Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 144


__ADS_3

Shua Xie pulang dengan perasaan kesal, bukan karena persyaratan yang diberikan Tetua Besar melainkan sikap Tetua Besar kepadanya terlihat seperti sedang menindas. Ya, tidak masalah bagi Shua Xie jika dia harus melawan sepuluh murid dalam berperingkat, tapi tidak bisakah Tetua Besar bersikap sedikit sopan kepadanya?


Menyebalkan! Hanya satu kata itu saja yang bisa Shua Xie ungkapkan begitu keras di dalam hatinya, tidak peduli apakah Phoe akan mentertawakannya atau tidak.


Lebih menyebalkannya lagi, Tetua Besar memanggilnya hanya untuk berbicara beberapa kalimat saja, bahkan kalimat itu terdengar sedang mencurigai Shua Xie. Padahal Shua Xie tidak memiliki ketertarikan pada sekte Kunlun, jika saja dia tidak penasaran dengan Daratan Alam Abadi tentu Shua Xie tidak akan seperti sekarang.


Tidak lama Shua Xie berjalan, akhirnya dia bertemu lagi dengan Jiang Liang, bisa Shua Xie lihat Tetua itu sedang berdiri di bawah pohon dengan raut wajah tampak sedikit khawatir.


Shua Xie mendekati sosok Tetua itu lalu menyapanya, "Tetua Jiang."


Sosok Tetua itu langsung berbalik ketika dia mendengar suara memanggil namanya. Melihat Shua Xie sudah kembali dengan keadaan baik-baik saja, Jiang Liang menghela nafas lega. Berpikir akan terjadi sesuatu pada Shua Xie mengingat reaksi Tetua Besar pada gadis itu sedikit berbeda ternyata salah, siapa pun juga akan berpikir begitu jika ekspresi Tetua Besar seperti tidak menyukai Shua Xie. Jiang Liang mendekati Shua Xie lalu bertanya, "Bagaimana, apa yang dikatakan Tetua Besar padamu?"


"Tetua Besar, menyetujui permintaanku," balas Shua Xie membuat Jiang Liang sedikit terkejut, mungkin tidak mengira Tetua Besar akan semudah dan secepat itu mengiyakan permintaan Shua Xie, tidak seperti biasanya Tetua Besar lebih mengutamakan peraturan yang berlaku.


"Semudah itukah?" Karena sedikit tidak percaya Tetua Besar semudah itu mengiyakan permintaan Shua Xie, Jiang Liang kembali bertanya.


"Tentu tidak, Tetua Besar memberiku syarat. Asalkan aku bisa mengalahkan sepuluh murid dalam berperingkat aku bisa menjadi murid dalam," jelas Shua Xie lebih detail lagi.


"Sudah kuduga tidak semudah itu," gumam Jiang Liang membalas Shua Xie sembari tangannya itu mengusap janggutnya. Namun beberapa detik kemudian dia langsung tersadar, seketika saja pandangannya kepada Shua Xie membulat sempurna, "Tunggu dulu! Apa tadi kau mengatakan Tetua Besar memberimu syarat dengan melawan sepuluh murid dalam berperingkat?" ungkap Jiang Liang dengan nada terkejut, baru sadar sepenuhnya kalau Tetua Besar memberikan syarat kepada Shua Xie, lebih mengejutkannya lagi syarat itu bukan syarat yang mudah.


Shua Xie mengangguk pelan, "Ya, seperti itulah. Tentu saja menjadi murid dalam tidak semudah membalikkan telapak tangan." Shua Xie memberikan kalimat kiasan.


"Tunggu dulu, bukankah syarat ini terdengar berlebihan. Sepertinya aku harus menemui Tetua Besar lalu meminta keringanan untukmu." Jiang Liang berniat berbalik menghampiri kediaman Tetua Besar ingin membantu sekaligus mempertanyakan kenapa Tetua Besar memberikan syarat sulit seperti itu. Ya, meski Shua Xie murid yang berbakat di mata Jiang Liang tapi mau bagaimana pun basis kultivasi Shua Xie masih di tingkat Langit tidak sebanding dengan para murid dalam berperingkat yang jauh di atas Shua Xie.


