
Di luar maupun di dalam paviliun Bunga Putih, semua orang tercengang melihat Yulon mendapat serangan telak dari seorang gadis berwajah cantik yang bahkan terlihat lemah lembut seperti parasnya. Masyarakat sekitar hanya bisa menelan kasar salivanya melihat adegan pemotong tangan berlangsung begitu cepat. Tidak ada satu pun dari mereka berani melerai atau bahkan mendekati kerumunan pemuda yang sedang bertengkar sebelumya.
Di dalam paviliun, beberapa Kultivator yang melihat adegan tadi hanya bisa tercengang. Tidak di sangka seorang gadis di tahap Langit level 7 mampu memotong tangan dalam sekali serang, apalagi potongan itu begitu rapi dan cepat. Bahkan seorang penatua yang sebelumnya ingin melerai pertikaian kecil itu hanya bisa terkejut sambil terkagum, baru pertama kali dia melihat ada kecepatan sehebat itu. Bahkan mata jelinya yang sering dia banggakan saja tidak bisa melihat jelas gerakan Shua Xie.
Shua Xie dan 3 pemuda di belakangannya masuk ke dalam paviliun, tampang ekspresi Shua Xie tidak berubah, tetap dingin dan datar, seolah kejadian tadi tidak pernah terjadi. Banyak Kultivator lainnya menatap Shua Xie ngeri, bahkan ada dari mereka yang memalingkan wajahnya agar tidak bertatap muka, takut menyinggung gadis bertempramen seperti Shua Xie.
Shua Xie melihat kiri dan kanan, suasana paviliun sedikit berbeda dari sebelumnya, yang tadinya begitu ramai akan suara, sekarang malah terkesan mencekam. Dengan berat hati Shua Xie menghela nafas, tak kuasa melihat mereka yang tampak tidak ingin melihat ke arahnya, bukan Shua Xie ingin diperhatikan hanya saja mereka terlihat takut padanya. Apa dia semengerikan itu?
Suasana kembali seperti semula, namun tidak seramai sebelumnya. Orang-orang mulai melupakan kejadian tadi, paling tidak sampai Shua Xie keluar dari paviliun. Melihat ekspresi Shua Xie tampak seperti tak suka akan suasana yang baru saja dia buat, tidak ingin menyinggung, mereka langsung bertingkah seolah kejadian tadi tidak pernah terjadi.
Shua Xie berjalan mendekati meja daftar, tempat di mana para pemburu akan mendaftarkan dirinya atau menyerahkan hasil buruannya. Di meja daftar seorang gadis seumuran Shua Xie ternseyum canggung, tak lupa pula menyapa.
"Se-selamat datang, ada yang bisa saya bantu?"
Karena kejadian tadi masih membekas segar di ingatan gadis itu, dia pun jadi canggung menyapa Shua Xie. Tidak mungkin kan kejadian semengerikan tadi dilupakan dalam waktu singkat?
"Aku dan tiga pemuda di sampingku ini, ingin mendaftar menjadi pemburu. Bisakah kau mendaftarkan kami?"
"Baik, silakan menunggu sebentar, saya akan ambilkan token untuk kalian."
Shua Xie mengangguk paham, membiarkan gadis itu pergi mengambil token tanpa bertanya lagi. Shua Xie kembali melirik ke sekitar, dia bisa melihat paviliun Bunga Putih sangat elegan tidak terlalu kaya tapi tampak berkarisma.
"Kak Shua, sepertinya semua orang jadi waspada terhadapmu." Chen Xui sedari tadi mengamati sekitar, benar saja semua orang tampak waspada pada mereka berempat terlebih lagi pada Shua Xie.
Alis kanan Shua Xie naik, dengan wajah sedikit sinis dia membalas, "Biarkan saja, ada sedikit gunanya kita mengeluarkan sedikit kemampuan, agar kiranya tidak ada lagi orang yang berani mencari masalah dengan kita."
