Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 29


__ADS_3

Ayo jangan lupa like ya 😘


________________________


Mata Shua Xie membulat sempurna ketika melihat burung besar tengah berbaring tidak jauh di depannya. Burung itu nampak cantik, warna bulunya merah berkolaborasi dengan hitam, warna matanya merah terang menatap Shua Xie datar. Bulu ekor burung telentang sangat panjang ke belakang, ada kilau-kaliauan cantik pada ujung ekornya, kalau diperhatikan ekornya mirip ekor burung merak.


Shua Xie melihat kiri dan kanan secara bergantian, tempat yang sebelumnya kini berubah menjadi tempat lain sedikit gelap dan kosong. Tidak ada dinding berukiran sajak, tidak ada atap batu, atau pun lantai batu, semua telah berbeda. Hanya ada singgasana Suci yang Shua Xie duduki sekarang.


"Hei gadis kecil jangan kebingunan, sekarang kita ada dalam dimensi ciptaanku. Seharusnya kau senang bertemu mahkluk agung sepertiku."


Shua Xie melirik ke arah burung merah itu, "Suara itu, suara yang selalu mengatakan 'serap'. Jadi waktu itu kaulah yang menyerap prajurit roh?" seru Shua Xie sambil menunjuk burung merah itu.


Burung merah mengubah posisi kepalanya menjadi lebih muda menatap Shua Xie, "Benar, untuk memulihkan semua kekuatanku aku butuh banyak menyerap energi spirit, jadi aku memakannya. Sebenarnya tidak hanya prajurit roh itu saja yang aku makan, apa kau merasa ada sesuatu yang hilang?"


"Jangan bilang buku ilahi dan Lulu pun kau makan!?" seru Shua Xie keras, berdiri Shua Xie dengan ekspresi marah. Diingatnya kalau buku ilahi dan Lulu hilang tanpa jejak semenjak suara aneh itu muncul.


"Untuk bisa bangun aku butuh banyak energi spirit dalam jumlah besar. Mereka adalah makanan yang cocok untukku, berkorban sedikit untukku seharusnya kau merasa senang," balas burung merah dengan nada sedikit tidak peduli dengan topik pembahasan.


"Burung jelek sepertimu untuk apa aku senang! Lagi pun tidak untungnya bagiku membantumu! Kau tahu buku ilahi itu sangat suci bahkan lebih suci darimu!" sela Shua Xie semakin meninggi, tampak nafas Shua Xie menggebu-gebu. Suasana sekitar menjadi lebih mencekam dari sebelumnya.


"Buku ilahi itu adalah pecahan tiga persen kekuatan abadiku. Sudah seharusnya aku mengambil pecahan kekuatanku. Bagaimana mungkin buku ilahi pecahan kekuatanku lebih suci dariku?"


Shua Xie terduduk lemas, rasanya mulutnya menjadi kaku untuk berbicara. Mendengar burung merah mengatakan bahwa buku ilahi adalah pecahan kekuatannya, berarti burung merah itu sangat agung bahkan lebih agung dari buku ilahi. Awalnya Shua Xie pikir buku ilahi adalah benda paling agung di dunia, tapi ternyata buku ilahi hanyalah potong 3% kekuatan dari burung merah itu.


"Sebenarnya burung apa kau? Perawakanmu memang begitu anggun, apa mungkin kau Phoenix?" tebak Shua Xie dengan suara melemah. Pandangannya mengarah pada lima kristal yang terus berputar perlahan mengitari singgasana Suci.


"Heh ternyata kau tahu sedikit tentangku. Kau benar, aku ini adalah Phoenix agung, kami mahluk paling agung di antara mahluk lainnya. Aku memiliki 2 saudara, hanya saja mereka masih tertidur. Butuh banyak energi spirit untuk membangunkan mereka," jelasnya singkat.


Shua Xie melirik ke arah burung merah, "Lalu kenapa kau bisa ada di dalam tubuhku. Apakah tubuh ini begitu bagus untuk ditempati semua mahluk, sebelumnya aku ketemu kakek tua, lalu buku ilahi dan Lulu, sekarang buruh Phoenix lagi."


"Mungkin karena ada pecahan kekuatanku ada di tubuhmu. Tubuhmu memang unik sangat bagus untuk ditempati semua mahluk spirit atau pun benda pusaka abadi, kau memiliki tubuh spesial. Tidak semua manusia rendah bisa memiliki tubuh sepertimu, aku rasa kaulah orang pertama yang memiliki tubuh spesial seperti itu."


Shua Xie berdecak lidah, "Cih! Apa bagusnya memiliki tubuh seperti itu. Hanya tubuh gratisan yang ditumpangi bermacam mahluk," gerutu Shua Xie sambil memalingkan pandangannya.

