Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 22


__ADS_3

Ayo beri like dan vote sebanyak mungkin ^-^


___________________________


"Takdir Phoenix?"


Lulu pun menjelaskan secara singkat mengenai takdir Phoenix. Takdir Phoenix ialah takdir langka yang sangat diinginkan semua orang, apabila seseorang memiliki takdir Phoenix tidak akan salah lagi dia akan menjadi lebih terang di antara yang lain. Namun orang bertakdir Phoenix akan lebih sering menghadapi masalah lebih banyak karena takdirnya.


Shua Xie sedikit terkejut, tidak salah jika Lou Zho begitu menginginkannya hidup atau pun mati. Walau pun takdir Phoenix masih dianggap mistis tapi sebagian besar orang-orang mempercayai takdir Phoenix.


Sekarang Shua Xie sedikit mengerti kenapa Shu Chin begitu menginginkannya, mungkin saja Shu Chin ingin memanfaatkan Shua Xie untuk merebut kekuasaan klan Langit. Shua Xie menebak pemberontak utama di kerajaan klan Langit pasti adalah Shu Chin. Bukti kecilnya ialah Shu Chin masih hidup sehat sampai sekarang sedangkan yang lain tidak. Pasti Shu Chin merencanakan semua itu bersama Lou Zho sudah sangat lama.


"Hah rupanya siasat mereka begitu bagus. Tidak aku sangka aku memiliki takdir Phoenix. Heh mereka ingin bermain licik, aku juga bisa bermain lebih licik," gumam Shua Xie pelan sambil tersenyum kecil.


Lulu menatap Shua Xie penuh kecurigaan, "Jangan berpikir yang aneh-aneh. Sebaiknya kamu pikirkan bagaimana kamu bisa lulus ujian buku ilahi, kalau kamu gak bisa lulus jiwamu akan diambil buku ilahi dan kamu akan mati."


"Mati!? Ujian ini sepertinya lebih menantang," balas Shua Xie diiringi tawa kecil. Lulu hanya berkacak kesal, ia merasa temperamen Shua Xie ini sering berubah-ubah.


"Tapi aku masih ada satu lagi pertanyaan, kenapa aku bisa berada di ruang Jiwa? Aku pikir akan sudah mati." Shua Xie mantap Lulu menunggu jawaban darinya.


Lulu berdehem pelan seraya terbang mendekati Shua Xie. Dia pun menjelaskan bahwa jiwa Shua Xie sempat terluka parah dan tidak tahu kenapa buku ilahi merespon jiwa Shua Xie yang terluka. Buku ilahi pun membantunya menyembuhkan jiwanya dalam waktu yang lumayan lama, sekitar memakan waktu satu hari.


Karena buku ilahi merespon jiwa Shua Xie, secara otomatis Lulu terbangun dari tidur panjangannya karena buku ilahi. Lulu pun juga ikut membantu memulihkan jiwa Shua Xie tapi karena Lulu hanya roh tanpa tubuh, jadi dia tidak bisa membantu banyak sebab kekuatannya juga terbatas. Lulu hanya memberikan 3% kekuatan jiwanya kepada Shua Xie.


Namun walau pun jiwa Shua Xie telah sembuh, tapi butuh waktu 3 hari Shua Xie baru bisa sadar. Jadi sebenarnya Shua Xie sudah 4 hari berada di ruang Jiwa. Pada saat Jiwa Shua Xie sudah pulih, buku ilahi langsung mengakui Shua Xie sebagai Tuan barunya, dan mengharuskan Shua Xie mengikuti ujian buku ilahi sebelum resmi menjadi pemilik buku ilahi.


"Ternyata begitu, seharusnya kalian tunggu aku menjadi lebih kuat dulu baru menguji jiwaku! Baru saja selamat dari kematian, sekarang harus melewati jurang kematian, rasanya hidupku ini selalu bertaruh dengan kematian! Apa memang begini orang bertakdir Phoenix?" gumam Shua Xie kesal. Lulu hanya membalasnya dengan cengengesan sambil menggaruk belakang telinganya.


