Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 75


__ADS_3

Shua Xie semakin mendinginkan pandangannya seolah mengatakan gadis di depannya ialah gadis hina yang sedang mencari perhatian. Shua Xie berpikir mungkin gadis itu memiliki kedudukan yang tinggi di kerajaan sehingga dia berani melawan Shua Xie walau tak tahu status Shua Xie.


Lu Tianyu terkejut saat melihat tatapan Shua Xie begitu mengerikan, bahkan sampai sanggup membuat tangannya bergetar, entah apa yang terkandung dari tatapan itu, adakah serangan spirit atau tidak tapi yang jelas tatapan itu sungguh membuat Lu Tianyu ketakutan. Dengan tubuh bergetar serta nafas yang berat, Lu Tianyu melangkah mundur sekali berserta rasa takut. Ini kali pertamanya dia melihat tatapan semenakutkan itu, bahkan tatapan Ayahnya sendiri tidak pernah sekejam itu.


"Nona aku tidak pernah bertemu denganmu bahkan mencari masalah denganmu, tapi kenapa kau tiba-tiba tidak jelas main tangan tanpa penjelasan? Aku yakin aku tidak pernah menyinggungmu," ucap Shua Xie datar.


Xui Cuisha yang paling terkejut akan tindakan tunangannya langsung bergerak maju melindungi Lu Tianyu di belakang punggungnya. Dengan sopan Xui Cuisha membungkuk dan meminta maaf.


"Ma-maafkan atas tindakan tunanganku, Nona Shua. Dia tidak tahu apa-apa sebab itu dia bertindak sesukanya. Aku harap Nona Shua memaafkan tindakannya tadi."


Xui Lang dan Chen Xui hampir tidak bisa bernafas saat mendengar Lu Tianyu mengatakan Shua Xie 'dasar ******' kata-kata kasar begitu ditujukan pada orang berwatak keras seperti Shua Xie tentu saja mengundang hawa kematian. Mereka berdua tahu seberapa kerasnya Shua Xie, dari sikap dan nada bicaranya, walaupun suaranya pelan dan datar tapi mengandung energi mematikan yang membuat siapa saja bisa sesak mendengarnya.


Shua Xie mendengus nafas pelan sambil memutar bola matanya malas. Awalnya dia sudah bersemangat saat Lu Tianyu mengatakan dirinya '******', kata-kata kasar seperti itu yang selama ini dia tunggu. Mungkin kalian mengatakan Shua Xie sungguh berbeda dari gadis yang lain, lebih suka tantangan sampai memicu adrenalinnya. Pertama saat dia datang ke dunia ini memasuki tubuh seorang Putri, Shua Xie berpikir dia akan main drama kerajaan merebut kekuasaan, atau merebut pria berkekuasaan tinggi layaknya novel-novel yang pernah dia baca sekilas, tapi ternyata justru lebih menantang dari yang dia bayangkan. Siapa sangka ternyata dia terlahir kembali menjadi Putri Langit calon Ratu masa depan dari semua kepemimpinan, memiliki takdir besar yang bahkan tidak pernah dia bayangkan. Terlebih lagi menjadi Kultivator dan melawan banyak musuh, entah itu pria atau wanita. Untuk gadis berpenyakit jiwa sepertinya memang cocok hidup di dunia yang kejam, sebab dia sendiri suka kekejaman. Sayangnya Xui Cuisha segera meminta maaf atas tindakan tunangannya, jika tidak Shua Xie masih ingin main drama bersama Lu Tianyu.


"Lupakanlah, anggap saja aku sedang baik hati hari ini. Lain kali jangan sampai gadis ini muncul lagi di depan mataku, apalagi sampai mencari masalah. Simpel saja aku gadis yang suka main kekerasan," balas Shua Xie datar lalu kembali berjalan meninggalkan Lu Tianyu. Xui Lang dan Chen Xui menatap sejenak Lu Tianyu lega walau pun masih ada sedikit rada kasian, mereka tak bisa membayangkan seperti apa jadinya jika Shua Xie mengusir Lu Tianyu dari kerajaan sebab tidak suka etiketnya. Setelah menatap kasihan mereka berdua kembali mengikuti Shua Xie.


Tinggallah Lu Tianyu dan Xui Cuisha yang masih terdiam di tempat masing-masing. Lu Tianyu merasa sangat kesal mendengar ucapan Shua Xie tadi. Sebagai Putri dari kerajaan besar yang berpengaruh besar di daratan Timur, baru kali ini dia mendapat orang seberani Shua Xie mengatainya bahkan menghinanya dari tatapan. Selama hidup Lu Tianyu dia tidak pernah mendapatkan perlakukan seperti itu dari siapa pun, hal itu membuatnya merasa terhina sebagai Putri paling terkenal di seluruh bangsawan.


