
Melihat Chen Xui keluar dari arena dengan cara tidak wajar, Letnan Go Fei berniat turun dan memberikan pelajaran pada pria berkulit coklat itu. Menendang seorang Pangeran dengan kuat adalah tindakan penghinaan, sebagai hukumannya maka pria itu harus menerima penghukuman berat. Saat Go Fei ingin mundur, tiba-tiba Xui Sukong yang berada di depan Go Fei, duduk di kursi tamu khusus berbicara.
"Go Fei, tenangkan dirimu. Semua itu wajar, ini adalah pertandingan."
Mendengar Xui Sukong bersuara, Go Fei langsung berhenti, sedikit terkejut sebab Xui Sukong bisa menebak isi pikirannya saat ini. Tapi lebih terkejut lagi atas reaksi Xui Sukong setelah melihat Putranya diperlakukan tidak baik hanya diam saja.
Namun di sini, Apa yang bisa Go Fei lakukan jika Xui Sukong telah berkata. Ucapan Raja adalah titah untuknya. Tapi di sisi lain Go Fei masih tidak terima akan perlakuan pria berkulit coklat itu.
"Baik, Yang Mulia," balas Go Fei.
Xui Sukong tersenyum tipis mendengar jawaban Go Fei, kembali Xui Sukong menatap ke arena. Dari jarak seperti ini, dia bisa melihat semuanya, dia bisa melihat Xui Miaoyu dan Xui Cuisha tengah membawa pergi Chen Xui keluar stadion yang pasti menuju posko medis. Dan tak jauh di belakang 3 pemuda itu, ada Shua Xie berjalan santai mengikuti mereka.
'Ada Nona Shua Xie, seharusnya dia bisa menghentikan amarah Xui Cuisha dan Xui Miaoyu,' gumam Xui Sukong pelan. Xui Sukong sendiri sudah bisa menebak, Xui Cuisha pasti tidak akan terima jika Chen Xui diperlakukan seperti itu, ditendang keras keluar arena sampai terpental ke hadapan barisan para peserta. Adalah sebuah penghinaan di mata banyak para bangsawan.
****
Shua Xie berjalan meninggalkan Xui Cuisha dan Xui Miaoyu yang masih terdiam di tepat mereka setelah mendengar ucapan Shua Xie begitu tajam menusuk perasaan mereka. Namun mereka berdua sadar, apa yang Shua Xie katakan memanglah benar, di dalam pertarungan tidak ada saling memandang status. Yang terpenting dalam benak para peserta ialah kemenangan, lagi pun 5 pihak kerajaan telah sepakat, jika para bangsawan mengikuti pertandingan maka status mereka sama seperti peserta lainnya, tidak ada yang diistimewakan.
Tapi mau bagaimana pun, mereka tidak bisa menerima begitu saja Chen Xui diperlakukan seperti hewan.
Xui Cuisha mengangkat wajahnya memandang Shua Xie yang mulai meninggalkan mereka berdua. Dia bisa melihat Shua Xie pergi begitu tenang, seakan apa yang Shua Xie katakan tadi sudah cukup menghentikan mereka berdua, dan memang benar perkataannya tadi sudah cukup membuat Xui Cuisha tersadar. Jika Xui Cuisha ingin membalas semuanya, menangkan babak pertama sampai bertemu di babak berikutnya dengan pria berkulit coklat itu. Di situ Xui Cuisha bisa membalas semua perlakuan pria itu.
Xui Cuisha beranjak berdiri, di sampingnya Xui Miaoyu juga ikut berdiri. Xui Cuisha menatap ke arah Xui Miaoyu dan mengatakan bahwa mereka berdua harus kembali ke arena, karena bisa saja sehabis pertandingan tadi giliran mereka lagi yang maju.
Di sisi lain Shua Xie telah kembali ke arena, pandangan Shua Xie tertuju pada panggung arena berbentuk lingkaran di mana di panggung itu sudah tersisa 3 peserta. Karena mengikuti Xui Cuisha tadi, Shua Xie kelewatan setengah tontonan pertarungan sesi pertama.
