
Shua Xie tersenyum kecil menatap 3 pemuda yang dia bawa masuk ke dalam hutan sedang bertarung mati-matian melawan monster spirit. Hanya dia saja yang duduk tenang sambil menggigit rumput ilalang, dengan gaya santai Shua Xie melempar rumput yang sejak tadi dia gigit. Shua Xie menatap ke sekitarnya, hutan Kukuzu ini bukan lagi tidak dia hapal, sebelumnya dia pernah berlatih di hutan Kukuzu selama 5 hari sampai akhirnya dia bertemu dengan 3 pria paruh baya yang mana ialah Paman Xui Sha. Kebetulan juga saat itu Shua Xie hendak keluar hutan mengakhiri latihannya, sebab ia memiliki janji pada Xui Sukong. Jika tidak mengingat janjinya, sudah pasti dia akan berlama-lama di hutan Kukuzu, mungkin berbulan atau bahkan bertahun.
Shua Xie menguap lebar namun tertutup oleh satu tangannya, sebagai gadis cantik bak Dewi dia harus menjaga sedikit etikanya, paling tidak jangan sampai Ratu terhormat sepertinya dicemooh oleh orang lain karena etikanya yang kurang baik. Tidak hanya memakai pakaian kurang bahan, riasan wajah tidak pernah dia pakai, namun kecantikannya tidak bisa pudar.
Di sisi lain, Xui Lang terus berusaha mempertahankan dirinya untuk tidak terluka parah, kalau bisa jangan sampai mendapat luka lagi dari monster spirit di hadapannya. Xui berkali-kali mengumpat keras dalam hati, tidak dia sangka akan begini jadinya, menyesal hatinya tidak membantah ucapan Shua Xie sejam yang lalu untuk tidak ikut berburu monster spirit. Dan sekarang dia justru tersudut sedangkan gadis yang mengajaknya secara paksa malah enak-enakan duduk di pohon dengan santainya, seolah pertarungan Xui Lang dan lainnya adalah pertunjukan untuk Shua Xie.
'Gila! Kalau tahu begini lebih baik aku membantah lebih awal! Dia di sana dengan santainya hanya menonton kami bertarung, apa dia pikir kami sedang bermain?!' Xui Lang mengumpat keras penuh penyesalan, ingin rasanya dia menangis tapi tidak ada satu pun air mata yang keluar.
Berbeda dengan Chen Xui dan Xui Cuisha, mereka tampak fokus bertarung dengan monster spirit masing-masing, awalnya mereka menduga 3 monster spirit ini datang karena merasakan aura keberadaan mereka, tapi ternyata Shua Xie lah yang memanggil mereka, entah pakai cara apa Shua Xie memanggil tiga monster spirit hanya bisa pasrah saat Shua Xie menjauhi mereka dan duduk santai di atas pohon.
Tentu saja yang mendatangkan 3 monster itu adalah Phoe, kalau Shua Xie dia masih belum sanggup melakukannya. Dengan kekuatannya sekarang, yang ada dia dikejar puluhan monster spiri.
3 monster spirit yang Shua Xie panggil ialah 3 macan putih bercorak hitam putih, bulu mereka sangat halus bak bulu domba, orang-orang tidak akan bisa menemukan macan putih di hutan Kukuzu secara sembarangan, sebab macan putih lebih memilih mengasingkan diri mereka dari dunia manusia. 3 macan putih itu tidak sengaja terpanggil aura besar, saat mereka mengikuti suara itu, siapa sangka pemilik aura besar itu ialah manusia berumur 16 tahun. Saat ke 3 macan itu ingin pergi meninggalkan rombongan Shua Xie, ternyata sebuah formasi yang kasat mata telah terpasang, formasi itu digunakan untuk menjerat monster spirit, dan akan sangat sulit bisa keluar. 3 macan putih itu tahu, dengan adanya formasi itu, sudah pasti mereka akan ditumbalkan. Dengan terpaksa mereka harus bertarung demi kelangsungan hidup mereka.
'Seharusnya mereka bisa membunuh tiga macan putih itu, paling tidak macan putih itu masih berusia belasan tahun. Dan kekuatan macan putih itu setara dengan tahap Raja Putih level akhir. Walau pun masih lebih tinggi dari tiga manusia itu, tapi aku yakin mereka bisa mengalahkannya.' Suara Phoe muncul di otak Shua Xie, sedikit membuat Shua Xie terpenjat kaget sebab Shua Xie sedang asik dengan lamunannya sendiri.
