
Shua Xie mengikuti Qixuan dari belakang, berjaga jika ada makhluk tak diundang tiba-tiba menyerang. Namun bahkan setelah cukup lama mereka berdua berjalan, Shua Xie merasa hutan yang dia jalani sangat sepi untuk hutan luas nan lebat. Bukankah aneh hutan mengalahkan sepinya kuburan?
'Phoe tiba-tiba tertidur tanpa memberitahukanku. Benar-benar membuatku kesal.' Shua Xie tidak mengetahui banyak tentang Daratan Alam Abadi, sebab itu dia mengandalkan Phoe selama berada di alam unik ini. Namun, sayangnya Phoe tertidur pulas selepas Shua Xie menginjakkan kaki di Daratan Alam Abadi.
Sebenarnya Shua Xie bisa saja mengusai Daratan Alam Abadi dengan cara mudah, menggunakan seluruh kekuatannya dengan melepaskan indera spiritnya. Hal itu memang tidak sulit dilakukan, namun jika Shua Xie tiba-tiba menunjukkan kekuatan aslinya, semua murid sekte Kunlun pasti akan mencurigainya. Dan juga, Shua Xie merasa bukan hal baik jika mereka semua tahu kekuatan aslinya secepat ini tanpa alasan pasti.
"Aku mendengar sesuatu," ujar Qixuan sembari dia berhenti membuat Shua Xie juga berhenti di belakangnya.
"Sesuatu?" Shua Xie terlalu fokus melamun sehingga kesadarannya akan sekitarnya sedikit menurun. Dia segera menajamkan indera pendengarannya, berusaha mendengar sesuatu yang juga didengar oleh Qixuan.
"Suara air?" Lanjut Shua Xie setelah dia mendengar apa yang Qixuan maksud.
Qixuan berbalik lalu menganggukkan kepalanya kepada Shua Xie, "Ya, suara air. Sepertinya ada sungai berjarak tidak jauh dari kita," balasnya sambil kembali menatap ke depan.
Qixuan kembali melangkah diikuti dengan Shua Xie di belakangnya. Mereka berdua berjalan melewati rimbunnya semak, dan setelah itu mereka menemukan sungai cantik yang memanjakan mata.
Air sungai itu sangat jernih, dan uniknya air itu berwarna biru terang yang cantik. Batu, pasir atau ikan-ikan yang berada di dalam air tampak jelas meski di pandang dari jarak cukup jauh. Lebih indahnya lagi, bulan memantulkan cahayanya pada permukaan sungai sehingga menimbulkan kilauan-kilauan yang indah.
Sungai itu seperti air sungai yang mengalir dari surga, terlalu indah untuk dipandang.
Qixuan berjalan pelan mendekati sungai itu, sedangkan Shua Xie melirik kiri dan kanan memastikan bahwa tidak ada hal berbahaya yang sedang bersembunyi mengincar mereka berdua. Setelah merasa aman, barulah Shua Xie mendekati Qixuan yang kebetulan sedang berdiri di pinggir sungai seperti seseorang yang bernostalgia dengan alam di bawah sinar rembulan.
"Indah sekali, baru kali ini aku melihat pemandangan seindah ini," gumam Qixuan pelan sambil menatap pantulan wajahnya dari air sungai.
"Ya, sangat cantik sampai aku merasa hutan ini semakin aneh," gumam Shua Xie pelan membalas perkataan Qixuan. Sungai secantik ini begitu tenang tanpa riakan, sungai yang tenang pasti menyimpan bahaya yang besar, begitulah istilah filosofi.
"Sebaiknya kita ambil cepat airnya dan segera kembali, aku merasakan sesuatu yang tidak baik di tempat ini." Lanjut Shua Xie lagi.
Qixuan mengangguk pelan, setuju dengan pendapat Shua Xie. Dia pun segera membuka penutup kendi yang dia bawa dan memasukan kendi itu ke dalam sungai. Namun belum sempat Qixuan mengangkat tangannya yang memegang kendi itu, Shua Xie langsung menepis tangannya membuat Qixuan melepaskan kendi yang dia pegang. Bersamaan dengan itu, sesosok hewan besar berwarna sama seperti air sungai melompat ke udara siap menyambar tangan Qixuan, tapi untunglah Shua Xie segera mendorongnya menjauhi pinggiran sungai itu. Sedangkan Shua Xie menahan mulut ikan besar itu dengan pedang yang telah dia keluarkan dari cincin Ruang miliknya.