Xui Cuisha berbalik dan menatap tunangannya itu, dengan pelan dia menepuk pundaknya sambil mengedarkan pandangan lega. Xui Cuisha lega sebab Shua Xie tidak mempermasalah besarkan atas tindakan Lu Tianyu, jika saja terjadi sesuatu maka Xui Cuisha tidak tahu apa yang akan terjadi.


"Yu'er kau tidak apa-apa?" Dengan nada selembut dan sekhawatir mungkin bertanya pada tunangannya, dia khawatir akan sifat Lu Tianyu yang pemarah membuatnya hilang kendali.


Lu Tianyu mengangkat wajahnya menatap Xui Cuisha lirih, kentara sekali dia sedang berusaha menahan air matanya. Mungkin karena tatapan Shua Xie begitu tajam sampai membuatnya bergetar, ditambah lagi ucapan Shua Xie yang begitu dingin membuat Lu Tianyu tidak bisa membendung ketakutannya. Mau bagaimana pun dia hanyalah gadis cantik biasa yang bukan Kultivator, tidak seperti kakak dan sepupunya.


"A Cuisha, aku, aku takut ... tatapan perempuan itu. Kenapa tatapannya begitu mengerikan? Bahkan sampai sekarang kakiku tidak bisa berhenti bergetar," lirih Lu Tianyu bersama dengan jatuhnya air matanya.

__ADS_1


Ekspresi Xui Cuisha semakin merendah, tak kuasa melihat tunangannya menangis begitu lirih. Dengan lembut Xui Cuisha menariknya ke dalam pelukannya, berusaha menenangkan gadis itu untuk tidak takut lagi. Xui Cuisha bisa merasakan ada getaran hebat dari tunangannya itu, membuatnya semakin tak tega. Ini kali pertama baginya melihat tunangannya ini menitihkan air mata dengan raut wajah begitu takut.


"Jangan takut, aku sudah memelukmu. Tidak akan ada lagi yang berani membuatmu takut."


Tidak heran kalau Lu Tianyu yang terkenal sebagai Putri cantik nan manis bisa bertekut lutut di hadapan pemuda seperti Xui Cuisha. Tidak hanya tampan, Xui Cuisha juga berhati lembut membuat wanita akan meleleh jika berkenalan dengannya. Ditambah lagi Xui Cuisha juga Kultivator jenius seperti Chen Xui, menambah perform pemuda ini semakin melunjak ke atas. Xui Cuisha dikenal sebagai pemuda tampan berhati baik di kalangan wanita bangsawan.


"Sebaiknya kau jangan pernah mencari masalah lagi dengan, Nona Shua Xie."


Tangis Lu Tianyu terhenti diganti dengan raut wajah bingung dan alis bertaut. Gadis di pelukan Xui Cuisha mengangkat wajahnya menatap tunangannya dengan tatapan bingung.


"Apa maksudmu berkata seperti itu? Apa kau sedang melindunginya," tanya Lu Tianyu dengan nada sedikit membentak. Mungkin tak suka mendengar ucapan tunangannya itu.


Melihat ekspresi Lu Tianyu yang mendadak berubah, Xui Cuisha jadi gelagapan. Dia tahu bagaimana watak tunangannya ini, tidak mudah tenang dan selalu marah. Tapi kenyataannya dia bukan melindungi Shua Xie, justru dia berusaha melindungi Lu Tianyu


"Apa mengusir?! Seberapa tinggi kedudukannya? Apa Paman Xui Sukong tidak bisa menghentikannya?"


Xui Cuisha menggelengkan kepalanya, "Tidak ada yang bisa menghentikannya, bahkan Pamanku tunduk padanya. Jadi kuharap kau tidak, maksudku jangan sampai membuatnya tersinggung lagi. Dia memiliki temperamen yang tidak bisa disinggung sedikit pun, kau mengerti, Yu'er?"


Mendengar ucapan tunangannya itu, Lu Tianyu hanya bisa menganggukkan kepalanya. Walau pun dia bingung akan penjelasan Xui Cuisha, tapi melihat melihat kekhawatiran di wajah pemuda itu membuat Lu Tianyu hanya bisa mengiyakan ucapannya.


"Aku paham, A Cuisha."


