
Shua Xie menatap Feng Kim tenang, kali ini dia sudah bisa mengkondisikan dirinya untuk tidak terlalu senang setelah bertemu dengan Ayah angkatnya ini. Terlihat Feng Kim sibuk mengisi piring Shua Xie dengan berbagai makanan, sedangkan Shua Xie dia sibuk menatap Feng Kim.
Melihat Feng Kim begitu bersemangat dari biasanya, Shua Xie merasa sedikit curiga. Dulu Feng Kim pernah bersikap buruk pada Shua Xie, namun kenapa sekarang berubah? Ada apa dengan Feng Kim? Shua Xie menggeleng kepalanya pelan, dia menepis pikirannya itu. Dia bisa memikirkannya nanti, saat ini dia harus membiarkan Feng Kim kembali senang sendirinya.
Kenapa seperti itu? Karena sebelum tiba di ruang makan ini, Shua Xie menggenggam tangan Feng Kim sambil merasakan denyut nadi Feng Kim. Dan benar dari kabarnya, Feng Kim memang menderita sakit. Walau pun sakitnya tidak parah, tapi kalau tidak beristirahat dengan cukup penyakit itu bisa merengut nyawa. Apalagi Feng Kim banyak berpikir dan jarang tidur.
"Sejak kapan Ayah sakit?" Shua Xie membuka suara, setelah dia terus diam sejak duduk di kursi. Tidak jauh di belakangnya ada Chi Su dan Ogher, mereka sebenarnya ingin mengisikan piring Shua Xie dan Feng Kim, tapi Feng Kim memerintah mereka untuk menjauh karena Feng Kim ingin menyiapkannya secara khusus untuk Shua Xie sebagai bentuk rasa bahagianya menyambut kedatangan Shua Xie.
Feng Kim masih sibuk memilah makanan untuk Shua Xie, dia tersenyum tipis kemudian menjawab, "Ayah tidak sakit."
"Jangan berbohong," sahut Shua Xie dengan nada tidak senang. Bahkan tatapannya pada Feng Kim menjadi gelap.
"Ayah tidak berbohong, Ayah tidak sakit hanya saja Ayah merindukanmu." Feng Kim menyodorkan piring yang berisikan lauk pauk yang ditata dengan rapi. Shua Xie menatap piring pemberian Feng Kim lalu mengambilnya.
"Terimakasih," ucap Shua Xie. Kalau kalian perhatikan, Shua Xie sangat jarang berterimakasih atau meminta maaf pada seseorang. Ini adalah ke dua atau pertama kalinya.
"Sepertinya petualanganmu sangat menyenangkan sampai kau lupa pulang." Feng Kim mengganti topik, tapi Shua Xie tidak berekspresi apapun selain tenang. Shua Xie melahap makannya dengan perlahan, seakan menghayati rasa makanannya, tapi nyatanya dia sedang memikirkan sesuatu.
"Tidak juga," balas Shua Xie seadanya. Shua Xie memandang ke arah Feng Kim, "Oh, bisakah Ayah jelaskan kenapa Ayah turun dari tahta?"
Tangan Feng Kim tiba-tiba berhenti saat mendengar pertanyaan Shua Xie, dia terdiam cukup lama sampai akhirnya dia mengangkat wajahnya dan tersenyum ke arah Shua Xie.
"Aku sudah tidak ingin menjadi Kaisar, orang sepertiku tidak pantas menjadi Kaisar," jawab Feng Kim lirih tapi dia masih tetap tersenyum. Memperlihatkan dirinya masih kuat seperti beton.
Shua Xie menatap datar Feng Kim, walau pun dia paham maksud dari Feng Kim tapi kenapa rasanya Shua Xie tidak tergerak sedikit pun. Shua Xie melanjutkan makannya dengan tenang, cukup lama ke dua sosok ini berdiam yang hanya menyisakan suara piring dan sendok bersentuhan.
"Sebaiknya Ayah kembali menjadi Kaisar lagi, atau tidak aku yang akan menjadi Kaisar," ucap Shua Xie datar sambil meletakkan sendok di piring. Dia telah selesai makan, Shua Xie meraih sapu tangan berwarna putih di meja lalu menyapu bibirnya.
