Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 56


__ADS_3

"Menurutmu apakah gadis cantik itu bisa membuat pilar mengeluarkan warna?" tanya peserta yang telah lulus pada peserta lulus lainnya.


"Aku tidak yakin, menurutku dia bisa. Tapi bisa juga tidak, kau tahukan kebanyakan wanita cantik sepertinya memiliki tubuh yang lemah."


"Benar juga. Tapi aku berharap dia bisa lulus, agar aku bisa kenal lebih dekat dengannya."


Semenjak kenaikan kultivasi Shua Xie sekarang, sajak Kutukan mulai berkerja sendirinya tanpa Shua Xie aktifkan. Seperti sajak di kepalanya, dengan aktifnya sajak itu, suara sejauh 20 meter bisa Shua Xie dengar, tidak hanya telinganya yang semakin membaik, tapi indera penglihat, pencium dan pengecap juga membaik. Hal itu membuat Shua Xie bisa mendengar ucapan 2 pria tadi yang baru saja membahas dirinya.


Berbeda lagi dengan 3 gadis di dekat 2 pria yang baru saja berbicara itu. Mereka berdecak sinis bahkan menjelingkan mata saat melihat Shua Xie. Jelas sekali kalau mereka tidak suka Shua Xie memiliki wajah yang lebih cantik dan cerah dari wajah mereka. Namun Shua Xie memilih untuk tidak memperdulikan tatapan mereka.


'Mereka tidak tahu, di balik wajah cantik Shua, sudah banyak nyawa yang dia rengut.' Phoe hanya bisa terkekeh melihat pandangan-pandangan mereka terhadap Shua Xie.


Shua Xie berdiri di depan pilar putih berukuran besar dengan ukiran kuno yang begitu elegan, sangat menunjukan bahwa pilar ini bukan pilar sembarangan.


Shua Xie meregangkan jari-jari tangan kanannya, sebelum memukul pilar di hadapannya dia harus melakukan peregangan sedikit padanya jarinya sudah hampir sebulan tidak memukul apapun. Di kediaman Feng Xian, Shua Xie hanya fokus memulihkan tenaga dalam dan QI-nya yang hampir mengering total.


Saat itu Shua Xie cukup kaget mengetahui dia telah menggunakan hampir membuat dantiannya rusak karena terus memaksakan mengeluarkan jurus-jurus yang memakan banyak tenaga dalam. Phoe menjelaskan bagaimana Shua Xie terlihat begitu beringas dan amatiran, mengunakan QI dan tenaga dalam sampai habis. Dan bahkan mengabaikan panggilan dari Phoe.


Phoe juga menjelaskan bagaimana semua orang dari klan Mo mati dengan cepat dan sadis karenanya. Membuat Phoe juga takut akan kegilaan Shua Xie yang mendadak itu. Shua Xie menjelaskan pada Phoe bahwa dia memilki penyakit jiwa yang tidak bisa disembuhkan. Penyakit pada psikologi selalu ingin melukai apa saja yang dia lihat, tidak peduli kecil atau besar, muda atau tua, bahkan kuat atau lemah, Shua Xie akan terus menyerang tanpa sadar.


"Sepersepuluh? Tidak seperlima, aku akan menggunakan seperlima kekuatan sajak Kutukan. Aku yakin bahkan seperlima kekuatan sajak Kutukan mampu membuat pilar ini bergetar." Shua Xie menatap pilar dari atas sampai ke bawah.


'Jangan terlalu mencolok, kau tahukan kalau namamu ini menjadi salah satu orang dalam daftar buku di aliansi Gold Lion. Untunglah mereka hanya menyebutmu gadis bertopeng.' Phoe menyahuti Shua Xie agar tidak tampil terlalu mencolok.

__ADS_1


"Iya, iya aku tahu," balas Shua Xie sedikit dengan nada cemberut.


Shua Xie mulai mengambil ancang-ancang, kemudian setelah siap, Shua Xie langsung memukul pilar itu tidak menggunakan semua kekuatan sajak Kutukan.


Nguunggg!!!


Setelah mendaratkan pukulan, pilar putih itu langsung mengeluarkan warna keemasan cukup lama berserta suara dengungan dari pilar. Semua orang yang menyaksikan itu sangat terkejut, pasalnya dari semua peserta calon anggota Shua Xie lah yang membuat pilar berwarna begitu lama. Sekitar hampir 10 menit barulah pilar itu kembali seperti semua, awalnya mereka menduga pilar itu telah rusak karena pukulan Shua Xie sebab terlalu lama mengeluarkan warna.