Di panggung lingkaran itu, tersisa 2 pria dan 1 wanita. Ada pria berkulit coklat yang membuat Chen Xui keluar arena. Lalu pria dengan 2 samurai di pinggang kiri dan kanan pria itu, uniknya pria itu berpakain serba coklat seperti warna rambutnya, namun yang lebih Shua Xie sukai ialah mata coklat terang milik pria itu.
Dan tidak jauh dari 2 pria itu, ada 1 gadis seumuran Shua Xie. Gadis itu memegang tombak perak pajang sambil memasang wajah datar, tidak jauh berbeda dengan sikap Shua Xie. Gadis itu juga tak kalah cantik, mata biru malam dan rambut biru malam panjang. Gaya gadis itu begitu anggun dan mempesona, ditambah lagi raut wajahnya begitu datar.
Kemudian pandangan Shua Xie beralih lagi pada dua pemuda yang datang bersamaan menuju ke arahnya. Mereka adalah Xui Cuisha dan Xui Miaoyu. Dua pemuda itu tidak berbicara apapun, dan hanya berdiri di dekat Shua Xie.
Shua Xie kembali melirik ke depan, dia juga tidak mempermasalahkan dua pemuda itu lagi, asalkan tidak bertindak gegabah, maka Shua Xie tidak akan bertindak lebih.
Setelah beberapa menit pertandingan babak pertama berlanjut yang mana kelompok pertama yang terdiri dari 50 peserta itu telah selesai, pembawa acara kembali bersuara.
"Baiklah ... babak pertama sesi pertama telah selesai. Dan dimenangkan tiga Kultivator muda hebat!" Pria pembawa acara itu bersuara sangat penuh semangat, membuat para penonton juga ikut bersemangat.
"Di sisi kanan, ada Nona cantik bernama Miao Xue dari kota Bentang Angin, Putri bungsu dari Raja Biao Shen kerajaan Kipas Putih!"
"Lalu di sisi kiri, pria bernama Fo Mowan! Pemuda dari desa Nunuk!"
"Dan sisi di tengah! Pria bernama Yugito! Dari kota Yufeng!"
__ADS_1
Suara riuk dari para penonton semakin mengeras setelah disebutkan 3 nama pemuda pemenang sesi pertama, di babak pertama. Setelah pembawa acara menyebutkan nama 3 pemenang di sesi pertama itu, 3 peserta yang lolos babak pertama itu turun dari panggung arena.
Tidak butuh banyak basa-basi lagi, pembawa acara langsung melanjutkan sesi ke dua. Dipanggillah 50 peserta lainnya naik ke atas arena. Shua Xie sedikit terkejut saat namanya dipanggil, tidak dia sangka namanya akan muncul secepat ini. Kalau dia muncul lebih cepat, bukankah lebih bagus adegan seru berada di akhir sesi?
Shua Xie tersenyum lebar, menampakkan deretan gigi rapi dan putih, ditambah lesung pipi di sebelah kiri dekat bibirnya. Shua Xie juga sudah tidak sabar menunjukkan kekuatannya, di depan 2 jeri terhormat berserta 2 muridnya. Shua Xie berjalan naik, jantung berdegub sedikit kencang, entah gugup atau berdebar sebab akan menunjukkan kekuatannya. Saat Shua Xie naik ke atas panggung, seperti biasa, dia mulai lagi menjadi perhatian utama. Sosok Dewi naik ke atas arena tentu saja menjadi perhatian banyak orang terutama para peserta.
Shua Xie terus berjalan tanpa memperdulikan pandangan semua orang terhadapnya, sampai akhirnya Shua Xie berhenti tepat di tengah arena. Shua Xie berbalik lalu menatap ke depan tepatnya pada 2 juri yang kini juga tengah menatapnya.
Wuyin menatap Shua Xie sedikit berbeda saat Shua Xie menatapnya sambil tersenyum tipis, jarak mereka memang jauh, tapi jangan meremehkan pandangan seorang Kultivator senior seperti Wuyin. Wuyin mengerutkan keningnya, sedikit terkejut sebab gadis itu berani tersenyum padanya, apalagi senyuman itu bukan senyuman biasa, tapi seperti senyuman arogan.