Feng Kim tersentak mendengar ucapan Shua Xie, tidak hanya Feng Kim saja, pelayan di sekitar mereka juga ikut terkejut mendengarnya. Mereka semua menatap Shua Xie dengan ekspresi masing-masing, namun pikiran mereka sama.
Apa yang dikatakan Putri Shua Xie barusan?
Feng Kim langsung menyelesaikan makannya walau piringnya itu masih penuh dengan makanan.
"Apa aku tidak salah dengar tadi? Kau ingin menjadi Kaisar?" Feng Kim mengulangi kembali sebagian ucapan Shua Xie.
Shua Xie menyandarkan punggungnya, dia menatap datar Feng Kim. Shua Xie sudah memikirkan kalau ucapannya tadi sudah tepat.
"Aku tahu ini mendadak, tapi ini demi kerajaan Xuilin. Sebab itu aku meminta Ayah menjadi Kaisar lagi, tapi jika Ayah tidak bisa aku tidak akan memaksa, sebagai gantinya aku yang akan menjadi Kaisarnya," jelas Shua Xie masih dengan wajah datarnya.
Feng Kim tertegun mendengar ucapan Shua Xie lagi. Tidak ada yang salah dengan apa yang dia dengar barusan, tapi yang tidak habis pikir kenapa Shua Xie tiba-tiba membicarakan hal seperti itu padahal dia sendiri baru saja tiba dari perjalanannya. Ada apa sebenarnya? Dan kenapa sikap Shua Xie sekarang juga berubah, sangat tenang dan tajam.
"Kau baru saja tiba, dan langsung membahas menjadi Kaisar? Katakan kenapa kau ingin menjadi Kaisar?" Feng Kim meminta penjelasan, dia tidak mengerti apa yang terjadi pada Shua Xie, tiba-tiba ingin menjadi Kaisar, sungguh konyol seorang perempuan menjadi Kaisar terlebih lagi masih gadis 16 tahunan.
Shua Xie menangkup pipinya, dia benar-benar tenang walau pun kelihatan banyak orang di sekitarnya sangat terkejut akan ucapannya. Shua Xie yang masih dalam pelepasan tentang hal duniawi tentu saja ekspresinya hanya bisa datar walau pun sebenarnya kadang dalam hatinya mengalami banyak reaksi.
"Karena aku hanya percaya pada Ayah dan diriku, di kerajaan ini tidak banyak orang bisa diandalkan. Terlebih lagi, kemungkinan hanya Ayah saja yang sudah membangkitkan tato aura. Atau ... bisa jadi hanya Ayah di dunia Tengah yang sudah mengaktifkan tato aura. Aku butuh orang-orang kuat dan bisa diandalkan," jelas Shua Xie.
"Apa maksudmu, Shua Xie? Apakah kau sudah ...." Feng Kim cukup terkejut mendengar lagi penjelasan Shua Xie. Tentang tato aura, benar di kerajaan Xuilin tidak hanya kerajaan Xuilin namun di 4 kerajaan lainnya, hanya Feng Kim sendirilah yang merupakan Kultivator yang sudah membangkitkan tato aura, bahkan kekuatannya juga di atas para Kaisar lainnya.
Tapi Feng Kim tidak percaya Shua Xie mengetahu tentang tato aura selain Shua Xie sudah membangkitkan tato auranya sendiri.
Dan lebih mengejutkannya lagi, sepertinya Shua Xie memang benar ingin menguasai kerajaan Xuilin. Dari gaya berbicara Shua Xie saja, semua orang bisa menebak seperti Shua Xie adalah gadis yang haus akan tahta.
"Ya, aku sudah membangkitkannya. Ayah, awalnya aku bingung kenapa Ayah Kultivator kuat di antara banyaknya manusia di dunia Tengah, tidak berniat menguasai dunia ini? Atau tidak membuat kerajaan ini paling berjaya di antara kerajaan lainnya. Kekuatan Ayah sangat besar, tapi kenapa?" tanya Shua Xie dengan raut wajah bertanya.
Feng Kim memasang wajah sedih, dia menatap gelas perunggu yang berisikan teh kesukaannya. Dari air teh tersebut, terpantul wajahnya sendiri sedang berekspresi murung.