"Aku tidak menyangka ada ikan bunglon sepertimu di sungai ini, andai saja aku tidak merasakan hawa membunuh darimu ... temanku pasti menjadi makananmu." Shua Xie mengukir senyum sinis meski keadaannya sekarang tidaklah sebaik senyumannya. Salah bergerak sedikit dia bisa saja menjadi makanan ikan besar bermata tiga itu.
"Manusia sepertimu bisa merasakan hawa keberadaanku, aku yakin basis kultivasimu pasti sangatlah tinggi." Ikan itu membalas perkataan Shua Xie membuat Qixuan menjadi semakin terkejut.
"Monster spirit bisa berbicara?! Berarti dia sudah berada di tahap Raja! Shua Xie segeralah menjauh, kau bukan lawannya! Biar aku yang akan menghadang dan kau segera melarikan diri sejauh mungkin!" pekik Qixuan keras sembari dia menarik pedangnya dari sarungnya. Pedang berwarna perak miliknya memantulkan cahaya bulan.
Shua Xie berdecak pelan, perintah Qixuan barusan membuatnya sedikit merasa tersindir. Berbicara tentang paling lemah, jika bukan karena Shua Xie menyembunyikan basis kultivasinya dia yakin para murid sekte Kunlun pasti akan memujanya sebagai Master perempuan termuda.
"Jangan mendekat, ikan jelek ini juga bukan lawanmu." Shua Xie segera membalas, "Jika kau mendekat kau pun akan menjadi makanannya." Perkataan Shua Xie bukanlah sebuah ancaman namun fakta dari keadaan. Bukan mudah melepaskan diri dari monster spirit yang telah berada di tahap Raja, bahkan Kultivator tingkat Jindan pun bisa mati di tangan ikan bermata tiga ini.
Dalam dunia monster spirit, tingkatan setiap kekuatan monster spirit juga dibedakan berdasarkan tahap pelatihan yang mereka jalani. Ada 5 tahap monster spirit di dunia Kultivator, yaitu;
__ADS_1
Tahap Prajurit
2 Tahap Ksatria
Tahap Jenderal
Tahap Raja
Tahap Kaisar
Semakin tinggi tahap mereka maka semakin kuat pula kekuatan mereka entah dari segi fisik ataupun kekuatan Qi. Di dunia Kultivator tidak hanya para Kultivator yang bisa menggunakan Qi, monster spirit pun juga bisa menggunakan Qi lebih kuat dari pada Kultivator, tapi semua tergantung dari tahap pelatihan yang telah mereka capai.
"Tidak akan ada yang bisa kabur dari wilayahku, kalian semua akan menjadi santapan makan malamku," ujar ikan itu diselingi tawa yang keras. Tentu saja dia percaya diri dengan tahap pelatihannya sekarang bukan tidak mudah dia memakan Shua Xie dan Qixuan. Baginya dia hanya perlu mengeluarkan sedikit tenaga untuk membunuh dua mangsanya dalam satu serangan.
"Tsk! Ikan jelek sepertimu bisa sombong juga, mari kita lihat siapa yang menjadi santapan malam ini," balas Shua Xie sinis. Bersamaan dengan itu, Shua Xie melepaskan separuh kekuatannya yang sebelumnya basis kultivasinya berada di tingkat Langit naik menjadi tingkat Nirwana, sontak saja membuat monster spirit itu dan Qixuan terkejut hebat.
Tidak hanya itu, Shua Xie merasa juga mengaktifkan sajak Kutukan di kedua tangannya, membuat sebuah garis tato yang sebelumnya tidak pernah ada muncul. Dan juga mengubah sedikit penampilan Shua X secara tiba-tiba. Membuatnya menjadi Kultivator anggun nan berwibawa dengan pakaian hitam yang berkolaborasi dengan hijau.
"Ikan jelek sepertimu tidak pantas bertanya tentang kekuatanku." Shua Xie menarik pedangnya yang sebelumnya menahan mulut monster spirit ikan, dan bersamaan setelah menariknya dia langsung menyabit mulut sang ikan dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat mata biasa. Bahkan Qixuan tidak dapat melihat gerakan yang dilakukan Shua Xie.
"Grroaarr!" Ikan itu menjerit kesakitan saat mulutnya mendapat serangan tajam dari seajata Shua Xie. Lagi-lagi dia tidak menyangka pedang biasa milik Shua Xie mampu melukai kulitnya yang keras. Demi mencegah serangan lain terjadi lagi, ikan itu segera masuk kembali ke dalam air dan hilang begitu saja. Sebenarnya tidak hilang hanya saja warna kulitnya dengan air sungai sama sehingga ketika ikan itu masuk ke dalam sungai mata manusia biasa tidak akan bisa melihat keberadaannya.