Namun baru saja Jiang Liang hendak berbalik, Shua Xie langsung menghentikan Jiang Liang dengan ucapannya, "Tetua Jiang tidak perlu khawatir, aku bisa menghadapi syarat ini," ungkapnya dengan nada terdengar serius.


Pandangan Jiang Liang kembali menatap Shua Xie, yang saat ini memasang tampang wajah tenang dengan kepercayaan diri yang tinggi. Melihat sikap Shua Xie, Jiang Liang hanya bisa menghela nafas sedikit kasihan Shua Xie memiliki sikap yang terlalu sembrono. Mau bagaimana pun melawan sepuluh murid dalam berperingkat tidak semudah apa yang dipikirkan Shua Xie, bahkan jika Liang Jiang mendapat tugas seperti itu mungkin dirinya akan merasa sedikit kesulitan meski dia tetap keluar sebagai pemenang. Tapi berbeda dengan Shua Xie, di mata Jiang Liang basis kultivasi Shua Xie bahkan belum memenuhi kriteria menjadi murid dalam, namun mengingat Shua Xie memiliki bakat bagus sedikit mendukung Shua Xie menjadi murid dalam.


"Nona, kau masih muda, sekte ini juga tidak akan ke mana-mana, kenapa tidak tunggu beberapa tahun lagi baru memaksakan kehendakmu itu. Lagi pun murid dalam dan murid luar sama saja, hanya berbeda sedikit soal kekuatan namun tetap saja satu perguruan." Jiang Liang memberi nasihat tidak perlu begitu cepat untuk meningkatkan status murid Shua Xie, lagi pun ini baru hari pertama Shua Xie masih ada hari esok dan ke depannya Shua Xie bisa menjadi murid dalam. Terlalu terburu-buru juga bukan sikap yang bagus sebagai seorang Kultivator.


Alia Shua Xie berkerut, sedikit tidak senang mendengar nasihat yang diberikan Jiang Liang padanya, "Anda meragukanku, Tetua Jiang?" tanya Shua Xie dengan nada begitu tidak enak didengar.


Jiang Liang sadar kata-katanya telah menyinggung perasaan gadis itu, tapi apa yang dia katakan tidak ada salahnya bukan? Jiang Liang segera menggeleng pelan, "Bukan seperti itu, aku tidak meremehkanmu. Bakatmu memang bagus, tapi terburu-buru dalam melakukan sesuatu bukanlah hal bagus, kebanyakan sesuatu yang dikerjakan dengan terburu-buru jarang berakhir baik." Jiang Liang membenarkan kesalah pahaman Shua Xie dalam makna ucapannya.


"Namun tetap saja intinya anda meremehkanku, Tetua Jiang. Apa salah jika basis kultivasiku masih di tingkat Langit? Apa dengan basis kultivasi masih di tingkat itu aku tidak boleh menantang murid dalam? Bukankah tidak ada peraturannmelawan sesama murid harus memiliki basis kultivasi yang sama." Shua Xie paling tidak suka diremehkan, jadi jangan salahkan kalau dia bertindak sedikit tidak sopan. Lagi pun tidak ada salah juga bukan Shua Xie melawan murid dalam dengan basis kultivasinya yang berada di tingkat Langit, soal menang kalah tidak ada yang tahu, jika pun Shua Xie kalah dia juga tidak menuntut apapun pada sekte Kunlun.


Jiang Liang sedikit tertegun melihat sikap Shua Xie sedikit jauh berbeda dari sebelumnya, beberapa waktu yang lalu gadis itu masih bersikap sopan, namun sekarang karena Jiang Liang secara tidak sengaja menyinggung gadis itu, sikap gadis itu menjadi berubah. Jiang Liang baru tahu, ternyata Shua Xie memiliki sikap yang mudah tersinggung dan sedikit pemarah.