"Kau tidak mengerti Shua Xie. Ayah memang sudah membangkitkan tato aura, tapi basis kultivasi Ayah sudah lenyap sepenuhnya. Meredian dan dantian Ayah sudah rusak," jelas Feng Kim pelan. Membahas tentang kehilangan semua jerih payahnya selama ini, Feng Kim teringat kejadian 16 tahun lalu. Kejadian di mana awal hilangnya seluruh kekuatannya.
Tapi untunglah, Langit masih berbaik hati dengannya tidak menghilangkan kaki atau tangannya, sehingga dia bisa berlatih seni bela diri seperti pedang dan memanah. Walau pun keahliannya dalam 2 hal ini sangat hebat, namun tanpa kekuatan QI dia tidak akan bisa melesatkan panah sejauh 100 meter seperti saat dia kuat.
Shua Xie sudah tidak terkejut lagi, pertanyaan barusan hanyalah pemancingan saja, dia sendiri sudah tahu kalau Feng Kim sudah kehilangan basis kultivasinya dan lebih buruknya meredian serta dantian Feng Kim rusak parah. Shua Xie tahu semua itu saat dia juga merasakan denyut nadi Feng Kim.
Alasan Shua Xie bertanya perihal tadi hanya karena rasa ingin tahunya kenapa dantian dan meredian Feng Kim bisa rusak parah. Kejadian buruk apa yang pernah terjadi di masa lalu Feng Kim?
__ADS_1
"Sebenarnya, masih ada cara menyembuhkan meredian dan dantian Ayah."
"Mustahil! Aku sudah banyak menemui para master yang ahli soal ini, tapi tidak satu pun dari mereka bisa menyembuhkannya, kerusakannya sudah parah," sahut Feng Kim cukup keras tapi nada bicaranya sangat lirih.
"Itu mustahil bagi mereka, tapi tidak untukku," balas Shua Xie langsung dengan senyuman tipis merendahkan. Bukan maksud merendahkan Feng Kim atau master lainnyan tapi dia hanya memuji kekuatannya sendiri.
Shua Xie seorang alkemis sekaligus tabib yang bisa menyembuhkan banyak penyakit, bahkan tentang kecacatan meredian atau dantian juga bisa dia sembuhkan, dengan kekuatannya sekarang bukan masalah kecil untuk menyembuhkan Feng Kim. Tapi, Shua Xie tidak akan menyembuhkan sembarang orang tanpa ada timpal baliknya.
Feng Kim mengerutkan keningnya, dia tidak paham akan maksud Shua Xie barusan, "Shua Xie apa maksudmu?"
"Aku bisa menyembuhkan dantian dan meredian Ayah," jelas Shua Xie singkat dengan senyuman hangat.
"Shua Xie jangan bercanda, kau? Bagaimana mungkin bisa?" balas Feng Kim sedikit keras, ya dia tidak percaya kalau Shua Xie sanggup menyembuhkan dirinya. Pasalnya sebagai Ayah yang telah merawat Shua Xie selama 16 tahun, tentu dia tahu setiap detail perkembangan Shua Xie. Gadis polos, tidak pandai bertarung atau memainkan alat musik, bahkan tidak jauh lebih buruk dari budak bocah 5 tahunan.
Shua Xie tersenyum tipis, dia beranjak dari kursinya lalu berjalan mendekati Feng Kim. Shua Xie berdiri tepat di belakang Feng Kim lalu menepuk ke dua pundak Ayahnya itu.
"Ayah, aku yang dulu dan yang sekarang sudah berbeda. Dulu aku lemah, bodoh dan polos, tapi sekarang aku kuat, berbahaya dan pintar. Ayah bisa menganggap, Shua Xie yang dulu telah mati dan digantikan dengan yang baru, atau kelahiran kembali," ucap Shua Xie pelan sehingga hanya dirinya dan Ayahnya saja yang hanya mendengar.
"Tapi sebelum itu, sebaiknya Ayah kembalikan dulu tahta Ayah dan ... biarkan kita berdua berkerja sama membuat kerajaan ini berjaya."
"Shua Xie, Ayah tidak paham maksudmu. Kenapa kau sangat ingin menjadikanku Kaisar kembali?" sahut Feng Kim pelan karena dia paham perbincangan mereka berdua tidak boleh terdengar sembarang orang.
Shua Xie tersenyum tipis, lalu menurunkan sedikit kepalanya tepat di samping kepala Ayahnya, "Lou Zo, dia tidak akan lama lagi berkunjung."