***


"Siapa gadis tadi?" tanya Shua Xie tanpa menoleh ke arah 2 pemuda yang mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Chen Xui menatap Xui Lang, dari tatapan sepupunya itu dia enggan menjawab pertanyaan Shua Xie membuat Chen Xui hanya bisa menghela nafas pelan, berarti harus dia yang menjelaskannya.


"Gadis tadi bernama Lu Tianyu, Putri dari kerajaan Bintang. Dia adalah tunangan dari Kakak Xui Cuisha, gadis itu memang memiliki watak yang sedikit pemarah dan semena-mena. Jadi Kak Shua tidak perlu mempedulikannya, anggap saja angin lalu," jelas Chen Xui singkat.


Shua Xie mengangguk paham, dia tidak menyangka ternyata gadis itu adalah Lu Tianyu Putri dari kerajaan Bintang. Berarti peluang menaklukan kerajaan Bintang lebih besar dari yang dia duga. Semenjak kematian Shu Chin dia berniat menaklukkan seluruh kerjaan di dunia Bawah dan menjadikannya sebagai pasukan menyerang Lou Zho, kerajaan pertama yang dia ingin kuasai ialah kerajaan Bora, lalu kerajaan berikutnya dia akan pikirkan nanti. Tapi tidak terduga dia mendapat peluang emas di kerajaan Bora.


"Tidak masalah, aku suka gadis bar-bar sepertinya. Hanya saja dia terlalu bodoh." Tetap Shua Xie akui gadis itu bisa dibilang masuk sedikit kriterianya, berani dan penantang. Hanya saja dia terlalu lemah dan bodoh, membuat gadis itu akan kalah lebih awal dalam permaianan.


Xui Lang menatap Chen Xui dengan senyuman kaku, mendengar ucapan Shua Xie tadi rasanya bulu kuduk ke dua pemuda ini merinding. Shua Xie memang pemberani, tidak hanya itu memiliki kecerdasan yang lumayan, ditambah lagi dia juga seorang Kultivator walau kultivasinya masih lamban dari manusia biasanya.


"Bar-bar? Apa maksudnya suku Bar-Bar?" gumam Chen Xui pelan sambil menatap punggung Shua Xie.


"Menurut kalian apa para petinggi kerajaan menerima gadis sepertiku memimpin mereka?" Tiba-tiba saja Shua Xie mengganti topik membuat 2 pemuda itu terpenjat kaget, pertanyaan kali ini lebih susah dijawab. Mereka tahu Shua Xie sangatlah pintar, jika mereka menjawab para petinggi menerimanya pasti Shua Xie akan berbicara lain. Tapi jika bilang tidak, mereka berdua tidak tahu tindakan apa yang akan Shua Xie lakukan.


Melihat 2 pemuda itu lama menjawab, Shua Xie hanya bisa tersenyum kecil dan mendengus pelan. Shua Xie rasa dia terlalu menakutkan di mata semua orang di kerajaan, tidak ada yang berani berbicara santai dengannya, padahal Shua Xie menginginkan keterbukaan dari mereka semua.


Salahnya sendiri sih membuat semua orang takut, siapa lagi yang berani menatap atau bahkan berbicara padanya? Tentu saja tidak ada, kalau pun ada paling hanya Xui Sukong dan istrinya Sakura.


"Hukumannya kita ganti, kalian ikutlah denganku. Kita akan keluar kerajaan menjalankan misi, membunuh monster spirit. Seharusnya kalian berdua bisa, bukan?" Shua Xie mengganti topik lagi.


"Itu? Sebenarnya, ah ... tentu kami bisa." Xui Lang awalnya ingin berdalih menolak ajakan Shua Xie, namun setelah melihat Shua Xie berbalik menatapnya rasanya tubuhnya langsung menjawab secara otomatis.


Chen Xui menatap Xui Lang sedikit khawatir, dia tahu Chen Xui bukan Kultivator hebat, bukan maksud merendahkan tapi memang kenyataannya Xui Lang itu hanya Kultivator tahap Pemurnian level 5, ikut menjalankan misi membunuh monster spirit sama saja mencari mati. Tapi melihat tatapan Shua Xie begitu tajam, menolak hukuman Shua Xie sama saja juga mencari mati.


Chen Xui ingin angkat suara namun tertahan saat Shua Xie berbicara, "Aku membawa kalian bukan untuk disakiti secara percuma, percaya atau tidak jika kalian ikut bersamaku, kultivasi kalian akan meningkat pesat."

__ADS_1


__ADS_2