"Gadis itu, kuharap dia tidak hanya arogan saja," gumam Wuyin pelan sambil menyandarkan punggungnya ke kursi, membuat duduknya terlihat lebih santai.
Hayun Dao mendengar gumaman Wuyin, langsung melirik ke arah Wuyin, "Tetua Wuyin, sepertinya anda berharap pada gadis itu?"
Wuyin menoleh ke arah Hayun Dao saat mendengar Hayun Dao menyebut namanya, "Aku tertarik setelah apa yang terjadi semalam," balas Wuyin membenarkan maksud dari perkataannya.
Hayun Dao mengangguk pelan, dia juga sama seperti Wuyin, sedikit tertarik setelah apa yang diperbuat gadis itu semalam.
Kembali ke arena, di panggung kecil di mana ada 1 pria tengah berdiri di panggung itu sambil memanggil nama para peserta. Setelah 50 nama peserta telah selesai disebutkan, dan 50 pesertanya juga telah naik ke atas arena. Sudah saatnya pertandingan babak pertama di mulai.
"Baiklah, tidak perlu banyak basa-basi lagi ... langsung saja kita mulai pertandingannya. Dalam hitungan satu sampai tiga."
"Satu!"
"Tiga!"
Hitungan ke tiga telah diserukan, para peserta langsung saling bertarung, namun anehnya tidak ada satu pun orang yang menghampiri Shua Xie, hal itu membuat Shua Xie sedikit kebingungan.
"Kenapa tidak ada yang menyerangku? Padahal aku telah bersemangat bertarung," ucap Shua Xie dengan suara pelan, wajah polosnya tidak bisa ditutupi. Seharusnya gadis sepertinya yang menjadi target utama dikeluarkan.
Para penonton yang melihat Shua Xie berdiri di tengah arena tidak ada yang menyerangnya juga menjadi kebingungan, kenapa tidak ada yang menyerang gadis itu? Tidak hanya para penonton saja yang kebingungan, bahkan para tamu khusus seperti juri dan para raja juga ikut kebingungan.
Sehingga banyak para penonton mengatakan bahwa Shua Xie memakai cara curang sebab tidak ada satu pun peserta maju melawannya.
Cukup beberapa menit Shua Xie menunggu peserta lain menyerangnya, namun nyatanya sampai detik ini masih belum ada satu pun peserta maju menyerangnya. Hal itu membuat Shua Xie tidak bisa menahan kesabarannya lagi.
Dia juga ingin bertarung!
Shua Xie memandang ke sekitarnya, tampak masih banyak peserta belum keluar dari arena. Melihat hal itu, muncul ide sederhana namun berbahaya untuk peserta lainnya. Shua Xie akan mengeluarkan mereka sekaligus, sebagai balasan sebab tidak ada yang berani menyerangnya.
"Sekalian saja, aku menangkan sesi ke dua seorang diri."
****
__ADS_1
Jauh di daratan seberang, di atas awan putih, 2 sosok bersayap kuning gemerlap terbang menuju daratan timur. Saat 2 sosok bersayap itu tengah terbang dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba mereka bertemu dengan sekumpulan pasukan bersayap, hanya saja sayap mereka berbulu berbeda dengan 2 sosok ini yang mana sayap mereka berdua transparan.
2 sosok ini langsung berhenti ketika melihat sekumpulan pasukan itu tidak asing lagi bagi mereka.
"Jenderal Dong Fei?" ucap salah satu dari 2 sosok bersayap transparan.
Mendengar namanya disebut, Dong Fei langsung menatap pria paruh baya 50 tahunan, namun umur aslinya sudah ratusan tahun.
"Anda?" Dong Fei memicingkan pandangannya, berusaha mengingat wajah pria paruh baya itu. Setelah cukup beberapa detik, Dong Fei langsung mengingat pria itu, "Tetua Noa dari kerajaan Peri Suci?"
