
Bab 97
Xui Sukong termasuk 4 Raja lainnya langsung berdiri dari kursi mereka ketika melihat tiba-tiba saja muncul sayap di punggung Shua Xie. Dan lebih terkejut lagi ketika Shua Xie berteriak keras memperingati mereka untuk segera pergi dari stadion.
Awalnya mereka semua bingung kenapa Shua Xie menyuruh mereka semua pergi, tapi setelah melihat ke atas di mana Shua Xie melesat cepat ke langit, semua mata langsung membulat sempurna ketika melihat sekumpulan pasukan kecil bersayap.
Huang Foling membulatkan matanya, dia terkejut bukan karena pasukan itu memiliki sayap, tapi karena pasukan itu memiliki kekuatan rata-rata di atas dirinya sendiri. Bahkan kekuatan para prajurit berjirah pasukan itu setara dirinya. Terlebih lagi pasukan itu siap dengan senjata mereka seakan ingin berperang.
Tidak ingin berlama lagi, Huang Foling langsung berteriak keras memanggil para prajuritnya. Ketika para prajuritnya itu telah berkumpul, dia langsung mengumumkan situasi keadaan kota Yufeng sangat darurat, segera beritahu rakyat untuk berlindung entah di dalam rumah atau keluar kota.
Setelah berucap beberapa kata, beberapa prajurit langsung berpencar, ada yang pergi ke kerajaan mengumumkan pada pejabat lainnya yang masih ada di istana untuk segera berkumpul di stadion. Adapun sebagiannya mengungsikan rakyat agar tidak ada jatuhnya korban terutama rakyat biasa.
Di sisi lain, empat Raja lainnya juga tidak tinggal diam saja, mereka langsung memanggil semua pasukan yang mereka bawah ke kota Yufeng. Walau pun tidak berjumlah banyak, tapi yang penting mereka mau ikut membantu. Xui Sukong mengumpulkan pasukannya yang ada, teringat Xui Sukong akan 3 pemuda Xui yang masih ada di arena stadion.
"Letnan Go Fei, segera bawah pergi Chen Xui dan lainnya ... mereka tidak boleh terlibat masalah ini." Xui Sukong menepuk pundak Dong Fei sambil menatapnya dengan tatapan tenang. Namun sebenarnya hatinya tengah berdegub kencang karena khawatir.
Tidak pernah Xui Sukong sangka kejadian penyerangan seperti ini akan terjadi di saat seperti ini, di saat 5 kerajaan mengadakan penyeleksian, pada saat mereka semua lengah. Lebih merugikannya lagi pasukan itu memiliki kekuatan mereka di atas rata-rata kekuatan manusia.
Dong Fei sedikit khawatir meninggalkan Xui Sukong, dia takut pada saat dia pergi, Xui Sukong akan mendapat kesulitan. Tapi saat teringat ada Shua Xie Yang Mulia Ratu Besar mereka yang memiliki kekuatan di atas mereka semua, Dong Fei merasa tenang sedikit.
Dong Fei mengangguk kepalanya, "Siap Yang Mulia Raja," ucapnya sambil memberi hormat sebelum akhirnya Dong Fei menghilang dari hadapan Xui Sukong.
Setelah Dong Fei pergi, Xui Sukong langsung menatap para pasukannya, "Hari ini, bertempur atau tidak, kita akan tetap membantu kerajaan Pilar Emas. Persiapkan diri kalian, ikut denganku sekarang."
"Siap Yang Mulia!"
***
Huang Zechi sangat terkejut akan perubahan drastis Shua Xie, namun lebih terkejut lagi saat melihat ada pasukan bersayap di udara sedang terbang ke arah Shua Xie. Huang Zechi menggelengkan kepalanya tak percaya, bagaimana mungkin ada pasukan sekuat itu? Bahkan para prajuritnya saja di atas kekuatannya!
Lama memandang ngeri pasukan itu, Huang Zechi kembali tersadar saat mendengar suara teriakan Ayahnya, Huang Foling. Saat tersadar, Huang Zechi tahu apa yang harus dia lakukan. Huang Zechi berbalik, sedikit terkejut saat melihat ada Uni dan Yugito di depannya, dua bawahannya itu berdiri di belakangnya tanpa bersuara sejak tadi, tentu saja membuat Huang Zechi sedikit tersentak.
