
Tang Shan membulatkan sempurna saat dia melihat begitu banyak akar bermunculan keluar dari tanah, dan buruknya akar itu menyerang para pasukan penyerang tanpa memperdulikan kehadiran mereka. Mereka bertiga dapat melihat bagaimana akar itu menyerang musuh dan langsung menyerap esensi kehidupannya, tidak butuh waktu lama para korbannya langsung mengering hanya menyisakan baju dan tulang.
Kekuatan sehebat itu bagaimana mungkin bisa ada di kota Kekai, kalau pun ada siapa yang sanggup membuat akar semenakutkan itu? Tapi untunglah akar itu tidak menyerang penduduk kota Kekai. Kemunculan akar itu tidak hanya di tempat Tang Shan, namun juga di sisi kota lainnya yang intinya di mana ada pasukan penyerang maka di situlah akar itu akan muncul.
Nara Qin meringkuk ketakukan melihat akar itu, jelas sekali dia dapat melihat bagaimana kerja akar itu, menyerang kemudian menyerap hingga habis, sungguh mengerikan.
Nara Qin menatap ke arah Tang Shan dan Fuqin Zhu dengan raut wajah buruk, "Apa kalian lihat itu? Akar itu memakan manusia! Bagaimana dengan kita?" ungkap Nara Qin sedikit bergetar.
Tang Shan menggelengkan kepalanya, "Dia tidak akan menyerang kita," balasnya tanpa menoleh ke arah Nara Qin.
"Bagaimana kau tahu?" sahut Fuqin Zhu di sampingnya. Fuqin Zhu mungkin tidak setuju akan pernyataan Tang Shan setelah melihat akar itu, namun dia masih menunggu jawaban dari mulut Tang Shan.
"Kalau benar, kenapa sejak tadi kita tidak diserangnya? Apa kalian tidak sadar?" Tang Shan sendiri yakin kalau akar itu ada dipihak kota Kekai sebab sejak kemunculan akar itu beberapa menit yang lalu tidak ada menujukkan kesan akan melahap mereka bertiga.
"Kau benar juga, tapi kita tetap tidak boleh menurunkan kewaspadaan bagaimana pun akar itu bisa saja menyerang kita," balas Fuqin Zhu.
Fuqin Zhu memang tidak melihat ada tanda penyerangan akar terhadap mereka bertiga, tapi tidak seharusnya mereka juga harus lengah, sebagai anak Walikota dia sudah banyak diajarkan tentang kewaspadaan dari ayahnya. Fuqin Zhu yakin kalau akar itu bisa kapan saja menyerang mereka saat mereka bertiga sedang lengah.
Mereka bertiga memutuskan untuk mengejar para penduduk kota yang berada di luar kota, sebagai pemandu mereka seharusnya berada di samping para penduduk, tapi karena mendapat kendala mereka pun harus menghilangkan kendala itu terlebih dahulu sebelum terjadi sesuatu pada penduduk yang hanya manusia biasa.
Namun saat merek hendak berdiri, tiba-tiba saja muncul akar di hadapan mereka membuat ketiga pemuda itu terkejut hebat. Tang Shan langsung menarik Nara Qin ke belakangannya hendak melindungi jika akar itu tiba-tiba menyerang.
Sedangkan Fuqin Zhu dia langsung siap dengan senjatanya, siap memotong akar itu jika dia diserang.
Akar itu menjalar dengan cepat tanpa bisa dilihat Tang Shan dan lainnya dengan jelas, dalam beberapa detik saja akar itu sudah melilit di kaki ke tiga pemuda itu, sontak membuat mereka berteriak keras karena terkejut.
"Ayah! Tolong aku mau dimakan!!!"
"Qin aku suka padamu! Aku harap kita bisa berjodoh di kehidupan selanjutnya!!!"
"Tang Shan!!!"
Ke tiga pemuda berteriak sangat keras menyerukan keinginan terakhir mereka sebelum mereka mati dimakan akar misterius itu. Di antara tiga suara teriakan itu, teriakan Fuqin Zhu lah yang paling keras memanggil ayahnya bahkan mengakui semua kesalahannya terhadap adik mau pun ibunya, sedangkan Tang Shan hanya berteriak pelan sambil memegang tangan Nara Qin, begitu pun sebaliknya untuk Nara Qin. Sepertinya akar ini mampu membuat mereka berkata jujur karena terlalu takut.
