Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 89


__ADS_3

Di kerajaan Pilar Emas, mereka mulai menyambut kedatangan tamu besar, mulai dari kerajaan Bintang, kerajaan Bulan dan kerajaan lainnya. Tidak hanya itu, mereka juga menyambut kedatangan 2 Master hebat dari sekte Kilat yang mana akan menjadi juri nanti di hari pertandingan besok.


Kerajaan Pilar Emas, merupakan kerajaan terbesar pertama dan urutan terkuat ke dua setelah kerajaan Bora. Kerajaan Pilar Emas terkenal akan kekayaannya yang luar biasa, hampir setiap dinding kerajaan dibaluti dengan Emas, bahkan tak salah piring makan mereka pun juga terbuat dari emas. Dan kesepakatan 5 kerajaan, pertandingan akan di adakan di wilayah kekuasaan Pilar Emas, tepatnya di alun kota Yufeng. Karena memiliki keindahan kota yang cukup bagus dan fasilitas yang lebih memadahi penyeleksian nanti.


Di depan gerbang yang terbuat dari perak dan emas, seorang pria berbaju merah dengan jubah hitam panjang menjuntai indah, serta mahkota indah bertengger di kepalanya, tak lain ialah Raja dari kerajaan Pilar Emas, bernama Huang Foling. Raja yang terkenal dermawan dan berhati mulia, tidak hanya itu, kekuatannya juga tidak kalah jauh dari Xui Sukong.


Huang Foling datang ke gerbang menunggu kedatangan tamu penting, dia ingin menyambutnya secara langsung agar rasa saling menghormati pada sesama Raja saling terjaga, sekali pun pihak kerajaannya yang menjadi tuan rumah.


Melihat rombongan kereta kuda dengan bendera berlambangkan bintang serta ada nama marga keluarga Lu di bendera itu, kereta kuda itu mendekat ke gerbang. Huang Foling segera berjalan mendekati gerbang bersama dengan istrinya Sue Yan. Kereta kuda itu milik kerajaan Bintang, dari kereta kuda berwarna putih polos itu, turun seorang pria berjubah merah dengan mahkota di kepalanya, yang tak lain ialah Raja Lu Qiaohu. Lu Qiaohu turun didampingi oleh seorang wanita berjirah lengkap yang mana Huang Foling sangat mengenalnya, dia adalah Jenderal wanita terkuat di kerajaan Bintang, yang tak lain Mei Hua.


"Selamat datang Raja Lu Qiaohu," sapa Huang Foling bersamaan dengan istrinya. Huang Foling melirik ke kerata satunya, namun tidak ada yang keluar dari kereta kuda itu.


"Apakah Pangeran Lu Xiao tidak ikut bersama anda?" tanya Huang Foling saat dia sadar para Pangeran tidak ada bersama Lu Qiaohu.


Lu Qiaohu tersenyum membalas sapaan Huang Foling, "Terimakasih atas sambutan Raja Huang Foling. Tidak aku sangka Raja Huang akan turun sendiri menyambut kedatangan kami. Para Pangeran akan datang malam nanti, mereka masih ingin berkeliaran di alun kota Yufeng. Kau pasti tahu, anak muda paling tidak tahan mendengar percakapan orang tua," balasnya dengan tawa kecil lepas dari bibirnya.


"Hahaha ... anak muda jaman sekarang memang tidak sama seperti kita pada jaman dulu." Huang Foling juga ikut tertawa mengingat perubahan drastis jaman dulu dan sekarang.


"Kapan terakhir kali kita bertemu sahabatku? Sebulan yang lalu? Ah ... aku lupa."


"Lu Qiaohu, kau tidak pernah berubah." Huang Foling merangkul bahu Lu Qiaohu, "Mari sahabatku, kita masuk ke dalam. Tidak baik kita berbincang di luar."


Tidak salah Huang Foling begitu terkenal rendah hati di mata banyak orang, dengan kebaikannya ini tak salah dia sangat dipandang sangat mulia oleh rakyatnya, bahkan rasa hormat rakyat padanya jauh lebih tinggi daripada rasa hormat mereka pada Raja terdahulu. Huang Foling juga tidak hanya terkenal baik hati, namun juga cerdas memanfaatkan apa saja untuk keuntungannya terutama keuntungan rakyatnya.