Melihat Shua Xie sedikit beraksi kaget saat Phoe berbicara, Phoe memperhatikan Shua Xie sedikit tajam, penasaran kenapa gadis itu bisa terkejut tidak seperti biasanya.
'Ada apa? Kenapa kau kaget begitu?' tanya Phoe langsung.
Shua Xie tersenyum canggung dan tidak membalas, tidak mungkin bukan dia menceritakan lamunannya itu pada Phoe. Apalagi Shua Xie melamunkan yang tidak-tidak, bukan pikiran jorok hanya saja menurut Shua Xie jijik untuk dia ceritakan pada Phoe.
"Tidak ada, aku hanya kaget saja. Suaramu lebih besar dari biasanya," jawab Shua Xie setengah berbohong. Memang benar suara Phoe lebih besar dari sebelumnya, dan membuat Shua Xie terkejut.
'Benarkah? Apa kau tidak sedang menyembunyikan sesuatu? Kau harusnya tahu, aku ini sangat peka terhadap perasaan manusia. Dari yang aku rasa kau sedang memikirkan seseorang, apakah dia spesial bagimu?'
Shua Xie berdecak kesal dalam hatinya, seharusnya dia ingat kalau Phoe sangat peka terhadap perasaan manusia, walau pun tidak tahu apa yang dipikirkan manusia tapi dia bisa merasakannya. Semua emosional Shua Xie bisa Phoe rasakan, mau itu sedih, marah, senang, bingung, atau pun lainnya.
Tidak bisa berbohong Shua Xie hanya bisa menceritakannya, dengan sabar Shua Xie menghela nafas, entah sejak kapan Phoe sangat suka ingin mengetahui apa saja yang Shua Xie pikirkan. Mungkin sejak Shua Xie merasa hidupnya berubah ketika Shu Chin mati, Shua Xie paling sangat tidak terima apa yang dia miliki dirampas orang lain, apalagi sampai dihancurkan.
"Sejak kapan kau sangat peduli denganku? Maksudku akhir-akhir ini kau sangat ingin aku curhat padamu, tidak seperti biasanya," sindir Shua Xie pelan, anggaplah gertakan kecil bisa membuat Phoe tidak terlalu penasaran akan perasaan orang lain.
Di alam batin sana, Phoe tersenyum, walau senyumnya tidak terlalu kentara tapi paling tidak dia menujukkan ekspresi senang akan pertanyaan Shua Xie.
'Anggaplah aku Kakakmu, walau pun aku seorang pria, tapi aku sangat peduli dengan perasaan adikku.'
Bukannya menunjukkan perasaan senang sebab ada yang peduli dengan perasaanya, Shua Xie justru tersedak sendiri bahkan jatuh dari pohon yang di duduki. Dengan kasar wajah Shua Xie mendarat di tanah, membuat Shua Xie meringis keras.
"Ettoto! Sakit!" Shua Xie segera duduk dan langsung memegang hidung mancungnya, karena hidungnya lah yang paling sengsara saat mendarat. Secara perlahan darah segar keluar dari hidung Shua Xie membuat Shua Xie ingin berteriak keras, bagaimana mungkin hidung kebanggaannya ini mengelurkan darah?! Shua Xie tidak akan terima! Mungkin kalian merasa Shua Xie ini rada aneh, sebab lebih peduli hidung dari pada wajahnya.
Phoe sendiri tertawa keras di alam batin, bukannya menghibur dia justru mentertawakan Shua Xie. Gadis dingin seperti Shua Xie bisa-bisanya jatuh dari pohon hingga mengakibatkan hidungnya berdarah? Apa kata dunia jika semua orang melihatnya?
'Hahaha ... haih. Bagaimana bisa kau terjatuh? Apa kata dunia jika Ratu Terhormat jatuh dari pohon? Apa ucapanku barusan begitu mengejutkan sampai membuatmu terjatuh?' ucap Phoe sambil tertawa, dia tidak bisa menghentikan tawanya sendiri, bahkan perutnya sudah mati rasa karena terus tertawa.
__ADS_1
Shua Xie mengerucutkan bibir mungilnya, dengan wajah cemberut dia menutup satu lubang hidungnya dengan perban putih yang baru saja dia keluarkan dari Cincin Ruang.
"Phoe!!! Tertawa lagi, akan kutendang kau keluar dari dalam sana. Ingat ya, kau itu sedang menumpang!" balas Shua Xie keras dengan wajah memerah, bukan karena marah tapi karena malu.
