggu? Kalian tidak dibayar hanya untuk menonton! Cepat tangkap pelayan itu!" pekik Li Hong keras dengan wajah memerah padam karena marah.
Sekitar ada lima pengawal khusus itu langsung menjalankan perintah Li Hong, dengan senjata mereka masing-masing, mereka berlari menyerang Chi Su yang masih berkelahi dengan pria-pria tadi.
Chi Su berbalik, melihat ada bantuan musuh berdatangan, ia pun mengumpat keras dalam hatinya.
'Sial!'
Chi Su tahu, dia tidak akan bisa menang melawan lima pria lagi, melawan empat pria tadi saja sudah menguras tenaganya. Apalagi dia belum sepenuhnya mempelajari ilmu bela diri.
Kembali Chi Su menatap Shua Xie yang kini sedang menonton pertarungannya. Tempatnya kini berbahaya untuk Shua Xie, dan Qian Yue pasti tidak ingin Shua Xie mendapatkan masalah karenanya.
"Nona! Cepat pergi! Di sini tidak aman!" teriak Chi Su keras.
Sudah dua tahun Qionglin mengamati Chi Su, dia tahu pelayan itu hanya memperdulikan Shua Xie majikannya. Selain itu tidak ada lagi, dan dari yang Qionglin ketahui, Shua Xie majikan Chi Su tidak ada di kota Xuilin ini. Kabarnya Putri ke Lima telah pergi dan belum kembali.
Lalu siapa rekan yang bersama Chi Su itu?
Qionglin melirik tajam ke arah seorang gadis yang Chi Su teriaki. Qionglin bisa melihat, gadis berpakaian jubah tertutup itu tampak tidak menggubris ucapan Chi Su, justru gadis yang hanya nampak bibir dan batang hidungnya itu mengukir senyum. Sebuah senyuman penuh ketenangan dan kepercayaan diri tinggi. Dan senyumannya itu mampu membuat Qionglin sedikit terkejut.
'Gadis itu, dia tersenyum padaku,' batin Qionglin sadar kalau gadis itu tersenyum padanya. Seketika tubuh Qionglin merasa sedikit bergetar, Qionglin mengalihkan pandangannya menatap sekitar. Melihat begitu banyak penduduk menyaksikan aksinya menangkap Chi Su.
Sadar kalau anak buahnya sudah menarik banyak perhatian, Qionglin berdecak pelan, 'Terlalu banyak yang memperhatikan, aku tidak tahu kalau pelayan itu mempelajari ilmu bela diri. Seharusnya ini tidak terjadi, tapi untungnya aku ada alasan untuk menangkap pelayan itu! Dan perlawanannya membantuku beralasan.'
Qionglin kembali menatap ke depan, bersamaan dengan dia menatap ke depan, Qionglin terkejut hebat. Pasalnya, gadis yang tadi berada jauh darinya kini sudah berdiri di depan kudanya.
"Bupati Qionglin, aku penasaran kesalahan apa yang dilakukan Chi Su sampai kau berani secara terang-terangan menangkapnya di depan umum?" ucap Shua Xie masih dengan keadaan tenang, tidak terdengar ada nada marah karena pelayannya diganggu.
Tanpa sadar, karena terkejut, Qionglin memundurkan selangkah kudanya. Qionglin juga menatap semua bawahannya telah tumbang di tanah, termasuk Li Hong. Hal itu membuat Qionglin semakin terkejut.
__ADS_1
Kapan? Dan bagaimana bisa semua bawahannya tumbang tanpa ia sadari? Padahal baru beberapa detik saja Qionglin mengalihkan pandangannya, tapi kenapa mereka semua telah tumbang?
Qionglin melirik ke arah lain, melihat Chi Su yang mana tadi sedang bertarung dengan bawahannya. Dia bisa melihat Chi Su berdiri seperti patung menatap gadis berjubah yang kini berdiri di depan Qionglin dengan tatapan terkejut luar biasa.
Qionglin paham satu hal, bukan Chi Su yang menumbangkan para bawahannya! Lalu siapa?!