"Tapi, bukankah sedikit keterlaluan memotong tangan seseorang? Pria tadi kan hanya berbicara tidak ada melakukan hal buruk."
__ADS_1
Shua Xie mengerutkan keningnya sambil menatap Chen Xui tajam, "Kau membelanya?" Hanya dua kata pertanyaan yang keluar, dua kata itu mampu membuat Chen Xui langsung tercengang. Merasa salah bertanya, seharusnya dia tidak menyinggung hal tadi. Entah kenapa dia menjadi menyesal mengungkit masalah tadi, padahal niatnya hanya ingin bertanya, tidak lebih.
"Bukan seperti itu, aku hanya bertanya saja. Tidak ada niat membelanya."
Shua Xie menurunkan tatapan tajamnya, melihat Chen Xui mengeluarkan raut wajah serba salah, Shua Xie merasa kasihan.
"Instingku berkata, pria sepertinya harus kehilangan tangan." Shua menjawab pertanyaan Chen Xui tanpa memperdulikan ucapan dalih Chen Xui barusan.
Chen Xui sedikit lega, sebab ternyata Shua Xie tidak mempermasalahkan lebih pertanyaannya tadi. Tapi mendengar jawaban Shua Xie mengenai apa alasannya memotong tangan pria tadi, terdengar sangat menyeramkan. Bagaimana mungkin Shua Xie memotong tangan orang hanya dari insting? Bagaimana jika dia memotong tangan orang lain lagi karena instingnya lagi? Jika setiap saat dia mendapat insting seperti itu, kira-kira berapa banyak tangan yang dia potong?
'Insting? Tapi bagaimana mungkin? Bukankah itu terdengar berlebihan?' tanya Chen Xui dalam hatinya. Begitupun Xui Lang dan Xui Cuisha, mereka juga sama terkejutnya mendengar jawaban Shua Xie.
Shua Xie kembali menatap ke depan saat gadis yang sebelumnya pergi kini telah datang, gadis itu membawa 4 token kayu dengan gantungan tali berwarna kuning. Gadis itu tersenyum ke arah Shua Xie lalu menyodorkan 4 token di meja daftar.
"Ini empat token untuk empat calon pemburu. Apa kalian sudah tahu guna token ini? Jika belum saya bisa menjelaskannya." Gadis itu menatap satu persatu orang di hadapannya, terakhir pandangannya jatuh pada Shua Xie.
Shua Xie mengangguk pelan, "Ya tidak masalah. Silakan jelaskan."
Gadis itu tersenyum tipis mendengar jawaban Shua Xie, dia pikir Shua Xie tidak akan mau mendengarkan penjelasannya seperti kebanyakan Kultivator yang merasa hebat dan serba tahu.
'Sepetinya aku terlalu berprasangka buruk padanya, dia tidak lebih buruk dari yang kupikirkan.'
Dengan senang hati gadis itu mulai menjelaskan, "Token ini adalah ...."
***
"Ketua, tolong balaskan dendam saudara Yulon. Gadis itu tidak hanya mengatakan kami sampah, dia juga berani memotong tangan saudara Yulon. Ketua mohon balaskan dendam kami, kami tidak terima jika dia mengatakan kami sampah!" Seorang pemuda berbaju merah biasa bersujud di depan seorang pria bertopeng kayu, hanya saja topengnya itu hanya sebagian menutupi wajahnya bagian kiri. Tidak hanya pemuda itu sendiri, namun 4 rekan lainnya juga ikut bersujud.
__ADS_1
Pria bertopeng itu tidak lain ialah Su Tumo, pria berusia 32 tahun mantan prajurit terlatih kerajaan Bora. Su Tumo dikeluarkan dari Pasukan Khusus Bunga Darah, karena melakukan hal fatal dan Xui Sukong sendiri menghukumnya dengan dicabutnya jabatannya dan mengeluarkannya dari pasukan khusus. Su Tumo sendiri pernah menjadi salah satu wakil kapten dari 5 wakil kapten terbaik yang Xui Sukong pilih. Jadi bisa dikatakan kehebatan Su Tumo ini tidak bisa diremehkan.
