Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 48


__ADS_3

Secercah cahaya kuning, merah, biru dan putih muncul bersamaan setelah Shua Xie mengucapkan kata-kata terakhirnya. 4 orang asing muncul di sekitar Shua Xie, bagi klan Mo 4 orang itu sangatlah asing, tapi bagi Shua Xie mereka adalah patner kerja.


3 pria paruh baya berusia sekitar 50 tahunan dan 1 wanita cantik berbadan seksi sekitar 30 tahun berdiri tepat di dekat Shua Xie dengan tampang dingin. Walau pun wajah mereka terlihat masih muda, tapi aslinya umur mereka sudah sangatlah tua. Di dunia Kultivator memang banyak para Master bisa menutupi umur mereka dengan wajah mereka. Sesuatu seperti itu sudah sangat biasa di dunia Kultivator, tapi berbeda lagi dengan orang khusus klan Langit, mereka dianugerahi umur panjang serta awet muda sekali pun mereka bukan Kultivator. Bahkan keawetan muda mereka lebih baik dari para Kultivator.


Semua Tetua klan Mo terkejut akan kemunculan mereka berempat yang tiba-tiba, padahal seharusnya para bawahannya memberitahukannya kalau mereka akan kedatangan 4 tamu kuat.


Chu berkacak pinggang sambil melirik kiri dan kanan, melihat begitu banyak Kultivator membuatnya teringat masa mudanya. Di mana dia sering bertarung dan bertarung, namun semenjak dia menjadi salah satu Tetua sekte Bulan dia menjadi sangat jarang bertarung.


Gong Chen menghampiri Shua Xie, "Kurasa kau selalu saja memiliki masalah di mana-mana, sebelumnya kau berurusan dengan keluarga Ye. Sekarang dengan klan Mo lagi? Lalu ke depannya siapa lagi?" ungkapnya seperti orang tua sedang menceramahi anaknya. Gong Chen sedikit mengetahui tentang orang-orang klan Mo yang sangat terkenal di kota Kekai, sebab sebelumnya dia pernah berkunjung bersama beberapa muridnya di kota Kekai, hanya saja dia tidak tahu bahwa klan Mo memiliki rencana licik sejahat ini.


Shua Xie tersenyum kecil seraya menggaruk belakang telinganya seperti kebiasaannya kalau merasa membebani orang lain, "Kau harusnya tahu sebenarnya bukan aku melainkan mereka."


Fhu dan Gumo Shan menatap semua Kultivator di hadapan mereka meledek, seakan merasa mereka semua bukanlah masalah besar bagi mereka. Walau masih ada beberapa ekor tikus yang lumayan menyulitkan seperti para Tetua klan Mo. Tapi tetap saja mereka bukanlah apa-apa di mata Fhu dan Gumo Shan.


"Jumlah mereka lumayan banyak, tapi dengan bergabungnya kita mereka bukanlah apa-apa," gumam Fhu.


Gumo Shan mengangguk setuju akan pernyataan Fhu, "Benar, setidaknya hanya empat orang saja yang akan menyulitkan kita. Sisanya masih bisa ditangani. Aku rasa ini akan menjadi pertarungan yang lumayan lama."


Chu yang mendengar pembicaraan Fhu dan Gumo Shan berjalan mendekati mereka berdua. Tatapannya terhadap 2 rekannya itu, sedikit berbeda lebih tepatnya kesal. Begitulah sikap Chu, dia selalu saja bertingkah seperti anak-anak berbeda sekali dengan umurnya.


"Hei, hei, kalian meninggalkanku tadi. Untunglah aku sempat mengejar kalian."


"Chu, kau selalu saja bersikap seperti itu. Sadarlah kau itu sudah tua." Fhu paling malas meladeni sikap Chu.


Mata Chu melotot sempurna, "Apa? Kau pun sama tuanya, bahkan kau seperti nenek tua menggunakan kulit wanita muda! Dasar perawan tua."


"Apa kau bilang! Tarik kata-katamu barusan!"


"Hei kalian berdua tenanglah, apa kalian tidak sadar kita sedang berada di mana? Seharusnya kalian memperlihatkan sikap yang lebih dewasa sedikit." Gumo Shan melerai ke dua rekannya itu. Sedangkan Shua Xie dan Gong Chen hanya bisa menggelangkan kepala melihat tingkah Fhu dan Chu yang kenak-kanakan.


Sebenarnya mereka berempat bukan hanya sekadar rekan tapi juga sahabat lama yang pernah menghabiskan masa muda mereka berkelana demi memecahkan rasa penasaran mereka terhadap dunia luar.


"Hah, ternyata hanya kedatangan empat bantuan. Aku pikir akan lebih banyak lagi, kalian pikir dengan jumlah kalian sekarang bisa menang melawan kami yang jumlahnya ratusan?" seru Tetua ke Dua keras sambil menunjuk Shua Xie kesal.