Kembali Qionglin menatap ke arah gadis di depannya itu. Qionglin tidak bisa melihat jelas wajah gadis itu, selain bibir dan sedikit hidung mancungnya serta kulit putih bersih seperti salju milik gadis itu.
"Siapa kau? Dan ... dari mana kau berasal? Aku tahu tidak ada gadis sepertimu di kota Xuilin," ucap Qionglin setenang mungkin. Dia tidak ingin terlihat seperti sedang ketakutan. Qionglin juga yakin, gadis itu juga tidak mungkin berani menyerang di tengah kerumunan. Bisa mendapat masalah besar jika gadis itu berani bertindak gegabah.
"Kau mengalihkan pertanyaanku, Qionglin," balas Shua Xie dingin.
Mendengar ucapan gadis di depannya memanggil dirinya hanya dengan nama tanpa ada kata 'Bupati', Qionglin mulai naik darah. Qionglin pun menarik pedangnya dengan cepat lalu mengayunkan ke leher gadis di depannya. Tapi sebelum pedang itu benar menebas kepala gadis itu, pedang itu berhenti.
"Belum pernah ada orang berani memanggilku hanya dengan nama! Apakah kau tidak tahu aku siapa!" tegas Qionglin keras.
Semua orang tercengang melihat pedang Qionglin tepat di samping leher gadis di depannya. Bahkan Chi Su sudah berlari beberapa langkah berniat menghentikan pedang itu, tapi untungnya pedang itu tidak jadi menebas kepala majikannya.
Chi Su menatap geram Qionglin, tidak suka melihat Qionglin mengarahkan pedangnya pada majikannya. Bagaimana mungkin seorang Bupati mengarahkan pedangnya kepada seorang Putri!? Itu merupakan sebuah penghinaan namanya!
"Qionglin! Kau cari mati!" teriak Chi Su keras penuh kemarahan.
"Diam! Kaulah pelayan rendahan yang berani mencari mati!" balas Qionglin keras.
Di sisi lain, Shua Xie hanya tersenyum tipis sambil melirik pedang yang ada di dekat lehernya itu. Shua Xie mengangkat tangan kirinya memegang pedang milik Qionglin. Lalu meremasnya seperti ia meremas selembar kertas. Pedang itu pun patah dengan cepat.
Semua pandangan orang membulat sempurna! Termasuk Qionglin sendiri!
"Qionglin, aku rasa kau perlu seribu abad untuk menebas leherku. Tapi sebelum itu." Shua Xie melepaskan potongan pedang di tangannya hingga terjatuh ke tanah. Lalu menarik pedang Qionglin lagi hingga pemilik pedang itu terjatuh dari kudanya.
Qionglin merintih pelan tatkala wajahnya itu terbentur di tanah, karena tarikan Shua Xie sangat kuat, bahkan dia tidak bisa mengalahkannya.
"Kau! Beraninya! Dasar perempuan brengsek!" umpat Qionglin sambil memegang hidungnya yang berdarah. Tidak hanya hidungnya, dahinya pun juga terluka.
Di sisi lain Shua Xie masih tidak diam, dia juga langsung menarik kerah baju Qionglin tanpa memperdulikan umpatan Qionglin dan langsung menyeretnya menuju ke arah Chi Su.
"Katakan semua alasanmu nanti di depan Kaisar. Aku rasa kedatanganku tadi kau belum melihatnya, sehingga kau tidak mengenalku dan tidak menghormatiku!" ujar Shua Xie datar tanpa ada nada kasihan.
________________________
__ADS_1
**A/N : Maaf saya lama up-nya, alasan saya cuman satu, hp saya rusak jadi mengetik cerita harus di hp sepupu. Sepupu saya pun juga perlu hp nya, jadi saya bisa pakai saat dia senggang saja. Beberapa hari ini tugas sekolah banyak masuk, jadi tau lah bagaimana sulitnya meminjam hp pelajar di mana dia juga perlu.
Oke aku masih usahakan up untuk kalian, makasih masih setia pada ceritaku. Jangan lupa dukungannya ya, lopyue buat kalian 😆 aku akan terus usahakan up secepatnya untuk kalian, doakan aku bisa beli hp 😅 papay sampai bertemu di bab berikutnya**.