Mata Feng Kim seketika membulat sempurna, bahkan jantungnya langsung berdetak lebih kencang dari biasanya. Tangan dan kakinya bergetar, wajahnya memperlihatkan reaksi yang begitu buruk. Shua Xie bisa melihat perubahan reaksi Feng Kim begitu berlebihan, sehingga dia berpikir kalau Lou Zo memang berbahaya dari apa yang dia pikiran.
Feng Kim menoleh ke samping menatap Shua Xie yang tersenyum tipis padanya, dia sedikit terkejut melihat Shua Xie tersenyum dan anehnya senyum itu bukan senyum menghibur atau hangat, tapi senyuman penuh tipis penuh siasat.
"Shua Xie, darimana kau tahu tentang Lou Zo?" tanya Feng Kim.
"Ayah, apakah kau masih perlu menanyakan soal itu padahal Ayah tahu Lou Zo sedang mencariku." Shua Xie berjalan menuju kembali ke tempat kursinya sebelumnya. Tapi sebelum itu, dia mengibaskan tangannya lalu keluarlah sebotol kecil berwarna putih polos. Shua Xie meletakkan botol kecil itu tepat di hadapan Feng Kim.
Feng Kim lagi-lagi terkejut melihat Shua Xie memiliki cincin Ruang yang hanya orang-orang tertentu saja bisa memilikinya. Bahkan di dunia Tengah kemungkinan besar tidak seorang pun memiliki cincin Ruang.
"Shua Xie, apa maksudnya ini?" Feng Kim meraih botol di meja, lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam botol kecil itu. Dan keluarlah butiran pil berwarna putih yang berkolaborasi dengan warna kuning emas. Warna pil itu sangat cantik, namun aroma dari pilnya sangat menyengat.
"Di dalamnya ada pil buatanku. Aku tidak tahu apa namanya karena pil itu hasil buatanku sendiri, aku memberi namanya pil seribu khasiat. Karena tidak hanya menyembuhkan luka dalam, menambah tenaga dalam, memulihkan kembali meredian, serta menyembuhkan dantian yang rusak parah," jelas Shua Xie.
Dan tentunya membuat pil tersebut tidak semudah membuat pil biasa, saat membuat pil di kerajaan Xuilin, Shua Xie juga mencoba membuat pil berdasarkan pikirannya sendiri. Dan pil inilah hasil buatannya, Shua Xie hanya mampu membuat 5 butir pil saja sebab prosesnya cukup menghabiskan banyak tenaga.
Feng Kim menatap pil di tangannya sangat dalam, sambil berpikir apakah dia tidak salah dengar akan ucapan Shua Xie barusan?
Shua Xie membuat pil? Bagaimana mungkin! Pikir Feng Kim.
Feng Kim mengangkat pandangannya, menatap Shua Xie lekat ingin memastikan apakah Shua Xie bersungguh-sungguh akan ucapannya barusan. Feng Kim masih sangat meragukan ucapan Shua Xie. Dari semua perubahan sikap Shua Xie, sangat bertentangan dengan dirinya yang dulu.
Melihat Feng Kim bereaksi sangat tidsk percaya akan ucapannya barusan. Shua Xie hanya bisa pasrah, lagi pun tidak mungkin Feng Kim bisa semudah itu percaya padanya padahal sosok Ayah itu sangat mengenal Shua Xie gadis yang serba tidak bisa dan lemah. Apalagi Feng Kim tahu proses pembuatan pil membutuhkan waktu lama dan tenaga yang kuat, bagaimana mungkin Shua Xie gadis lemah bisa membuatnya?
"Ayah, aku tidak memaksa Ayah percaya, tapi yang terpenting aku sudah memberitahukan pada Ayah kalau aku akan menjadi Kaisar jika Ayah tidak naik tahta kembali. Jadi pikirkanlah Ayah, dan berikan aku jawabannya besok." Shua Xie beranjak bangun, dia berjalan meninggalkan Feng Kim yang masih terdiam di kursi makan.
Feng Kim menatap kepergian Shua Xie sambil berpikir lagi ada apa dengan Shua Xie. Namun setelah beberapa detik dia menelusurinya, akhirnya Feng Kim paham sedikit.
'Shua Xie, besok kau pun harus menjelaskan semuanya. Ayahmu ini punya banyak pertanyaan,' ucap Feng Kim dalam hatinya.