"Uni ... segera pergi ke istana, bawah Ratu dan keluarga lainnya menjauh dari kota. Atau pergi ke gerbang barat ... di sana aman," ucap Huang Zechi sambil menatap sosok gadis kecil yang masih tersenyum itu.
Arg! Senyumannya membuat Huang Zechi sedikit kesal, bagaimana mungkin senyuman Uni tidak bisa pudar padahal situasi sekarang sangat genting.
Uni mengangguk paham, memberi hormat sebelum dia pergi meninggalkan majikannya. Setelah Uni pergi, Huang Zechi beralih menatap Yugito, sosok pria bermata coklat yang masih bisa tenang.
"Yugito, apakah pasukan itu milik pria bermata biru terang itu?" tanya Huang Zechi. Dia ingat beberapa hari yang lalu, dia pernah memerintahkan Yugito menyelidiki identitas pria bermata biru terang itu, namun Yugito tidak mendapat informasi apapun di dunia ini. Kemungkinan pria itu berasal dari dunia Tengah atau Atas.
Yugito menggelengkan kepalanya, "Maaf Tuan, saya tidak tahu pasti. Tapi sepertinya bukan, melihat pasukan itu memiliki sayap, dan tidak langsung dipimpin pria itu. Bukankah pria itu hanya mengatakan dia akan menghancurkan kerajaan Pilar Emas jika kita tidak menjalankan perintah dengan baik."
Huang Zechi terdiam sejenak, apa yang dikatakan Yugito cukup masuk akal. Tidak mungkin pria itu langsung menyerangnya tanpa bertemu lagi, padahal Huang Zechi baru saja memulai penyelidikan. Pastinya pria itu menunggu kabar darinya.
"Kemungkinan pasukan itu ada hubungannya dengan Nona Shua Xie," ucap Yugito.
Huang Zechi mengerutkan keningnya menatap Yugito sedikit bingung, tapi sejenak dia teringat kalau Shua Xie juga memiliki sayap. Mungkinkah pasukan itu datang atas perintah Shua Xie? Atau pasukan itu datang untuk menangkap Shua Xie.
"Yugito ... ikut denganku. Kita akan bergabung dengan pasukan Ayah."
***
Wuyin tersentak kaget dan sontak langsung berdiri dari kursinya ketika Shua Xie memiliki sayap. Sayap yang Wuyin sangat kenal, sayap khas dari bangsa Peri Elf yang ada di dunia Surgawi. Dan hari ini dia menyaksikan secara langsung sayap itu. Siapa sangka gadis bermata unik itu memiliki sayap Peri Elf.
__ADS_1
Mungkinkah dia ....
Saat melihat Shua Xie melesat cepat ke atas, Wuyin juga ikut memandang ke atas, dan dibuat terkejut lagi saat melihat pasukan bersayap lainnya ada di atas. Sejak kapan? Kenapa Wuyin tidak merasakan keberadaan mereka sejak awal? Dan kenapa pasukan itu berterus terang membawa senjata seakan ingin menyerang suatu kubu.
Wuyin langsung berbalik, dia tidak akan tinggal diam saja, sebagai senior di stadion ini tidak mungkin duduk diam saja.ย Wuyin berjalan mendekati Ning Er dan Jung Suk, bersamaan dengan itu Hayun Dao juga mendekati mereka bertiga. Pertama dia harus memberi perintah pada dua anak muda ini.
"Ning Er pergilah bersama Jung Suk ke sekte Kilat, minta Tetua Jie Yun membawa beberapa murid terlatih ke kerajaan Pilar Emas, katakan ini perintah langsung dariku. Tapi sebelum itu ... kalian tunggu dulu di gerbang kota Yufeng, aku akan mengirim sinyal jika memang terjadi pertempuran di sini. Setelah itu kalian boleh pergi," ucap Wuyin sambil menepuk pundak Ning Er dan Jung Suk bergantian.
Dua anak muda itu langsung mengangguk paham, sebelum mereka pergi, dua anak muda itu memberi hormat terlebih dahulu. Setelah itu barulah mereka pergi dengan cepat.
Wuyin berbalik kemudian menghela nafas berat, pandangannya kembali tertuju ke langit, tepat pada kumpulan bersayap. Wuyin tak tahu apa yang sedang terjadi di atas, namun jika diperhatikan sepertinya sedang terjadi diskusi di sana.
Hayun Dao mendekati Wuyin kemudian berbicara, "Tetua, gadis itu ... semakin mencurigakan." Hayun Dao ikut mengangkat pandangannya menatap ke langit.