Lu Qiaohu semakin menyukai Huang Foling, dengan sikapnya begitu rendah hati, siapa tega melukainya? Jika memang ada, maka orang itu sudah salah besar memusuhi Huang Foling. Memusuhi Huang Foling sama saja dengan memusuhi seluruh kehiduoan di kota Yufeng ini. Jelas mereka tidak akan terima Raja Agung mereka mendapat masalah.


Lu Qiaohu dan Huang Foling masuk bersamaan ke dalam kerajaan Pilar Emas. Dikawal dengan para prajurit elit, di belakang Lu Tianyu dan Huang Foling ada beberapa toko besar mengikuti, seperti Ratu Sue Yan, Jenderal Mei Hua dan Jenderal Kian Ren jenderal kerajaan Pilar Emas.


Ketika 2 sosok besar itu masuk, mereka disugukan pemandangan mewah, berkilau dan terang. Entah itu karena sinar lampu kaca, keramik berlian atau tembok emas di sepanjang jalan. Lu Qiaohu benar-benar kagum, kejayaan Huang Foling mampu merubah pesat kerajaan Pilar Emas seperti kerajaan kokoh terbuat dari emas. Sangat jelas kecerdasan Huang Foling sangat tinggi, mungkin bahkan jauh di atas khayalan Lu Qiaohu.


Mereka terus berjalan, setiap perjalanan mereka disugukan pemandangan menarik dan mewah, entah itu air terjun kecil di dalam kerajaan atau, lukisan-lukisan mewah yang tak pernah Lu Qiaohu lihat. Tidak lama mereka berjalan, mereka tiba di depan pintu besar berwarna emas, pintu itu terbuat dari emas dan batu mirah cantik, di tengah pintu ada terdapat kepala singa sebagai lambang utama kerajaan ini. Tidak ada yang tahu kenapa Huang Foling memilih singa sebagai lambang utama kerajaan Pilar Emas, namun yang jelas Huang Foling pernah berkata ada leluhur singa yang pernah menyelamatkannya. Hingga dia menjadikan lambang kepala singa sebagai lambang utama kerajaan Pilar Emas sebagai bentuk rasa hormatnya.


Pintu setinggi 4 meter dengan lebar 3 meter, memiliki ketebalan pintu hampir setengah meter. Dibuka dengan 4 prajurit berbadan besar. Ketika pintu dibuka, mereka segera masuk dan dapat melihat sudah banyak para tamu di dalam aula besar itu. Bahkan di dalam aula itu sudah disediakan jamuan-jamuan kecil sebagai makan ringan penyambut. Acara makan besar akan diadakan nanti malam, ketika semua sosok penting telah datang.


Kedatangan 2 sosok Raja itu langsung disambut hangat oleh para tamu lain di dalam aula itu. Raja Jiang Yuer dari kerajaan Bulan berdiri dari kursinya kemudian berjalan menuju Huang Foling dan Lu Qiaohu. Jiang Yuer memaparkan senyuman khasnya pada 2 sosok sahabatnya itu.


"Selamat datang Raja Lu Qiaohu," sapa Jiang Yuer lalu pandangannya beralih kepada Huang Foling, "Dan juga Raja Huang Foling."


"Raja Jiang Yuer ternyata telah datang lebih awal, aku pikir akulah yang pertama datang," balas Lu Qiaohu dengan tawa kecil. Huang Foling dan Jiang Yuer juga ikut tertawa kecil.


"Hahaha ... tapi maaf, sepertinya akulah yang pertama datang. Kau kalah cepat, Lu Qiaohu," balas Jiang Yuer.


Ke tiga sosok penting itu tertawa lepas bersama memperlihatkan pada semua tamu bahwa mereka benar-benar sudah saling akrab satu sama lain dan mengikat perjanjian saling menjaga hubungan. Tawa mereka bagitu lepas sempat membuat para tamu berpikir bahwa ke tiga sosok ini adalah sahabat di masa muda sehingga keakraban mereka sangat kuat.