"Ah, bukan seperti itu, maksudku-"


"Anda khawatir aku tidak akan bisa melawan mereka, bukankah begitu maksud anda, Tetua Jiang?" sahut Shua Xie menyela ucapan Jiang Liang, tatapan tajam segera tertuju kepada Jiang Liang, "Anda tidak perlu khawatir, meskipun aku kalah bahkan terluka parah, aku tidak akan pernah menuntut sekte Kunlun." Lanjut Shua Xie lagi, sedikit menerangkan kepada Jiang Liang untuk tidak perlu khawatir dengannya.


Namun sepertinya kata-kata seperti itu belum cukup menenangkan Jiang Liang, cukup dilihat dari ekspresi yang dikeluarkan Tetua itu terlihat kesulitan. Shua Xie sedikit kagum, ternyata Jiang Liang begitu peduli dengan dirinya padahal mereka berdua baru saja kenal, "Bagaimana jika kita bertaruh, Tetua Jiang?"


"Bertaruh?" Alis Jiang Liang berkerut menunjukkan ekspresi sedikit keheranan. Jiang Liang tahu Shua Xie ingin bertaruh tentang menang tidaknya Shua Xie melawan murid dalam berperingkat, hanya saja yang memuat Jiang Liang heran kenapa Shua Xie tampak begitu percaya diri bisa mengalahkan sepuluh murid dalam berperingkat, "Apa yang ingin kau taruhkan, Nona Shua?" tanya Jiang Liang.


Shua Xie tersenyum tipis, sekejap saja perasaan tidak senangnya terganti, benar-benar membuat Jiang Liang ingin geleng-geleng kepala, Shua Xie memiliki perubahan sikap begitu cepat, "Bagaimana kita bertaruh, jika aku menang, aku ingin Tetua Jiang mengabulkan satu permintaanku? Sedangkan jika aku kalah, Tetua Jiang bisa melalukan apapun padaku," jelas Shua Xie sedikit bersemangat.

__ADS_1


"Ini." Jiang Liang kembali tertegun, bagaimana bisa Shua Xie sepercaya diri ini sampai dia mengajak Jiang Liang bertaruh, jika seperti ini Jiang Liang menjadi sedikit gusar, sedikit terbesit di benaknya Shua Xie memang mampu mengalahkan sepuluh murid dalam berperingkat melihat betapa percaya dirinya Shua Xie. Tapi, mau bagaimana pun basis kultivasi Shua Xie nyata, dan sangat memungkin Shua Xie tidak bisa mengalahkan sepuluh murid dalam berperingkat. Jiang Liang kembali berpikir, apa iya dia harus mengikuti pertaruhan ini?


"Baiklah, jika Nona Shua kalah, aku akan meminta sesuatu darimu," balas Jiang Liang menyetujui pertaruhan yang Shua Xie ajukan, sebenarnya dirinya tidak ngin menyetujui ide aneh seperti ini, tapi tidak demi menghargai prinsip gadis itu, ya sudahlah Jiang Liang terpaksa menyetujuinya.


"Oke, kita sepakat."


***


"Apa benar, Kak Shua tahu cara menyembuhkan kecacatan meredianku?" tangan Xingxing pelan dengan nada ragu.


Xingxing tidak tahu dari mana Shua Xie tahu kalau dirinya mengalami kecacatan meredian sejak lahir, tapi Xingxing cukup bersyukur Shua Xie tidak menjauhinya dan justru berniat membantu Xingxing keluar dari situasi seperti ini. Jika memang benar Shua Xie mampu, Xingxing akan merasa sangat terbantuhi dan tidak akan pernah melupakan kebaikan Shua Xie.


Tapi melihat Shua Xie adalah perempuan dan juga umurnya tidak jauh berbeda dengan Xingxing, dirinya merasa sedikit ragu, apakah Shua Xie tidak sedang membual hanya untuk menghibur Xingxing saja? Xingxing sudah sering melewati situasi seperti ini, di mana tabib berusaha menghiburnya dengan kata seperti itu, terutama Ayahnya sendiri Kaisar Wexin. Jadi wajar saja Xingxing merasa ragu dengan ucapan Shua Xie.