Wuyin terdiam sejenak, pikirannya saat ini berkelebat, bingung kenapa bisa ada pasukan ras Peri Elf dan Pheonix di dunia manusia. Wuyin sangat mengenal 2 ras itu mereka tidak akan mendatangi dunia manusia tanpa sebab, walau pun Wuyin belum pernah bertemu, tapi buku dari ilmu pengetahuan yang dia baca, menjelaskan tentang banyaknya ras di dunia Surgawi.
Banyak orang tidak mempercayai adanya dunia lain, selain dunia Tengah dan Atas. Karena memang selama ini, tidak ada yang bisa menjelaskan secara pasti ada tidaknya dunia Surgawi. Namun pernah ada satu orang pria dari dunia Atas menyebarkan isu bahwa ada satu dunia, memiliki beragam ras dan alamnya juga luar biasa indah. Apalagi kekuatan para penghuni dunia Surgawi sangat hebat.
Tapi itu hanyalah isu, sebagian mempercayai sebagian lagi tidak. Dan sekarang mereka yang tidak percaya telah diperlihatkan 2 ras yang memang benar ada nyatanya membuat mereka harus percaya akan isu itu.
"Nona Shua Xie, aku penasaran ada urusan apa dia dengan dua ras itu. Dia, berbahaya." Wuyin bergumam pelan sambil sesekali menghela nafas berat. Situasi sekarang membuat Wuyin sangat merasa dipikul beban berat.
"Tetua, haruskah kita melaporkan masalah ini ke Menara Felix, dan pusat pemerintahan besar dunia Bawah?" tanya Hayun Dao, dia memalingkan wajahnya menatap Wuyin yang masih menatap ke langit.
"Untuk saat ini jangan, ada sesuatu yang harus kupastikan dengan Nona itu, setelah aku mendapat jawabannya aku sendiri uang akan melaporkannya. Ayo kita bergabung dengan pasukan ke lima Raja," balas Wuyin sambil berjalan meninggalkan Hayun Dao.
Hayun Dao segera mengikuti Wuyin ketika sosok itu berjalan meninggalkannya.
Wuyin berjalan mendekati Xui Sukong, pertama dia ingin bertanya pada sosok Raja muda itu, saat ini begitu banyak pertanyaan timbul di benaknya setelah apa yang terjadi saat ini.
Wuyin berhenti tepat di samping Xui Sukong, kemudian berbicara, "Yang Mulia Raja Xui, bolehkah aku bertanya?"
"Tetua Wuyin, silakan ... apa yang anda ingin tanyakan?" balas Xui Sukong.
"Siapa Shua Xie? Aku tahu identitasnya pasti sangat besar di kerajaan Bora. Dengan sikapnya, dan anda membiarkannya bertindak sesuka hati. Apakah Nona Shua Xie adalah keponakan anda? Atau mungkin lebih?"
Wuyin sangat penasaran sebenarnya apa identitas asli Shua Xie. Gadis manis bersikap angkuh di hadapan banyak orang, bahkan tidak peduli status mereka Raja atau pun bangsawan, sepertinya di mata Shua Xie mereka tetaplah sama, sama-sama rendah.
Apalagi Wuyin sangat mengenal Xui Sukong sang Raja bijaksana dan tegas dalam mengambil tindakan untuk kerajaannya. Tapi kenapa dengan Shua Xie dia begitu lunak? Seakan Shua Xie lah pemimpin sebenarnya.
4 Raja lainnya dapat mendengar ucapan Wuyin langsung memalingkan kepala mereka ke arah Xui Sukong. Kemudian mereka melangkah mendekati dua sosok pria itu.
Huang Foling, dia juga sama penasarannya. Tentang siapa sebenarnya Shua Xie. Kenapa Shua Xie begitu angkuh di hadapan banyak orang? Dan lebih membuatnya penasaran apa hubungan Shua Xie dengan pasukan bersayap itu.
"Raja Xui, aku juga ingin mendengarkan penjelasanmu. Siapa sebenarnya Shua Xie itu?" sahut Huang Foling.
Jiang Yuer berhenti di samping Huang Foling, dia menatap ke arah Xui Sukong dengan tatapan sulit diartikan, "Aku pun setuju ... gadis itu sangat angkuh. Aku yakin kerajaan Bora tidak memiliki wanita bangsawan dengan sikap seburuk itu, walau pun aku akui dia sangat cantik, tapi cantik saja tidak cukup."