"Lu-lulus!" Pria ketua acara tidak bisa berbicara fasih melihat pukulan Shua Xie yang terlalu berbeda dari lainnya.


"Ini apa aku tidak salah lihat? Dari semua peserta gadis itulah yang paling kuat."


"Wajah cantik begitu tapi menutupi kekuatan aslinya. Aku tidak tahu bagaimana jika dia memukulku! Mungkin saja tulang-tulangku patah."


"Hebat, tidak aku sangka wajahnya mampu menipu kita. Padahal dia terlihat lemah lembut."


"Selanjutnya yang terakhir!" Ketua pelaksana memanggil peserta terakhir yang berada jauh di sudut lapangan.


"Eh? Ternyata masih ada? Aku pikir gadis itu yang terakhir," sahut panita lainnya pada ketua pelaksana.


"Dari tadi dia berteduh di bawah pohon, aku sudah mengamatinya."


Shua Xie sendiri langsung melihat ke arah pemuda berpakain serba hutan yang tengah berjalan menuju pilar. Banyak orang membuka jalan untuknya saat dia melewati kerumunan peseta yang tidak lulus.

__ADS_1


Shua Xie mengerutkan keningnya sambil menatap pemuda yang berjalan menuju arahnya, lebih tepat ke arah tempat pilar berdiri. Sebelumya Shua Xie berpikir dialah perserta terakhir, tapi tenyata masih ada peserta terakhir yang tidak dia sadari.


Pemuda itu berjalan mendekati Shua Xie kemudian berbisik, "Kau lumayan juga gadis manis. Tapi akan kuperlihatkan padamu kekuatan yang sebenarnya." Pemuda itu berlalu setelah berbisik pada Shua Xie.


Shua Xie menatap pemuda itu bingung, "Apa maksudnya kekuatan yang sebenarnya? Apa dia meremehkanku?" gumam Shua Xie pelan.


Pemuda itu tersenyum begitu percaya diri, di hadapan pilar putih dia tertawa sambil melemaskan tangan kanannya. Sebelum akhirnya dia memukul pilar itu dengan gaya santai.


"Ini hanyalah mainan anak-anak! Tidak ada gunanya di pakai!" Seiring pemuda itu selesai berbicara, pilar mengeluarkan warna keemasan namun warna itu tidak bertahan lama sebab tiba-tiba saja pilar itu langsung hancur setelah 2 detik mengeluarkan warna.


Semua orang yang menyaksikan sangat terkejut melihat pilar hancur di depan mata mereka. Kali Ini mereka yakin pemuda itu memiliki kekuatan yang tidak bisa diukur.


"Pilar milik kita hancur!" Ketua pelaksana tidak bisa menyembunyikan betapa terkejutnya dia. Apalagi anggota panitia lainnya.


Tidak lama kemudian wanita terlihat seperti usia 40 tahunan muncul secara tidak terduga di samping Shua Xie. Tampak wajah wanita itu begitu datar saat melihat pemuda yang baru saja menghancurkan pilar putih.


"Menghancurkan pilar putih milik aliansi Gold Lion. Apa kau pikir di sini sedang ajang unjuk seluruh kekuatan! Pilar putih adalah satu pusaka milik aliansi Gold Lion, dan kau bahkan belum resmi menjadi anggota sudah berani menghancurkan pilar putih!" Wanita itu tidak lain adalah Lan Susu, pemimpin aliansi Gold Lion. Sebenarnya sejak dari tadi Lan Susu terus mengawasi uji tes calon anggota dari kejahuan. Saat dia melihat Shua Xie memukul pilar dan membuat pilar mengeluarkan warna keemasan begitu lama, dia berdecak kagum.


Namun berbeda lagi pada peserta sehabis Shua Xie yang baru saja menghancurkan pilar putih. Lan Susu langsung terang-terangan muncul di panggung pilar.


Shua Xie sendiri awalnya tidak menyadari kapan wanita di sampingnya muncul, andaikan wanita itu tidak bersuara tentu saja Shua Xie tidak akan merasakan kehadirannya sejak awal.


"Main seperti buat apa dipajang lagi! Lebih baik hancurkan!"

__ADS_1


***


Gaees kalo ada kesempatan mampir ya ke cerita author yang berjudul Takdir Sang Penguasa :) dijamin menghibur kok 😘 mumpung besok PMD gak up besok, author harap kalian mau membaca novel author yang satunya :) thanks atas dukungan kalian 💝


__ADS_2