Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 87


__ADS_3

Su Tumo menatap dua bawahan sedang bersujud di depannya, dengan raut wajah tenang dia menunggu jawaban dari bawahannya. Sehari kehilangan Wang Xue tanpa kabar, Su Tumo merasa ada yang tidak beres, maka dari itu dia mengirim dua bawahannya mencari keberadaan Wang Xue.


"Lapor Ketua, keluarga Wang Xue sudah meninggalkan desa Akura. Kami sudah mencari tahu pada Kepala Desa, dia mengatakan bahwa Wang Xue cepat-cepat membawa anak dan istrinya meninggalkan desa Akura dengan alasan mengobati istrinya ke kota Bora," jawab salah satu pria bermasker hitam.


Tangan Su Tumo menggenggam erat sandaran tangan kursi yang dia duduki. Masih berusaha tenang dan berpikir positif, namun dia tidak bisa memungkiri selama ini Wang Xue selalu diam-diam berusaha kabur dari ganggamannya. Dan hal buruk terus melintas di kepalanya.


"Lalu, apa kalian sudah mencarinya di kota Bora?" tanya Su Tumo dengan suara dingin.


Pria bermasker merah menjawab, "Kami sudah menyelidikinya, dari kabar prajurit kerajaan Bora yang berpatroli, Wang Xue telah bergabung menjadi salah satu Jenderal di sana. Tidak hanya itu, dia juga diberikan tempat tinggal di dalam kerajaan. Sehingga kami tidak bisa menyusup ke sana, pengaman kerajaan juga semakin ketat."


Kursi yang Su Tumo genggam patah, dengan raut wajah mengetat Su Tumo bangun dari duduknya. Su Tumo berjalan kiri dan kanan, dia ingat informasi dari Wang Xue mengenai kerajaan Bora memiliki pemimpin baru, seorang gadis yang masih berumur 16 tahun. Informasi itu sempat membuat Su Tumo terkejut hebat, tidak disangkanya seorang gadis ingusan bisa membuat Xui Sukong tunduk.


Setelah memikirkan cukup lama, Su Tumo kembali menatap ke arah dua bawahannya itu, "Kalian, siapkan lima puluh pasukan besok. Kita akan menyerang rombongan Xui Sukong saat dia melewati kawasan hutan selatan. Pastikan lima puluh pasukan itu berada di tahap Jenderal Emas. Aku sendiri yang akan memimpin pasukan, dan biar aku yang menghadapi Xui Sukong," ujarnya dengan wajah serius. Aura suram merombak keluar dari tubuh Su Tumo, membuat dua bawahannya itu bergidik ngeri merasakan tekanan berat.


"Wang Xue si pengkhianat harus dibunuh! Jika dibiarkan, maka keberadaan kita bisa terancam!"


"Baik, Ketua!" jawab dia pria bermasker itu bersamaan, setelah menjawab mereka langsung hilang dari pandangan Su Tumo.


Di tempat Su Tumo berdiri, dia mengepalkan tangannya sekuat mungkin, hingga kuku-kukunya itu merobek kulit tangannya. Su Tumo mengingat kenangannya yang tidak akan dia lupakan. Bagaimana dia dikeluarkan dari pasukan khusus kerajaan Bora hanya karena fitnah dari pejabat kerajaan. Karena dia mengetahui rahasia pejabat menteri hukum, Lingju. Takut kedoknya akan dibongkar Su Tumo, Lingju dengan segala siasat membuat rencana mengelurkan Su Tumo dari pasukan khusus kerajaan. Dengan membunuh seluruh keluarga Su Tumo dan meninggalkan bukti miliknya sendiri.


Saat Su Tumo melihat keluarganya habis terbantai Oleh para bandit dia hampir mencari para bandit itu, namun setelah melihat ada token milik Lingju di kediamannya. Su Tumo sudah bisa menebak, perbuatan itu semua ulah Lingju. Su Tumo yang tidak bisa mengendalikan rasa emosinya langsung menghampiri kediaman Lingju dan langsung membunuh anak bungsu Lingju. Kejadian itu berakhir petaka, kasus itu dibawa menuju jalur hukum, Su Tumo sempat berharap dia akan melihat Lingju mati dipenggal karena kejahatannya. Tapi tenyata, pikirannya itu meleset jauh dari apa yang dia bayangkan.