2 pria paruh baya dan 2 anak muda pria dan wanita datang menghampiri, 3 sosok penting itu. Ketika jarak 2 sosok ini sudah dekat, mereka langsung memberi salam.


"Salam Yang Mulia Raja Huang Foling, Yang Mulia Raja Lu Qiaohu dan Yang Mulia Raja Jiang Yuer," ucap 2 sosok itu bersamaan sambil memberikan hormat. 2 anak muda di belakangnya juga ikut memberi hormat.


Huang Foling, Jiang Yuer dan Lu Qiaohu langsung menoleh saat ada suara menyapa mereka bertiga. Sekilas mereka dapat melihat 2 sosok toko besar bersama 2 sosok anak muda sedang memberi hormat pada mereka bertiga.


Huang Foling lah yang paling pertama langsung membalas sapaan 4 sosok itu, tak lama disusul Jiang Yuer dan Lu Qiaohu bersamaan. Mereka bertiga sangat menghormati 2 Master dari sekte Kilat ini, tidak hanya dalam segi hubungan kerjasama namun juga dalam hal pertemanan.


Tetua Wuyin selaku Penatua utama di sekte Kilat datang secara khusus sebagai juri utama dalam penyeleksian nanti. Lalu pria yang tak jauh berbeda dengan usia Tetua Wuyin adalah Hayun Dao penatua ke dua di sekte Kilat. Lalu 2 anak muda yang ikut bersama mereka ada 2 murid jenius dari sekte Kilat, yang mana posisi dua anak muda ini sangat tinggi di antara semua posisi murid lainnya. Mereka ada Ning Er dan Jung Suk, murid langsung dari Tetua Wuyin.


"Master Wuyin, kami merasa sangat terhormat bisa kedatangan Master hebat seperti anda, terlebih lagi anda juga menyetujui penyeleksian besar-besaran ini." Huang Foling merasa sangat bangga bisa kedatangan sosok hebat seperti Wuyin di kerajaannya.


"Yang Mulia Raja Huang terlalu sungkan. Kami pun dari pihak sekte Kilat juga merasa terhormat bisa menjadi salah satu toko utama di dalam penyeleksian nanti," balas Wuyin sambil melirik ke arah Hayun Dao. Ke dua sosok ini sama-sama melebarkan senyuman dan anggukan kepala.


Jiang Yuer melirik ke arah 2 anak muda di belakang Wuyin dan Hayun Dao, sedikit tertarik akan identitas dari dua anak muda itu. Ikut bersama Master Wuyin dan Hayun Dao pastilah status mereka juga tidak kalah tinggi? Atau mungkin mereka murid dari salah satu Tetua di depannya ini.


Karena penasaran, Jiang Yuer mengajukan pertanyaan, "Master Wuyin, siapakah dua anak muda di belakang anda? Ikut bersama dua sosok hebat ini pastilah status mereka tidak biasa."


Huang Foling dan Lu Qiaohu melirik ke arah 2 anak muda itu, baru mereka sadari ada 2 sosok anak muda di belakang Wuyin dan Hayun Dao mengikuti mereka. Terbesit juga di kepala mereka siapa 2 anak muda itu?


Wuyin mengalihkan pandangannya pada Jung Suk dan Ning Er, kemudian kembali lagi menatap ke depan dengan senyuman merekah hangat.

__ADS_1


"Mereka berdua adalah muridku," jawab Wuyin singkat, lalu tangannya menyentuh pundak Ning Er, "Ini Ning Er, murid paling berbakat di antara murid perempuan lainnya." Lalu tangannya beralih lagi menyentuh Jung Suk, "Dan ini Jung Suk, pemuda jenius memiliki tiga elemen tato aura sekaligus. Sangat jarang bisa menemukan pemuda sepertinya, bahkan aku rasa hanya ada dia di dunia Bawah."


Melihat Wuyin memperkenalkan 2 anak muda itu dengan antusias serta penuh rasa bangga, Huang Foling dan 2 rekannya itu hanya bisa mengangguk kepala pelan merasa kagum mendengar jawaban Wuyin. Jika sosok Wuyin sudah memuji kejeniusan 2 anak muda itu, berarti mereka memang paling berbakat di sekte Kilat.