Shua Xie tersenyum manis kepada Xingxing, seakan mengatakan pada Xingxing untuk tidak perlu cemas, jika Shua Xie memang berkata ada cara pasti memang ada cara, "Aku tidak pernah berbohong apalagi jika menyangkut masalah penting seperti ini, apa kau tidak percaya padaku, Xingxing?" tanya Shua Xie.


Xingxing langsung menggelengkan kepalanya, "Tentu tidak, aku percaya padamu Kak Shua. Kau memiliki bakat ilmu bela diri bagus, dan kau juga terlihat begitu percaya diri, tentu aku mempercayaimu. Tapi, bagaimana cara Kak Shua menyembuhkanku?"


"Mungkin agak sulit," balas Shua Xie sembari tangannya mengelus pelan dagunya. Matanya juga terfokus menatap tubuh Xingxing dari atas hingga bawah. Shua Xie memperhatikan lebih dalam lagi tubuh Xingxing, selagi Phoe juga memperhatikan lebih jelas apa yang salah dari tubuh Xingxing. Dan setelah beberapa menit, akhirnya Phoe paham masalah apa yang terjadi pada gadis itu.


'Dia bukanlah cacat, melainkan pertumbuhan yang tertunda,' jelas Phoe setelah tahu masalah pada tubuh Xingxing, 'Dia memiliki darah Kutukan.' Lanjut Phoe lagi dengan nada serius.


'Apa? Darah Kutukan?' sahut Shua Xie cepat karena terkejut, 'Apa maksudnya dengan darah Kutukan?' tanya Shua Xie lagi dengan nada sangat penasaran. Shua Xie tidak terlalu tahu tentang darah Kutukan, namun dari pengetahuan yang dia miliki darah Kutukan ialah darah keturunan dari sesuatu luhur hebat namun memikul banyak masalah. Penjelasan itu tentu ada di dalam dunia medis, meski tidak banyak tabib maupun alkemis tahu tentang darah Kutukan.


'Gadis itu mewakili keturunan besar keluarganya. Keluarga bangsawan gadis ini memiliki leluhur hebat, di mana leluhur mereka turun-temurun menurunkan semacam kekuatan mistis kepada keturunan tertentu. Dan sudah jelas, gadis ini mewarisi kekuatan leluhur pertamanya. Tidak ada yang aneh dan gadis ini tidak mengalami kecacatan, hanya saja pertumbuhan meredian dan kultivasinya terhambat oleh sesuatu yang membuat basis kultivasi gadis itu begitu lamban berkembang, sehingga wajar saja gadis ini berserta keluarganya berpikir gadis ini memiliki kecacatan,' jelas Phoe panjang lebar.


Shua Xie sedikit terkejut mendengar penjelasan Phoe, bukankah dengan begitu Shua Xie paham Xingxing bukanlah Putri yang tidak berguna, melainkan Putri yang sangat berharga. Ya, meski Shua Xie tidak tahu jelas seperti apa hebatnya kekuatan leluhur keluarga Xingxing, tapi yang jelas Xingxing memiliki kekuatan hebat yang terpandang.


'Lalu, apakah ada cara membantunya?' tanya Shua Xie. Pada intinya keturunan hebat atau bukan, jika Xingxing tidak bisa dibantu apa gunanya Xingxing mewarisi kekuatan leluhurnya.


Phoe terdiam untuk sesaat membuat Shua Xie sedikit khawatir, tidak mungkin bukan Phoe tidak memiliki cara membantu Xingxing setelah Phoe tahu masalah yang dialami Xingxing.