Phoe menghentikan tawanya, walau pun masih terdengar sedikit kikikan kecil yang berhasil keluar, 'Iya maaf, habisnya kau sangat lucu. Sangat jarang aku bisa tertawa begini karena tingkahmu.'
Shua Xie tidak memperdulikan lagi ucapan Phoe, dengan perlahan dia menyandarkan tubuhnya di pohon belakang punggungnya, sambil menatap 3 pemuda yang masih sibuk bertarung, Shua Xie sedikit tersenyum kecil. Senyumnya kali ini, terkesan bahagia, mungkin karena yang dikatakan Phoe sedikit benar. Sangat jarang Phoe bisa tertawa, apalagi tertawa riang seakan tidak ingat masalah lain lagi. Shua Xie juga harus akui, dia sedikit senang saat Phoe ingin menjadikannya saudaranya, paling tidak, masih ada orang lain yang menganggap berarti.
"Terimakasih," ucap Shua Xie singkat.
Phoe yang tadinya masih tertawa kecil mendadak berhenti, tiba-tiba mendengar Shua Xie berterimakasih tanpa alasan membuat Phoe terkejut. Dia butuh alasanΓ½ kenapa Shua Xie berterima kasih padanya.
'Untuk apa kau berterimakasih?' tanya Phoe dengan suara pelan dan sedikit serius.
Cukup lama Shua Xie tidak menjawab, dia lebih memilih tersenyum sambil menatap ke langit, entah apa yang di pikirkan gadis manis itu, tidak ada yang tahu apa pikirannya saat ini. Tapi semua orang bisa merasakan bahwa gadis itu sedang dalam suasana senang.
"Terimakasih mau menganggap aku sebagai adikmu, Oni-Chan," ucap Shua Xie setelah lama tersenyum.
Deg ....
Mendadak perasaan Phoe menjadi panas sekaligus senang, walau pun dia tidak tahu bahasa apa yang Shua Xie ucapkan, tapi dia paham bahwa itu ungkapan kesayangan, dengan merasakan perasaan Shua Xie saat ini sangat senang dan bahagia, ada sedikit bumbu cinta kasih. Gejolak perasaan Shua Xie mampu membuat Phoe juga ikut terbawa.
'Oni-Chan? Walau pun aku tidak paham, paling tidak aku bisa merasakan bahwa itu panggilan kesayangan darimu untukku.'
***
"Kalian yakin gadis itu yang kalian maksud?" tanya seorang pria bermasker hitam sambil menunjuk ke arah seorang gadis yang tengah duduk di bawah pohon menatap ke arah 3 pemuda yang sedang bertarung.
2 pria yang ikut bersamanya mengangguk pelan, mengiyakan ucapan pria bermasker hitam. Melihat 2 rekannya mengangguk, wajah pria bermasker itu mendadak berubah.
"Apa kalian tidak salah lihat? Bagaimana mungkin gadis manis sepertinya mampu melukai Yulon? Bahkan kultivasi gadis itu masih jauh di bawah, Yulon. Apa kalian pikir aku ini bodoh?!" bentak pria bermasker hitam sedikit keras, sambil menatap 2 rekannya tajam.
Tentu saja dia tidak percaya, bagaimana mungkin gadis berkulit putih bak salju, berwajah manis seperti Dewi Kecil, mampu melukai Yulon? Gadis itu bahkan terlihat lemah lembut jauh dari kata kasar. Dan lagi sejak gadis itu duduk di pohon, dia sudah memantau pergerakan gadis itu, tidak ada tanda-tanda bahaya. Semua orang pasti akan beranggapan sama sepertinya, tidak mungkin gadis selembut salju mampu berbuat kasar.
Kecuali gadis itu seperti ular, kecantikannya hanyalah topeng belaka, namun aslinya lebih berbisa dari ular, dan lebih berbahaya dari singa.
2 pria itu menganggukkan lagi kepalanya, kali ini anggukannya lebih kuat. Bagaimana mungkin mereka berani berbohong pasalnya mereka sendiri melihat saat tangan Yulon terpisah. Mereka berdua pun sama, awalnya berpikir gadis itu hanya gadis manis yang lemah lembut. Namun siapa sangka ternyata lebih berbahaya dari yang mereka duga.
"Wakil Wang Xue, dia memang cantik. Tapi jangan tertipu, kecantikannya itu mampu menipu siapa saja. Dia lebih berbahaya dari apa yang kita lihat."
"Benar Wakil Wang Xue. Anda bisa mencobanya sendiri."