Tenyata banyak bukti tertuju padanya, dan dia dijadikan tersangka pembunuhan keluarganya sendiri dan menuduh Lingju sebagai pembunuh. Itu sempat menjadi perdebatan panjang, banyak orang tak menyangka Su Tumo akan melakukan hal sekeji itu, bagaimana mungkin Su Tumo yang begitu menyayangi Ibu dan adiknya, tega membunuhnya, semua itu sempat membuat mereka ragu. Tapi melihat banyak bukti kuat tertuju pada Su Tumo, maka hukuman dijatuhkan padanya. Su Tumo dipenjara selama 2 tahun, dan jabatannya dicabut. Setelah masa penghukumannya selesai, dia akan diusir dari kota Bora. Untunglah Xui Sukong menjauhi hukuman mati darinya, sehingga dia masih memiliki kesempatan untuk membalas dendam.


Sejak saat itu, dia bersumpah akan menghancurkan kerajaan Bora dengan kekuatannya sendiri. Dan sebab itulah dia bersekutu pada roh Iblis yang ada di dalam gua Merah. Gua yang terkenal angker dan tertekutuk, namun siapa sangka di gua itulah Su Tumo mendapatkan kekuatan maha dasyat.


"Semua penghinaan saat itu, akan aku balaskan! Xui Sukong, akan kubuktikan padamu apa itu kejahatan yang sebenarnya."


***


Di ruang kerja Xui Sukong, Letnan Go Fei melaporkan hasil penyelidikannya. Selama kepergiannya yang hampir memakan dua setengah tahun, kini dia pulang membawa kabar.


Letnan Go Fei menatap sedikit sedih, tidak tega memberitahukan kabar ini, namun laporan inilah yang menjadi tugasnya selama 2 tahun.


"Bagaimana? Apakah kau sudah mendapat kabar keberadaan Xui Sha?" tanya Xui Sukong dengan wajah tenang. Xui Sukong telah siap mendengar kabar baik atau buruk itu. Walau hatinya lebih condong mengharapkan kabar baik dari Letnan Go Fei.


Letnan Go Fei merongo saku bajunya, lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam sana. Tusuk rambut giok berbentuk teratai dia letakkan di meja kerja Xui Sukong. Xui Sukong pasti mengetahui tusuk rambut itu, tusuk rambut yang hanya ada satu di dunia Bawah, sebab dia sendiri yang membuat tusuk rambut giok itu.


Pandangan Xui Sukong bergetar, air matanya mulai memenuhi pelupuk matanya, membuat matanya itu berkaca-kaca. Xui Sukong dengan tangan bergetar mengambil tusuk rambut giok itu, pada saat tusuk rambut itu telah berada di tangannya, air matanya lolos jatuh ke bawah.


Xui Sukong menangis, namun tidak ada suara yang keluar. Dia sudah paham maksud dari benda yang ditunjukkan Go Fei padanya. Hanya berbawakan tusuk rambut milik Xui Sha, berarti gadis itu memang sudah tidak ada.


Pandangan Letnan Go Fei melirih, dia juga turut berduka atas kabar kematian putri Xui Sha, "Saya menemukan tusuk rambut itu pada salah satu pedagang di desa Akura. Katanya tusuk rambut itu dia dapatkan dari seorang pria dari kelompok Haus Darah. Saya sudah berhasil membunuh ******** yang telah membunuh Putri Xui Sha, bahkan saya membuang mayatnya pada anjing penjaga desa Akura. Tapi ... maafkan saya Yang Mulia, saya tidak bisa menemukan mayat Putri Xui Sha karena mayatnya telah diberikan pada monster spirit sebagai santapan mereka," ucap Go Fei lirih. Go Fei menundukkan kepalanya sedalam mungkin merasa menyesal datang lebih lambat menyelamatkan Xui Sha.


Xui Sukong menghapus air matanya, kemudian dia melihat ke arah Letnan Go Fei. Dia dapat melihat Go Fei sedang menundukkan kepalanya sedalam mungkin, seakan menyesalkan dirinya yang tidak berguna. Xui Sukong menarik nafas pelan lalu menghembuskannya.


"Kau tidak perlu merasa menyesal. Semua telah terjadi, kita tidak bisa melakukan apapun selain mendo'akan yang terbaik untuk Xui Sha." Xui Sukong menatap lekat tusuk rambut giok di tangannya. Semakin dia menatap tusuk rambut giok itu semakin sesak hatinya mengingat semua kenangannya bersama Putrinya.


"Katamu yang membunuh Xui Sha ialah bandit dari kelompok Haus Darah. Kalau begitu mereka harus kita berantas, agar korban tidak semakin banyak." Lanjut Xui Sukong sambil memasukkan tusuk rambut milik Xui Sha ke dalam saku bajunya.


