
Yang mau double up hari ini baca pemberitahuan di bawah ya!
_________________
Beberapa waktu sebelum perang.
Brak!
"Ugh!"
"Bodoh!" King Lan melempar Lou Zhou setelah mereka berhasil berpindah tempat. Jika sedikit saja terlambat, maka ke duanya bisa terluka parah. Untungnya penyakit gadis itu datang di waktu yang tepat hingga memberi sedikit kesempatan bagi mereka berdua untuk kabur.
Lou Zhou meringis pelan tatkala bahunya menghantam lantai cukup keras. Dia pun bergegas bangun kemudian bersujud di depan King Lan. "Maafkan saya, Tuan. Saya tidak menyangka gadis itu memiliki tombak Kematian milik Iblis King Zhan. Terlebih lagi kekuatannya, jauh lebih tinggi di atasku."
King Lan mendengus kasar, dia juga tahu kekuatan gadis itu tidaklah biasa. Itulah yang membuatnya terkejut hingga harus keluar dari tempat persembunyiannya. Jika bukan karena merasakan kehadiran tombak Kematian, mungkin King Lan tidak akan tahu bahwa ada seseorang seberbahaya gadis itu.
King Lan menarik nafas lalu membuangnya kasar. "Sekarang kita tahu ada ancaman baru di luar sana. Dan tampaknya gadis itu mengincar dirimu." King Lan menatap tajam Lou Zhou, seketika membuat Lou Zhou menunduk. "Aku tidak tahu apa masalah kalian berdua, tapi yang jelas jangan sampai tujuan kita batal hanya karena gadis itu."
"Ba-baik." Lou Zhou semakin menunduk. Tidak berani menatap sang atasan.
"Jika sudah seperti ini, sebaiknya perang dilakukan lebih cepat. Perintahkan anak angkatmu segera menjarah dunia Tengah. Sebelum semuanya terlambat, aku punya firasat hal buruk akan terjadi," ucap King Lan lagi.
"Ba-baik!" Lou Zhou hanya mampu mengiyakan dari pada ikut berbicara yang mungkin saja bisa membuatnya mati sekarang juga.
"Aku harus kembali, menahan serangan tombak Kematian menguras banyak Qi-ku." King Lan tidak memungkiri hal itu, bagaimana hebatnya gadis yang memiliki tombak Kematian itu. Entah kenapa tiba-tiba sebuah ide konyol muncul di otaknya. "Aku tidak menyangka ada gadis seunik dirinya, jika ada kesempatan aku ingin kau menangkapnya untukku. Aku yakin daging dan darahnya lebih enak dari pada darah keturunan klan Langit." King Lan sudah bisa membayangkan betapa nikmatnya menyantap daging dan darah dari gadis seunik Menma. Yang pasti lebih nikmat dari daging dan darah klan Langit yang pernah dia rasakan.
Lou Zhou berdecak jijik dalam hati, membayangkan King Lan memakan daging manusia seperti sedang memakan daging hewan membuatnya jijik. Lou Zhou memang menyukai kekuatan, apalagi jika harus membunuh seseorang yang memiki tubuh istimewa. Tapi tak pernah dia berpikir memakan apalagi sampai meminum darah manusia. Dia mungkin haus akan darah yang arti lainnya haus pertarungan, tidak seperti King Lan yang harus meminumnya.
"Baik, Tuan! Akan saya usahakan mendapat gadis itu untukmu." Meski dia jijik akan permintaan King Lan. Tapi adakah alasan baginya bisa menolak perintah King Lan? Sekarang darahnya dan darah King Lan sama, sama-sama menapaki jalan keabadian salah.
__ADS_1
"Bagus. Kalau begitu aku tunggu kabar baik darimu." Selepas berkata demikian, King Lan hilang entah ke mana. Hanya menyisakan suaranya yang terus menggema.
"Baik, Tuan."
***
"Kenapa kita semua dikumpulkan? Apakah ada masalah besar?"
"Tidak tahu juga, aku bahkan sangat terkejut mengetahui perkumpulan yang mendadak ini."
"Tunggulah, semua akan terjawab ketika Raja tiba."
Tepat setelah mereka berbicara satu sama lain, dua orang pria datang. Sekejap ruangan bernuasa sederhana itu hening seperti tak berpenghuni. Kedatangan Lou Zhou bersama Lou Yue berhasil membuat mereka semua bungkam.
Lou Zhou duduk di kursi yang memang telah disiapkan untuknya. Semantara Lou Yue duduk di kursi yang tak jauh darinya. Bisa dilihat dari raut wajah Lou Zhou begitu serius, mereka semua sudah tahu apa yang terjadi. Pasti mengenai penjarahan di dunia Tengah.
