Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 189


__ADS_3

Plak!


Menma menangkap kembali pedang Pembelah Langit dengan pandangan masih tetap tertuju pada King Lan. Begitu pun dengan King Lan. Mereka berdua terus berada tatapan, cukup lama, sampai tiba-tiba...


Trang!


Sesuatu seperti kilatan cahaya bergerak cepat di langit, sangat cepat hingga tidak bisa dilihat dengan mata biasa. Itu adalah Menma dan King Lan, mereka berdua sudah beradu serangan pedang di langit, dengan kecepatan penuh.


"Teknik Iblis - Sayatan Bintang!"


"Teknik Iblis - Sayatan Bintang!"


"Teknik Iblis - Aura Raja!"


"Teknik Iblis - Aura Raja!"


"Teknik Iblis - Gerhana Bulan Merah!"


"Teknik Iblis - Gerhana Bulan Merah!"


Duar!


Bam!


Gruduk!


Ledakan besar terjadi di mana-mana, sesaat ke dua serangan berkekuatan sama itu terus berbenturan. King Lan menghalangi wajahnya dari gelombang angin yang tercipta akibat benturan serangannya dan serangan Menma.


"Jurus terus sama? Seberapa banyak kau mendalami teknik Iblis?" King Lan memandang tak percaya ke arah Menma. Tidak menyangka gadis itu akan mengeluarkan banyak serangan yang sama sepertinya. Namun, bukan itu yang begitu mengejutkan dirinya, tapi dari mana dan kenapa bisa Manna mengetahui teknik Iblis pedang, sementara yang membuat jurus itu adalah leluhur terdahulu bangsa Iblis, tidak banyak bangsa Iblis tahu tentang jurus itu, terkecuali King Lan dan Kakaknya.


Menma menarik senyum miring. "Sangat banyak, mungkin lebih banyak darimu. Kenapa? Apa Anda takut, Raja King Lan?" balas Menma dengan nada merendahkan.


King Lan berdecak pelan. "Takut? Justru aku khawatir pertarungan kita berdua akan cepat selesai jika aku serius. Aku masih ingin bermain cukup lama denganmu," timpal King Lan sinis.


"Oke, akan saya melayani Anda sampai Anda puas." Menma menguatkan genggamannya. "Welcome to game cruel." Lanjut Menma dalam bahasa inggris, tentu saja tidak dapat dimengerti King Lan, ia hanya bisa mengernyitkan kening.


Pertarungan kembali terjadi, kali ini Menma yang menyerang terlebih dulu, dengan kekuatan lebih tinggi tentunya. King Lan menampik serangan Menma dengan cekatan, meski merasa sedikit terdesak sebab Menma menyerang membabi buta tanpa jeda. Seperti orang gila.


"Teknik Iblis - Bulan Darah!"


"Teknik Iblis - Bintang Bima!"


"Teknik Iblis - Sayatan Bintang!"


Gruduk!


Bam! Bam! Duar!


'Gadis ini ... tenaganya besar sekali. Baru kali ini aku menemukan gadis bertenaga besar sepertinya. Teknik terlarang apa yang telah dia gunakan?' King Lan mengernyit masam. Sungguh ia tidak pernah menyangka Menma memilik kekuatan sebesar ini, apalagi sampai membuat King Lan kewalahan meladeni serangannya. Padahal di luar gadis itu terlihat biasa saja.

__ADS_1


Tentu saja tidak biasa, Menma sudah bisa mengaktifkan sajak Kutukannya. Dan tanpa berpikir panjang langsung menggunakannya, meski hanya satu sajak saja yang ia aktifkan, tapi kekuatannya tidak bisa dianggap remeh.


Trang! Ting! Ting!


Bam!


Semakin lama pertarungan semakin sengit. Sengit untuk King Lan karena ia semakin terdesak dengan serangan Menma yang membabi-buta. Sampai akhirnya satu serangan Menma berhasil mematahkan pertahanan King Lan, tentu saja Menma tidak menolak kesempatan itu. Ketika pedang Menma berhasil menepis pedang besar milik King Lan, mematahkan pertahanan pria itu, Menma tanpa ragu melayangkan serangan bertenaga Qi tinggi pada King Lan. Membuat pria itu terpental beberapa meter ke belakang.


Duak!


"Lemah ...," ledek Menma setelah berhasil memukul King Lan. Seringai sinis yang sengaja Menma pasang agar kemarahan King Lan memuncak. "Apa hanya segini saja kekuatan Anda, Raja King Lan? Jika memang hanya seperti ini, bahkan tanpa perlu menggunakan dua tangan pun saya bisa membunuh Anda," ucap Menma angkuh. Angkuh yang disengaja.


"Kau!" King Lan segera menghela nafas. Hampir dia terjerat provokasi Menma, jika saja dia tidak terus mengingatkan dirinya untuk tenang dan tenang. Kunci kemenangan adalah tenang, begitu kata King Huan, Kakaknya King Lan.