"Makanan yang telah datang tidak boleh lari." Shua Xie menggunakan mata iblis yang dia miliki untuk mengetahui keberadaan ikan itu. Dan sesuatu garis berwarna merah berbentuk ikan segera terlihat di mata kanannya, Shua Xie tahu garis-garis itu ialah garis meredian monster spirit itu. Tanpa berpikir panjang, Shua Xie segera cebur ke dalam air sungai, membuat Qixuan yang berada tidak jauh darinya berteriak memanggilnya.
"Shua Xie!"
Qixuan bergegas lari ke pinggir sungai dan melihat Shua Xie tengah berenang di dalam sungai. Qixuan tidak sempat menghentikan Shua Xie, dia juga tidak ingin turun sebab tidak ingin menjadi beban. Lagi pun basis kultivasi Shua Xie lebih tinggi darinya, tidak ada gunanya juga jika dia turun membantu, justru dia akan menjadi beban Shua Xie selama di dalam air.
Di dalam air, Shua Xie terus berenang mengikuti ikan itu yang juga berenang menjauhinya. Darah mulai menyebar di dalam air sungai sebab luka yang didapat ikan itu bukan luka biasa.
'Manusia itu mengikutiku, apakah dia tidak sadar air adalah wilayah kekuasaanku. Sekarang akan ku balas luka yang kau berikan padaku.' Sang ikan berbalik, berenang menuju Shua Xie dengan kecepatan tinggi serta mulut yang terbuka lebar. Dia merasa Shua Xie akan merasa kesulitan berenang di dalam air, selain pergerakan yang terbatas Shua Xie juga butuh udara.
Trangg ....
Suara benturan terdengar, air sungai juga mulai bergelombang akibat pertarungan dalam air yang mulai terjadi. Hewan-hewan di sekitar Shua Xie dan ikan itu juga mulai berlarian tidak ingin menjadi korban pertarungan antara Kultivator dan monster spirit tahap Raja.
Trangg ....
__ADS_1
Duar ....
Srahss ....
'Ugh, aku butuh udara!' Shua Xie mulai merasakan sesak setelah hampir sepuluh menit dia berada dalam air. Namun, ikan bermata tiga itu terus menyerangnya dengan serangan Qi yang cukup dasyat. Meski tidak melukai Shua Xie secara langsung, namun pergerakan air sungai menjadi berhamburan membuat air sungai menjadi tajam seperti sebilah pedang. Sehingga perlahan mulai mengikis pinggiran sungai dan dasar sungai.
'Tidak ada waktu lagi, akan ku selesaikan secepat mungkin.' Shua Xie memasukkan kembali pedang Pembelah Langit miliknya ke dalam cincin Ruang. Dan setelah itu dia membuat satu formasi sihir berwarna hitam yang mengeluarkan aura pekat.
Monster spirit itu sadar, formasi sihir yang dibuat Shua Xie bukanlah formasi sihir biasa. Dia pun segera mengumpulkan seluruh Qi-nya di dalam mulutnya, membentuk sebuah gumpalan bulat berwarna merah terang. Serang Qi-nya miliknya bukanlah serangan biasa, serangannya ini bisa membunuh Kultivator tingkat Jiwa Dewa sekali pun meski pengorbanan yang dia berikan setimpal dengan apa yang akan dia luncurkan.
'Manusia ini bisa menggunakan sihir, jangan bilang dia berasal dari ras Qilin,' ungkap ikan itu dalam hatinya.
Sebagai makhluk monster spirit yang pernah hidup di dunia Surgawi, dia tentu tahu satu ras yang bisa menggunakan sihir hanyalah ras Qilin, jadi apa yang dia tebak pasti tidaklah salah. Bahkan sebelum dia terdampar di dunia Tanah Kultivator, dia pernah bertarung dengan salah satu ras Qilin yang membuat di antara mereka berdua sama-sama terluka parah. Itulah kenapa kekuatannya yang sekarang juga tidak seberapa, semua karena luka yang dia terima akibat pertarungannya dengan ras Qilin.
'Ras Qilin sudah membuatku menderita, sekarang aku akan membalas penghinaan yang telah kalian lakukan!' Ikan bermata tiga itu melepaskan Qi yang telah dia kumpulan ke arah Shua Xie. Sebuah gumpalan besar berwarna merah melesat cepat menuju Shua Xie, bersamaan dengan itu Shua Xie telah menyelesaikan formasi yang dia buat.