Ning Er dan Jung Suk memberi hormat saat guru mereka memperkenalkan mereka pada 3 raja terhormat. Bisa memberi hormat pada 3 raja sekaligus sangat jarang bisa terjadi, apalagi bertatap muka dengan 3 raja tersebut.


Jiang Yuer paling tertarik pada Jung Suk karena pemuda itu memiliki 3 elemen tato aura yang sangat jarang bisa ditemukan di pelosok benua ini. Bahkan ini kali pertamanya Jiang Yuer mendengar ada Kultivator memiliki 3 elemen sekaligus -- bukankah itu jenius? Tapi apa iya, jangan lupakan masih ada sosok toko utama yang belum muncul.


"Master Wuyin, aku rasa penyeleksian kali ini sekte Kilat akan banyak mendapat murid berbakat. Dari kabar yang aku dengar, banyak pemuda-pemudi mengikuti penyeleksian ini, pasti di antara banyaknya peserta pasti ada yang paling menonjol," ucap Jiang Yuer sambil menatap ke arah Wuyin. Sekadar memperingatkan bahwa tak selamanya 2 anak muda itu akan menjadi yang paling jenius di sekte Kilat nanti, kemungkinan saja posisi jenius mereka akan direbut oleh murid baru. Itu bukan lagi hal mustahil, benarkan?


Sekilas Wuyin terdiam, tapi tak lama dia tertawa pelan dengan anggukan kepala, "Yayaya ... aku rasa dengan adanya penyeleksian besar-besaran, akan ada murid jenius nantinya. Mungkin saja lebih jenius dari pada Ning Er dan Jung Suk."


Saat sedang asik bercengkrama, mereka kedatangan 1 pria berjirah perak yang tak lain prajurit kerajaan Pilar Emas. Prajurit itu memberi hormat ketika sudah berada di depan para tamu yang ada bersama Rajanya.


"Lapor Yang Mulia, rombongan kereta kuda Kerajaan Kipas Putih telah tiba di gerbang kota."


Huang Foling menatap para tamunya, memberikan tatapan sedikit sedih tak ingin meninggalkan perbincangan yang sedang dia lakukan. Namun tidak baik juga Huang Foling tidak menyambut kedatangan rombongan Raja Biao Shen.


Sebelum Huang Foling meninggalkan para tamunya, dia berpamitan terlebih dahulu setelah itu barulah dia pergi.


***


"Yang Mulia Ratu Besar, kita telah masuk di gerbang masuk kota Yufeng," ucap kasir penunggang kereta kuda Shua Xie.


Shua Xie sedang duduk termenung di dalam kerata, merasa begitu bosan tidak bisa melakukan hal menarik. Namun setelah mendengar kasir memberitahukan kalau kereta kuda mereka telah memasuki gerbang kota Yufeng, Shua Xie langsung memasang wajah ceria, merasa lebih bersemangat dari sebelumnya.


Tangan Shua Xie membuka tirai jendela kereta, dan langsung tampaklah perumahan-perumahan di pinggir jalan. Pemandangan begitu familiar mengingatkan Shua Xie akan kota Bora dan kota Xuilin di dunia Tengah. Walau hari sudah menunjukkan malam hari, namun kegiatan para warga masih berjalan seperti biasa. Bahkan terlihat lebih ramai dari biasanya, di sepanjang jalan Shua Xie dapat melihat banyak lampion dipajang dengan indah.


Biasanya acara pemasangan lampion di kota Yufeng hanya terjadi beberapa kali saja, seperti tahun baru, atau malam-malam penting peringatan kota ini. Tapi khusus untuk malam ini, karena kota Yufeng menjadi tuan rumah penyeleksian pertandingan besok, Raja Huang Foling mengadakan malam ini sebagai malam pesta bahagia menyambut kedatangan tamu besar dan juga para peserta Kultivator dari setiap pelosok.