'Masalah ini sangat mudah, hanya saja membangkitkan meredian gadis ini harus membutuhkan persetujuan dari keluarganya. Karena dari apa yang kulihat, seseorang sengaja melumpuhkan meredian gadis ini dengan mantra penyegel, meski sangat mudah membukanya tapi kita tidak boleh asal membukanya. Kemungkinan saja keluarga gadis ini sengaja menyembunyikan rahasia ini karena sesuatu,' jelas Phoe serius.


'Jadi, seseorang dari keluarga Xingxing sengaja melumpuhkan merediannya demi menutupi rahasia yang dipikul Xingxing?' tebak Shua Xie setelah tahu jelas kelumpuhan yang dialami Xingxing dikarena keluarganya sendiri.


Ini sedikit tidak masuk akal, Xingxing sudah menceritakan bahwa Kaisar Wexin sangat peduli dengannya bahkan mencarikan tabib terbaik ke seluruh wilayah negara Angin, termasuk tabib di negara sebelah. Namun sayangnya tidak ada tabib yang bisa membantu masalah Xingxing. Dan seharusnya itu sudah cukup jelas, seseorang yang menyembunyikan masalah ini bukan Kaisar Wexin.


'Lalu siapa?' tanya Shua Xie pada dirinya sendiri, sembari pandangannya kembali menatap Xingxing yang saat ini sedang duduk membelakanginya dengan bagian baju atas terbuka.


'Masalah ini sangat serius, kita tidak bisa ikut campur masalah keluarga gadis ini. Karena keluarga gadis ini bukan keluarga biasa. Kita boleh saja membantunya, tapi setelah mendapatkan persetujuan dari keluarganya,' jelas Phoe lagi, sedikit menekan kalimatnya agar Shua Xie sadar tidak semua apa yang ingin Shua Xie lakukan bisa dia lakukan tanpa persetujuan dari beberapa orang di sekitarnya.


Pandangan Shua Xie merendah, 'Aku mengerti. Aku akan mencari tahu siapa yang melumpuhkan meredian Xingxing, kemungkinan Xingxing tidak sadar kalau dia dilumpuhkan karena kesengajaan seseorang di dekatnya.'


Kembali ke situasi antara Xingxing dan Shua Xie, gadis yang sedang melepaskan baju bagian atas itu tertunduk diam, tampak malu sekaligus pasrah dengan keadaannya sekarang. Meski pun Shua Xie adalah perempuan, tapi Xingxing tidak pernah membuka bajunya di hadapan perempuan sekaligus, bahkan pelayan istananya saja tidak pernah menyetuh tubuhnya tanpa persetujuannya.


Karena Shua Xie begitu lama terdiam, Xingxing merasa semakin canggung, "Kak Shua, apakah sangat sulit sehingga kau membutuhkan waktu lama berpikir?" tanya Xingxing, tidak tahan lagi membuka bajunya selama ini di hadapan Shua Xie. Meski Xingxing membelakangi Shua Xie, namun tetap saja Shua Xie bisa melihat sebagian tubuhnya.

__ADS_1


Sadar kalau dirinya telah lama membuat Xingxing tidak nyaman, Shua Xie segera membalas, "Maaf, aku terlalu lama memikirkan cara membantumu. Sekarang aku sudah tahu apa masalahmu dan bagaimana cara membantumu, kau boleh kembali memakai bajumu."


Mendengar Shua Xie bisa membantunya, refleks Xingxing berbalik dengan tangan memegang bajunya yang menutupi badan bagian depannya. Pancaran mata terkejut berbinar di mata gadis berstatus Putri itu, "Benarkah Kak Shua tahu cara membantuku?" tanya Xingxing sedikit keras karena terlalu bahagia mendengar Shua bisa membantunya. Akhirnya penderitaan dan penghinaan yang selama ini dia alami bisa terlepas dengan bantuan Shua Xie.


Shua Xie berdehem pelan sembari kepalanya mengangguk pelan, "Ehem ... tentu saja. Bukankah aku sudah mengatakan padamu aku akan membantumu. Tidak mungkin aku berbohong apalagi sampai mengingkarinya, kau ada Putri kekaisaran Feng, sedangkan aku hanya rakyat biasa," balas Shua Xie.