Namun sesuatu mengejutkan terjadi pada mereka bertiga, ke tiga pemuda itu berhenti teriak saat merasakan sesuatu aliran hangat mengalir di setiap meredian mereka. Mereka bertiga saling bertatapan dengan raut wajah ambigu. Kentara sekali wajah polos mereka setelah berteriak keras tadi.
"Itu! Akar ini?" Fuqin Zhu tidak sanggup mengatakan apa yang dia bayangkan.
"Akar ini membantu kita memulihkan tenaga kita!"
***
Pertarungan sengit antara Long Suan dan Fau Lie terus terjadi sampai 1 jam, mereka berdua sama-sama kuat, hanya saja kemenangan lebih berpihak pada Long Suan. Karena tato auranya memiliki 2 elemen lebih unggul dengan tato aura milik Fau Lie, apalagi elemen Fau Lie adalah angin. Berbeda dengan elemen Long Suan petir dan cahaya.
Keadaan bangunan aliansi Gold Lion tidak bisa lagi dikatakan bangunan, lebih tepatnya reruntuhan pasalnya bangunan tinggi menjulang milik aliansi Gold Lion telah rata dengan tanah akibat pertarungan mereka berdua. Apalagi Long Suan tidak henti-henti meluncurkan serangan berbahaya membuat Fau Lie juga harus mengerahkan jurus andalannya. Walau pun mereka berdua sama-sama mendapat luka, tapi Long Suan terlalu kuat, bahkan luka yang dia terima masih tidak sanggup membuatnya berhenti menggunakan semua teknik pamungkasnya.
"Bagaimana? Masih mau melawanku?" tanya Long Suan dengan nada angkuh, dia menatap Fau Lie dengan sebelah mata.
Di sisi lain Fau Lie hanya bisa mengumpat dalam hati, dia harus mengakui walau pun pemuda di depannya ini sudah banyak kali bertarung dan mengeluarkan banyak tenaga, tapi tetap saja Fau Lie belum sanggup membuat pemuda itu menyerah, bahkan pemuda itu justru bertingkah sebaliknya tampak seperti Kultivator haus akan pertarungan.
Tidak bisa dipungkiri, jabatannya Long Suan sebagai Jenderal ke 12 di kerajaan Langit setara dengan kekuatannya. Kultivator yang bisa memiliki jabatan seperti itu dari Lou Zho pastilah orang-orang terpilih, dan harus Fau Lie akui dia tidak pernah bertemu jenderal sekuat ini seumur hidupnya.
"Tentu saja, bahkan sampai titik penghabisan darah terakhirku pun aku akan tetap melawanmu!" balas Fau Lie tajam, saat ini Fau Lie tengah berusaha bangkit setelah terpental beberapa meter akibat tendangan Long Suan.
Long Suan tersenyum lebar, "Aku suka tekadmu, tapi hanya mengandalkan tekad tidak akan membuatmu menang. Kau tahukan hukum rimba dunia kejam seperti ini, yang kuatlah yang berkuasa. Tekadmu tidak akan mengubah apapun posisimu saat ini, bagaimana pun tetap akulah yang keluar sebagai pemenangnya!"
"Lebih baik daripada harus tunduk di hadapan manusia seperti kalian," balas Fau Lie tajam.
Mereka berdua sama-sama kembali menyerang dengan tangan kosong, tendangan, pukulan, terus melayang dengan cepat, mereka berdua terus menangkis satu sama lain dalam waktu cepat.
Long Suan melayangkan tendangannya ke kiri bagian bawah hendak melumpuhkan kaki kanan Fau Lie dalam sekali serangan. Namun masih sempat Fau Lie hindari dengan gesit, dia melompat mundur beberapa lompatan.
Long Suan tidak hanya berhenti di situ, walau pun Fau Lie sempat menghindar, dia tetap mengejarnya. Target Long Suan ialah menguras tenaga Fau Lie dan mampu menguasai pertarungan.
__ADS_1
Pada serangan berikutnya Fau Lie tidak bisa mengelak sebab tersandung batu di belakangnya. Akibatnya Long Suan langsung melesatkan pukulan keras pada dadanya, hingga Fau Lie terpukul mundur dengan luka yang semakin parah.