"Sepertinya aku perlu sedikit serius pada gadis nakal sepertimu." King Lan menutup matanya, menarik nafas panjang dan dalam. Seketika otot-otot tubuhnya menjadi lebih kekar dan besar. Tampak juga kulitnya mulai menghitam, seakan ada darah berwarna hitam mengalir di dalam nadinya. Urat-uratnya menonjol di sekitaran tubuhnya. "Hah ..." Nafas kehitaman keluar dari mulut King Lan. Dia telah berhasil masuk ke mode jurus terbaiknya.


"Teknik Iblis - Nafas Raja Neraka awal," ucap King Lan.


'Teknik nafas Raja Neraka pertama, jurus yang disempurnakan selama lima ribu tahun. Jurus ini menggunakan teknik kultivasi terlarang sebab mengakibatkan kerusakan fatal pada tubuh pengguna setelah menggunakannya, lima pembuluh darah akan pecah, sistem pencernaan akan bekerja sepuluh kali lebih cepat. Hanya seseorang yang benar-benar ahli mampu menggunakan jurus Nafas Raja Neraka. Aku tidak menyangka, King Lan, mampu mempelajarinya.' King Huan berdecak kagum melihat kemampuan Adiknya sendiri. Sebagai sesama dari bangsa Iblis, King Huan tidak pernah berpikiran akan mempelajari apalagi sampai menggunakan jurus itu, meski jurus itu adalah jurus kuat yang mampu membunuh banyak orang.


'Seberapa mengerikan jurus Nafas Raja Neraka, itu, King Huan?' tanya Lia cukup serius. Meski Lia tidak tahu seberapa hebatnya jurus Nafas Raja Neraka, tapi bisa dia lihat dan dia rasakan, jurus itu bukan jurus sembarangan.


'Mampu membunuh seseorang hanya dengan helaan nafas saja,' sahut Ling An.


'Sehebat itu?' Lia terkejut.


'Ya, jika tidak salah ingat, penguasa bangsa Manusia Dewa sampai meminta bantuan pada bangsa Phoenix, Raja ke tiga, Tsakuya.' Fang Yun menambahkan.


'Berarti itu sangat buruk untuk, Yang Mulia, jika kurang berhati-hati,' balas Yang Hui.


'Tentu sangat buruk.' King Huan sependapat. 'Namun, jangan lupa jika, Yang Mulia, memiliki sembilan sajak Kutukan, yang mana kekuatannya lebih besar dari kekuatan King Lan. Mau bagaimana pun, Yang Mulia, lebih mendomasi pertarungan dari awal hingga akhir.'


***


"Hehehe ... aku akan membuatmu menyesal. Inilah akibatnya telah membuat sang penguasa besar marah." King Lan mengepalkan ke dua tangannya, terdengar lah suara remukan tulang di sana.


Melihat Menma hanya terdiam dengan wajah cukup serius, King Lan lagi tertawa, angkuh. "Hahaha ... kenapa? Apakah kau yang merasa takut sekarang? Mana keangkuhanmu tadi gadis kecil?"


Alis Menma naik sebelah. "Takut?" Lalu wajahnya mendatar dingin."Membosankan." Menma mengibas tangannya. Seketika muncul angin besar seperti topan, menghalau pandangan King Lan.


"Sial, angin dari mana ini?" umpat King Lan kesal, tidak bisa melihat jelas yang sedang dilakukan Menma saat ini. Angin itu terus saja menghalau pandangannya.


Sementara di sisi lain, Azura yang sejak tadi menonton pertarungan Menma dan King Lan, hanya bisa terdiam kaku di tempatnya. Awalnya ia kaget ketika melihat jurus yang digunakan King Lan bukan jurus biasa, jurus berbahaya. Sempat Azura berpikir akan membantu Menma melawan King Lan, ia rada Menma tidak akan bisa menang melawan King Lan. Namun, setelah melihat apa yang terjadi sekarang, Azura bahkan tidak sanggup berkata-kata selain terdiam kaget.


Menma, dia telah mengaktifkan semua kekuatan Sajak Kutukan. Penampilannya saat ini bisa dikatakan jauh dari penampilan biasanya. Gaun putihnya sudah berganti dengan hanfu merah merah darah indah, dengan paduan mantel bulu yang memiliki corak lamban 9 ras. Lalu sayap biru jernih seperti kaca di punggungnya mengibas indah. Dan jangan lupa garis-garis sajak Kutukan di sekujur tubuhnya, terlihat seperti ukiran indah yang tidak bisa dilihat apalagi disentuh oleh sembarang orang.


Namun, bukan ini yang membuat Azura sangat terkejut, tapi tekanan hebat yang dia rasakan dari Menma. Auara Menma saat ini terasa sangat berat, mampu menekuk siapa pun untuk tunduk, sebagaimana aura pemimpin besar.


