Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 137


__ADS_3

"Aku akan secepatnya mendatangi kalian, tapi sebelum itu ada sedikit urusan yang harus aku lakukan." Seorang gadis tersenyum tipis sembari memberi perhomatan kepada empat pria di depannya. Beberapa orang di belakang gadis itu juga mengikutinya, memberikan penghormatan sebagaimana majikan mereka melakukan. Gadis itu mengangkat lagi pandangannya, "Dan untuk kejadian beberapa hari yang lalu, aku harap kalian bisa melupakannya. Sungguh tidak terduga oleh kami, kalian akan menyaksikan perdebatan keluarga," ucap gadis itu lagi.


Pria berambut putih tersenyum canggung seraya mengibaskan tangannya, "Ah ... masalah itu tentu kami akan melupakannya," balas pria itu dengan nada sedikit kaku. Sedikit takut jika dia tidak sengaja menyinggung sosok berbahaya di depannya, tidak hanya akan membahayakan dirinya namun juga seluruh keluarga dan rakyatnya, "Kami, menunggu kedatangan, Putri ke Lima. Negara kami selalu menunggu kedatangan anda."


"Ya, benar. Kami akan selalu menunggu kedatangan Putri ke Lima, sambil mempersiapkan yang Putri ke Lima perintahkan," sahut pria tua dengan senyuman merekah, tangannya mengusap pelan janggut putihnya.


Gadis berstatus Putri itu tersenyum lagi, membuat beberapa pria di sekitarnya sedikit merona, tidak bisa mereka pungkiri mereka terpesona akan kecantikan gadis itu sejak pertama kali mereka melihatnya, hanya saja mengingat sifat gadis itu sangat menyeramkan, berpikir ingin memiliki gadis hanya bisa menjadi angan mereka.


"Tenang saja, janjiku tidak akan aku ingkari asalkan kalian menuruti seperti apa yang aku katakan," balas gadis itu.


Tidak perlu basa-basi lagi ke empat pria itu segera naik ke kereta mereka, setelah cukup panjang salam perpisahan mereka segera meninggalkan gerbang kota bersama para prajurit yang mengawal mereka. Setelah rombongan kereta itu sudah hilang dari pandangannya, barulah gadis itu berbalik membuat beberapa prajurit sedikit terkejut sekaligus takut.


"Kalian cukup mengantarku sampai di sini, selanjutnya aku akan pergi sendiri," ungkap gadis itu dengan nada cukup datar.


"Tapi Tuan Putri, Yang Mulia Kaisar memerintahkan salah satu dari kami ikut menemani Tuan Putri. Jika ada sesuatu kami bisa melindungi Tuan Putri." Salah satu prajurit menyahut, walau pun dalam hatinya dia tidak ingin menyahuti perintah gadis itu, tapi perintah Pemimpinnya juga tidak bisa dilawan. Ke dua perintah ini bersangkut paut dengan nyawa mereka.


Pandangan gadis itu semakin menajam, seketika saja puluhan prajurit itu bersujud dengan satu lutut menyetuh tanah. Tatapan gadis itu benar-benar membuat atmosfer di sekitar mereka mendingin, "Apa aku terlihat seperti butuh bantuan dari kalian?" balas gadis itu dingin.


Meskipun apa yang dikatakan gadis itu benar, dengan kekuatannya apa gadis itu membutuhkan pelindung? Alih-alih melindungi sang Putri itu, yang ada mereka hanya merepotkannya. Tapi, mau bagaimana pun ini perintah dari sang Kaisar ayah dari Putri itu. Siapa berani membantah titah dari Putra Langit? Mereka hanya menjalankan tugas, tapi entah kenapa tugas ini lebih buruk dari berperang.


"Tuan Putri, kami hanya menjalankan perintah. Jika tidak keberatan, biarkan aku yang menemani Tuan Putri." Salah satu prajurit berdiri tegak, menatap gadis di depannya penuh keberanian. Sengaja prajurit itu mengusulkan dirinya karena perintah dari Kaisar, tidak hanya itu, bisa dikatakan prajurit ini paling berbakat dan paling dekat dengan gadis itu.