'Formasi Pembunuh - Benang Pemotong!'
Duuuaarr!
"Ah!" Qixuan segera menjauh saat ledakan besar dari dalam sungai meledak ke udara sangat tinggi, membuat suhu air sungai itu berubah menjadi sangat panas seperti air yang telah dimasak dalam waktu lama.
Bahkan Qixuan yang telah menjauh tetap saja terkena cipratan ledakan yang terjadi. Kulit tangannya mulai melepuh meski dia telah berusaha menahan ledakan dengan Qi yang dia miliki, 'Kekuatan monster spirit tahap Raja memang benar-benar mengerikan,' decak Qixuan dalam hati.
Setelah gelombang air sungai mulai mereda barulah Qixuan kembali berlari ke pinggir sungai, tentunya ingin mengetahui seperti apa nasib Shua Xie sekarang. Apakah Shua Xie berhasil mengalahkan dan menahan serangan monster spirit ikan bermata tiga itu atau tidak. Cukup lama Qixuan berdiri menunggu hilangnya asap yang menjadi kabut akibat uap didihan dari air sungai, Qixuan melihat Shua Xie keluar dari dalam air sungai dengan pakaian basa dan sedikit luka bakar di kulitnya, pasti akibat dari serangan besar dari ikan itu. Qixuan bahkan yang hanya terciprat air saja bisa terluka, apalagi Shua Xie yang berada di dalam air panas itu, bersyukur Shua Xie tidak menjadi daging masak di dalam sungai panas itu.
"Shua Xie!" Qixuan langsung mengulurkan tangannya kepada Shua Xie dan Shua Xie tanpa sungkan menerima uluran tangan yang diberikan Qixuan padanya. Qixuan segera menarik Shua Xie keluar dari dalam sungai kemudian membawanya menjauhi sungai itu, tentu dia akan membawa Shua Xie kembali ke tenda untuk mendapat perawatan medis secepatnya.
"Syukurlah kau selamat, aku pikir aku akan kehilangan temanku," ujar Qixuan di pertengahan jalan dengan nada terdengar khawatir. Tentu saja dia khawatir, dia adalah pemimpin rombongannya jika tidak bisa menjaga anggotanya tetap selamat maka tidak ada gunanya dia ditunjuk sebagai pemimpin anggota.
Terdengar suara tawa kecil lepas, tawa itu dari Shua Xie, "Hehehe ... Ikan jelek sepertinya tidak akan sanggup membunuhku," balas Shua Xie dengan nada sombong. Sengaja agar dia bisa mencairkan suasana yang sedikit canggung. Qixuan telah mengetahui bahwa dia menyembunyikan basis kultivasinya, tentunya situasi mereka berdua tidak akan lagi seakrab biasanya. Qixuan pasti sedang bertanya-tanya dalam hatinya kenapa selama ini Shua Xie menyembunyikan basis kultivasinya.
"Jangan sombong, kau pun hampir mati karena serangan ikan itu. Tapi syukurlah kau masih selamat, jika kau mati aku tidak akan memaafkan diriku. Percuma jika Tetua Biming menunjuk diriku sebagai pemimpin kalau aku tidak bisa melindungi kalian," timpal Qixuan dengan pukulan pelan di kepala Shua Xie.
Shua Xie meringis pelan, "Aw, apakah kau ingin membunuhku?" balas Shua Xie cepat meski pernyataannya ini hanyalah candaan, sebuah pukulan pelan seperti itu tidak akan sanggup membunuh dirinya meski keadaannya sekarang sedang terluka.
Qixuan mendegus pelan, "Hemp ... aku tidak yakin pukulanku akan sanggup membunuh Kultivator tingkat Nirwana," sindir Qixuan membalas perkataan Shua Xie.
Shua Xie tertawa canggung, ucapan Qixuan barusan tentu sedang menyindir dirinya meski tidak secara langsung. Namun siapapun pasti akan tahu bahwa Qixuan tengah menyindirnya tentang kenapa Shua Xie menyembunyikan basis kultivasinya yang sebenarnya.
'Jika aku tidak sengaja membuat diriku terluka aku yakin dia pasti akan tahu bahwa basis kultivasiku bukan berada di tingkat Nirwana, namun di atas Nirwana. Mengetahui basisku yang semenatara saja dia sudah terkejut, bagaimana jika tahu bahwa aku berada di puncak basis kultivasi? Yang pasti perlakuannya tidak akan seperti sekarang.'
__ADS_1