Shua Xie menghela nafas pelan lalu mengukir senyum kecil, "Tapi aku harus tetap berterima kasih pada kalian, kalau bukan karena kalian mana mungkin aku masih hidup. Selama dendam ini belum terselesaikan, reinkarnasi sembilan kali pun tidak akan aku lupakan!"


"Eh tunggu dulu! Kau bilang aku sudah empat hari di sini?!" Tiba-tiba Shua Xie teringat kalau ia sudah 4 hari berada di ruang Jiwa. Sedangkan ia memiliki misi lain di dunia nyata, seharusnya Shua Xie sedang menemani Xiao Mei dan yang lainnya berlatih.


"Benar kamu sudah empat hari di sini."

__ADS_1


"Kirim aku sekarang juga ke tempat ujian buku ilahi! Aku harus menyelesaikan ujian ini secepat mungkin! Ada yang menungguku di duniaku!" tegas Shua Xie dengan sorotan mata serius.


"Baiklah, aku akan membuka portal untukmu." Lulu mengibas tangannya dan muncullah pusaran portal berwarna biru kegelapan. Dari dalam portal terdengar suara petir menyambar begitu besar, bahkan tekan gelombang angin dari dalam portal terasa menerpa tubuh Shua Xie. Seolah-oleh di dalam portal sana sedang terjadi bencana alam yang sangat dasyat.


Shua Xie menghalau angin yang keluar dari portal dengan sebelah tangannya, "Apa di dalam sana sedang terjadi bencana alam? Tekanan dari dalam sana begitu kuat."


Lulu menyilangkan ke dua tangannya seraya menatap remeh portal itu, "Tidak tahu juga, tapi untuk orang lemah sepertimu itu akan menjadi masa-masa tersulit bagimu. Selamat berjuang!"


Shua Xie menatap Lulu, "Apa kau tidak ikut denganku? Maksudku apa kau tidak membimbingku di dalam sana sebagai Guruku?" tanya Shua Xie diiringi sedikit rasa khawatir. Shua Xie tidak bisa menebak apa dia akan bisa hidup selama di sana atau tidak tanpa bantuan Lulu.


"Tentu saja tidak, ujian itu hanya bisa dimasuki satu orang saja. Aku hanya bisa menunggumu di sini, sekarang masuklah sebelum portalnya menghilang. Aku tidak bisa menahan lebih lama lagi portalnya!"


"Jahat sekali kau jadi Guru!" Shua Xie berdecak kesal seraya melangka mendekati portal.


"Setelah kamu keluar dari dunia ujian buku ilahi, peningkatan kekuatanmu akan berkembang begitu cepat," tukas Lulu sebelum Shua Xie masuk. Shua Xie membalas dengan lambaian satu tangan, setelah itu ia masuk ke dalam portal.


Seketika portal lenyap ketika Shua Xie sudah masuk ke dalam. Nafas Lulu menjadi tidak beraturan karena begitu memaksakan memanggil portal, kekuatan Lulu yang sekarang tidak bisa dipaksakan lebih dari 1 menit.


"Semoga kamu kembali dengan selamat!"


***


Selama 4 hari Shua Xie tidak kunjung sadar, Xiao Mei selalu setia menemani Shua Xie menunggu Shua Xie sadar. Setiap hari Xiao Mei selalu menyalahkan diri karena membuat jiwa Shua Xie terluka parah. Kakaknya Xiao Ming selalu meyakinkan adiknya kalau Shua Xie akan sadar secepatnya.


Shua Xie yang sekarang seperti mayat tanpa jiwa, tabib, alkimia bahkan master mengatakan bahwa jiwa Shua Xie tidak ada di tubuhnya. Jiwa Shua Xie berada tidak tahu di mana, secara normal orang mengatakan bahwa Shua Xie sudah mati, tapi anehnya jantung Shua Xie masih berdetak seperti jantung manusia normal, dan juga tubuh Shua Xie tidak memucat seperti mayat.