Shua Xie mendekati Chi Su dan Ogher lalu berbicara, "Ayo kembali, urusanku dengan Ayah sudah selesai."
"Nona, apakah tidak ada masalah?" tanya Chi Su dengan suara pelan, dia sejak tadi sudah menyimak pembicaraan Shua Xie dan Feng Kim, dan dia tahu jelas garis besar percakapan dua orang itu.
Shua Xie ingin mengendalikan Kerajaan Xuilin!
Shua Xie menatap Chi Su datar, "Tidak perlu kau pikirkan. Ini adalah urusanku," balas Shua Xie sangat datar membuat perasaan Chi Su hancur seketika. Shua Xie berjalan tanpa menunggu Chi Su mau pun Ogher.
Ogher menatap Chi Su, sedikit kasihan akan perasaan Chi Su saat ini. Dia tahu seberapa setianya Chi Su pada Shua Xie, bahkan hampir tiap hari Chi Su selalu menunggu kedatangan Shua Xie dengan suka cita. Tidak hanya itu, setiap 3 hari sekali Chi Su bahkan pergi ke kuil untuk mando'akan Shua Xie agar sehat dan selalu dilindungi.
Tapi malangnya sekarang, Shua Xie ternyata tidak terlalu mengkhawatirkan Chi Su.
__ADS_1
Ogher menepuk pundak kiri Chi Su, "Mungkin Nona lagi banyak pikiran. Sebaiknya kita tidak perlu ikut campur saat ini. Kau-" Ogher berhenti berbicara saat melihat Chi Su tengah menangis.
"Hiks, Hiks, Nona ...." Chi Su menghapus air matanya dengan punggung tangannya.
Ogher jadi salah tingkah melihat Chi Su menangis, dia cowok dan dia tidak mengerti cara menghentikan seorang gadis menangis.
"Chi Su, kau ja-"
"Aku tidak menangisi ucapan Nona. Tapi aku merasa Nona barusan memintaku untuk terus berlatih hingga suatu saat dia memerlukan bantuanku." Potong Chi Su sambil tersenyum.
_________
**A/N : Rupanya Shua Xie diam selama di aula karena dia sendiri sudah punya rencana. Menjadikan Feng Kim Kaisar atau dirinya sendiri. Hahahaha, aku suka tipe pikirnya walau pun rasa kejam dan tidak sopan ....
👑 Show Author dan Shua Xie
Shua Xie : "Thor kemarin gue ikut baca komentar, ada yang bilang ceritanya makin pendek. Paham gak Thor maksudnya apa?" 😏
Author : "Paham, mereka minta diperpanjang lagi 🤔 Tapi maaf ya teman-teman, aku gak bisa memperpanjang lagi. 2000 kata udah banyak loh, di tambah lagi 2 bab. Memikirkan cerita gak mudah , aku memang bukan penulis pro masih banyak banget kekurangannya. Yang pertama kurang memuaskan pembaca, ke dua masih banyak typo kesalahan penulisan kata, dan ke tiga gak up terus seperti Author lainnya. Tapi menurutku 2000 setiap 1 bab itu udah banyak, bahkan kepalaku sampai pusing mau menulis bagaimana lagi. Bayangin tiap hari dituntut menulis 2000 kata dalam sekali episode dan bikin pusingnya lagi harus 2 bab." 😵😱
Shua Xie : "Loh terus ngapain up dua bab kalau gak sanggup 😒, gaya aja lu thor!"
Author : 😟 "Aku up dua bab yang pertama karena pernah bilang sama mereka akan usahakan lagi up dua bab kalau sudah ratusan bab. Dan yang ke dua, ada semacam pengumuman baru dari pihak MT/NT, up 2 bab dengan jumlah kata 4000 kata. Bagi yang lulus list up nya ceritanya akan dipromosikan. Bukankah itu sangat menguntungkan aku sebagai penulis 😇"
Shua Xie : 😒 "Untung? Bener juga, tapi sepertinya lu semakin menderita deh. Lu kan orangnya sangat mudah kepikiran, akhirnya jatuh sakit, malas, capek, serbah salah, gak enakan lah. Syukuri aja deh yang sekarang."
Author : "😒 Eh ... Lu ngapa gak mendukung sih! Gue butuh dukungan coy daripada ceramah lu."