__ADS_1


"Jangan marah begitu, karena aku telah ada dalam tubuh tidak akan ada mahluk lain yang berani masuk tanpa persetujuan darimu dan dariku, kecuali mereka mau menjadi santapanku," ujar burung Phoenix sedikit menghibur Shua Xie.


"Langsung ke intinya, kenapa kau membawaku ke sini?" tanya Shua Xie serius, tatapannya kembali pada burung Phoenix.


"Baiklah. Kau bantulah aku membangunkan dua saudaraku maka aku akan bantu kau melawan semua musuhmu. Walau pun aku tidak tahu apa masalahmu, tapi kelihatannya masalahmu bukan masalah biasa. Kau pasti butuh bantuan dari mahluk agung sepertiku," jawabnya.


"Tawaranmu masih kurang menarik perhatianku jangan karna kau mahluk Agung aku akan setuju?" balas Shua Xie dingin, tatapan fokus lagi pada jari-jarinya. Seketika suasana menjadi semakin dingin dan mencekam.


Burung Phoenix itu tertawa pelan sambil menggelengkan kepalanya. Burung Phoenix itu tahu kalau Shua Xie memang bukan gadis yang mudah diajak kerjasama, apalagi kalau tidak banyak menguntungkan dirinya.


"Membantu membangkitkan dua saudaraku bukan berarti tidak membawa keuntungan bagimu. Ketika mereka berhasil bangkit, mereka akan banyak membantumu. Ke dua saudaraku memiliki sihir dan bakat yang berbeda, saudara tertua dia mampu menyembuhkan segala macam penyakit, di saat kau terluka dia bisa membantumu. Dia bisa membuatmu menjadi alkemis tingkat tinggi nantinya ...."


"Lalu adikku, dia terkenal sebagai Phoenix paling kuat, dia memiliki tubuh yang sangat keras dan kuat bahkan lebih kuat dari ribuan baja sekali pun. Dia pasti akan membantumu mengembangkan tubuhmu menjadi tubuh pusaka, dengan begitu kau tidak perlu khawatir saat melawan para manusia di bawahmu. Sedangkan aku ahli dalam sihir, dan jurus. Aku bisa membantu mendalami semua sihir dan jurus, formasi apapun aku bisa bantu kau pelajari asalkan kau mau membantuku," jelasnya panjang lebar. Ditatapanya Shua Xie yang masih tidak bergeming setelah mendengar tawarannya.


Shua Xie sangat tertarik dengan tawaran burung Phoenix itu, siapa sih yang tidak ingin memiliki banyak keberuntungan yang seperti Shua Xie dapatkan saat ini. Tapi satu hal yang membuat Shua Xie kurang yakin, karena tidak mungkin burung Phoenix itu memberikannya begitu banyak keuntungan hanya karena membantu ke dua saudaranya bangun. Shua Xie rasa masih ada maksud lain dari burung Phoenix itu.


Shua Xie tersenyum kecil, "Baiklah aku setuju. Tapi aku masih ada satu pernyataan lagi, setelah semua saudaramu bangun, apalagi yang akan kalian lakukan. Tidak mungkinkan kalian akan tinggal terus menerus di dalam tubuhku?" ujar Shua Xie datar dengan pandangan menatap burung Phoenix.


"Setelah kami selesai membantumu, kami akan kembali ke dunia kami."


"Dunia yang tidak akan bisa dicapai manusia rendah. Ketika kau di sana, akan lebih banyak lagi tantangan. Bahkan ada master lebih hebat dari siapapun di dunia manusia, kalau menurutku orang paling lemah dari dunia kami sudah sanggup menghancurkan tiga dunia manusia seorang diri," jawabnya sedikit angkuh, tampak burung Phoenix itu membusungkan wajahnya.


"Sekuat itukah?" gumam Shua Xie pelan sambil mengusap dagunya.


***


Seminggu berlalu dengan cepat, hari ini Shua Xie akan mengantar kembali Xiao Mei ke desa Bintang. Dan setelah itu Shua Xie akan kembali melanjutkan kembali perjalanannya sementara sambil berlatih kultivasi.


Xui Sukong berniat mengikuti Shua Xie berpergian, karena sudah menjadi tugasnya menjaga Shua Xie untuk tetap aman. Tapi Shua Xie melarangnya, karena tidak mungkin Xui Sukong meninggalkan istri dan anaknya begitu saja hanya karena mengawal Shua Xie mengelilingi dunia, apalagi Xui Sukong juga mengemban dirinya sebagai Kaisar di kerajaan Bora. Xui Sukong sempat mengatakan tidak mengapa dia meninggalkan keluarga dan tahtanya, sebab dia memiliki Pangeran yang dapat dipercaya, tapi alasan itu masih tetap tidak bisa Shua Xie terima.