Banyak orang dibuat bingung dengan keadaan Shua Xie sekarang, tidak ada yang tahu bagaimana membuat Shua Xie kembali sadar, apalagi jiwa Shua Xie hilang tidak tahu di mana. Ada sebagai petua keluarga Xiao mengatakan bahwa jiwa Shua Xie sedang menjelajah di suatu tempat. Asalkan raga asli Shua Xie dirawat dengan baik, jiwa Shua Xie juga akan membaik di sana.


Kepala Suku juga sudah memberikan pil leluhur mereka yang hanya ada satu selama seratus tahun sekali. Pil itu bernama pil seribu manfaat, pil yang bisa menyembuhkan jiwa yang terluka dan lainnya. Dengan pil itu mereka hanya bisa berharap Shua Xie bisa sadar secepatnya.


Beberapa hari ini Lou Yue juga masih melatih Xiao Ming dan 2 lainnya yang akan bertarung 3 hari lagi. Namun siang tadi Lou Yue mendapat panggilan mendadak dari seseorang.


Lou Yue mendapat pesan burung dari sekutunya yang jauh darinya, dalam pesan Lou Yue diminta untuk segera kembali karena ada keadaan buruk yang sedang terjadi.

__ADS_1


Lou Yue pun mendatangi Xiao Ming ingin menyampaikan beberapa kata yang tidak sempat ia beritahu Shua Xie saat itu. Lou Yue berharap Xiao Ming dapat menyampaikan pesannya kepada Shua Xie.


"Xiao Ming aku akan kembali ke suatu tempat, tidak tahu kapan lagi akan kembali. Maaf tidak bisa membantu desa kalian lebih banyak, tolong sampaikan pesan kecil untuk Shua Xie. Kalau aku bukan keturunan klan Langit," tukas Lou Yue seraya menepuk sebelah bahu Xiao Ming.


"Guru akan pergi ke mana?"


"Ke suatu tempat yang tidak boleh kamu tahu," balas Lou Yue setelah ia langsung menghilang dari hadapan Xiao Ming sangat cepat.


Xiao Ming terpaku dengan beban pikiran yang banyak. Mengingat desanya tidak lama lagi akan jatuh ke tangan keluarga Ye, ditambah Shua Xie sedabg terluka dan entah kapan akan sadar lagi. Xiao Ming dan 2 rekannya memang sudah menjadi lebih kuat dalam waktu yang sangat cepat berkat bantuan Lou Yue, kepala suku saja sampai sulit berkata-kata ketika melihat perkembangan cucunya begitu cepat. Tapi itu semua belum tentu bisa menghentikan keluarga Ye, tidak ada yang tahu rencana apa yang sudah direncanakan keluarga Ye.


Di tempat lain Lou Yue membuka penyamarannya yang sebenarnya dengan kekuatan spiritnya, sebelumnya matanya berwarna merah berubah menjadi biru, dan rambutnya yang hitam berubah menjadi putih. Penampilan yang sebelumnya Lou Yue gunakan hanya untuk kenal lebih dekat dengan Shua Xie, setelah mengenal Shua Xie sudah saatnya Lou Yue pulang.


"Takdir Phoenix dan Takdir Naga, tidak disangka dua takdir yang berjodoh. Sayangnya kita berada di pihak yang berbeda. Dia mempertahankan klan Langit sedangkan aku menghancurkan klan Langit. Sungguh pilihan yang sulit," gumam Lou Yue.


.


.


.


.


.


.


Bersambung


**Ayo dukung terus karya author dengan cara favoritin dan beri like, vote juga sebanyak mungkin jika suka ^-^


Mampir juga ke karya author yang lainnya, Reinkarnasi Permaisuri Ajaib ^-^


Terimakasih atas dukungan kalian semua** :)

__ADS_1


__ADS_2