"Ditambah lagi dia memiliki sayap, rahasia apa lagi yang Nona itu sembunyikan?" Lu Qiaohu juga ikut menambahkan.
"Aku tidak tahu rahasia apa saja yang Nona Shua Xie sembunyikan," balas Xui Sukong pelan.
Wuyin dan lainnya mengerutkan keningnya mendengar jawaban Xui Sukong. Bagaimana mungkin seorang Raja tidak mengetahui identitas gadis yang menjadi perwakilan kerajaan yang dia pimpin? Apakah Xui Sukong sedang melindungi identitas gadis itu setelah apa yang gadis itu tunjukkan secara terang-terangan?
Wuyin merasa tidak dihargai akan jawaban Xui Sukong, dia tahu ini privasi Shua Xie. Tapi buat apa gadis itu memperlihatkan semuanya jika dia tidak ingin diketahui?
"Maaf Raja Xui, aku harap anda tidak melindungi gadis itu. Bagaimana pun kabar ini akan tetap sampai ke Menara Felix dan pusat pemerintahan besar dunia Bawah. Sebaiknya anda memberitahukannya, tenang saja kami tidak akan menyakitinya," bujuk Wuyin lagi.
__ADS_1
Jiang Yuer mengangguk setuju akan ucapan Wuyin, "Benar Raja Xui, kami tidak akan menyakitinya. Lagi pun tidak ada lagi yang perlu disembunyikan."
"Aku rasa kalian semua sudah sadar, Nona Shua Xie menunjukkan semuanya agar menarik pertanian kita." Huang Foling menambahkan, suaranya terdengar datar. Dia menatap ke arah Xui Sukong, "Dan pasti Raja Xui sadar akan hal itu." Kata-kata menyudutkan Huang Foling membuat Xui Sukong merasa serba salah.
Xui Sukong menatap Huang Foling dan lainnya, dia sungguh sulit menjelaskannya. Bukan karena banyak rahasia, tapi karena memang Xui Sukong tidak tahu rahasia apalagi yang Shua Xie miliki. Yang dia tahu Shua Xie adalah keturunan klan Langit, tidak ada yang lebih.
Kecuali ....
"Jujur aku memang tidak tahu rahasia apa saja yang Nona Shua Xie sembunyikan. Yang hanya aku ketahui dia memiliki kekuatan besar," jawab Xui Sukong.
Wuyin dan lainnya mendengus pelan mendengar jawaban Xui Sukong. Kenapa Xui Sukong masih kekeh menyembunyikan identitas Shua Xie? Apakah sangat rahasia!?
Huang Foling menghela nafas pelan, sabar, "Raja Xui Sukong, tidak mungkin anda tidak memiliki sedikit informasi tentang Shua Xie? Aku sangat kenal anda, begitu peneliti terhadap apapun, apalagi jika bersangkutan dengan kerajaan Bora. Sangat aneh jika anda tidak tahu identitas Shua Xie."
Xui Sukong terdiam sejenak, dia menatap Wuyin dalam, sedikit penasaran kenapa Wuyin mempertanyakan hal itu. Ya, Xui Sukong tahu pasti banyak pernyataan dari semua orang setelah apa yang mereka lihat hari ini, bagaimana Shua Xie dan betapa buruknya sikap Shua Xie. Tapi kenapa Xui Sukong justru tidak mempermasalahkan sikap Shua Xie, padahal dengan sikap seperti itu bisa saja menghancurkan reputasi etikat kerajaan Bora.
Siapa Shua Xie sebenarnya?
"Aku memang tidak tahu rahasianya. Tapi akan kuberitahu 2 jawaban. Dia adalahย Putri dari klan Langit dan sekaligus pe-" Belum sempat Xui Sukong menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja suara dentuman keras dari langit menggema keras. Semua pandangan langsung tertuju ke langit, di mana ada kepulan asap besar melambung tinggi di sana.
Xui Sukong membulatkan matanya sempurna, ketika melihat 1 sosok bersayap jatuh dari langit sangat cepat. Dan dalam beberapa detik saja sosok itu langsung terbentur keras di tanah, bahkan membuat lubang besar di sana.
Tidak hanya itu, menyusul lagi banyak sosok bersayap jatuh ke bawah di setiap sudut stadion. Suara jatuhan benda keras terus terdengar banyak kali, hingga beberapa menit suara itu berhenti.
