
"Jumlah peserta yang akan ikuti ke Daratan Alam Abadi hari ini lumayan banyak dari tahun-tahun lalu. Aku tidak menyangka meski rumor buruk tentang Daratan Alam Abadi telah menyebar luas mereka masih mau masuk ke dalamnya. Aku harap mereka tidak menyesal nantinya ...." Pria sesepuh berambut hitam putih menghela nafas pelan, membuat dua pria sesepuh lainnya menoleh kepadanya.
Tiga sesepuh ini adalah tiga Master penjaga Daratan Alam Abadi, mereka telah tahu sedikit seluk-beluk Daratan Alam Abadi dari siapa pun di benua barat. Meski Daratan Alam Abadi lumayan berbahaya untuk Kultivator yang masih seorang murid, tapi kesulitannya juga membantu para Kultivator berkembang semakin jauh, itulah kenapa mereka bertiga tidak melarang ketika Kaisar Wexin menurunkan titah bahwa Daratan Alam Abadi hanya diperuntukan para murid Kultivator agar bisa memajukan perkembangan mereka, entah itu dari segi pertarungan ataupun segi pengalaman.
Tapi, meski pun begitu, tetap saja Daratan Alam Abadi akan memakan beberapa korban yang mana ketika seseorang di antara mereka mati di dalam sana tidak boleh marah apalagi menuntut kematian kepada Tiga sesepuh ini. Peraturan hidup dan mati telah dipasang, jika mereka mati di dalam berarti itu karena kelalaian mereka dan ketidak mampuan mereka, sedangkan jika mereka lolos mereka akan dinyatakan menjadi Kultivator berbakat yang biasanya para aparat pemerintah maupun asosiasi lain akan merekrut mereka menjadi anggota. Sebab itu juga yang mengikuti Daratan Alam Abadi haruslah murid-murid terpilih yang diyakinkan mampu bertahan hidup di dalam Daratan Alam Abadi.
"Tenanglah, kejadian seperti ini sudah sering terjadi selama bertahun-tahun. Mereka juga akan mengerti yang lemah tidak akan berguna." Sesepuh lain menyahut dengan nada sedikit ketus, seolah tidak setuju jika rekannya itu merasa bersalah dengan begitu banyaknya para Kultivator muda mati di dalam Daratan Alam Abadi.
"Hem, aku setuju denganmu, Bihai. Yang Mulia Kaisar telah menurunkan dekrit mati hidup seseorang yang telah masuk ditanggung diri sendiri, bukan tanggung jawab kita. Meski pun dekrit ini sedikit berlebihan, tapi apa yang bisa kita perbuat jika banyak korban di dalam Daratan Alam Abadi? Yang terpenting kita telah memastikan portal masuk mereka aman sehingga mereka tidak akan terdampar di daerah berbahaya, paling tidak kita telah mengurangi tingkat kematian mereka." Sesepuh lain juga ikut menyahut, tidak sepenuhnya setuju dengan sesepuh pertama yang merasa bersalah sendiri akan kematian para Kultivator muda di dalam Daratan Alam Abadi.
Bukankah kematian seseorang juga telah ditentukan, mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa jika takdir meraka mengatakan mereka akan mati hari ini.
"Ya, Kalian benar." Sesepuh pertama menghela nafas pelan, dia telah dipojokkan oleh dua sahabatnya sendiri dan tidak bisa mengelak, "Jika mereka mati di dalam sana, berarti itu kesalahan mereka karena terlalu lemah." Lanjutnya lagi sedikit dingin. Sebenarnya kata-kata ini terlalu tajam, tapi kata-katanya juga tidak ada yang salah, bukankah yang lemah akan mati lebih awal adalah istilah yang benar selama hidup di dunia kejam seperti ini?
Tepat ke tiga sesepuh itu sedang asik berbincang, salah satu pria berusia tiga kepala datang. Kedatangannya langsung dimengerti oleh tiga sesepuh itu, apa lagi jika Daratan Alam Abadi sudah siap di buka.
"Jadi sudah waktunya ya?"