"Ogher, kau. Ah ... baiklah. Ikutlah denganku, sisanya pergi." Gadis itu berbalik lalu berjalan pelan melewati gerbang besar sebagai tanda pintu masuk kota Xuilin. Prajurit bernama Ogher itu segera menuruti perintah gadis itu, dengan gagah berani dia mengikuti gadis itu dari belakang.


***

__ADS_1


Setelah dua hari berlalu cukup cepat, semua masalah kerajaan Xuilin sudah teratasi. Semua orang yang sejak lama ingin Shua Xie singkirkan sudah dia singkirkan, kini tidak ada lagi yang perlu Shua Xie khawatirkan masalah dendam pribadi pemilik tubuhnya.


Jika meminta penjelasan soal masalah keluarganya, akan sangat memakan banyak waktu untuk menjelaskannya, tapi singkatnya sekarang kerajaan Xuilin bisa dikatakan dibawa perintah Shua Xie juga tidak hanya Kaisar Feng Kim. Shua Xie tidak hanya mendapat plakat khusus sebagai pemimpin pasukan, dia juga telah dinobatkan sebagai Putri Utama. Terlebih lagi sekarang satu-satunya anak Kaisar Feng Kim hanyalah Shua Xie, meski bukan anak kadung tapi bisa dikatakan dialah penerus kerajaan Xuilin berikutnya. Rakyat kerajaan Xuilin juga sudah mengakui Shua Xie sebagai Putri Utama mereka.


Sekarang, sudah saatnya Shua Xie mengurus masalah peperangan yang tidak lama lagi akan terjadi. Shua Xie secara khusus akan membantu ke empat negara lain membuat formasi Kekai untuk melindungi mereka jikalau ada serangan mendadak menyerang mereka. Namun, untuk mendirikan formasi Kekai, Shua Xie jelas membutuhkan banyak batu spirit. Dengan itu dia mengusulkan kepada pemimpin lainnya untuk pulang lebih awal dan mempersiapkan apa yang Shua Xie perintah, setelah semua urusannya selesai Shua Xie akan membantu mereka.


Langkah kaki anggun itu berhenti, ketika ke dua sosok anak muda itu memasuki hutan cukup lama. Shua Xie berbalik, sedikit mengejutkan Ogher sebab Shua Xie tiba-tiba saja berbicara dengan bahasa yang tidak dia mengerti.


Shua Xie melafalkan sebuah mantra bersamaan dengan tangannya bergerak dengan gerakan anggun. Tidak lama Shua Xie melakukan pergerakan aneh itu, muncul sebuah pecahan dimensi berwarna gelap. Mengejutkan Ogher sebab dia tidak pernah melihat pecahan seperti itu.


"Putri, ini ...." Ogher berkeringat dingin, dia tahu yang membuat dimensi aneh itu adalah Shua Xie. Jadi wajar saja dia terkejut mengetahu Shua Xie memiliki kekuatan misterius.


Shua Xie menurunkan tangannya, pandangannya masih datar seperti sebelumnya, "Ini adalah portal penghubung dengan dunia lain," jelas Shua Xie singkat sembari tangannya itu masuk ke dalam saku bajunya.


Shua Xie mengeluarkan sebutir pil kemudian memberikannya pada Ogher, "Singkatnya, kita akan pergi ke dunia lain melewati portal ini. Sebelum itu, minumlah pil ini. Pil ini akan membantumu mengurangi rasa mual dan sakit selama gejolak portal terjadi, sebagai manusia awam tentu kau tidak akan bisa menahan gejolak dimensi portal," jelas Shua Xie sedikit rinci.


Ogher mengambil pil pemberian Shua Xie, tanpa bertanya atau berpikir lagi dia segera menelan pil itu. Ketika pil itu masuk ke dalam perutnya, Ogher sedikit terkejut, sesuatu bergejolak terjadi di dalam sana, namun gejolak itu seperti sebuah kekuatan yang tidak pernah Ogher rasakan, "Putri, pil ini. Aku merasa seperti mendapat tenaga baru yang super kuat, terimakasih Putri telah memberikannya padaku."


"Bukan masalah besar, hanya sebutir pil. Nanti setelah kau melihat dunia baru di sana, kau akan tahu, pil tadi tidak sebanding dengan apa yang ada di dalam sana." Shua Xie bergerak menuju portal, tangannya memegang pinggiran portal sembari menatap ke dalam portal gelap itu. Sebelum Shua Xie masuk secara keseluruhan, Shua Xie menyempatkan menarik nafas menghirup udara.