Letnan Go Fei mengangkat wajahnya menatap Xui Sukong, "Tapi Yang Mulia, tidak mudah menemukan markas mereka. Mereka memiliki banyak markas di mana-mana, tapi tidak pernah ada orang menemukan markas utama mereka." Bukan maksud Go Fei menghalang niatan Xui Sukong memberantas kelompok Haus Darah, tapi semua orang tahu, kelompok ini sangat sulit dilacak keberadaannya. Bahkan Kultivator handal pun belum bisa menemukannya.


Go Fei bisa menemukan pembunuh Xui Sha itu karena pembunuh itu berada di desa Akura. Seorang pedagang yang menjual tusuk rambut milik Xui Sha memberitahukan siapa pria itu.


Xui Sukong menatap lekat Go Fei. Dia paham maksud Go Fei, memang tidak mudah menemukan markas utama kelompok Haus Darah. Namun ada Wang Xue yang akan memberitahukannya, Wang Xue sendiri sudah menjelaskan tentang dirinya berasal dari kelompok Haus Darah. Dia mengikuti kelompok Haus Darah karena terpaksa. Bukan tidak mudah Xui Sukong menemukan markas utama kelompok Haus Darah, dengan adanya Wang Xue di pihaknya.

__ADS_1


"Kita memiliki Wang Xue. Dia bisa memberitahukan keberadaan markas utama kelompok Haus Darah."


"Dari mana Wang Xue mengetahuinya? Tapi tdak heran dia mendapat gelar sebagai Wang Xue beribu informasi."


Xui Sukong tersenyum tipis, memperlihatkan wajah tenangnya sehabis menangis, "Dia mantan wakil kelompok Haus Darah."


Letnan Go Fei mengangguk paham namun belum cukup lama dia langsung menatap Xui Sukong dengan tatapan tak percaya. Tidakkah dia salah dengar barusan Xui Sukong mengatakan Wang Xue mantan kelompok Haus Darah, itu mustahil!


"A-apa? Jenderal Wang Xue mantan wakil kelompok Haus Darah?" Terkejut hebat Go Fei, matanya terbelalak tak percaya akan apa yang baru saja dia dengar, "Bagaimana bisa?" Lanjutnya lagi.


"Aku pun tidak tahu, bagaimana cara Nona Shua Xie merekrut orang seperti Wang Xue? Apalagi dia berasal dari kelompok Haus Darah," balas Xui Sukong sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak heran Nona Shua Xie bisa merekrut orang seperti Wang Xue, dia sangat hebat, namun sedikit arogan. Tapi dia arogan menunjukkan apa yang memang benar dia sanggup dan miliki, itu sangat wajar," gumam Go Fei sambil menggelengkan kepala pelan, tak dia sangka Shua Xie gadis yang sempat dia anggap hanya gadis ingusan bisa merekrut orang seperti Wang Xue, dan tak salah dia juga memiliki kekuatan yang bahkan di atas Xui Sukong. Go Fei sendiri sudah merasakan kekuatan Shua Xie hanya isa bergidik ngeri.


"Tapi, setelah selesai pertandingan. Barulah kita urus kelompok Haus Darah."


***


Hari semakin larut, bahkan sudah hampir menjelang fajar, namun Shua Xie tidak kunjung tidur juga. Dia sibuk meracik puluhan ribu pil. Mungkin jika orang melihat pil hasil buatannya, mereka pasti menyebut pil Shua Xie tidak sempurna atau beracun sebab warna pilnya yang satu ini begitu hitam. Sangat jarang orang bisa menemukan pil berwarna hitam, apalagi begitu pekat, seolah mengisyaratkan ada bahaya dalam pil itu.


Shua Xie menguap lebar untuk yang kesekian kalinya, sesekali dia melirik ke luar jendela, kadang pula melirik ke kasur, di mana di kasurnya ada Xue Mire tengah terlelap tidur di sana.


Shua Xie kembali melirik tungku pil yang ada di depannya, setelah beberapa menit, Shua Xie menurunkan tangannya bersamaan dengan itu tungku pil miliknya berhenti melakukan peleburan pil. Shua Xie mengibas tangan kanannya, dan keluar seratus pil dari dalam tungku. Tungku berukuran lumayan besar, berkepala 3 dengan ukiran burung Phoenix. Tungku itu ada di ruang cincin Ruangnya, jika saja Shua Xie tidak menggeledah isi cincinnya, dia pasti tidak akan tahu ada tungku hebat di dalam cincinnya.