Fau Lie memuntahkan seteguk darah setelah mendapat pukulan keras itu. Harus diakui pukulan Long Suan sangatlah kuat, entah pelatihan seperti yang dia alami hingga menghasilkan pukulan sekuat itu. 7 tulang rusuk Fau Lie langsung patah dalam sekali pukulan, jika mengenai pukulan berbahaya itu lagi, maka bisa saja paru-parunya rusak.
"Uhuk! Uhuk! Aakkhh!!!" Fau Lie meringis keras merasakan betapa sakitnya dadanya saat ini, akibat patahan tulang rusuknya menabrak paru-paru dan jantungnya. Salah bernafas saja ke dua organ itu bisa sobek karena tulang rusuknya.
"Bagaimana rasanya?" Long Suan berjalan pelan mendekati Fau Lie, dia bertanya tentang bagaimana rasa sakit setelah menerima pukulannya terbaiknya.
Fau Lie menatap tajam ke arah Long Suan, ingin dia menghajar wajah angkuh itu namun percuma tenaganya sekarang bahkan saja tidak mampu membantunya bangkit kembali. Fau Lie hanya fokus menghentikan pendarahan dalam dan rasa nyeri pada dadanya.
Ketika jarak sudah dekat, Long Suan semakin menatap Fau Lie rendah, "Sebenarnya aku masih ingin bermain-main denganmu. Tapi ada tugas penting yang harus aku selesai, jadi sebaiknya kita selesai saja sekarang."
Long Suan mengalirkan QI pada tangan kanannya, dalam sekejap saja aliran petir warna ungu muncul. Fau Lie yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa diam dan pasrah, walau dia akan mati tapi dia tetap bangga pada dirinya sebab berguna saat-saat waktu terakhirnya.
"Matilah!" Long Suan langsung meluncurkan tangannya dengan cepat, namun di pertengahan jalan tangan itu terhenti tepat di depan mata Fau Lie.
Fau Lie membulatkan matanya, dan mulutnya tanpa sadar menganga lebar. Tetesan darah segar mengalir di wajahnya secara bertahap, darah itu adalah darah milik Long Suan.
"Aakkhh! Ti-tidak mungkin! Siapa yang menyerangku?" tanya Long Suan dengan suara terbata-bata. Long Suan menatap ke arah dadanya, di dadanya ada akar tajam menembus menusuk jantungnya. Akar itu semakin liar tatkala Long Suan ingin memotong akar itu.
Dalam berapa tarikan nafas, Long Suan langsung tertarik akar itu masuk ke dalam tanah, Fau Lie yang menyaksikan itu terjadi di depan matanya hanya bisa diam terpaku bak patung. Dia tidak menyangka akar itu mampu membunuh Long Suan dalam sekali serang. Padahal akar itu terlihat biasa-biasa saja.
***
"Baiklah, aku telah menemukan rekan Jenderalmu. Seharusnya dalam beberapa waktu dia akan tiba di tempat ini," ujar Shua Xie pelan.
"Rekan Jenderal? Apa maksudmu?" seru Shu Chin keras. Shu Chin tak yakin apakah rekan Jenderal yang dimaksud Shua Xie adalah Long Suan atau bukan.
Shua Xie tidak menanggapi pertanyaan Shu Chin, dia hanya membalas dengan senyuman penuh arti. Tidak butuh waktu lama tiba-tiba muncul akar dari dalam tanah, akar-akar itu bergerak menjulang tinggi ke langit.
Shu Chin mau pun Rong Sui dan Feng Xian hanya bisa menatap terkejut akar-akar raksasa itu. Pasalnya akar itu membawa begitu banyak mayat berbaju merah, yang mana itu adalah pasukan Shu Chin dari dunia Atas. Semua jumlah mayat itu hampir keseluruhan dari semua pasukan Shu Chin.
"Aku telah membunuh, tidak lebih tepatnya memakan semua pasukanmu. Walau sebenarnya aku jijik untuk mencicipi QI mereka, tapi demi Shua aku rela melakukannya," ucap Shua Xie lembut sambil menjilati pinggiran bibirnya.
Satu akar bergerak mendekati Shua Xie, akar itu membawa mayat pemuda yang sudah tidak asing lagi di mata Shu Chin. Itu adalah mayat Jenderal ke 12, Long Suan. Mayat Long Suan masih seperti mayat biasa, tidak mengering seperti korban lainnya.