"Ya, sudah waktunya. Sebaiknya kita jangan membuat mereka semua menunggu begitu lama."
***
Suara ribut terus mengudara, entah dari para peserta yang telah siap memasuki Daratan Alam Abadi, maupun para penonton yang berdiri di luar batas lapangan tempat para peserta berdiri. Mereka semua tampak tidak sabar menunggu dibukanya portal masuk ke dalam Daratan Alam Abadi.
Di tengah keributan semua orang, tiga pria sesepuh datang bersama pria berbaju hitam yang berusia lebih muda dari tiga pria sesepuh itu. Kedatangan mereka membuat suasananya yang tadinya ribut sekejap menjadi hening.
Salah satu di antara tiga sesepuh itu berjalan ke depan, berdiri paling depan seolah dia pemimpin acara hari ini.
"Aku Haocun pemimpin acara hari ini tidak akan berbicara banyak. Aku hanya akan menegaskan beberapa hal." Haocun memasang wajah begitu tegas, terlihat sangat bijaksana dan berwibawa, tidak heran jika dia adalah salah satu master penjaga portal masuk Daratan Alam Abadi, "Pertama, jika kalian semua telah masuk ke dalam Daratan Alam Abadi, hidup mati kalian akan kalian tanggung sendiri, kami para penjaga tidak akan bertanggung jawab jika di antara kalian ada yang mati di sana."
Sekejap saja suasana hening kembali ribut, tampaknya mereka belum mengetahui bahwa hidup dan mati meraka tidak akan ditanggung oleh para Master penjaga portal masuk Daratan Alam Abadi. Yang dalam artian, hidup mati meraka tergantung nasib baik mereka sendiri. Sebenarnya beberapa dari mereka sudah tahu bahwa rumor mengatakan Daratan Alam Abadi adalah dunia berbeda yang sangat berbahaya, dan tidak jarang dunia itu mengambil banyak korban, selain itu kematian para korban juga bukan tanggung jawab Master penjaga. Mereka pikir itu hanyalah rumor, tapi ternyata rumor itu adalah sebuah fakta kenyataan setelah Haocun mengumumkannya barusan.
__ADS_1
Haocun kembali berbicara meski keadaan mulai menjadi ribut, "Ke dua, selama kalian berada di sana, kalian akan menemukan begitu banyak kesulitan, namun setiap kesulitan yang bisa diselesaikan akan menerima hadiah dari Daratan Alam Abadi sendiri. Ke tiga, waktu di dalam sana sangat berbeda dengan waktu di dunia ini, jika kalian berada di sana sudah seminggu maka di sini sama dengan sehari. Ke empat, cobalah cari jalan keluar dengan menemukan tujuh pagoda kembar dan ikuti intruksi pagoda itu. Sekarang kalian boleh menentukan, apakah kalian akan tetap masuk atau tidak? Semua ada di tangan kalian, sekarang pikirkan baik-baik. Kalian bisa membagi dua barisan, yang kanan akan tetap masuk dan yang kiri tidak akan masuk. Aku memberi waktu tiga puluh detik bagi kalian berpikir."
Semakin ribut lagi para peserta karena mendengar Haocun hanya memberi waktu berpikir hanya setengah menit, bahkan tidak sampai satu menit lamanya. Meski keputusan Haocun sudah tepat, memberitahukan kepada mereka bahwa hidup dan mati mereka akan mereka tanggung sendiri selama di dalam Daratan Alam Abadi. Tapi, tetap saja mereka masih tidak yakin akan keselamatan mereka sendiri, karena mereka sadar kekuatan mereka masih belum menjanjikan untuk keselamatan mereka sendiri.
"Hanya orang yang lemah tidak pantas menginjakkan kaki di Daratan Alam Abadi. Ku beritahu pada kalian, Daratan Alam Abadi hanya diperuntukkan bagi meraka yang mau menjadi kuat." Sesepuh lain tiba-tiba berbicara, dia adalah Bihai, sesepuh paling berpikiran tegas dan keras di antara dua sesepuh lainnya. Kata-kata mungkin memang terdengar sangat menghina para peserta tapi di balik makna perkataannya sendiri dia sedang berusaha menarik siapa saja yang merasa dirinya kuat dan pantas untuk masuk ke Daratan Alam Abadi.