"Lalu, kapan Kak Shua bisa membantuku?" tanya Xingxing lagi dengan nada sangat bersemangat.


Shua Xie mengangkat tangannya, menepuk puncak kepala Xingxing, dan lagi-lagi membuat gadis itu tertegun atas tindakan Shua Xie, " Setelah masalahku selesai di sini, aku akan membantumu. Kau hanya perlu membawaku bertemu dengan keluargamu, terutama Ayahmu, Kaisar Wexin."


Alis Xingxing sedikit berkerut, sedikit tidak mengerti kenapa Shua Xie ingin bertemu dengan keluarganya, "Apakah masalah ini juga bersangkut paut dengan keluargaku? Ayahku percaya berkata, aku bisa melakukan apa yang aku mau selama aku mau melakukannya. Jadi seharusnya aku bisa menetukan apakah aku harus menyembuhkan kecacatanku tanpa atau adanya keluargaku," balas Xingxing.


Shua Xie tersenyum tipis, dia mengerti Xingxing ingin sembuh secepatnya dan juga tidak ingin keluarganya tahu kalau dia akan sembuh. Toh, tidak akan ada juga yang peduli pada kesembuhannya.


"Tapi tetap saja, kesembuhanmu harus diketahui keluargamu. Dengan begitu mereka tidak akan meremehkanmu sebagai Putri cacat," jelas Shua Xie tenang, meski pun ini hanya alasan dasar tapi Shua Xie juga tidak ada niat ingin memberitahukan masalah sebenarnya gadis itu sebelum Shua Xie tahu jelas siapa dalang dari kecacatan yang Xingxing alami.


"Ah, seperti itu. Baiklah jika Kak Shua berkata seperti itu, aku hanya bisa menurut." Xingxing paham Shua Xie ingin membantunya terlepas dari penghinaan yang Xingxing alami cukup lama, dan Xingxing terharu akan hal itu.


"Tenang saja, setelah aku kembali dari Daratan Alam Abadi. Kita akan ke tempatmu dan membantumu terlepas dari penghinaanmu." Shua Xie menyakinkan Xingxing lagi, namun kalimat yang baru saja dia keluarkan membuat Xingxing sedikit terkejut.


"Daratan Alam Abadi? Bukankah Daratan Alam Abadi tidak lama lagi akan terbuka, jika tidak salah dengar Ayah mengatakan Daratan Alam Abadi akan terbuka dalam dua hari lagi. Bagaimana bisa Kak Shua peri ke sana selagi dari peraturan yang ada hanya membolehkan murid dalam yang pergi ke sana." Xingxing hanya penasaran, bagaimana mungkin Shua Xie pergi ke sana dengan status murid Shua Xie masih murid luar. Terkecuali Shua Xie mendapat persetujuan dari Tetua Besar menjadi murid dalam hari ini atau besok, dengan begitu Shua Xie bisa pergi ke Daratan Alam Abadi.


Tunggu dulu, Xingxing baru sadar Shua Xie baru saja bertemu dengan Tetua Besar, meski Xingxing tidak tahu apa yang sedang dibahas Shua Xie dan Tetua Besar. Tapi tampaknya perbincangan mereka berhubungan dengan Daratan Alam Abadi dan murid dalam.


'Jangan bilang pertemuan Kak Shua dengan Tetua Besar berhubungan dengan Daratan Alam Abadi dan murid dalam? Mungkinkah Kak Shua meminta menjadi murid dalam dengan cepat agar bisa ikut pergi ke Daratan Alam Abadi?' tebak Xingxing dalam hatinya, tidak berani menanyakan kalimat ini sebab dia takut salah menebak.