Shua Xie menghirup udara sedalam mungkin, berusaha merasakan hawa malam ini, begitu bahagia dan tenang. Tidak ada terdengar perselisihan atau perkelahian, kedamaian kota Yufeng benar-benar berbeda dengan kota Bora.


Tidak lama kereta kuda Shua Xie berjalan, kerata kudanya berhenti, pertanda tujuan kereta telah sampai. Kasir yang menunggangi kereta kuda milik Shua Xie segera melaporkan bahwa kereta telah tiba di depan gerbang kerajaan Pilar Emas.


Shua Xie segera turun dari kereta, bersamaan dengan itu, Xui Sukong dan 3 pemuda bersamanya juga telah turun dari kereta. Di depan gerbang Shua Xie bisa melihat ada seorang pria paruh baya sedang berdiri, mengenakan jubah bulu tebal serta mahkota di kepalanya. Shua Xie bisa menebak status pria itu tak lain ialah Raja di kerajaan Pilar Emas. Namun yang tak Shua Xie sangka ialah, betapa rendah hatinya pria itu sampai rela datang menyambut secara khusus tamu-tamunya. Bukankah itu terlihat merendahkan statusnya? Tapi Shua Xie tidak berpikir seperti itu, pria itu ditemani dengan 1 pria berjirah perak lengkap.


"Selamat datang sahabatku, Raja Xui Sukong. Aku sempat berpikir kau tidak akan datang, karena kau terlalu lambat tibanya. Tapi ternyata tidak," ucap Pria itu sangat hangat, seolah sedang berbicara dengan saudaranya sendiri.


Xui Sukong melepaskan pelukannya, lalu merangkul bahu pria itu dengan gemasnya.


"Maafkan aku sahabatku, Huang Foling. Di perjalanan tadi kami mendapat sedikit kendala. Sebab itulah kami telat datang," balas Xui Sukong.


Huang Foling menatap ke arah 4 anak muda yang sedang terdiam menyimak pembicaraan 2 raja ini. Saat Huang Foling menatap ke arah 4 anak muda itu, 3 anak muda langsung membungkuk memberi hormat.


"Salam Yang Mulia Raja Huang Foling," sapa 3 anak muda itu bersamaan, hanya 1 saja yang tidak ikut dan hanya memilih diam dengan wajah datar.


Huang Foling tersenyum hangat membalas sapaan 3 anak muda itu - ternyata anak muda dari kerajaan Bora memang hangat seperti Xui Sukong. Namun yang menjadi sorotan Huang Foling ialah gadis berbaju hitam minim, berkaus tangan hitam, berwajah begitu cantik untuk seusianya dan memiliki warna mata unik. Raut wajah gadis itu begitu datar, tidak menunjukkan ekspresi apapun. Namun yang lebih membingungkan ialah gadis itu tidak memberi salam padanya. Huang Foling memang tak pernah minta dihormati semua orang dengan statusnya sekarang, tapi tidak pernah ada seorang pun tidak memberi salam padanya. Dan gadis di depannya ini membuka matanya.


Melihat Huang Foling menatap ke arahnya Shua Xie, Shua Xie langsung menarik senyum tipis lalu menyapa, "Selamat malam Raja Huang."


Kaget Huang Foling saat Shua Xie tersenyum padanya, seolah tengah terciduk menatap seseorang, Huang Foling langsung gelagapan, tapi tidak menunjukkan reaksinya itu. Huang Foling membalas senyuman Shua Xie. Sapaan gadis itu sungguh berbeda dengan yang lain, biasanya dia akan disapa dengan sebutan Yang Mulia, namun gadis ini justru terdengar memanggilnya seolah status gadis itu setingkat lebih tinggi darinya.


Huang Foling langsung melirik ke arah Xui Sukong, memberikan pertanyaan lewat tatapan matanya itu, 'Siapa gadis itu?'


Xui Sukong tersenyum kaku saat Huang Foling menatapnya dengan tatapan pertanyaan. Ingin dia menjawab bahwa status gadis itu ialah pemimpinnya, namun mereka semua telah berjanji tidak akan memberitahukan identitas Shua Xie di hadapan para Raja lainnya, itu semua demi tidak mengundangnya banyak pertanyaan.