Dalam beberapa detik kemudian perlahan para perserta mulai memisah, dan sampai saat ini peserta yang memisah membuat barisan di sebelah kiri. Tentunya mereka lebih memilih di pandang rendah dari pada harus mati di dunia yang mungkin jasad mereka tidak akan pernah pulang ke rumah mereka lagi.
Qixuan menatap 18 rekannya dengan pandangan tegas, dia juga akan bersikap layaknya pemimpin bijaksana dan tidak akan memaksa rekannya untuk ikut sesuai keinginannya.
"Aku tidak akan melarang kalian memilih keputusan sendiri. Putuskanlah kalian akan tetap ikut bersamaku masuk ke dalam Daratan Alam Abadi atau tidak?" ujar Qixuan tegas sembari dia memisahkan diri ke barisan kanan yang belum terbentuk. Bisa dikatakan Qixuan lah peserta pertama yang berada di barisan kanan.
Para rekan Qixuan mulai dilema, mereka tahu suatu kebanggaan bisa masuk ke dalam Daratan Alam Abadi, tapi jika meraka mati di sana bukankah takdir mereka sebagai Kultivator akan terhenti begitu saja? Yang dalam artian usaha mereka selama ini tidak akan berarti apapun jika meraka mati sia-sia di dalam sana.
"Aku lebih memilih mempertahankan hidupku dari pada mati di dalam sana. Lagi pun apa yang bisa kita dapatkan di dalam sana selain kematian?" ujar salah satu murid sekte Kunlun, setelah itu dia mulai memisahkan diri ke barisan kiri tanpa menunggu respon apapun dari rekannya.
"Yang dikatakan Master Bihai benar, hanya orang lemah yang tidak pantas masuk ke dalam Daratan Alam Abadi," sahut Kiseki tegas, tanpa ragu dia mengikuti Qixuan berdiri di barisan kanan.
Tidak lama setelah itu, semua peserta telah berpisah menjadi dua barisan kiri dan kanan. Jumlah barisan sedikit tidak seimbang, lebih banyak di barisan kiri dibanding dengan barisan kanan, jika dihitung bandingannya ibarat 2 : 5.
Haocun menatap para barisan kanan dengan senyuman tipis, seolah memperlihatkan rasa kebanggaannya kepada barisan kanan yang masih tetap berpegang teguh sebagai Kultivator sejati yang tidak takut mati. Ya, pada umumnya semua Kultivator memang harus seperti itu, namun siapa yang tidak sadar diri hingga rela mengambarkan diri sendiri demi ketenaran pribadi? Lebih baik direndahkan dari pada mati konyol karena naif.
"Bagi barisan kanan, kalian harus mempersiapkan diri dengan baik. Aku sarankan kalian harus membentuk kelompok agar tingkat kehidupan kalian semakin tinggi." Semua yakin perkataan Haocun ini bukan sekadar perkataan melainkan saran yang harus didengarkan, "Kami akan mengirim setiap kelompok ke daerah yang berbeda, tapi kami pastikan daerah itu tidak terlalu kejam untuk menguji kalian."
Haocun turun dari panggung, berjalan bersama dua sesepuh lainnya menuju sebuah gapura berbentuk setengah lingkaran. Di gapura itu tertulis beberapa kata dengan tulisan latin yang tidak dimengerti, atau bisa dikatakan bahwa tulisan itu bukanlah bahasa yang pernah ada di dunia Bawah.
Ke tiga sesepuh itu mulai membuka portal dengan mengalirkan kekuatan Qi mereka pada gapura itu. Dan cukup beberapa detik saja, gapura itu mengeluarkan cahaya unik berwarna seperti pelangi.
Para panitia lain mulai mengatur satu persatu kelompok yang akan dikirim, pengaturan itu berlangsung cukup lama karena membutuhkan beberapa waktu saat pengirim itu berlangsung. Karena yang dikirim adalah mahkluk hidup, tentu saja waktu pengiriman tidaklah sebentar.