'Paling tidak kekuatannya tidak jauh lebih kuat dari Tuan Lou Zho,' ungkap Shu Chin dalam hatinya kagum.
"Apa yang tidak mungkin bagiku? Sebagai Ratu dari segala dunia, itu bukankah hal mustahil," balas Shua Xie santai sambil melipat ke dua tangannya di depan dadanya.
"Ratu apa? Apa aku tidak salah dengar tadi?"
"Sudahlah kau tidak akan paham. Sekarang sudah saat kita selesai semua ini, kau dan semua pasukanmu akan mati di sini!"
Setelah berucap begitu, akar lain muncul dari bawah dan langsung menyerang Shu Chin. Shu Chin saat itu dalam keadaan tidak siap, membuatnya tidak bisa menghindari akar itu. Akar itu langsung meliliti seluruh tubuh Shu Chin membuat Shu Chin tidak mampu bergerak. Semua pergerakannya terkunci karena akar itu.
Shu Chin terkejut tapi tidak bisa berbuat apa-apa, melawan pun mustahil baginya sebab akar itu benar-benar membuat semua gerakannya terkunci.
"Pertama akan kuserap semua QI rekanmu ini, setelah itu kau selanjutnya."
Akar itu mulai menyerap semua QI Long Suan sampai habis, dalam waktu singkat saja mayat Long Suan tinggal tulang dan pakaian. Tahap kultivasi Shua Xie naik satu tingkat karena menyerap QI Kultivator lain, sebab itulah semakin lama dia semakin kuat sebab akarnya telah banyak mentransfer banyak energi kehidupan padanya.
3 pria di hadapan Shua Xie bisa melihat mayat Long Suan langsung mengering dalam sekejap, pertanda energi kehidupannya telah dihisap habis oleh akar itu. Mereka hanya bisa mangap karena kaget.
"Akar itu, akar Cahaya Surga! Bagaimana bisa Shua Xie memilikinya?" gumam Feng Xian kagum.
Akar Cahaya Surga ialah akar dari pohon Cahaya Surga yang melegenda, pohon Cahaya Surga hanya ada di dunia Surgawi. Kekuatan pohon suci Cahaya Surga mampu membuat yang mati hidup lagi dan lagi, besarnya hampir mencakup besarnya 3 dunia sekaligus. Sedangkan akarnya sangat terkenal di kalangan alkemis sebab banyaknya khasiat dari akar Cahaya Surga digunakan untuk membuat pil, hanya saja akar Cahaya Surga hanya pernah ditemukan oleh Feng Xian sendiri dan itu pun hanya 1 dengan panjang 10 cm. 10 cm mampu membuat pil tingkat tinggi tidak tertandingi, bahkan mampu menaikkan kultivasi dengan sangat cepat.
Shua Xie tersenyum kepada Shu Chin, "Khusus untukmu, mungkinkah kau ada kata-kata terakhir sebelum kau menyusul pasukanmu ke akhirat?" tanya Shua Xie.
Shu Chin hanya diam tidak menanggapi ucapan Shua Xie, hal itu membuat Shua Xie sedikit kesal. Padahal situasi Shu Chin saat ini tidak dalam keadaan untung, tapi tetap saja sanggup menahan dirinya dan masih terlihat angkuh.
"Baiklah karena tidak ada kata-kata terakhir, akan kubuat matimu lebih lamban dari mereka."
__ADS_1
Akar yang meliliti Shu Chin mulai menyerap energi kehidupan Shu Chin. Yang pertama mengurus ialah wajahnya kemudian tangan dan kakinya. Shua Xie tersenyum penuh makna melihat Shu Chin mulai mendekati ajalnya.
Namun saat proses penyerapan, Shua Xie mendapatkan sesuatu mengejutkan dari Shu Chin dan spontan dia langsung menghentikan proses penyerapan itu. Shu Chin membulatkan matanya melihat Shua Xie menghentikan jurus itu terhadap dirinya.
"Kenapa berhenti! Lanjutkan lagi!" teriak Shu Chin keras.
Shua Xie terpaku menatap Shu Chin, "Kau, jadi kau selama ini membantuku?" tanya Shua Xie dengan suara pelan.
Mendengar hal itu membuat Shu Chin terkejut hebat. Bagaimana mungkin rahasianya yang hanya dia ketahui seorang sendiri bisa diketahui oleh Shua Xie.