Shu Chin memang paling pintar meninggalkan harta super bagus untuk Shua Xie. Kebaikannya tidak akan pernah Shua Xie lupakan.


"Tak aku sangka membuat pil sangat melelahkan, tapi tidak aku sangka lagi aku bisa membuat pil dalam sekali pembuatan berjumlah seratus. Ini sangat jauh berbeda dengan manga yang pernah aku baca, mereka hanya bisa menghasilkan sepuluh atau lebih, apakah aku ini jenius?" gumam Shua Xie pelan memuji kehebatannya. Ternyata ilmu pengetahuannya tentang dunia medis mau pun alkemis, sangat luar biasa, apapun jenis obat bisa dia buat, sekali pun jenis racun. Pengetahuan Kie Lie sang Phoenix Es binatang ilahi dewi Alkemis juga terbagi pada Shua Xie saat Shua Xie menerima kekuatannya.


"Aku tidak tahu kualitas apa pil ini, tapi aku yakin paling tidak di tingkat tinggi. Atau mungkin di atasnya."  Walau pun pengetahuannya tentang dunia alkemis jauh di atas rata-rata, tapi Shua Xie tidak tahu cara membedakan kualitasnya, menurut pandangan Shua Xie, mau dia tinggi, menengah, atau di atasnya asalkan bisa menyembuhkan itu sudah cukup.


• Rendah


• Menengah


• Tinggi


• Sangat Tinggi


• Terbaik


Lalu tingkat para alkemis di bagi menjadi 7 :


• Junior Besi


• Junior Perunggu


• Junior Emas


• Senior Hitam


• Senior Putih


• Master


• Legenda

__ADS_1


Saat ini tingkat alkemis Shua Xie sudah berada di puncak, tidak diragukan lagi dia telah menjadi master alkemis di antara alkemis. Jika saja Feng Xian mengetahui Shua Xie bisa membuat pil, pasti pria ahli alkemis terbaik di dunia Bawah itu akan menurun peringkatnya.


Shua Xie tidak hanya membuat 1 macam pil saja, namun dia juga membuat 3 jenis pil. Pil pembersih roh, pil pembersih tubuh, dan pil penambah lautan spirit. Pada pil penambah lautan spirit dia menanamkan mantra pengikat di dalam sana, jadi siapa saja yang memakan punya itu, mereka akan mendapat segel pengikat di jantung mereka gunanya untuk mengikat semua pengikutinya. Jika suatu hari mereka berkhianat, maka segel di jantung mereka akan bereaksi.


Segel itu hanya bisa hilang karena 3 hal, pertama jika Shua Xie telah mati maka secara otomatis segel di jantung mereka akan hilang. Ke dua, jika Shua Xie yang melepaskan, dan ke tiga jika ada kekuatan yang lebih besar bisa menghilangkan segel pengikat itu. Tapi Shua Xie yakin, tidak ada bisa melepaskan segel pengikatnya kecuali kekuatan mereka di atas kekuatan Shua Xie.


Tak terasa pagi telah menyapa tinggi, Shua Xie telah selesai membuat pil, bersamaan dengan itu, Xue Mire terbangun. Saat Xue Mire membuka mata dia bisa melihat Shua Xie tengah duduk membelakanginya. Xue Mire bangun dari tidurnya kemudian dia berjalan mendekati Shua Xie.


"Selamat pagi, Kak Shua," sapa Xue Mire sambil menepuk pundak Shua Xie.


Shua Xie berbalik saat mendengar sapaan. Seketika saja Xue Mire melonjak kaget saat wajah gelap Shua Xie menatapnya tak bertenaga. Mata Shua Xie benar-benar hitam seperti mata panda, ditambah lagi ekspresi wajah Shua Xie benar-benar ekspresi kekurangan tidur.


"Kak Shua, a-ada apa denganmu?" tanya Xue Mire.


Shua Xie menatap sayu Xue Mire, mulutnya menguap lebar lagi. Shua Xie bergegas bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju kasur lalu rebahan di sana.


"Aku ngantuk, jangan ganggu. Katakan pada mereka, aku ingin tidur sebenatar saja. Membuat pil tidak hanya menguras banyak tenaganya tapi juga melelahkan!"


***


Shua Xie datang dengan wajah tenang, walau pun dia merasa sedikit ngantuk, tapi dia tidak mungkin memperlihatkan kelelahannya itu pada pengikutnya. Baru tadi malam dia berhasil menundukkan mereka semua, tidak mungkin Shua Xie melihatkan wajah lelahnya. Hal itu akan merusak reputasinya.