'Dunia Bawah, aku datang lagi.'


***


Setelah berhasil berteleportasi, Shua Xie dan Ogher terdampar di pinggi kota besar bernama Awan Merah. Shua Xie tidak kenal dengan nama kota ini, karena sebelumnya selama dia melakukan perjalanan Phoe lah yang menuntunnya.

__ADS_1


Singkatnya kota Awan Merah berada di daratan benua Barat, sangat berjauhan dengan wilayah kerajaan Bora yang berada di benua timur. Jadi jika Shua Xie ingin ke kerajaan Bora, mungkin akan menghabiskan waktu dua atau tiga minggu ditambah lagi dia membawa Ogher dalam perjalanannya. Jika saja Ogher tidak ikut bersamanya, cukup seminggu saja Shua Xie akan tiba lebih cepat di daratan benua timur.


Tiba di depan gerbang kota Awan Merah, yang terbuat dari beton besar, Ogher tidak henti-hentinya menyuarakan decak kagum. Ini kali pertamanya dia melihat kota sebesar ini, terlebih lagi Ogher bisa melihat begitu banyak para Pendekar, atau lebih tepatnya Kultivator di mana dunia Bawah menyebut pembela diri seperti mereka seperti itu.


Bangun besar menjulang tinggi, keramaian kota membisingkan telinga, keadaan kota Awan Merah benar-benar makmur dan berjaya. Jika saja ada cara mengabdikan momen sekarang, Ogher pasti akan melakukannya dan setelah pulang nanti dia akan pamer ke prajurit lainnya bahwa dia mendatangi tempat yang luar biasa.


Jika Ogher sibuk dengan kekagumannya terhadap kota Awan Merah, Shua Xie sibuk memikirkan rencana apa yang akan dia lakukan. Di kota Awan Merah, Shua Xie tidak mengenal siapapun, tidak ada cara lain Shua Xie memang harus mencari rekan atau pendukung di kota luas ini.


'Kota Awan Merah, aku tifam pernah memdengarnya apalagi mendatanginya. Kalau saja kemahiranku dalam menggunakan mantra teleportasi lebih tinggi lagi, seharusnya aku tidak terdampar di benua timur. Tapi ya sudahlah ... sekarang aku hanya perlu memikirkan rencana.' Shua Xie mengusap pelan dagunya.


'Pertama-tama, aku harus memberi kabar kepada Xui Sukong kalau aku ada di dunia Bawah.' Shua Xie mengeluarkan kertas dari saku bajunya, lalu mengalirkan sedikit tenaga dalam ke kertas itu. Dan tidak lama kemudian, beberapa kalimat muncul di sana. Setelah cukup menulis kalimat di kertas itu, Shua Xie melipat kertas itu menjadi burung kertas lalu menerbangkan kertas itu ke udara.


Ogher yang melihat kertas itu bisa terbang sebagaimananya burung tidak bisa menutup reaksi terkejutnya, "Astaga, bagaimana cara Putri bisa menerbangkan burung kertas itu?" tanya Ogher dengan nada terkejut sedikit berlebihan.


"Karena aku sudah memberinya mantra," balas Shua Xie tanpa menoleh menatap Ogher, pandangannya fokus menatap burung kertasnya yang terbang semakin jauh.


Meskipun penjelasan Shua Xie masih kurang detail, tapi Ogher sedikit paham apa itu mantra, sejenis sihir kuat. Cukup melihat Shua Xie mengeluarkan sedikit kekuatannya, Ogher bisa tahu sedikit tentang Kultivator. Melihat Kultivator sangatlah hebat daripada Pendekar, Ogher berkeinginan menjadi Kultivator juga.


"Lalu ke mana kita akan pergi sekarang Putri?" Pertanyaan inilah yang paling penting, di tengah kota asing nan ramai ini, ke mana Ogher dan Shua Xie akan pergi, dan apa yang akan mereka lakukan? Ogher belum mendengar rencana apa yang akan dilakukan Shua Xie di dunia Bawah.


"Entahlah, yang pasti mengumpulkan pengalaman baru untuk sementara waktu," jawab Shua Xie seraya tersenyum tipis.


_____________


A/N: terdampar jauh amat 😨

__ADS_1


__ADS_2