Sebenarnya akar yang menyerap energi kehidupan tidak hanya mendapatkan energi tapi juga bisa melihat kilasan tentang kehidupan korban. Akar yang menyerap energi kehidupan Shu Chin juga tidak hanya menyerap energi saja, semua kilasan kehidupan Shu Chin terlihat jelas oleh Shua Xie dan Phoe. Mereka berdua sama-sama terkejut melihat kilasan hidup Shu Chin.
Selama ini Shu Chin sebenarnya tidaklah berniat membunuh atau mengkhianati Shua Xie. Justru dia melakukan sebaliknya, secara tidak langsung semua tindakannya terhadap Shua Xie sebenarnya membantu bukan menyusahkan. Walau pun Shu Chin terlihat memusuhi Shua Xie namun kebenarannya itu semua tidaklah benar.
Karena Shu Chin telah kontrak setia dengan Lou Zho, sebagai dari 12 Jenderal bimbingan Lou Zho sudah pastinya mereka akan diminta untuk melakukan sumpah setia. Jika mereka berani berkhianat maka mereka akan mati mengenaskan dan menderita sebelum ajalnya menjemput. Di leher dari 12 Jenderal Lou Zho telah dipasangkan segel berbentuk bunga mawar, itu adalah tanda sebagai bentuk kesetiaan. Jika suatu saat salah satu mereka berkhianat, maka tanda itu secara refleks akan membuat tubuh menerima hukuman. Perlahan tubuh mereka akan mendapat sakit, meredian, dantian semua kultivasi mereka akan dihancurkan. Kemudian beberapa bulan tubuh mereka mulai mengeluarkan bau sebagaimana penyakit kusta, penyakit itu akan berlangsung selama satu tahun. Semakin lama tubuh korban akan semakin memburuk, membuat korban lumpuh sepenuh, korban pun tidak akan bisa bunuh diri sebab darah mereka dialirkan darah iblis kutukan, sebelum waktu mereka mati maka mereka tidak akan mati dan selama itu mereka akan merasakan bagaimana menderitanya kehidupan mereka jika sampai berkhianat.
Masalah Shua Xie jatuh ke jurang itu sebenarnya memang tujuan Shu Chin, agar Shua Xie tidak tertangkap oleh pasukan pengejar. Sama hal juga saat dia meracuni Shua Xie, dia sengaja melakukan itu agar Lou Zho tidak mampu mengendus keberadaan Shua Xie selama berada di bawah naungannya.
Di dalam alam batin, Shua Xie bisa melihat itu dengan jelas, walau pun saat ini Phoe tengah mengendalikan tubuhnya, tapi kesadarannya masih bisa dia pegang. Shua Xie sejak sadar dari pingsan dia sudah melihat betapa kuatnya Phoe.
"Phoe jangan bunuh Kak Chin! Dia baik!" teriak Shua Xie dari dalam alam batin.
"Tidak bisa, jika aku menghentikannya dia tetap akan mati juga. Sebab segel kutukan di lehernya telah hidup, darah iblis telah mengalir di nadinya. Seperti ada seseorang yang telah mengaktifkan segel itu. Menghentikan pun percuma, dia justru akan tersiksa sampai kematiannya tiba. Justru kita harus membunuhnya sekarang, atau dia tidak akan bisa mati dan menderita selama dua tahun."
Shua Xie terkejut mendengarnya, "Apa tidak ada cara menyelamatkannya?" Shua Xie mungkin tidak terima jika orang yang telah membantunya selama ini malah mati karenanya, dia merasa seperti penjahat yang membunuh keluarganya sendiri.
"Sebenarnya bisa, tapi hanya Raja Iblis saja yang mengetahui caranya. Kalau kau berpikir ingin mencari Raja Iblis, sebaiknya kau singkirkan pikiran itu. Kau tidak akan sempat menolong pria itu."
Di kehidupan nyata, Shu Chin terus meminta pada Shua Xie untuk terus melanjutkan sebab dia sendiri sudah tidak tahan menerima siksaan dari segel kutukan di lehernya. Sekarang dia sudah seperti manusia tidak bisa berkultivasi, dan secara perlahan perubahan wajah dan rambutnya mulai terlihat.
Shua Xie tidak tega melihat Shu Chin menderita tapi ia lebih tidak tega lagi jika Shu Chin mati di tangannya.