Shua Xie yang mengerti jalan pikir Xingxing kembali tersenyum sambil tangannya itu menepuk lagi puncak kepala Xingxing, "Apa yang kau pikirkan benar, aku telah meminta Tetua Besar menjadikanku murid dalam dengan cepat, mungkin besok aku sudah akan menjadi murid dalam. Hanya saja melewati sedikit tantangan." Shua Xie membenarkan tebakan Xinxing membuat gadis itu seketika menatap ke arahnya, mungkin gadis itu sedikit terkejut sebab tebakannya bisa dibaca Shua Xie dan ternyata benar.


"Hah, tantangan apa yang Tetua Besar berikan?" tanya Xingxing antusias.


"Hanya melawan sepuluh murid dalam berperingkat," jawab Shua Xie dengan tenang.


"Ohh ... melawan murid dalam berperingkat ya." Xingxing mengangguk pelan, namun beberapa detik kemudian dia segera tersadar, "Apa? Melawan murid dalam berperingkat?!" Sadar kalau ada yang salah dari ucapan Shua Xie, Xingxing kembali bertanya dengan nada sangat terkejut.


"Ya, kau tidak salah dengar. Aku harus melawan sepuluh murid dalam berperingkat." Shua Xie membenarkan kalimat terkejut Xingxing dan semakin membuat Xingxing terkejut.


"Astaga! Tantangan seperti apa itu? Bukankah itu terdengar sedang menindas!" pekik Xingxing keras seakan tidak percaya Tetua Besar memberikan tantangan sesulit itu kepada Shua Xie yang hanya Kultivator tingkat Langit, "Sepertinya aku harus memberitahu Tetua Besar agar meringankan sedikit tentangan itu. Yang benar saja melawan sepuluh murid dalam berperingkat? Kak Shua adalah perempuan dan basis kultivasi Kak Shua tidak setara dengan murid dalam, apakah Tetua Besar ingin membunuh Kak Shua secara perlahan!" Xingxing menggerutu keras sangat tidak setuju dengan tantangan gila itu. Dengan cepat Xingxing kembali mengenakan pakaiannya, tentu ingin menemui Tetua Besar sekarang juga. Xingxing akan membantu Shua Xie meringankan tantangan itu, karena Xingxing sudah menganggap Shua Xie seperti Kakaknya sendiri tentu saja dia tidak akan membiarkan Shua Xie kesulitan.


Shua Xie menghela nafas pelan, reaksi Xingxing tidak jauh berbeda dengan reaksi yang Jiang Liang keluarkan, benar-benar membuat Shua Xie khawatir kalau ke dua orang ini akan pergi menemui Tetua Besar tanpa sepengetahuan darinya.


"Tidak perlu khawatir, mereka hanya murid dalam berperingkat tidak ada yang berbahaya," balas Shua Xie cepat agar Xingxing tidak bertindak sembarangan. Dia tahu dengan status Xingxing mungkin saja


Tetua Besar akan meringankan tantangan itu. Tapi tidak ada yang perlu mereka khawatirkan, hanya melawan sepuluh murid dalam berperingkat juga tidak akan membahayakan nyawa Shua Xie bukan?


"Kak Shua, bagaimana bisa kau mengatakan seperti itu. Bagaimana aku tidak khawatir, Tetua Besar sangat keterlaluan! Meskipun dia sangat dihormati, tapi tetap saja dia harus tahu menghormati balik!" sahut Xingxing geram.


Shua Xie mengerti kekhawatiran Xingxing, hanya saja gadis itu tidak tahu benar tidak ada yang salah dari tantangan Tetua Besar, justru tantangan itu mempersulit murid dalam sendiri, "Xingxing, percayalah, kau tidak perlu khawatir. Masalah ini, aku ada cara mengatasinya," balas Shua Xie pelan.

__ADS_1


'Lagipun, Tetua Besar tidak pernah berkata aku tidak boleh menggunakan kekuatan Sajak Kutukan yang kumiliki. Tidak perlu mengunakan kekuatan spirit, cukup kekuatan fisik setelah mengaktifkan Sajak Kutukan bahkan bisa membunuh Kultivator tingkat Nirwana sekali pun. Heh, Tetua Besar tampaknya anda terlalu meremehkanku!'


__ADS_2