Melihat reaksi Xui Sukong begitu aneh, Huang Foling sudah dapat menebak, status gadis itu tidaklah biasa. Hal itu membuat rasa penasaran Huang Foling semakin tinggi. Namun dia sadar dia tidak bisa mendapat jawabannya dari Xui Sukong melihat Xui Sukong tidak menjawabnya.


Shua Xie menatap ke arah Huang Foling sedikit tajam, melihat pengamatan Huang Foling begitu tajam, Shua Xie merasa ini bukanlah hal baik.


"Raja Huang Foling terlalu berpikir tinggi, aku hanya peserta yang mewakili kerajaan Bora." Shua Xie menjawab rasa penasaran Huang Foling, membuat Huang Foling sedikit tersentak kaget sebab gadis itu bisa membaca apa yang dia pikirkan. Sejenak Huang Foling menatap Shua Xie dengan tatapan intens - gadis ini sungguh cerdas dan berbahaya.


"Nona kau mengejutkanku." Sejenak Huang Foling tersenyum, "Mari kita masuk ke dalam. Para tamu telah menunggu kedatangan kita," balas Huang Foling. Kemudian Huang Foling mengajak Xui Sukong dan rombongannya masuk  ke dalam istana.


***

__ADS_1


Di depan pintu aula, Huang Foling dan Xui Sukong bersama rombongan masuk. Ketika Mereka masuk langsung disugukan kerumunan yang lumayan ramai, banyak para bangsawan berada di dalam aula itu. Mereka semua sudah duduk di kursi masing-masing yang telah disiapkan. Entah itu bangsawan pria atau wanita, mereka semua sedang duduk sambil bercengkrama.


Namun melihat kedatangan Huang Foling dan beberapa rombongan, mereka langsung melirik ke arah rombongan itu. Para bangsawan wanita melirik ke arah pemuda berwajah tampan, begitu mempesona seakan pemuda itu ialah pemuda paling mahir menggoda. Apalagi ketika pemuda itu tersenyum, para bangsawan wanita hanya bisa bersemu malu dan curi-curi perhatian.


Sedang para bangsawan pria, awalnya pandangan mereka tetuju pada gadis berambut biru malam dengan manik mata berwarna biru mencolok. Gadis itu memiliki wajah lumayan manis, ditambah lagi dengan gaya pakaiannya. Membuat para bangsawan pria merasa gemes ingin mendekati gadis itu. Tapi ... ketika muncul gadis berbaju serba hitam minim, berbawakan 1 pedang di pinggangnya, dan memiliki wajah cantik bak Dewi. Mereka semua langsung mengalihkan pandangan mereka pada gadis itu. Gadis berwajah datar bermanik mata unik. Gadis itu berjalan paling akhir, tidak menoleh ke kiri atau pun kanan, pandangannya fokus ke depan, seolah tak tertarik melirik ke arah lain.


Xui Sukong tiba di sebuah meja panjang, yang mana meja itu terdapat 3 Raja sedang berdiri menyambut kedatangan 2 sahabat mereka. Tidak hanya 3 Raja, masih ada Tetua Wuyin dan Tetua Hayun Dao yang juga ikut berdiri menyambut kedatangan Xui Sukong dan Huang Foling.


Shua Xie dan Xui Miaoyu duduk di kursi khusus kursi para gadis bangsawan. Kedatangan mereka disambut hangat oleh gadis manis bermata hitam, berbaju serba hijau. Gadis itu meminta Shua Xie duduk di sampingnya sebab ada beberapa hal yang gadis itu ingin tanyakan pada Shua Xie.


Tapi untuk gadis bangsawan lainnya, ada beberapa dari mereka tak suka akan kedatangan Shua Xie sebab iri akan kecantikan gadis it lebih di atas rata-rata kecantikan gadis umumnya. Bahkan ada dari mereka berbisik mengatakan kecantikan Shua Xie dia dapatkan dari hal buruk, seperti mandi darah atau sebagainya.


Setelah semua para tamu telah berkumpul, Huang Foling berdiri dari kursinya, lalu menatap 4 sahabatnya itu sambil mengangguk pelan, mengisyaratkan pada mereka untuk mulai membuka acara.


