
Ayo dukung cerita ini ^-^
__________________________
Shua Xie tercengang melihat sekitarnya, tempat ia berdiri sekarang benar menakjubkan sekaligus mengerikan. Shua Xie berdiri di atas satu pilar perak berukuran raksasa, di daratan itu cuma hanya ada satu pilar, sedang di sekitarnya adalah jurang. Shua Xie melihat ke bawah, sejauh ia memandang ia tidak melihat dasar dari jurang itu.
Dunia yang didatangi Shua Xie benar-benar hampa, tidak ada kehidupan sedikit pun kecuali suara guntur. Di langit guntur bergemuruh keras, petir menyambar sana dan sini, tapi anehnya petir itu tidak menyambar Shua Xie. Padahal Shua Xie sedang berdiri di pilar yang terbuat dari perak.
"Ini tempat ujiannya?" gumam Shua Xie pelan.
"Lalu apa yang harus aku lakukan?"
"Tuan hanya perlu bertahan dari sambaran petir sebanyak sepuluh kali." Tiba-tiba muncul seorang pria tampan dari ruang dimeni, pria sedikit lebih tua beberapa tahun dari Shua Xie. Shua Xie menatap pria itu penuh kewaspadaan, saat ini Shua Xie tidak tahu mana kawan atau lawan, yang Shua Xie tahu sekarang dia sedang menjalankan ujian. Sesuai apa yang dikatakan Lulu dia harus bisa bertahan hidup.
"Siapa kamu? Kenapa kamu memanggilku Tuan?"
Pria itu menatap Shua Xie tanpa ekspresi, tidak lama ia memberi hormat di hadapan Shua Xie.
"Aku adalah buku ilahi, wujudku saat ini hanya wujud sementara. Saya akan mendampingi dan memberi arahan pada Tuan," jawab pria itu dengan suara datar.
Shua Xie sedikit merasa lega sekaligus kaget, dia tidak pernah berpikir wujud sementara buku ilahi sangatlah tampan, Shua Xie akui wujud sementara buku ilahi ini pria paling tampan yang pertama kali Shua Xie lihat.
Shua Xie berhedem pelan, "Ehem ... baiklah. Lalu aku harus memanggilmu apa?"
"Tuan bisa memberi saya nama," jawab pria itu.
"Eh? Kalau begitu aku panggil kamu Lie Li saja."
"Nama yang bagus Tuan, saya suka nama Lie Li."
Shua Xie mengerutkan keningnya, Shua Xie merasa Lie Li ini sedikit aneh, seperti tidak memiliki emosi apapun. Berbicara dan berekspresi pun seperti robot, begitu kaku dan formal.
"Lie Li sepertinya kamu tidak memiliki emosi?"
"Tuan benar, Lie Li tidak memiliki emosi apapun."
"Ah wajar saja kamu kan sebuah buku, tentu saja tidak memiliki emosi," tukas Shua Xie pelan.
Shua Xie melihat ke arah langit, tampak petir berwarna kekuningan menyambar sana dan sini. Mengingat Lie Li mengatakan dia hanya perlu bertahan dari sambaran petir sebanyak 10 kali membuat Shua Xie merinding. Shua Xie tidak pernah merasa seperti apa itu rasanya disambar petir, apalagi petir yang satu terlihat lebih sangar dari petir biasanya.
"Kamu bilang aku hanya perlu bertahan dari sambaran petir sebanyak sepuluh kali, baiklah sepertinya mudah saja."
"Tuan jangan anggap remeh petirnya. Petir itu adalah petir emas, kekuatannya seratus ribu kali lipat dari petir biasa. Sekali terkena sambaran seluruh tubuh akan hancur, dua kali terkena sambaran roh akan hancur dan tidak akan pernah berenkarnasi lagi," jelas Lie Li membuat Shua Xie terkejut hebat.
"Bahaya sekali! Kalau seperti itu bagaimana mungkin aku bisa lulus ujian?! Ini namanya pembunuhan kejam!" seru Shua Xie keras tapi Lie Li hanya membalasanya dengan tatapan tanpa ekspresi membuat Shua Xie menjadi kesal.