'Ke-kekuatan apa ini? Me-mengerikan sekali.' Azura membantin takjub sekaligus ngeri. Pandangannya terhadap Menma perlahan menurun, tidak sanggup mengangkat wajah begitu lama, seakan ada sesuatu yang menggerakan tubuh Azura tanpa Azura perintah. 'Aura pemimpin yang besar.'

__ADS_1


Kembali kepada Menma. Dia menggerakkan sedikit tangannya, seketika angin topan yang sejak tadi menggulung-gulung berhenti. Tampaklah King Lan yang kini terdiam kaget di sana, sama seperti Azura, dia dibuat terkejut oleh perubahan Menma.


Menma menyelipkan anak rambutnya. Oh, iya, warna rambut dan mata Menma saat ini berbeda, bukan hanya berwarna perak saja. Rambut menambah sedikit berwarna biru hingga warnanya terlihat seperti biru keperakan. Sedangkan iris matanya berubah merah, sepertinya, gen sebagai keturunan langit belum hilang meski dalam bentuk tubuh baru.


"Awalnya aku ingin bermain-main padamu, tapi aku ingat harus segera menyelesaikan tugas di sini. Ada seseorang di dunia Tengah sedang menungguku, musuh yang lebih besar darimu," ujar Menma sambil tersenyum tipis, tapi bukannya terlihat cantik, justru terlihat mengerikan.


"Tunduk lah ...." Menma mengangkat tangannya, lalu menurunkan secara cepat. Bersamaan dengan itu, King Lan terjatuh ke bawah, menghantam tanah cukup keras, ia bahkan tidak bisa berdiri selain terbaring seperti sedang ditindih beban besar.


Menma perlahan turun ke bawah. Sesaat kakinya hendak menyentuh tanah, sesuatu seperti altar tiba-tiba keluar dari dalam tanah. Seakan altar itu tidak ingin Menma menginjak tanah telaga Iblis yang kotok dan terkutuk.


"Kau! Kau siapa?!" King Lan memaksakan mulutnya berbicara. Dalam posisi terbaring, King Lan hanya mampu menatap Menma ngeri. "Kenapa ada orang sekuat dirimu di Tanah Kultivator? Kau pasti bukan seseorang dari dunia ini. Akh!"


Krak!


Lima tulang rusuk King Lan patah akibat aura Menma yang terus menekan tubuhnya.


"Tentu saja aku bukan dari Tanah Kultivator, tapi kau tidak perlu tahu dari mana aku berasal," balas Menma sinis.


King Lan menggertakkan giginya geram, ia tidak terima diperlakukan hina seperti ini oleh seorang gadis kecil. Untuk itu ia meningkatkan jurus Nafas Raja Neraka ke tingkat paling tinggi.


"Teknik Iblis - Nafas Raja Neraka, tingkat akhir."


Seluruh tubuh King Lan tidak lagi menghitam, melainkan merah, seperti sedang dibaluri cairan darah. Otot-otot tubuhnya semakin membesar, matanya berubah hitam legam, kultivasinya meningkat dratis. Dengan kekuatan sebesar itu, King Lan berhasil membebaskan dirinya dari tekanan yang menindihnya.


King Lan berhasil berdiri, menatap Menma tenang, tapi penuh kebencian. "Hei, nak, kau akan mati saat ini juga. Aku tidak akan berbelas kasih lagi padamu."


Sring!


Dan dengan gerakan lebih cepat dari pada kilat, King Lan menyerang Menma, menggunakan tangan kosong, tapi sudah dialiri Qi tinggi. Ketika berhasil berada di depan Menma, King Lan tanpa ragu mengayunkan tangannya, berniat membelah tubuh Menma menjadi dua bagian.


"Matilah gadis nakal!"


Srash!


Gluduk!


Tubuhnya benar-benar terbelah menjadi dua, tubuh bagian atas perlahan merosot ke bawah, kemudian jatuh menghantam tanah. Lalu tidak lama setelah itu, tubuh yang telah terpotong itu berubah menjadi abu, lalu terbang terbawa angin.


"Ti-tidak mungkin ...." Azura terperangah dengan apa yang dia lihat. Dia tertegun hebat. "Dia, dia menjadi abu?" ucapnya lagi, masih terkejut.


"Ini permintaan Kakakmu, tenang lah di alam neraka." Menma menutup matanya sambil menangkup ke dua tangannya, mendoakan King Lan agar tenang di alam baka.


**Bersambung


A/N : Ah, ternyata si King Lan yang mati, padahal udah bilang "Mati lah gadis nakal!" eh tahu-tahu jadi kebalik, "Matilah raja belagu." 😏 komen gaes pendapat kalian pada bab ini!


Horas, aku update lagi, sebenarnya hampir gak up, tapi setelah aku mendapat chat dari seseorang, aku mendadak jadi semangat, jadi lah jam 2 subuh sampai jam 6 nulis (ada jeda sih di jam 4 dan 5) 😋


Btw selamat lebaran idul adha untuk umat muslim 🌟🌚**

__ADS_1


__ADS_2