Walau pun dia tahu ke datangan 4 orang hebat membuat rencana mereka bisa saja gagal, bukan berarti klan Mo akan mundur begitu saja. Mengingat ke 5 musuhnya saat ini berada di sarang yang tak menguntungkan bagi mereka.


Ke empat Tetua klan Mo mengeluarkan senjata mereka masing-masing dan tak lupa dialiri kekuatan spirit besar di setiap senjata mereka. Tatapan mereka terhadap Shua Xie dan bantuan Shua Xie sangatlah tajam, meskipun mereka tahu akan sedikit mustahil menangkap Shua Xie saat ini, tapi mereka tidak akan menyerah begitu saja. Demi membangkitkan leluhur mereka, mengorbankan sebagian nyawa tidak akan menjadi masalah.

__ADS_1


"Jumlah bukanlah menjadi tolak ukur kemenangan selama kau kuat, sebanyak apapun musuh mereka hanya akan dipandang sebelah mata selagi kau kuat. Begitulah hukum Kultivator," balas Shua Xie tajam membuat Tetua ke Dua merasa terpojok.


"Ingat kata-kataku tadi, hari ini akan menjadi hari yang paling bersejarah bagi klan Mo."


***


Shua Xie menusuk perut salah satu musuhnya yang sebelumnya menyerangnya. Setelah dipastikannya musuhnya mati dalam sekali tusukan, Shua Xie langsung membuang mayatnya.


Sudah hampir seratus musuh berhasil Shua Xie tumbangkan dalam waktu 20 menit. Walau waktu itu terbilang lama baginya, tapi bagi orang lain waktu 20 menit merupakan rekor tercepat untuk gadis seusianya.


Shua Xie menatap tajam 10 orang yang tersisa, rata-rata dari mereka masih di tahap Bumi level 3, tentunya bukan masalah besar untuk Shua Xie walau pun jumlah mereka lebih banyak.


Shua Xie berlari ke arah 10 orang itu, begitu pun 10 orang itu juga berlari ke arahnya. Ketika jarak semakin dekat, Shua Xie segera melepaskan QI-nya dalam jumlah besar pada pedangnya, kemudian menyabit pedang itu di depannya. Seketika aura berwarna biru keluar dari pedangnya menyerang 3 orang dari 10 orang yang berlari ke arahnya. 3 orang itu terpental cukup jauh hingga meninggalkan bekas luka yang lumayan besar di dada mereka masing-masing.


Sekali lagi Shua Xie melepaskan aura pedangnya dan mengenai 4 orang dari 7 yang sebelumnya tersisa. 4 orang itu juga terpental cukup jauh dan menerima serangan yang mematikan, mengakibatkan mereka tidak bisa lagi bergerak.


"Berpencar!" teriak salah satu yang tersisa dari 3 orang itu.


3 yang tersisa sudah tahu pola menyerang Shua Xie segera berpencar agar lebih leluasa menghindari serangan pedang Shua Xie.


"Heh, kalian pikir aku cuman punya satu jurus saja?" ungkap Shua Xie setelah melihat 3 yang tersisa itu menjaga jarak darinya.


2 yang tersisa terkejut hebat melihat kekuatan pukulan Shua Xie yang begitu mengerikan untuk gadis secantik dirinya.


"Mo-monster!"


"Gadis monster!"


Tak hanya berhenti di situ, Shua Xie juga segera berlari menuju ke arah 2 yang tersisa kemudian memukul mereka dengan tangan kosong. 2 orang itu terpukul keras dan mendapat luka serius di bagian perut mereka, sekitar 5 detik ke 2 orang itu langsung pingsan di tempat mereka terpental.


Shua Xie menghela nafas pelan sambil menonaktifkan sajak Kutukan di kaki dan tangannya, "Kekuatan sajak Kutukan sangat mengerikan, seandainya seseorang yang tak bertanggung jawab yang menemukan sajak Kutukan ini, sudah pasti akan terjadi kekacauan besar di tiga dunia. Walau pun aku sedikit bisa mengendalikan sajak Kutukan, tapi tetap saja berefek keras pada tangan dan kakiku, bahkan membuat tanganku terasa sakit setelah menggunakannya."


"Hebat! Sungguh hebat untuk seorang gadis seusiamu bisa membunuh mereka dalam waktu cepat, aku tak yakin kau masih berumur enam belas tahun." Mo Gui muncul dari tempat persembunyiannya, sebelumnya dia masih memantau Shua Xie ingin melihat seberapa hebat Shua Xie.