Noa mengulum senyum tipis, ternyata Dong Fei masih mengingatnya, setelah peperangan ribuan tahun yang lalu, membuat pemimpin dari 2 pihak kerajaan ini hilang entah ke mana. Sejak saat itu 2 kerajaan ini memutuskan untuk tidak lagi berperang, dan memilih jalur perdamaian.
"Jenderal Dong Fei, apa yang membuat Jenderal dari kerajaan Pheonix Agung pergi ke dunia manusia?" Noa sedikit tertarik apa alasan pasukan kecil kerajaan Pheonix Agung pergi ke dunia manusia, dengan membawa pasukan seperti itu. Apalagi pasukan mereka berpakaian lengkap seperti akan berperang.
"Tetua Noa, aku juga penasaran apa yang membuat pemimpin kerajaan Peri Suci dan Jenderal Suxiao pergi ke dunia manusia? " Dong Fei tersenyum pada Noa, dia pun juga sama penasaran apa yang membuat 2 sosok petinggi kerajaan Peri Suci pergi ke dunia manusia.
"Jenderal Dong Fei, jangan sebut saya lagi pemimpin kerajaan Peri Suci. Kami datang ke sini untuk menjemput Ratu kami," balas Noa.
Dong Fei sedikit terkejut, tujuan mereka sama, menjemput pemimpin meraka. Bagaimana mungkin mereka bisa bersamaan menjemput pemimpin? Tapi Dong Fei tidak perlu ambil pusing urusan kerajaan Peri Suci.
Dong Fei tersenyum, "Sungguh mengejutkan kerajaan Peri Suci bisa menyambut lagi Ratu kalian. Apa dia Ratu Lia?"
Noa membalas senyuman Dong Fei, "Bukan. Tapi Ratu baru kami, keturunan dari Ratu Lia," jawab Noa.
Semakin terkejut lagi Dong Fei. Kerajaan Peri Suci memiliki Ratu baru? Ini sungguh mengejutkan, setelah sekian lamanya Ratu Lia memimpin kerajaan Peri Suci, kini keturunannya telah terlahir.
"Selamat buat kerajaan Peri Suci," ucap Dong Fei memberi ucapan selamat pada kerajaan Peri Suci. Memiliki Ratu baru setelah kosongnya singgasana pemimpin mereka adalah sebuah kabar baik.
Noa semakin melebarkan senyumannya kemudian membalas, "Terimakasih atas ucapan Jenderal Dong Fei. Oh ya ... apakah Jenderal Dong Fei akan menyerang di dunia manusia?"
Dong Fei sedikit tersentak akan ucapan Noa. Namun sejenak Dong Fei sadar, membawa 100 pasukan berjirah lengkap seperti ini sudah pasti membuat banyak orang berpikir bahwa mereka akan menyerang suatu kubu.
Dong Fei tertawa kecil setelah sadar betapa mencoloknya pasukan kecilnya. Melihat Dong Fei tertawa, Noa mengerutkan keningnya, mengerti kalau yang dia duga ternyata salah.
"Tetua Noa, maaf ... aku bukan berniat mentertawakanmu. Aku baru sadar, ternyata pasukan kecilku terlalu mencolok," ucap Dong Fei meminta maaf agar tak terjadi kesalahan di antara mereka, "Kami datang bukan untuk menyerang, tapi bertujuan sama seperti Tetua Noa."
"Bertujuan sama?" Alis kanan Noa terangkat. Masih belum paham akan ucapan Dong Fei.
"Kami juga akan menyambut Raja ke dua kami di dunia manusia."
________
Maaf lamban up, ada kendala sedikit 😅 oh kalau besok saya gak up, mungkin berangkat, pusing juga saya nunggu kakak sepupu gak jadi berangkat 😂
__ADS_1
gaes mampir ke ceritaku yang satunya Pheonix Reincarnation! dijamin seri kok 😎 pokoknya beri dukungan lah 😊😍 lope-lope buat kalian ❤ makasih masih terus mengikuti cerita khayalan saya ❤❤❤❤