Xui Sukong mengalihkan pandangannya pada 1 sosok bersayap putih kebiruan di langit yang kini terbang ke bawa mendekati salah satu lubang yang berisikan seorang gadis bersayap. Sosok bersayap kebiruan itu adalah Shua Xie.
Shua Xie menarik kera baju gadis itu lalu melemparinya ke hadapan Xui Sukong dan lainnya.
Xui Sukong dan lainnya terkejut tidak dapat bersuara, mulut mereka hanya terbuka, tatapan mereka bulat tak percaya setelah apa yang mereka lihat barusan.
Seratus lebih orang bersayap jatuh dari langit, menghantam keras ke tanah. Semua itu terjadi bahkan tak sampai memakan waktu 2 menit. Mereka jatuh karena Shua Xie!
Wuyin menurunkan pandangnya pada sosok bersayap yang kini terkapar di depannya dengan luka dalam parah. Bahkan sosok bersayap itu memuntahkan seteguk darah.
Dari arah lain, Shua Xie berjalan mendekati Mie La yang kini terkapar di depan Xui Sukong dan lainnya. Ketika sudah dekat, Shua Xie menarik kera baju belakang Mie La tinggi ke atas, hingga kaki Mie La tidak pagi berpijak di tanah.
Mie La terbatuk beberapa kali sebab sesak, tarikan Shua Xie dibajunya sangat kuat. Membuat udara di tenggorokannya tercekat.
"Mau minta maaf atau kau akan mati di sini. Aku tidak segan membunuhmu sekali pun kau murid dari Phoe atau bahkan orang kepercayaannya." Shua Xie melepaskan ganggamannya, Mie La pun langsung jatuh terkapar di tanah. Batuk darah yang Mie La diderita semakin parah.
"Uhuk! Uhuk! Aku, aku minta maaf! Aku tidak akan lagi menghina manusia!" ucap Mie La keras sambil bersujud di tanah.
Shua Xie memandang rendah Mie La, tidak ada senyuman tidak ada juga tatapan benci, tapi ekspresi wajahnya itu begitu dingin seakan tidak puas akan ucapan Mie La barusan.
"Aku angkuh karena aku memang kuat! Akan kutegaskan sekali lagi, aku orangnya sangat terus terang! Dan tidak berhati baik atau beretikat bangsawan! Terserah kalian mau anggap aku sadis, jahat, atau sombong!" Shua Xie melipat tangannya di depan dadanya, gaya berdirinya sangat arogan membuat siapa saja akan menghujatnya gadis sombong dan arogan -- mentang-mentang kuat pamer! Dia terlalu pamer!
Yups, gitulah Shua Xie. Pamer, tapi dia pamer karena memang miliknya! Dia bukan gadis pemalu atau Dewi baik seperti di novel atau manga. Jiwanya sadis, angkuh, terus terang dan petualang!
"Sebenarnya apa yang terjadi?" sahut Xui Sukong, tak mengerti kenapa gadis bersayap itu bersujud di hadapannya dan di hadapan lainnya. Lebih lagi gadis itu meminta maaf.
_________
**A/N : Shua Xie sangat terus terang banget! ๐ kadang usil lagi, suka mempermainkan orang! yayaya gitulah Shua Xie gaes. Kepo gak kenapa semua pasukan bersayap itu jatuh? apa yang terjadi? tunggu bab berikutnya โบ
nih aku juga mau ngomong, banyak yang berpikir pria bermata biru terang adalah Lou Yue? :( Gaes bukan hanya Lou Yue aja loh yang memiliki mata biru, tapi bisa jadi juga dia gak ada yang bisa tebak, mungkin di bab berikutnya akan dijelaskan ๐
oh ya maaf kemarin gak up, sebenarnya saya sudah menulis tapi terhapus semua, bahkan semua cerita yang aku tulis entah itu Pheonix Reincarnation atau Takdir Sang Penguasa, Game Dunia Carta dan lainnya juga terhapus gak ada yang tersisa! betapa sedihnya aku, rasanya pengen menjerit tapi tetangga tidur ๐ yang ada kena omel nanti ๐ ya saya hanya bisa beralasan aja, tapi ini alasan jujur, saya nulis ulang lagi ๐ช capek!
__ADS_1
makasih juga buat pembacaku yang masih setia membaca cerita khayalan ini yang masih kurang menarik! Sehat selalu dan jangan lupa tersenyum ๐ like dan vote jangan lupa gaes, 10 vote aja gak papa kok ๐ bye bye sampai bertemu di bab berikutnya** ....