Tidak hanya Mo Gui saja yang muncul, Mo Lang dan Mo Wan juga muncul dari sisi yang berbeda. Mereka bertiga menatap Shua Xie takjub sekaligus bersemangat, tidak sabar menguji kekuatan Shua Xie dengan kekuatan mereka bertiga.


"Heh, masih ada bedebah yang suka melihat sebelum menyerang. Ide yang bagus, tapi tidak akan berguna bagiku. Setidaknya kalian bukanlah lawanku." Shua Xie menatap ke 3 pemuda yang tak jauh di hadapannya dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Memang benar kami bukan lawanmu, tapi jika kami bergabung. Apa kau yakin bisa menang? Setidaknya tahap pelatihan kita berada di tahap yang sama," balas Mo Gui sambil tersenyum meledek, begitupun 2 rekannya.


***


Bang!!! Bang!!!


Suara dentuman demi dentuman terus terdengar, orang-orang yang tak jauh dari kediaman klan Mo terus memperhatikan bangunan besar itu dari kejauhan. Karena suara ribut terus terdengar sedikit demi sedikit orang-orang mulai berkumpul memperhatikan kediaman klan Mo yang terus mengeluarkan suara ribut seperti sedang terjadi pertarungan di dalam sana.


Semua orang yang menyaksikan itu dari kerjauhan hanya bisa ternyata pada diri sendiri, apakah yang sedang terjadi di kediaman klan Mo itu? Siapakah yang berani menyerang klan Mo yang merupakan klan terkuat di kota Kekai ini.


"Menurutku Klan Mo sedang diserang seorang Kultivator hebat. Mungkin saja klan Mo pernah mencari masalah dengannya," ucap salah satu penonton.


"Klan Mo sangatlah kuat, tidak akan mudah menundukkan klan Mo."


"Hei, apa kalian tahu klan Mo sedang mencari seorang gadis yang pernah menghajar Guwei Mo sewaktu di paviliun senjata. Mungkin saja gadis itu sedang bertarung dengan klan Mo."


"Mustahil gadis itu bisa selamat, aku yakin dia pasti mati. Seorang diri melawan klan Mo sama saja mencari mati."


"Tapi bagus juga kalau klan Mo hancur, seharusnya tidak ada lagi orang-orang yang akan merendahkan kita lagi. Klan Mo memang pantas menerima kehancuran, selama ini mereka hanya mencerca yang lemah."


"Aku harap gadis itu bisa menghapus klan Mo."


Tang Shan dan Tang Rouyue menjadi salah satu penonton dari banyak orang di sekitar kediaman klan Mo yang tertutupi formasi aray pelindung berwarna merah darah. Tang Shan menjadi sangat khawatir mengingat bahwa Shua Xie sedang ada di dalam kediaman klan Mo. Sebenarnya Tang Shan ingin sekali membantu Shua Xie di dalam sana, tapi karena formasi aray melindungi kediaman klan Mo tidak bisa dimasuki oleh orang luar yang berkekuatan biasa saja.


Formasi aray pelindung merupakan formasi pelindung yang lumayan kuat, bahkan bisa menahan serangan dari seratus pasukan yang berada di tahap Raja Putih level awal.


"Senior Menma, apakah dia sedang bertarung di dalam sana?" gumam Tang Shan pelan sambil menangkup ke dua tangannya rapat.


"Shan Gege, apa Kak Menma akan baik-baik saja?" tanya Tang Rouyue sambil menatap sang kakak khawatir. Walau pun dia masih kecil, tapi otak dan usianya tidak bisa dibandingkan, bisa dikatakan Tang Rouyue sangat pintar untuk anak kecil seusianya. Tang Rouyue sangat tahu bahwa Shua Xie pasti sedang bertarung di dalam sana.


Tang Shan mengelus kepala sang adik sambil tersenyum paksa, "Senior Menma akan baik-baik saja. Kita tahu dia sangatlah kuat," balas Tang Shan lembut.


***


Bersambung


Pemberitahuan sedikit, jadwal update author ada sedikit perubahan, ingat ya hari senin dan kamis author gak up sebab author juga harus belajar, gak lama lagi ulangan, demi menjaga nilai rapor agar tetap bagus author harus mengurangi waktu menulis. Sebab kebanyakan waktu author tersita untuk berpikir alur cerita dan mengetik cerita, belum lagi merevisi cerita, tapi masih aja ada typo yang tertinggal 😅 nanti kalau udah tamat author bakal merevisi ulang typo.

__ADS_1


oke sampai bertemu di bab berikutnya ...


Jangan lupa like dan vote nya ya, gak maksa buat kalian vote tapi buat like mohon jangan lupa 😉 semakin banyak like semakin semangat author menulis. masalah rangking cerita author serahkan pada kalian, sebab author gak bisa vote cerita sendiri, melanggar aturan pihak MT. bye ... 😘 author sayang kalian


__ADS_2