'Ah sudahlah, mana mungkin dia peduli aku mati apa tidak. Dia kan tidak memiliki rasa emosi apapun ....' tukas Shua Xie dalam hatinya.
"Petir Emas tidak akan membunuh Tuan asalkan Tuan bisa bertahan sampai lima sambaran, tapi jika Tuan tidak bisa bertahan sampai lima sambaran, jiwa Tuan akan diserap oleh pilar raksasa ini." Lie Li menambah sedikit penjelasan lagi setelah ia mendengar bisikan hati Shua Xie.
"Tapi untuk jiwa biasa itu akan membunuhnya." Lanjut Lie Li lagi.
__ADS_1
Shua Xie sedikit tidak paham maksud dari penjelasan Lie Li yang terakhir, tapi Shua Xie memutuskan untuk tidak bertanya lagi. Yang Shua Xie pikiran saat ini ialah cepat-cepat menyelesaikan ujian dari buku ilahi.
Sebenarnya Shua Xie menggerutu kesal kenapa ia bisa mendapat buku yang mengharuskannya mengikuti ujian seperti mencari kematian, Shua Xie merasa hidupnya selalu berada di ambang kematian. Tapi mau bagaimana lagi, takdir ya harus dijalani, begitulah prinsip Shua Xie.
Shua Xie menghela nafas pelan, "Baiklah, lalu bagaimana membuat petir itu bisa datang kemari? Dari tadi aku perhatikan petir itu tidak menyambar kita, padahal kita berdiri di pilar yang terbuat dari perak," tukas Shua Xie.
"Karena saya membuat pelindung transparan di pilar ini, sekarang silakan Tuan duduk silah, gunakan energi spirit untuk melindungi Tuan agar Tuan tidak banyak mengalami kerusakan. Saya akan membuka pelindungnya," jawab Lie Li.
Shua Xie mengangguk pelan mengikuti seperti yang diucapkan Lie Li. Ketika Shua Xie sudah duduk silah dan sudah memasang energi spirit pelindung, tiba-tiba satu petir datang menyamburnya tanpa ada aba-aba dari Lie Li.
Shua Xie merasa diri hampir meledak saat itu juga, kekuatan dari petir Emas memang sangat luar biasa. Shua Xie sampai memuntahkan darah begitu banyak karena terkejut sambaran petir.
"Uhuk! Uhuk! Seharusnya beri aba-aba dulu sebelum menyambarkan petirnya padaku!" seru Shua Xie keras sambil memegang dadanya yang sakit.
"Maaf Tuan, petir Emasnya datang sendiri tanpa saya arahkan. Seperti petirnya menyukai Tuan, cobalah Tuan anggap ini adalah ujian kekebalan tubuh dari Petir Emas," balas Lie Li.
Shua Xie menatap Lie Li tercengang, "Apa petirnya suka padaku? Bagaimana bi-" belum selesai berbicara petir ke dua menyambar Shua Xie lagi.
Kali ini Shua Xie merasa petirnya berkekuatan lebih besar dari sebelumnya. Rasanya Shua Xie mau mati saat itu juga. Di dalam hatinya ia menggerutu kesal karena lagi-lagi petir Emas menyambarnya tanpa menunggu persiapan darinya.
Shua Xie menggigit bibir bawahannya kesal, kali ini dia tidak akan berbicara banyak lagi. Shua Xie akan duduk tenang menghadapi sambaran petir dan menganggapnya sebagai ujian kekebalan tubuh.
Petir ke tiga datang begitu cepat dan langsung menyambar Shua Xie sekuat mungkin. Shua Xie berteriak sangat keras merasa seluruh tulangnya sudah hancur berkeping-keping. Petir ke empat datang lagi berkekuatan lebih dasyat dari petir sebelumnya, kali ini Shua Xie mengepalkan tangannya sebisa mungkin menahan sakit yang dia rasakan. Petir ke empat ini membuat sum-sum tulang Shua Xie hancur.