"Cepat bunuh saya, Putri! Saya sudah tidak tahan!" teriak Shu Chin keras.
Alis Rong Sui berkerut mendengar ucapan Shu Chin, "Putri? Apa maksudnya?"
"Cepat bunuh saya, Putri! Saya benar-benar tidak tahan akan siksaan ini!"
Di alam batin Shua Xie mengigit bibir bawahnya sangat kuat, dia sangat tidak tahan melihat Shu Chin menderita, namun tetap saja dia tidak punya keberanian besar membunuh Shu Chin. Tapi melihat Shu Chin menderita membuatnya juga ikut menderita.
"Phoe! Hancurkan sekarang juga tubuh Kak Chin!" teriak Shua Xie keras sambil menutup telinga dan matanya, dia sendiri tidak sanggup mendengar ucapannya sendiri dan tidak tahan melihat bagaimana Shu Chin akan mati.
Phoe mengangguk paham dan lansung menjalan apa yang Shua Xie katakan. Phoe saat ini mengendalikan tubuh Shua Xie mengepalkan tangannya, bersamaan dengan kepalan tangannya itu tubuh Shu Chin langsung hancur.
Shua Xie bisa mendengar suara bagaimana tubuh Shu Chin diremuk, rasanya dia seperti meremuk tubuhnya sendiri. Shua Xie tidak bisa memungkiri saat ini dia menangis dan bergetar, untuk pertama kalinya di kehidupan ini dia mengeluarkan air mata karena menyesali dirinya sendiri. Tiba-tiba saja dia teringat akan ucapan Master Misterius itu, mengatakan padanya untuk tidak gampang tertipu dan sekarang dia memahaminya.
"Ini semua salahku! Andaikan aku lebih kuat! Semua ini pasti tidak akan terjadi! Aku mau menjadi kuat! Aku mau kuat! Aku mau kuat kemudian membunuh si sialan Lou Zho itu!"
"AKU MAU MENJADI KUAT!!!"
***
Di sisi lain, tidak jauh dari kota Kekai tepatnya di pegunungan tertinggi, seorang pemuda menatap kota Kekai dari kejahuan. Walau jarak itu lumayan jauh, namun pandangannya masih sangat tajam, dia bahkan mampu melihat apa yang sedang terjadi dengan kota Kekai saat ini. Sebenarnya pemuda ini sejak tadi terus memperhatikan kota Kekai semenjak pasukan penyerang dari dunia Atas telah menyerbu kota itu.
Pemuda itu tak lain ialah Lou Yue, dialah yang mengaktifkan segel kutukan milik Shu Chin karena menganggap Shu Chin sebagai pengkhianat bagi Lou Zho. Sebagai pencipta segel kutukan itu, dia tentu bisa kapan saja membunuh 12 Jenderal Langit semaunya. Bahkan Lou Zho pun tidak bisa menghentikannya. Hanya saja dia punya rencananya sendiri yang bahkan Lou Zho pun tidak mengetahuinya.
"Baiklah, seharusnya itu sudah cukup memukul keras batin Shua, mengingat bagimana pentingnya Shu Chin baginya. Aku harap dia mendapatkan sesuatu setelah menerima itu. Jika tidak maka aku akan menggunakan cara lebih keras lagi, atau mungkin menculiknya saja ya? Lalu menikahinya, eh ... tidak bisa. Shua pasti akan marah besar jika aku melakukannya."
"Ya sudah kita lihat sampai di mana dia akan berkembang?"
***
jumkat : 3082 karakter 💙
__ADS_1
Ini arc and pertama author, maaf ya jika sampai sekarang ceritanya kurang menarik buat kalian. Tapi author selalu mengusahakan yang terbaik buat pembaca, jadi berilah dukungan ini :)
oh ya maaf buat kemarin gak up, sebenarnya author sudah nulis tapi karena sakit kepala tiba-tiba otak rasanya blonk gak ada ide muncul, dipaksakan malah tambah sakit, jadi author memilih libur kemarin. Sebenarnya ada asalan kenapa author ngambil libur di hari senin dan kamis karena author ada penyakit pada kepala, tidak bisa mikir banyak jadi 2 hari itu author gunakan untuk beristirahat agar besoknya bisa up lagi 💙 oke bye buat kalian jaga kesehatan ya 😘