"Para tamu sekalian, berhubung semuanya telah terkumpul. Acara makan malam sebagai acara makan bersama sebagai bukti persahabatan lima kerajaan kita mulai." Huang Foling mengangkat gelasnya yang berisi air anggur. Melihat Huang Foling mengangkat gelas, mereka semua langsung mengangkat gelas masing-masing, "Mari bersilang."


Acara makan malam berlangsung meriah, gelak tawa senda gurau terdengar di mana-mana. Betapa akurnya 5 kerajaan ini, membuat Shua Xie merasa sedikit lega. Itu berarti kerajaan Bora tidak memiliki musuh besar seperti kerajaan Pilar Emas atau kerajaan lainnya. Jika saja kerajaan Bora memiliki musuh dari 4 kerajaan lainnya, Shua Xie tidak bisa menebak seperti apa jadinya jika dia meninggalkan kerajaan Bora. Sekarang kekuatan kerajaan Bora sudah jelas melemah, dengan banyaknya pejabat mengundurkan diri. Jika suatu saat terjadi sesuatu buruk saat dia pergi, maka itu akan menjadi hal buruk baginya.


Shua Xie sempat berpikir akan menyerang 4 kerajaan lainnya jika 4 kerajaan itu menjadi musuh kerajaan Bora. Namun setelah melihat keakraban 5 raja itu ... Shua Xie merasa lega.


Setelah hari semakin malam, Huang Foling melalukan acara penutupan dengan saling memperkenalkan para bangsawan generasi muda satu sama lain, gunanya jika ada di antara mereka memiliki ketertarikan, mereka bisa saling menyuarakan perasaan mereka. Dengan menjodohkan atau menyatuhkan mereka, bukankah itu semakin mempererat persahabatan antar kerajaan? Huang Foling berharap seperti itu.


Shua Xie memutar matanya malas, "Hal ini ... bahkan sekali pun aku di dunia Kultivator. Tidak akan bisa lepas dari yang namanya perjodohan," gumam Shua Xie dengan nada malas.


Gadis di samping Shua Xie menatap Shua Xie sedikit bingung, melihat reaksi Shua Xie tidak begitu suka setelah Huang Foling menjelaskan acara terakhir, gadis itu berpikir sepertinya Shua Xie memang berbeda dengan wanita lainnya.


"Hai, bolehkah aku berkenalan denganmu?" sapa tadi itu sambil menyatuh pundak Shua Xie.


Merasa ada yang menyentuh pundaknya, Shua Xie langsung mengalihkan pandangannya, "Kau?" Pertanyaan Shua Xie terhenti seenak.


"Aku, Huang Sua, Putri Pertama dari kerajaan Pilar Emas." Gadis itu langsung memperkenalkan namanya saat Shua Xie menatapnya dengan pertanyaan.


Shua Xie mengerutkan keningnya, Huang Sua, anak gadis pertama Raja Huang Foling dan Ratu Sue Yan. Dia dengan polosnya langsung memperkenalkan namanya pada Shua Xie, sempat membuat Shua Xie sedikit terkejut.


"Ah ... Putri Huang Sua. Senang bisa berkenalan denganmu, aku Shua Xie," balas Shua Xie dengan senyuman tipis.


"Shua Xie, nama yang bagus. Tolong jangan panggil aku dengan sebutan Putri, aku kurang suka mendengarnya. Kulihat kau tidak tertarik acara terakhir ...."


"Seperti yang Nona Huang Sua lihat. Aku memang sangat tidak tertarik, menjodohkan atau menyatuhkan terdengar konyol di telingaku. Kita ini memiliki perasaan sendiri, kenapa harus diikat-ikat begitu? Apakah kodrat wanita di dunia ini begitu rendah?"


Huang Sua menutup mulutnya terkejut, tak percaya perkataan kasar akan keluar dari mulut Shua Xie. Namun walau pun begitu ... yang Shua Xie katakan memang tak salah, tapi perkataannya tidak pantas diucapkan untuk seorang gadis bangsawan terhormat berbudi santun.