Petir ke lima datang lagi, sama seperti sebelumnya petir ke lima berkekuatan lebih besar. Kali ini Shua Xie merasa ia sudah tidak dapat merasakan dirinya sendiri. Tubuh jiwa Shua Xie mengeluarkan aliran listrik berwarna keemasan. Listrik itu adalah listrik dari petir Emas.
Sambaran petir emas terus berlangsung sampai Petir ke sembilan. Kali ini Shua Xie sudah tidak merasakan sakit lagi. Justru ia merasakan sebaliknya, seperti sesuatu kekuatan besar sedang mengalir di meredian-nya. Tulang-tulang, dan orang tubuhnya seperti terbentuk kembali.
Shua Xie membuka matanya lalu menatap seluruh tubuhnya, asap keluar dari kulit tubuhnya, asap itu mengeluarkan hawa beracun. Dari pemahaman Shua Xie, petir ke sepuluh membuat jiwanya semakin kuat, bahkan mampu mengeluarkan racun-racun dari tubuhnya padahal Shua Xie saat ini dalam bentuk jiwa tanpa tubuh.
Gambar sajak yang menempel di punggung Shua Xie juga mengalami perubahan, bentuk sajak itu menjadi tato ukiran membentuk sayap Pheonix memenuhi punggung Shua Xie. Tato ukiran sayap itu memancarkan aurah berbentuk sayap Pheonix. Seketika Shua Xie merasakan kekuatan sajak yang menempel di tubuhnya menjadi lebih kuat lima kali lipat dari sebelumnya.
Lie Li mendekati Shua Xie, "Selamat Tuan berhasil lulus ujian tahap pertama. Ujian tahap ke dua akan dilaksanakan jika Tuan sudah siap," tukas Lie Li membuat Shua Xie menatapnya dengan tatapan sulit diartikan.
"Masih ada berapa tahap lagi?"
"Masih ada dua tahap lagi, tahap ke dua Tuan akan menaiki tangga. Ujian akan dilaksanakan jika Tuan sudah siap," jawab Lie Li formal seperti manusia robot.
"Sepertinya lebih mudah dari sebelumnya, aku langsung lanjut ujian saja." Shua Xie beranjak berdiri lalu mendekati Lie Li.
"Baik, ujian ke dua dilanjutkan."
Tidak lama muncul satu tangga di hadapan Shua Xie dan Lie Li, tangga itu jauh menjulang tinggi ke langit, Shua Xie tidak tahu sampai di mana ujung tangga itu, tapi Shua Xie akui itu adalah tangga terpanjang yang paling pertama Shua Xie lihat.
Di sisi Lie Li mengeluarkan energi unsur spirit sejati dari telapak tangannya membuat Shua Xie terpukau sekaligus terkejut, ini kali pertamanya Shua Xie melihat energi unsur spirit sejati. Dalam tingkat unsur energi spirit, unsur energi spirit sejati adalah energi spirit yang paling murni dan paling kuat. Sedikit energi unsur spirit sejati bisa melelehkan satu gunung, bahkan api murni pun akan meleleh karenanya.
Namun energi spirit tidak mudah dimurnikan menjadi energi unsur spirit sejati, butuh kerja keras dan usaha besar untuk bisa memiliki energi spirit sejati. Tahap Nirwana sekali pun belum tentu bisa membentuk energi spirit sejati.
Lie Li menggunakan energi unsur spirit sejatinya membakar tangga tersebut, seketika tangga itu dipenuhi kobaran api spirit sejati. Shua Xie terkejut hebat sampai sulit berkata-kata, sesekali ia melihat Lie Li penuh dengan tatapan takut.
"Lie Li, jangan katakan tangga itu yang akan aku naiki?" tukas Shua Xie.