Wang Xue masih menatap tajam ke arah 2 rekannya itu, jika 2 rekannya itu sudah berkata dengan tekad penuh, berarti memang kenyataanya gadis itu tidak semanis yang dia lihat. Wang Xue sudah sering bertemu musuh berwajah cantik namun memiliki hati yang keji, tapi melihat gadis di bawah pohon itu, ada sedikit pengecualian, jika memang gadis itu lebih beracun dari yang pernah Wang Xue temui, tidak salah lagi, gadis itu pandai menipu. Sangat jelas wajah polos gadis itu membuat siapa akan menganggap gadis itu hanyalah gadis lemah.
__ADS_1
Wang Xue menghela nafas kasar, kembali dia menatap ke arah gadis itu, ternyata gadis itu sudah tidak ada di bawah pohon.
"Di mana gadis itu?" Wang Xue melihat ke sekitar 3 pemuda yang sedang bertarung, mungkin saja gadis itu ada di sekitar situ.
"Aku di sini." Di atas dahan pohon, gadis berbaju hitam tersenyum lebar saat Wang Xue dan 2 rekan Wang Xue melihat ke atas.
Wang Xue tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya, bagaimana mungkin gadis itu ada di atas sana tanpa sepengetahuan Wang Xue? Hal itu membuat Wang Xue menjadi sangat waspada. Dia berpikir gadis itu menyembunyikan kultivasi aslinya, agar bisa mengecoh semua orang. Tapi kenyataannya, kultivasi gadis itu memang berada di tahap Langit.
"Kapan?! Kapan dia berpindah tempat?! Apa ketika aku berbicara dengan dua rekanku?" gumam Wang Xue takjub.
Gadis itu melompat turun, dengan perlahan dia mendarat di tanah. Wang Xue dan 2 rekannya memilih memberi sedikit jarak, menunjukkan rasa waspada.
"Sudah lama bersembunyi kenapa tidak menunjukkan diri lebih awal? Kalau aku tidak menghampiri kalian, kira-kira sampai kapan kalian bersembunyi?" Suara gadis itu sangat berbeda dengan wajahnya, begitu dingin dan suram, menandakan bahwa sudah banyak rasa pahitnya kehidupan yang sudah dia lalui.
Wang Xue tersenyum sinis, "Tidak kusangka, gadis manis sepertimu memiliki indera peka yang begitu tajam. Padahal aku sudah menyembunyikan aura keberadaan."
"Bahkan jika kau sembunyi di dalam tanah pun akan kuketahui. Sekarang jelaskan apa tujuan kalian mengikutiku? Awalnya kupikir kalian hanya pemburu yang searah denganku, tapi ternyata kalian memang sengaja mengikutiku." Tatapan tajam dari gadis itu semakin mendalam, membuat Wang Xue sedikit tercekat.
"Kau pasti sudah tahu, kami akan menangkapmu dan memberikan pada Ketua kami. Bersyukurlah Ketua ingin menjadikanmu wanitanya, tidak banyak wanita yang bisa bersanding dengan Ketua." Balasan Wang Xue membuat gadis itu ingin muntah darah, bagaimana bisa ada seseorang ingin menjadikan dirinya sebagai wanita Ketuanya? Gadis sepertinya adalah gadis bebas, tidak ingin memiliki ikatan cinta basi bersama siapa pun.
"Ucapan basi seperti itu sudah sering kudengar, ternyata memiliki wajah cantik memang tidak bermanfaat. Tidak hanya terlihat lemah, tapi tidak dihargai orang bejat seperti kalian. Susah payah aku mengurangi kecantikanku, tapi ternyata masih banyak yang terpikat," lirih gadis itu dengan wajah dibuat sesedih mungkin, seolah sedang mengasihani nasib wajahnya yang malang.
Sedang di dalam alam batin, seekor burung Phoenix berbulu merah ingin muntah darah mendengar ucapan gadis itu. Kenapa bisa dia memiliki adik senarsis gadis itu.
'Berhenti berbicara omong kosong! Kau ini sedang berhadapan dengan musuh, bagaimana mungkin kau begitu percaya diri di hadapan mereka?'
"Kau tidak bisa melihatku senang sedikit saja, Oni-Chan. Tidakkah kau sadar aku ini memang cantik? Jadi wajar saja mereka ingin menjadikanku wanitanya. Tapi sayangnya, pria seperti mereka bukanlah tipeku."
***
Cast Chen Xui π
Cast Xui Cuisha π
Cast Xui Lang π
Ayo yang mana paling tampan π kalau saya sih Xui Lang π
__ADS_1