
"Keadaan benar-benar hancur, semua di luar kendali. Selain itu, Putri ke Lima, juga hilang. Mungkin pasukan itu menangkap, Putri ke Lima?" Zhang Ziyi menatap Jenderal Feng Xian. Menerka kemungkinan bahwa Shua Xia telah diculik para pasukan kerajaan Langit.
Jenderal Feng Xian diam, bukannya dia tidak ingin bersuara, tapi dia sedang berusaha menahan kemarahannya. Bagaimana mungkin dia tidak cemas dengan keadaan Shua Xia yang saat ini tidak ada kabar, bahkan setelah beberapa pasukan yang tersisa diminta untuk mencari keberadaannya. Selain itu, ada lagi masalah baru, Jiazhen hilang entah ke mana. Ada kemungkinan bocah itu nekat mencari Minghao.
"Lupakan tentang, Putri ke Lima, sejenak. Bagaimana dengan rakyat yang berhasil selamat? Tak banyak dari mereka mengalami luka-luka, selain itu mereka juga kelaparan, sementara kita tidak memilih pasokan makanan. Kita tidak sempat membawa makanan saat mengungsi, penyerangan pasukan kerajaan Langit begitu dahsyat," balas Feng Xian sambil memijit keningnya.
Keselamatan Shua Xia dan Jiazhen memang sangat lah penting, tapi tidak jauh lebih penting lagi tentang kondisi mereka saat ini. Terutama para rakyat yang berhasil mereka selamatkan. Sebagai Jenderal yang bertanggung jawab, Feng Xian tidak bisa terus-terusan memikirkan Shua Xia, masih ada rakyat yang lebih harus dia perhatikan.
Zhang Ziyi menghela nafas pelan. Dia juga sependapat dengan Jenderal Feng Xian. Ada rakyat yang harus mereka perhatikan. Selain itu bukan hanya Putri ke Lima yang hilang, masih banyak keluarga bangsawan lainnya yang keadaan mereka mungkin lebih mengkhawatirkan dari pada Shua Xia.
"Bagaimana jika kita membagi beberapa prajurit? Pinta mereka membangun beberapa posko, sebagian lagi menyiapkan makanan dengan berburu ke hutan, atau mencari buah-buah yang bisa dimakan," sahut Wang Che, salah satu pejabat kerajaan Xuilin yang berhasil selamat dari kebengisan prajurit kerajaan Langit.
"Aku sependapat dengan, Wang Che. Kita bisa mengerahkan prajurit yang tersisa," timpal Weiheng--juga salah satu pejabat kerajaan Xuilin. Dia setuju dengan usulan yang diutarakan Wang Che.
"Tidak bisa, mereka juga pasti sudah lelah setelah seharian penuh bertarung dengan prajurit yang bahkan kekuatannya tidak setara dengan mereka." Zhang Ziyi tidak setuju dengan usulan Wang Che. Dia sendiri selaku prajurit yang bertarung langsung dengan perajurit kerajaan Langit tahu betapa sulitnya mengalahkan prajurit-prajurit itu. Jika saja Zhang Ziyi tidak cukup cerdas dalam mengatur strategi penyerangan, bisa dipastikan dia mungkin akan berkumpul bersama mayat yang ada di kota Xuilin saat ini.
"Tapi kita tidak memiliki pilihan lain! Lalu bagaimana kita mengatasi kerakusan rakyat? Mereka bahkan berani memberontak dan menyusup ke dalam gua, mereka pikir kita menyembunyikan makanan!" Wang Che mulai kesal, dia tahu para perajurit sedang kelelahan, tidak hanya para prajurit, yang lain pun bernasib sama. Semua kelelahan, tapi jika tidak ada yang mau digerakkan, lantas bagaimana mereka mengatasi keganasan rakyat? Apalagi disertasi seperti sekarang, rakyat bahkan bisa lebih ganas dari pada prajurit kerajaan Langit.
"Minta rakyat laki-laki untuk ikut membantu pembangunan posko. Sementara warga perempuan membantu memasak untuk meringankan beban prajurit. Sedangkan sebagian Prajurit bisa pergi ke hutan mencari apa pun yang bisa dimakan."
Semua langsung menatap ke sisi kanan, tampak lah seorang pria tampan tengah bersandar pada dinding gua.
__ADS_1
Kemunculannya yang tiba-tiba dan tanpa suara, tidak disadari siapa pun sontak membuat semua orang yang ada di sana berdiri, terkejut dengan kedatangan pria asing itu.
"Siapa kau?! Kenapa kau bisa ada di dalam sini?! Apakah kau salah satu dari prajurit kerajaan Langit?" tanya Zhang Ziyi tajam.
"Dia pasti penyusup! Kita bahkan tidak pernah melihatnya!" timpal Wang Che.
"Tangkap si penyusup itu!!"
"Tunggu dulu!" Pria tampan itu menghadang Zhang Ziyi yang berniat menangkapnya. "Kalian salah orang, aku bukan lah penyusup!" jelasnya dengan cepat.