__ADS_1
"Benar Tuan akan menaiki Tangga Tekanan Ilusi. Satu anak tangga akan memberikan tekanan kuat yang membuat tubuh Tuan menjadi lebih berat, semakin banyak anak tangga yang Tuan lewati, maka tekanan dari anak tangga akan semakin besar. Tuan tidak boleh sampai menyerah di pertengahan jalan, kalau Tuan menyerah tangga Tekanan Ilusi akan menyerap jiwa Tuan dan menjadikan Tuan sebagai nutrisinya. Jika Tuan berhasil, juga akan menjadi manfaat bagi Tuan ...."
"Sebenarnya ujian pertama tadi membantu Tuan membentuk ulang tubuh sekaligus jiwa Tuan. Lalu membantu Tuan membangun fondasi pertahanan terkuat, Tuan tidak akan mudah lagi terluka. Lalu ujian ke dua ini ialah melatih kecepatan kaki dan keteguhan hati Tuan. Tekan besar dari setiap anak tangga akan membantu pelatihan kecepatan kaki Tuan, Tuan akan merasakannya saat Tuan kembali ke raga Tuan. Lalu kobaran api yang Tuan lihat saat ini sebenarnya bukanlah api sungguhan melainkan ilusi. Sebelumnya Tuan melihat saya membakar tangga dengan energi unsur spirit sejati milik saya, dan Tuan berpikir bahwa itu adalah api yang sangat panas. Secara otomatis tangga akan mengeluarkan ilusi yang Tuan pikirkan, tadi saya cuman mengaktifkan tangga dengan kekuatan energi spirit sejati. Asalkan Tuan bisa berpikir tenang, ilusi-ilusi itu tidak akan menyulitkan Tuan. Ilusi yang dikeluarkan tangga adalah ilusi yang paling Tuan takutkan atau Tuan benci, bahkan Tuan sukai, jadi berhati-hatilah Tuan. Ujian ke dua ini bukanlah ujian yang mudah, tapi Tuan bisa anggap ini sebagai metode pelatihan Tuan," jelas Lie Li panjang lebar.
Shua Xie akhirnya dapat memahami sedikit ujian ke duanya. Walau pun terdengar tidak sulit, tapi Shua Xie tidak tahu apa saja yang akan terjadi nantinya, mengingat Lie Li mengatakan ujian ke dua lebih sulit, berarti Shua Xie harus berhati-hati.
Shua Xie memandangi panjangnya tangga Tekanan Ilusi, tidak salah nama tangga itu dinamakan tangga Tekanan Ilusi sebab mengelurkan tekanan hebat serta ilusi yang kuat. Shua Xie pun sampai tertipu karena ilusinya, andai saja Lie Li tidak menjelaskannya tadi pasti Shua Xie menjadi takut menaiki tangga itu.
"Lie Li kenapa ujian ini terkesan lebih membantu dari pada menyulitkan? Bukankah ujian seharusnya menyulitkan pesertanya?" tanya Shua Xie, pandangannya masih fokus menatap tangga Tekanan Ilusi.
"Karena buku ilahi diciptakan memang untuk membantu bukan menyulitkan. Tuan Shu Qiu Bing menciptakan buku ilahi untuk generasi selanjutnya, namun pada saat Tuan Shu Qiu Bing meneruskan buku ilahi, banyak anak cucunya yang berebutan ingin mempelajari buku ilahi. Karena terlalu berambisi ingin kuat seperti Tuan Shu Qiu Bing, mereka tidak segan membunuh anak, saudara bahkan orang tua sendiri. Akibatnya banyak generasi klan Langit saling berperang demi buku ilahi, Tuan Shu Qiu Bing begitu kecewa dengan generasinya. Akhirnya Tuan menyegel buku ilahi dan hanya mewarisinya kepada orang yang Tuan anggap pantas. Tuan Shua Xie adalah keturunan klan Langit murni, memiliki takdir Phoenix yang sama seperti Tuan Shu Qiu Bing. Tuan Shu Qiu Bing memilih Tuan sebagai penerus ke dua setelah Tuan Shu Qiu Bing adalah suatu hadiah yang luar biasa. Kalau saja semua orang tahu, mungkin Tuan akan menjadi buronan nomer satu di dunia, karena keberadaan buku ilahi sudah lama hilang dari dunia," jawab Lie Li tanpa ada nada emosi sedikit pun benar-benar tidak memiliki perasaan apapun.