Shua Xie : "Dih! Gue peduli makanya gitu 🙄"
Author : 😇 "Benarkah? Tumben amat lu punya jiwa sosial."
Shua Xie : "Tapi bo'ong! Hayuk! Papalipapali-"
Author menabok kepala Shua Xie, sempat baper karena sangat perhatian, tapi tenyata hanya dipermainkan.
Author : "Papalipapali! Apaan! Kampret, gue kira perhatian eh ternyata penipuan. Dasar!"
Shua Xie : "😒 Woii gue bercanda aja kali. Selow aja dong. Kayak Emak Ayam aja lu galak amat!"
Author : "Mama Ayam! Lu yang mama ayam! Kan gue memelihara kucing bukan Ayam."
Shua Xie : "Ahh ... kucing lu gak asik. Letoy banget, mendingan Ayam gue kelahi terus dengan anak tetangga gue sampe bulunya copot semua." 😎
Author : "Dih 😒 Ayam sekarat bangganya minta ampun. Kayak orang gila aja lu, masa mafia pelihara ayam. Padahal mafia lain, harimau, singa, anjing, atau gak macam. lah lu ayam, bahkan ayam hutan lagi."
Shua Xie : "Siapa elu! Ayam-ayam gue napa lu yang sewot 😏, gue beritahu ya, Ayam gue tuh punya jambang merah, matanya tajam bak elang, kakinya panjang dan jenjang-"
Author : "Nyet berhenti lu! Gak ada yang nanya soal ayam lu 😠 kita lagi bahas tentang up tahu gak."
Shua Xie : "Lu kan gak punya penggemar 😏 mana bisa merasakan hal seperti gue. Bicara tentang ayam aja udah jadi topik bagus."
Author : "Aduh Bambang! Sudahlah, gue gak punya banyak waktu!"
Shua Xie : "Oke! Ya udah, kawan-kawan wahai pembaca Perjalanan Melawan Dunia, yang membaca ini aku wajibkan komen 😐 kalian lebih suka up 2 bab atau 1 bab. Kalau suka yang sekarang dukung aja, kalau gak komen. Author curhat katanya dia gak sanggup 2 bab perhari kalau lebih dari 2000 kata. Tahu gak, dulu author yang up 2 bab perhari itu bahkan hanya 1000 kata, gak sebanyak sekarang. Harusnya seneng donk Author nya up lebih banyak lagi 🙂 dah itu aja singkatnya."
Author : "Tumben gak galak 🙄"
Shua Xie : "Kambeng, gue gak mau menyakiti perasaan penggemarku 😒 mereka itu adalah pendukungku kenapa aku bisa ada sekarang. Aku harus hargai mereka, oke terimakasih buat kalian yang vote cerita ini, aku seneng sekali banyak votenya. Yang memberikan tips juga, Aku seneng banget. Apalagi yang memberikan like 🙂 aku jadi semakin semangat menjadi sadis 🙃"
Author : "Yaps sekian itu saja, tolong dikomen ya, kalau gak aku memutuskan sendiri 🙃 tetap up 2 bab atau gak. Dan juga ada yang bilang cerita ini bertele-tele, yaps aku juga sadar cerita ini memang bertele-tele semenjak up dua bab, Aku sengaja biar alurnya lambat, terlalu cepat gak asik 😅. Sepertinya itu aja, eh hampir lupa yang event kemarin, maaf pengumumannya lebih lama dari yang aku targetkan, ya aku menunggu para peserta yang mau ikut dan batas terakhir hari ini. nanti pemenangnya aku umumkan 😉 yoo buat yang ikut event jangan lupa follow aku, itu sudah menjadi syarat kalau gak memenuhi syarat aku gak bisa memilihnya menjadi peserta bersyarat. Jadi segera follow 😍😘 sebenarnya masih banyak yang ingin dibahas, tapi lain waktu lagi."
Shua Xie : "Benar, ini hanya show pendek gak boleh panjang. Oke bye bye ayam-ayamku 😘"
Author : "Monyet lu ayam. mereka manusia bukan Ayam 😒😑"
__ADS_1
Shua Xie : "Biarin, itu nama panggilan kesayangan buat mereka, ayam-ayam kawaii yang mirip anak burung Pheonix.
Author : "Ah serah lu dah Bambang 😒**"