Setengah jam kemudian ....
__ADS_1
"Anak muda, ku lihat di antara kalian ada yang masih di tingkat Langit. Keberanianmu sungguh tinggi, tapi kusarankan kau jangan sampai terpisah dari rombonganmu." Bihai tersenyum tipis kepada Shua Xie, seseorang yang baru saja dia singgung masalah tingkat kultivasinya yang rendah namun masih berani memasuki Daratan Alam Abadi.
Rombongan kali ini yang akan Bihai dan dua sahabatnya kirim sedikit mengejutkannya, tidak menyangka seseorang dengan tingkat kultivasi rendah berani menginjakkan kaki di Daratan Alam Abadi yang dikenal sebagai dunia kejam.
"Ah, Master tidak perlu khawatir, mati atau hidup juga bukan tanggung jawab kalian," balas Shua Xie disertai senyuman tipis.
"Um ... menarik, kau cukup berani berkata seperti itu padaku." Bihai tertawa kecil melihat sikap Shua Xie yang berbeda dengan peserta lainnya. Karena untuk pertama kalinya dia mengirim para peserta masuk ke dalam Daratan Alam Abadi, baru kali ini dia bertemu peserta yang sedikit lancang padanya, biasanya peserta lain justru mencari perhatian darinya.
"Orang yang sudah mau mati sepertiku lebih baik jangan menahan lagi," balas Shua Xie lagi.
"Ah, baiklah. Aku menunggumu, ku harap kau tidak mati di dalam sana." Entah kenapa Bihai berharap Shua Xie bisa keluar hidup-hidup, melihat karakter Shua Xie yang berbeda membuatnya sedikit tertarik. Meski pun Bihai tidak yakin gadis itu akan bisa keluar, tapi tidak ada salahnya bukan menaruh sedikit harapan pada gadis itu?
Shua Xie berjalan mengikuti rombongannya yang sudah masuk melewati portal, ketika telinganya mendengar suara harapan yang ingin dirinya keluar secara hidup-hidup dari Daratan Alam Abadi, dia tersenyum tipis mendengarnya.
"Ya, mungkin saja aku bisa keluar atau sebaliknya. Tunggu saja, Master." Setelah berkata demikian, Shua Xie melangkah masuk melewati portal tersebut.
***
"Di mana kita?" Kiseki tertegun, baru saja dia melewati gapura tiba-tiba saja datang di dunia aneh yang sangat unik.
"Daratan Alam Abadi, tidak salah lagi, seperti yang Kakakku dan Master katakan Daratan Alam Abadi warna-warni seperti pelangi," sahut Genji menjawab pertanyaan Kiseki, membuat beberapa orang di dekatnya menoleh menatapnya.
"Kau tahu sesuatu tentang Daratan Alam Abadi, Genji?" sahut Xiu An.
"Tidak juga, aku hanya tahu beberapa saja. Yang perlu kita cari ialah tujuh pagoda yang akan membawa kita keluar, selama pencarian kita juga bisa mengumpulkan harta benda di dalam dunia ini. Ku dengar harta bendanya sangat berkualitas tinggi, tidak salah jika. dunia berharga ini sangat kejam," jelas Genji lagi.
"Baguslah jika di antara kita ada yang mengetahui sedikit tentang Daratan Alam Abadi, dengan begitu kita tidak akan kesulitan mencari jalan keluar." Qixuan menyahut di akhiri dengan helaan nafas lega, dia berpikir di antara mereka tidak akan ada yang tahu tentang Daratan Alam Abadi, tapi syukurlah pemikirannya itu salah.
"Ya, sekarang apa yang harus kita lakukan di tengah hamparan padang rumput ini?" tanya Juan Yu sambil menatap sekitarnya yang begitu luas dan hanya hamparan rumput warna-warni seperti pelangi, terkesan seperti taman kanak-kanak.
"Tentu berjalan mencari tujuh pagoda kembar."
__ADS_1