"Dan yang kuat akan selalu dimusnahkan jika tidak bisa dimanfaatkan, begitulah hukum mutlak dunia Kultivator." Shua Xie menyambung perkataan Lie Li.
"Tapi aku masih bingung satu hal, aku bukanlah orang dari dunia ini. Tapi kenapa leluhur Shu Qiu Bing memilihku meneruskan buku ilahi, bahkan membawaku ke dunia ini. Walau pun aku menyukai dunia seperti ini, tapi aku butuh alasan untuk bisa menerima takdir ini." Lanjut Shua Xie lagi dengan nada pasrah.
"Bukankah Tuan Shu Qiu Bing pernah berkata, jika Tuan penasaran maka jalani takdir Tuan, dan Tuan akan mendapatkan jawabannya," sahut Lie Li membuat Shua Xie kembali teringat perkataan master misterius itu yang tidak lain ialah leluhur pertama klan Langit.
"Benar juga, aku sudah berjanji padanya akan mengembalikan kejayaan klan Langit." Shua Xie tersenyum kecil sambil menengadah ke langit. Langit yang sebelumnya mendung penuh kilatan petir di mana-mana kini sudah menjadi cerah. Tidak ada lagi awan hitam dan petir Emas.
"Ya sudah jalani saja takdir ini, mati hidup ada di tangan sendiri!" Lanjut Shua Xie lagi dengan nada tegas. Shua Xie melangkah mendekati tangga yang penuh kobaran api, sebelum ia melangkah ia melihat terlebih dahulu Lie Li.
"Saya akan menunggu Tuan di ujung tangga, semoga Tuan berhasil!" ujar Lie Li setelah itu ia menghilang tanpa jejak, benar-benar membuat Shua Xie terpukau. Shua Xie menjadi semakin bersemangat ingin menjadi kuat, lalu membunuh Lou Zho secepat mungkin.
Sebelum Shua Xie naik ke tangga, pertama-tama ia mencoba merasakan api ilusi, apakah api ilusi itu panas atau tidak. Dan benar yang dikatakan Lie Li, api itu hanya ilusi, Shua Xie sendiri pun tidak merasa kepanasan.
Shua Xie pun menaiki tangga pertama, saat ia berdiri tiba-tiba sesuatu tekanan yang begitu besar membebani punggungnya. Shua Xie hampir saja terjatuh karena tekanan itu, tekan yang begitu besar membuat Shua Xie sulit bernafas. Shua Xie cepat tanggap saat itu juga, dengan kekuatan energi spirit, Shua Xie mengurangi bebannya. Beban yang tadinya berat menjadi lebih ringan sedikit.
Shua Xie melangkahkan kakinya ke anak tangga ke dua, kali ini tekanannya lebih besar lagi, mengharuskan Shua Xie mengelurkan energi spirit lebih besar. Shua Xie pun melangkah lagi menaiki anak tangga satu persatu.
"Tidak terlalu sulit, tapi menggunakan energi spirit terus menerus juga bukan pilihan yang tepat. Kalau aku sampai kehabisan energi spirit, sudah pasti aku menjadi nutrisi tangga ini," gumam Shua Xie pelan dengan nafas yang mulai terengah-engah. Shua Xie sudah lama berjalan, dan dia sidah berada di tangga ke 100. Sejauh ini belum ada tekan besar ataupun ilusi yang menggangu konsentrasinya.
"Benar, ini bukanlah pilihan yang tepat. Tapi apa kamu punya cara?" Suara seorang pria menyahuti Shua Xie dari samping, seketika itu juga Shua Xie melirik ke sampingnya ketika mendengar suara yang sudah tidak asing lagi di telinganya.
"Lou, Lou Yue!?" Kejut Shua Xie dengan mata yang mulai melebar.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Jangan lupa beri like dan vote jika suka ^-^
__ADS_1
Sampai bertemu di bab berikutnya