
Hai jangan lupa like dan votenya ya 😉 aku butuh dukungan kalian! 🥰
HAPPY READING GUYS
________________________________
"Gadis nakal?" Shua Xie melirik tajam ke arah pria cantik yang kini sedang duduk di sampingnya dengan tampang bodohnya.
Lou Lian menganggukkan kepalanya pelan tanpa menoleh ke arah Shua Xie, dia lebih fokus menuangkan arak dari teko kecil ke gelas kecil. Setelah tiga gelas kecil terisi, Lou Lian memberikan satu persatu gelas kepada Shua Xie da Chi Su yang kini masih terdiam karena tidak paham akan situasinya sekarang.
Pria cantik yang sempat dia puji ternyata mengenal majikannya, Shua Xie. Tapi justru Shua Xie tidak mengenal pria cantik itu. Keadaan ini membuat Chi Su bingung. Namun anehnya, Shua Xie tidak menolak ajakan pria cantik itu saat pria itu mengajaknya mampir sejenak masuk ke salah satu kedai.
'Situasi ini membingungkan, apakah Nona memang mengenalnya?' ujar Chi Su dalam hatinya sambil menatap Shua Xie dan Lou Lian bergantian.
"Ya benar, kau masih menjadi gadis nakal," ucap Lou Lian santai setelah memberikan secangkir arak pada Shua Xie.
Shua Xie menggenggam cangkir di tangannya cukup kuat, bukan karena marah namun karena sedikit terkejut. Ucapan Lou Lian membuatnya teringat sesuatu. Sesuatu yang mengingatkannya pada kehidupan pertamanya.
Deg ....
Shua Xie memejamkan matanya, tiba-tiba saja jantungnya berdegup lebih kencang. Dan sontak saja gelas di tangan Shua Xie pecah, membuat banyak orang cukup terkejut, bahkan pemilik kedai juga ikut terkejut. Pasalnya suara pecahan itu lebih tepat suara letupan bom kecil.
"Gadis nakal? Kata-katamu membuatku tersadar akan sesuatu," gumam Shua Xie pelan. Shua Xie mengangkat kepalanya dan sontak semua sorot pandangan dari banyak orang berpencar, seakan-akan tidak berani untuk menatap Shua Xie jika gadis cantik itu mengangkat pandangannya.
Aura Shua Xie sangat mengerikan! Di mata banyak orang saat ini.
Lou Lian terdeyum tipis, "Kau sadar aku adalah-"
"Bajingan!" potong Shua Xie cepat, kemudian dia berdiri dan menatap Chi Su yang masih kebingungan akan situasi sekarang. Shua Xie melemparkan pandangan kepada Chi Su, paham kalau Shua Xie ingin meninggalkan kedai ini, Chi Su pun bergegas bangun dan berdiri di samping Shua Xie.
Shua Xie langsung meninggalkan kedai diikuti dengan Chi Su di belakangnya. Sedangkan Lou Lian kalang kabut melihat kepergian Shua Xie setelah mengatakan dirinya 'Bajingan!'. Lou Lian mengibaskan tangannya di atas meja dan seketika keluarlah segunung kecil koin emas yang berkilauan. Sontak menjadi sorotan banyak orang dengan ekspresi terkejut masing-masing.
Setelah mengeluarkan cukup banyak koin emas, Lou Lian langsung meninggalkan meja tersebut tanpa berkata apapun kemudian berlari mengejar Shua Xie yang kini sudah keluar kedai.
__ADS_1
"Tunggu, aku belum selesai bicara. Aku adalah Lou Lian!" teriak Lou Lian cukup keras.
Langkah kaki Shua Xie terhenti, sambil menghela nafas kasar, Shua Xie berbalik menatap Lou Lian yang terdiam di depan pintu kedai.