Shua Xie menatap ribuan pasukan dengan wajah datar, kemudian dia beralih menatap Xui Sukong yang tengah menunggu perintah darinya. Shua Xie mengibas tangannya sekali, lalu keluarlah puluhan ribu botol pil berwarna putih di depannya, yang mana di dalamnya terdapat 3 buah pil berbeda warna.


Semua orang tampak terkejut saat Shua Xie mengeluarkan begitu banyak botol pil. Mereka tahu botol itu ialah botol pil, namun yang tak mereka sangka ternyata Shua Xie memiliki banyak sumber daya.


Tidak perlu banya basa-basi Shua Xie langsung mengatakan bahwa pil yang ada di dalam ialah pil untuk mereka. Di dalam botol pil itu terdapat 3 pil sekaligus yang bermanfaat besar bagi mereka. Shua Xie meminta pada Jenderal Xiaotian dan Penasihat Ming Yun  membagikan botol pil. Setelah mereka mendapat 1 botol setiap orang, mereka segera melihat isinya dan sedikit terkejut saat melihat pil berwarna hitam pekat, namun mengeluarkan harum yang wangi.


"Pil hitam apa ini? Kenapa begitu gelap pekat? Apa ini tidak akan membunuh kita?"


"Aku khawatir memakan pil hitam ini akan berakhir buruk."


Saat banyak keraguan berbicara di mana-mana, Shua Xie segera menarik nafas berusaha menahan kesabarannya. Bukan mudah membuat puluhan ribu pil dalam semalam, apalagi dia sampai rela tidak tidur sepanjang malam. Dan dengan santainya mereka mengomentari pil buatan Shua Xie tanpa mencobanya dulu, bukankah mereka masih melihatkan keraguan mengikuti Shua Xie.


"Kalian boleh coba, tiga pil itu ialah pil pembersih roh, pembersih tubuh, dan penamba lautan spirit," ucap Shua Xie dengan wajah tenang.


Melihat Shua Xie menyebut 3 pil yang sangat jarang bahkan tidak bisa mereka dapatkan, mereka hanya bisa terkagum. Namun masih ada sedikit keraguan untuk menelan pil berwarna hitam itu.


Xui Sukong menatap percaya ke arah Shua Xie, dia tahu Shua Xie pasti memberikan mereka barang berharga. Tanpa mengundang rasa keraguan, Xui Sukong menelan pil berwarna Putih bening, pil itu ialah pil pembersih roh. Setelah menelannya, Xui Sukong langsung bersemdi menyerap khasiat pil tersebut.


Semua orang melirik ke arah Xui Sukong menunggu hasil yang akan Xui Sukong katakan setelah menyerap pil pemberian Shua Xie. Jenderal Xiaotian dan pejabat kerajaan lainnya, tidak bisa membiarkan Raja mereka menyerap seorang diri, tanpa banya bicara mereka langsung menelan 1 pil lalu menyerapnya.


Melihat para pejabat kerajaan juga ikut menyerap pil pemberian Shua Xie, mereka semakin tidak sabar mendengar hasil dari mereka yang menyerap pil pemberian Shua Xie.


Butuh waktu hampir setengah jam mereka menunggu Xui Sukong selesai menyerap pil. Ini adalah proses penyerapan yang sangat lama yang pernah Xui Sukong rasakan. Setelah dia selesai menyerap pil pembersih roh, dia membuka matanya kembali. Xui Sukong mengerjap beberapa kali matanya, hal itu membuat orang semakin penasaran akan pil yang baru saja Xui Sukong serap. Begitu pun dengan Shua Xie, dia juga sangat penasaran akan khasiat pilnya, kalian harus tahu, Shua Xie membuat pil tersebut tapi tidak mencobanya sedikit pun. Jadi wajar mereka begitu waspada.


Xui Sukong beralih menatap Shua Xie yang sedang duduk tenang menunggu jawaban darinya.


"Pil ini kualitasnya sungguh luar biasa dari apa yang aku bayangkan. Aku memang bukan ahli dalam ilmu elkemis mau pun medis, tapi aku bisa merasakan pil ini sangat luar biasa. Tidak hanya membersihkan rohku, pil ini juga memberikanku tenaga dalam cukup banyak."


***


maaf lambat up, baru selesai ngetik 😅 hehehe ...


Ayo gaes jangan lupa like dan vote, 10 vote aja aku seneng kok ❤ lope-lope buat kalian semua

__ADS_1


__ADS_2