Shua Xie berbudi santun? Hah, itu lelucon yang garing!


Melihat ekspresi Huang Sua begitu berlebihan, Shua Xie kembali berbicara, "Nona Huang Sua. Biar kuperjelas satu hal padamu, aku sangat berbeda dengan wanita lainnya. Jangan pikir karena aku memiliki wajah cantik, aku juga harus beretika seperti wajahku. Hidupku bebas seperti angin, berhembus ke mana pun ku mau. Tidak ada yang bisa menghentikkanku, sekali pun dia seorang Raja."


"Nona Shua. Kau ... kau sungguh ... sungguh sepemikiran denganku! Akhirnya ada orang berpikiran sama denganku! Tidak salah Kakakku menilaimu baik sejak awal aku melihatmu!" Huang Sua langsung memeluk gemas Shua Xie sampai lupa kalau saat ini sedang berada tempat ramai. Banyak mata melirik ke arah 2 gadis itu yang sedang berpelukan, lebih tepatnya dipeluk.


Shua Xie berada di dalam pelukan Huang Sua merasa sesak, siapa sangka kekuatan gadis itu begitu kuat, hanya dalam pelukannya saja Shua Xie merasa seperti sedang diremuk.


"Uhuk! Uhuk! Nona Huang Sua. Aku sulit bernafas!" desa Shua Xie dengan nafas tercekat.


"Ah ...." Huang Sua langsung melepaskan pelukannya saat Shua Xie meringis keras dalam pelukannya, dengan senyuman canggung Huang Sua meminta maaf, "Ma-maafkan aku. Aku terlalu bahagia ...."


Shua Xie segera menarik nafas sebanyak mungkin, kemudian dia beralih menatap Huang Sua, "Ti-tidak masalah. Tapi, apa maksud anda dengan Kakak anda tidak salah menilai?" tanya Shua Xie teringat akan ucapan Huang Sua barusan. Siapa pun bisa mendengar jelas ucapan gadis polos itu.


"Ah itu ...."


Di sela-sela keributan Huang Sua dan Shua Xie. Tiba-tiba saja terdengar suara keras berbicara, "Yang Mulia Raja, izinkan saya menikahi Nona Shua Xie setelah penyeleksian nanti!"


Seketika semua pandangan menatap orang tertuju ke sumber suara itu, begitu pun Shua Xie. Dengan raut wajah keras dan alis berkedut dia menatap pria itu, tidak pernah dia berharap namanya akan disebut oleh para Pangeran bangsawan mana pun, namun sepertinya harapan Shua Xie itu tidak dikabulkan langit. Shua Xie menatap tajam ke arah pria berambut hitam, memiliki sorotan mata menggoda. Pria berpakaian serbah hitam itu menatap ke arah Shua Xie dengan senyuman menggoda.


Ketampanan pria itu tidak bisa dipungkiri, memiliki alis tebal, hidung mancung, serta senyuman menggoda, wanita mana tak mengatakannya tampan? Ah ... khusus untuk Shua Xie, dia lebih tepatnya jijik menatap pria genit itu. Melihat pria itu menghangatkan Shua Xie pada Lou Yue. Sama-sama gila dan sama-sama percaya diri. Namun sepertinya pria satu ini lebih narsis dari pada Lou Yue.


_____

__ADS_1


Gaes bagi kalian yg ada IG bisa follow akun IG saya, namanya penulis_lepas203 ❤ nanti aku follback 🖒❤ akun IG ini baru saya bikin subuh ini 😅 jadi belum banyak mengikuti atau pun diikuti 😄


Ayo vote vote vote, biar gak banyak juga gak papa 👑❤ jangan lupa likenya ya 😘 oh ya mampir donk ke cerita author yg satunya 😆 yang judulnya Pheonix Reincarnation 👑 dijamin seru kok, cerita ini real gak ada dunia Kultivator namun, banyak konflik yang akan dilalui si pemeran utama. banyak hal ajaib akan dikeluarkannya, ya masih 4 bab sih ... Tapi cerita itu tetep up, meski gak selancarnya up PMD 😄 beri dukungan ya


__ADS_2