Shua Xie melipat ke dua tangannya di dadanya, "Aku tidak mengenalmu, lebih baik menghilang dari pandanganku daripada-"
"Daripada kau memukulku?" Sambung Lou Lian cepat sebelum Shua Xie menyelesaikan ucapannya.
"Kau!" bentak Chi Su cukup keras sambil menunjuk Lou Lian, "Berani sekali memotong ucapannya, apa kau tahu siapa dia? Dia adalah-"
Belum selesai ucapan Chi Su terlontarkan, Shua Xie langsung menepuk pundaknya sambil memberikan tatapan yang bermaknakan, berhenti. Berhenti untuk tidak bicara lagi sebab hampir saja identitas Shua Xie terbongkar di depan umum.
Sadar kalau dirinya telah melakukan kesalahan, Chi Su langsung mengamati sekitarnya, sekarang posisinya bersama Shua Xie menjadi sorotan banyak orang. Chi Su menggigit bibir bawahnya sambil menunduk sedikit, dalam hatinya dia meruntuki dirinya sendiri telah melakukan kesalahan kecil.
Pandangan Shua Xie kembali fokus pada Lou Lian, "Kurasa kau cukup mengenalku?" ucap Shua Xie pelan sambil melirik ke sekitarnya. Setelah itu dia menarik Chi Su meninggalkan kerumunan kecil yang menatapnya.
Lou Lian tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya, "Masih sama dan tidak berubah." Lou Lian mulai berjalan mengikuti Shua Xie. Dia tahu Shua Xie mengajaknya ke suatu tempat di mana mereka berdua bisa saling melempar pertanyaan dengan puas tanpa gangguan dari orang sekitar. Atau kemungkinan juga akan terjadi perkelahian kecil nantinya karena Lou Lian sudah memancing Shua Xie.
"Apa aku tidak salah dengar? Putrimu Shua Xie telah menyembuhkan kerusakan dantian dan meredian kakak?" sahut Kim Furong begitu terkejut, dia bahkan mendekatkan posisi duduknya pada Feng Kim.
Feng Kim mengangguk pelan dengan wajah sedikit bersemu merah, malu mengakui kesembuhannya karena anak angkatnya yang dulu begitu tidak dia rawat.
"Aku tidak tahu dia belajar itu darimana, namun yang penting, dia sudah menjadi kuat," jelas Feng Kim singkat.
"Lalu karena ini juga alasan Kakak kembali menjadi Kaisar?" tanya Kim Furong.
"Lebih baik daripada Shua Xie yang memimpin kalian," balas Feng Kim. Mengingat ada alasan lain juga dia harus menjadi Kaisar, pertama karena Lou Zou, dan ke dua karena Shua Xie.
Feng Kim tidak tahu rencana apa yang akan dilakukan Shua Xie, namun apapun itu yang pasti bertujuan untuk melawan Lou Zou dan menyelamatkan dunia Tengah.
Kim Furong mengerutkan keningnya, "Shua Xie? Apa maksud Kakak dia ingin memimpin kita?"
"Walaupun ini terdengar memalukan, tapi begitulah kenyataannya, kau pasti paham," jawab Feng Kim pelan.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin gadis belia sepertinya sudah berpikiran ingin menjadi Kaisar? Bukankah dia terlalu naif dan serakah? Apakah dia pikir dia bisa menjadi Kaisar dengan prilakunya yang buruk itu? Dan coba hitung berapa banyak orang akan setuju jika dia memimpin kita?" Kim Furong cukup terkejut mengetahui Shua Xie menginginkan kekuasaan di kerajaan ini. Dan lebih parahnya posisi yang Shua Xie inginkan ialah menjadi pemimpin.
Benar-benar mengejutkan!
Kim Furong tidak habis pikir, awalnya dia berpikir hanya Shan Qiayu dan Wang Xinian yang terlalu gila posisi di kerajaan. Namun ternyata kegilaan ke dua gadis itu terkalahkan dengan Shua Xie yang ingin menjadi Kaisar.