Shua Xie tahu bagaimana rasanya ditinggalkan keluarga dan Shua Xie tidak ingin anak Xui Sukong merasakan hal itu. Xui Sukong tidak bisa menolak, apalagi Shua Xie mengatakan bahwa itu perintah darinya. Perintah Shua Xie adalah perintah mutlak baginya, sumpah darah yang dilakukan semua pejuang di kerajaan Langit akan terus berlangsung selama penerus klan Langit masih hidup. Kalau Shua Xie mengatakan dia harus bunuh diri maka Xui Sukong pasti akan melakukannya.


Sebelum Shua Xie pergi, dia sempat mengumpulkan banyak informasi, terutama informasi tentang cara dia pulang ke dunia Tengah.

__ADS_1


Xui Sukong mengatakan lumayan sulit cara Shua Xie bisa pulang kembali dunia Tengah, hanya ada satu cara umum yang digunakan manusia Bawah berpergian ke dunia Tengah. Yaitu melewati formasi teleportasi yang ada di Menara Felix. Menara Felix ialah satu perguruan tinggi nomer 1 di daratan dunia Bawah. Dengan memasuki menara Felix maka Shua Xie bisa pulang kembali ke dunia Tengah, tapi formasi teleportasi hanya bisa digunakan untuk para Tetua tinggi di Menara Felix. Jadi untuk bisa menggunakannya Shua Xie harus bisa menjadi salah satu Tetua tinggi di Menara Felix atau menjadi salah satu murid pribadi Tetua tinggi di Menara Felix.


Sedangkan untuk menjadi murid dari perguruan tinggi nomer 1 bukan hal mudah dicapai. Butuh kerja keras agar bisa memasuki perguruan Menara Felix. Perguruan Menara Felix hanya menerima murid-murid berbakat, dan kebanyakan murid perguruan Menara Felix ialah keluarga bangsawan.


Xui Sukong menjelaskan tiga bulan lagi kerajaan Bora akan mengadakan pertandingan antar keluarga Xui. Dan pemenang dari pertandingan akan dikirim ke sekte Kilat di bagian utara, jika Shua Xie bisa menang dan menjadi murid dari sekte Kilat, maka selangkah jalan pulangnya semakin terbuka. Untuk bisa masuk perguruan Menara Felix, Shua Xie harus melewati satu persatu sekte aliran merana Felix. Jika Shua Xie bisa merebut peringkat satu di sekte Kilat maka dia akan di kirim lagi ke sekte Embun Hijau.


Perlu melewati 5 sekte baru Shua Xie bisa masuk ke perguruan Menara Felix. Pertama Shua Xie harus bisa masuk ke sekte Kilat, ke dua sekte Embun Hijau, ke tiga sekte Cahaya, ke empat sekte Rantai Bunga, ke lima sekte Pucak lalu setelah lulus di sekte Puncak maka dia bisa memasuki perguruan Menara Felix.


"Tiga bulan aku akan kembali ke sini, aku akan menyamar sebagai Putri yang hilang mengikuti lomba di kerajaan Bora dan mewakili kerajaan Bora memasuki sekte Kilat. Kuharap Paman bisa membantuku," ujar Shua Xie sambil tersenyum kecil.


Di sampingnya ada Xiao Mei yang sudah duduk di atas kuda yang akan Shua Xie tunggangi. Shua Xie berniat kembali ke desa Bintang dan melihat keadaan, setelah itu dia akan mendatangi keluarga Ye dan membalaskan dendam Xiao Mei.


"Tentu saja saya akan membantu Putri."


Shua Xie melirik ke arah Xiao Mei, tampak Xiao Mei sibuk berbicara dengan kuda, kembali lagi Shua Xie menatap Xui Sukong, "Rahasia itu hanya kita berdua saja yang boleh tahu. Ke depannya nanti Paman jangan panggil aku Putri lagi, panggil namaku saja. Paman mengertikan maksudku?" ujar Shua Xie dengan suara pelan.


"Maafkan saya Nona. Saya tidak akan mengulanginya lagi ...," balas Xui Sukong sambil menutup mulutnya.


Shua Xie mengangguk lalu berjalan dia menuju kudanya, Shua Xie menepuk pelan punggung Xiao Mei dan mengatakan, "Kita akan berangkat, apa tidak ada salam yang ingin kau katakan pada Paman Sukong?" tanya Shua Xie sambil naik ke atas kuda.


Xiao duduk tepat di belakang Shua Xie, melirik Xiao Mei ke arah Xui Sukong, "Paman salam untuk Pangeran Chen. Katakan terimakasih padanya sudah membantu kami."


Xui Sukong menganggukkan kepalanya, "Akan aku sampaikan. Hati-hatilah di jalan, kalau ada masalah segera beritahu kami."


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2