Semenjak Su Tumo dikeluarkan dari pasukan khusus, dia mulai membentuk kelompok khusus yang dia namakan Haus Darah. Namanya terdengar unik sekaligus menyeramkan, karena memang nama itu cocok untuk orang-orang seperti mereka. Kelompok Haus Darah sering memberantas desa-desa kecil di luar kota Bora.
Dari banyak desa yang mereka rampok, mereka lebih memilih mengambil harta dan para pria muda untuk diajak menjadi anggota Haus Darah. Sedangkan para orang tua di atas 40 tahun dibunuh dengan sadis, dan untuk para gadis asalkan masih terlihat segar dan masih layak digunakan mereka akan melecehkannya sampai mereka puas. Untuk anak kecil akan mereka jual sebagai budak.
Ketenaran kelompok Haus Darah ini sudah sampai ke seluruh daratan, banyak dari pihak pemerintah memburu kelompok Haus Darah dengan mengirim Kultivator handal, namun tidak ada satu pun Kultivator itu bisa pulang sampai saat ini. Entah bagaimana kabar dark para Kultivator handal itu. Apakah mereka berhasil atau telah mati.
Su Tumo mendengus pelan mendengar penjelasan bawahannya, "Tidak salah jika gadis itu mengatakan kalian sampah, kalian memang pantas dijuluki sampah! Melawan satu orang gadis saja tidak bisa! Apalagi kalau bukan sampah?!"
"Ta-tapi Ketua, gadis itu sangat kuat, bahkan kami ti-"
Belum selesai bawahannya berbicara, Su Tumo langsung memotong ucapannya dengan bentakan keras, "Kalian yang terlalu lemah jadi jangan salah jika lawan kalian kuat! Dalam bertarung tidak ada aturan kekuatan harus setara! Jika kalian lemah maka berusahalah menjadi kuat! Jangan menyalahkan lawan kalian! Dasar tidak berotak!"
Kata-kata yang Su Tumo lontarkan adalah kata-kata yang pernah Xui Sukong sampaikan padanya dan pada anggota pasukan khusus lainnya saat Su Tumo masih menjadi anggota pasukan khusus. Anggaplah Su Tumo tengah mempraktikkan seperti cara Xui Sukong menjadi Pemimpin.
Mendengar ketua mereka membentak, tidak ada satu pun yang berani berbicara lagi. Su Tumo mengatur kembali nafasnya, setelah kembali tenang dia melirik 5 bawahannya yang sedang bersujud ketakutan.
"Apa gadis itu seorang bangsawan? Jika dia cantik aku ingin dia menjadi wanitaku."
"Be-benar Ketua! Gadis itu pasti keturunan bangsawan sebab dia berjalan di hadapan Pangeran Mahkota Chen Xui. Jika bukan bangsawan mana ada yang berani berjalan di depan para pangeran."
Su Tumo sedikit tersenyum, mulai tertarik akan gadis yang dimaksud bawahannya itu. "Hah! Beritahu Wakil Wang Xue pergi membereskan! Tapi jangan sampai dibunuh, bawa gadis itu ke hadapanku. Aku ingin melihat seberapa cantik dan menawannya gadis itu? Apakah dia lebih cantik dari Putri Xui Sha yang terkenal lemah lembut itu?"
"Si-siap Ketua!" jawab mereka semua serempak.
***
__ADS_1
Hehehe terima kasih buat kalian yang masih setia membaca ceritaku sampai saat ini, maaf saya kebanyakan libur dari pada update :( saya akan mengusahakan update cerita ini lebih teratur. Mohon dukungannya ya 💙