"Kau tidak mengerti, Shua Xie menginginkan itu karena dia ingin menyelamatkan kalian dari Lou Zou dan pasukannya," sahut Feng Kim membuat Kim Furong menatapnya bingung.
"Gadis sepertinya ingin menyelamatkan kami? Dia memang kuat, tapi mampukah dia melawan Lou Zou yang bahkan memiliki kekuatan di atas nalar?" tegas Kim Furong. Bukan Kim Furong tidak ingin mengakui kalau Shua Xie memanglah kuat, mengingat saat di aula utama kerajaan Shua Xie telah menunjukkan sebagian kekuatannya. Dan itu sempat membuat Kim Furong sedikit takut jika Shua Xie ialah penjahat yang menyamar menjadi putri Shua Xie untuk meluluhlantakkan kerajaan Xuilin.
Tapi Kim Furong juga sangat tahu Lou Zou, kekuatan Lou Zou sangatlah hebat, ditambah lagi seiring waktu Lou Zou pasti telah berkultivasi meningkatan kekuatannya. Dan sekarang Kim Furong tidak tahu seberapa hebat Lou Zou sekatang, yang jelas lebih hebat dari 17 tahun yang lalu.
Shua Xie yang hanya gadis belia 17 Tahun ingin melawan Lou Zou sang senior? Bukankah itu terdengar geli di telinga banyak orang. Itu sama mengantar nyawa ke kandang singa.
"Dia telah berubah, saat aku melihatnya, aku merasa tengah berhadapan dengan Shujin Xian dan Shu Hua. Entah kenapa membuatku percaya dengan Shua Xie, kalau dia mampu," ucap Feng Kim sambil tersenyum tipis.
"Kakak ... Bagaimana jika Lou Zou mengincar Shua Xie untuk membangkitkan aula terlarang di kerajaan Langit? Kakak tahukan, hanya pengorbanan darah dari keturunan murni yang bisa membukanya."
"Aku akan melindunginya bahkan jika harus mengorbankan nyawaku sendiri," balas Feng Kim pelan namun tegas, seakan menegaskan bahwa dia tidak akan bermain-main dengan ucapannya barusan.
Mendengar Feng Kim berucap demikian, Kim Furong merasa lemah, "Lalu bagaimana denganku? Apa kau tidak memikirkan aku? Jika Kakak pergi, aku bersama siapa?" ucap Kim Furong pelan sambil menunduk. Sungguh sedih mendengar kalau Kakaknya itu tampak sudah tidak peduli bahwa jika dia pergi masih ada adiknya yang membutuhkan dirinya
Feng Kim menolehkan kepalanya menatap adiknya itu, sejenak Feng Kim terdiam namun beberapa detik kemudian dia mendekat Kim Furong lalu memeluk adiknya itu.
"Maka tugasmu ialah bersama Shua Xie sampai dia bisa membangkitkan kerajaan Langit lagi. Tugas kita terlahir memang untuk menjaga dan melindungi klan Langit, kau ingat itu bukan?" ucap Feng Kim pelan dan lemah.
"Ya aku tahu itu. Klan Kim terlahir hanya untuk menjadi pengikut setia klan Langit."
___________
**A/N : Terimakasih buat kalian yang selalu mendukung karya amatir ini, aku cukup terharu membaca komentar dukungan kalian dan membuat semangat menulis ku menjadi membara 😆 aku akan usahakan up teratur untuk kalian. Sebenarnya hp ku udah bagus kemarin tapi rusak lagi, jadi aku pakai hp sepupu ku untuk saat ini sampai aku punya hp lagi atau hp bagus lagi 😅 mohon dukungannya ya 🥰 lopeyou buat kalian semua, aku sayang kalian 🌹😆
untuk pembaca Pheonix Reincarnation mungkin akan lama up karena aku pakai hp sepupu jadi gak bisa leluasa menulisnya, maaf ya 🌹**
__ADS_1