"Bukan penyusup katamu?! Lalu apa jika bukan penyusup? Mata-mata, begitu?" Wang Che mendengus sinis. Orang bodoh mana yang akan percaya dengan ucapan pria tampan itu, tak seorang pun di sini mengenalnya, sudah jelas dia adalah penjahat yang menyusup ke tengah-tengah mereka untuk mencari tahu rencana yang sedang dibuat kerajaan Xuilin.
"Bukan penyusup atau pun mata-mata. Kalian bisa anggap aku penyelamat, bagaimana?" Entah apa yang ada di otak pria tampan itu, dia justru mengucapkan kalimat yang tidak ada artinya.
"Apa dia sudah tidak waras? Penyelamat katanya? Dia bahkan terlihat lebih anggun dari pada wanita," timpal Weiheng sinis, meledek ucapan pria tampan itu. Ya, karena mau dilihat dari segi mana pun pria itu memang tampak gemulai. Tidak tampak seperti pria sejati.
"Anak muda, kamu jangan mencari masalah di sini. Jika kamu memang bukan penjahat atau pun penyusup, silakan keluar dan tinggalkan tempat ini. Di sini terlalu bahaya untuk pria sepertimu." Feng Xian tidak ingin ambil pusing, apakah pria tampan itu sungguh penyusup atau tidak. Melihat perawakan pria itu cukup menawan dan lembut, Feng Xian tidak yakin pria itu adalah penyusup. Jelas sekali pria itu tampak tidak mengetahui ilmu bela diri. Kulit lembut dan bersinar, serta wajah tampan yang mampu membuat kaum hawa menjerit histeris. Siapa pun bisa menebak jika pria itu sangat lah lemah.
"Tidak-tidak, sudah cukup Shua Xia membuangku, jangan lagi terjadi pada kalian. Apa kalian tidak mengenalku?" Pria tampan itu menatap Feng Xian dan yang lain berbinar, mengharapkan sesuatu. Namun, nyatanya tidak ada yang bereaksi dengan ucapannya tadi. Tidak ada yang mengenalnya.
"Aku, Lou Tian. Apa kalian tidak mengenalku?" ucap pria bernama Lou Tian itu.
__ADS_1
Feng Xian menatap yang lain dengan tatapan penuh tanda tanya. Bertanya apakah ada dari salah satu mereka mengenal pria bernama Lou Tian ini. Sayangnya tidak mengenal Lou Tian, semua menggeleng yang mengartikan tidak mengenal pemuda bernama Lou Tian itu.
"Tidak mungkin! Bagaimana bisa kalian tidak mengenalku?" Lou Tian tidak percaya ini. Selain Shua Xia, masih banyak lagi tidak mengenalnya. Padahal Lou Tian mengenal mereka semua.
"Aku rasa ada yang salah. Apakah aku datang ke zaman yang salah?" Lou Tian menggeleng. Tidak mungkin, dia sudah memastikan sistem akan membawanya ke waktu yang tepat, tapi kenapa sekarang justru berbeda.
"Oh, astaga, apa ada yang salah dengan sistem ini?" Lou Tian mulai bergumam tidak jelas, entah memaki apa. Bersamaan dengan itu dia sibuk memeriksa sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh orang biasa. Hanya Lou Tian yang bisa melihat layar hologram yang ada di depannya.
"Sepertinya pemuda malang ini sudah menjadi gila akibat peperangan yang terjadi? Lihat lah, dia bahkan berbicara sendiri." Weiheng menggeleng prihatin, begitu pun yang lain. Prihatin dengan Lou Tian, padahal dia memiliki paras yang amat tampan, bahkan kalimat tampan bisa digeser menjadi kata cantik. Lou Tian terlalu cantik untuk seorang pria. Namun, sayang kewarasan pria cantik itu tidak lagi ada.
"Apa yang harus kita lakukan? Apakah kita usir saja, atau biarkan dia bersama warga?"
Feng Xian diam sejenak, dia sedang memikirkan betapa malangnya Lou Tian. Dia tampan, tapi sayang sudah tidak waras. Feng Xian jadi merasa kasihan, mau bagaimana pun Lou Tian hanya lah pemuda gila, terlalu jahat jika mengusir pemuda itu di saat seperti ini. Bisa-bisa pemuda itu mati di tengah hutan.
"Biarkan dia bergabung dengan warga. Setidaknya dia tidak akan mati lebih cepat," balas Feng Xian.
Bersambung
A/N : Lou Tian punya sistem? 😳
Akhirnya aku bisa update lagi, kemarin niat up tapi data malah habis 😠maap kun ya
__ADS_1
Berita baik untuk kalian, satu bulan ini aku akan up teratur untuk karyaku yang berjudul Jiwa Pengganti dan Who? Kenapa? Karena aku lagi ikut challange menulis novel 30 hari. Tapi khusus dua novel ini saja, sementara yg lain masih slow update, begitu pun dengan novel Perjalanan Melawan Dunia.
....