"Kenapa mendadak sekali? Bukankah masih ada dua hari lagi sebelum waktunya, Raja?" tanya salah satu yang ada di ruangan itu.
"Benar. Apakah ada masalah besar?"
"Atau ada hal yang terjadi yang tak kami ketahui?"
Lou Zhou menggeleng pelan. "Bukan masalah besar. Hanya sana ada seseorang yang mengancam keberadaan kita. Dia jauh lebih kuat dariku, aku tidak akan berbohong akan hal ini. Demi mencegah hal buruk terjadi, kita harus melakukan penyerangan secepat mungkin," jelas Lou Zhou serius. Dia bahkan tidak menutupi tentang seseorang yang mengancam ketenangannya.
Lagi-lagi ucapan Lou Zhou berhasil membuat semua terkejut dan saling bertanya satu sama lain, kira-kira siapa yang dimaksud Raja mereka?
Lou Yue mengetuk meja rapat beberapa kali, menarik perhatian semua orang. "Tentang siapa orang itu? Mari lupakan sejenak. Jika Raja sudah mengatakan percepat perang maka percepat," ucapnya tenang tapi terkesan menekan dan tegas.
"Ataukah kalian yang memang belum mempersiapkan diri?" Lou Yue tersenyum sinis. "Bukankah kalian sudah dilatih untuk siap dalam keadaan apapun? Jangan membuat Raja kecewa."
__ADS_1
Perkataan Lou Yue memang terdengar merendahkan, tapi begitulah kenyataannya. Mereka semua memang dibentuk bukan sekadar menyandang gelar prajurit terbaik di bawah perintah Lou Zhou. Mereka dibentuk untuk siap melakukan apapun disaat mereka diperintahkan, tidak peduli hujan ataupun panas. Bahkan jika ada badai besar sekali pun.
10 ksatria hebat yang memiliki gelar sebagai Jenderal Bulan itu terdiam, antara geram dan malu mendengar hinaan keluar dari mulut Lou Yue. Ada sebagian merasa kesal dihina ada pula sebagaian merasa teguran ini ialah teguran yang harus didengarkan. Apalagi yang berbicara adalah Pangeran Lou Yue.
"Kami sudah siap, Pangeran Lou Yue!" jawab salah satu dari mereka. Seorang pria berambut biru malam dengan iris mata indah seperti warna rambutnya. Dia Wei Jingyu, yang lebih dikenal sebagai Jenderal 1 atau Jenderal paling terkuat dari 12 Jenderal Bulan lainnya. Sebenarnya ada 12, namun insiden di dunia Bawah membuat Jenderal 9 dan Jenderal 12 mati. Dan menyisakan 10 Jenderal Bulan lainnya.
"Bagus, sekarang persiapkan diri kalian. Aku sendiri akan ikut bersama kalian sebagai seorang Pemimpin," balas Lou Yue. Kemudian dia beralih menatap Lou Zhou, dan tampaknya pria itu menyukai kinerja Lou Yue saat ini. Tegas dan berjiwa pemimpin, sama seperti dirinya. Itu menurut sudut pandangnya.
"Pasukan akan dibagi menjadi sepuluh bagian, dan setiap pasukan dipimpin langsung para Jenderal Bulan," ucap Lou Yue lagi. 10 pasukan memang akan dipimpin 10 Jenderal Bulan, tapi tetap saja pemimpin sebenarnya adalah dirinya.
Melihat sikap Lou Yue yang memang pantas diberikan jabatan sebagai Pemimpin perang, membuat beberapa Jenderal Bulan berdecak kagum. Karena kebanyakan anggota Jenderal Bulan merupakan Kultivator hasil perekrutan Lou Yue itu sendiri. Sedangkan berdirinya Jenderal Bulan hanya diatas dasarkan Lou Zhou sebagai Raja kerajaan Langit.
"Lima pasukan akan dipencar ke Lima arah yang berbeda dan akan bergulir dalam satu hari. Kita akan menaklukan lima kerajaan di sana dalam tiga hari, tidak, jika bisa dalam satu hari." Lou Yue menatap para Jenderal Bulan sangat serius, seakan menekanan pada mereka bahwa dia memang berniat mengusai dunia Tengah dalam satu hari itu juga.
Semua mengangguk paham, tentu mereka akan mengusahakan menguasai dunia Tengah dalam satu hari karena satu keuntungan besar berpihak pada mereka. Dunia Tengah tidak memiliki Kultivator, kalau pun ada jumlahnya tidak akan sebanyak jumlah pasukan yang mereka bawa. Seharusnya dengan semua ini maka dunia Tengah bisa dikuasai dalam sekejap.
"Sepertinya aku tidak akan berperan banyak dalam perang kali ini." Lou Zhou membuka suara. "Tapi aku berharap banyak pada kalian." Dia beranjak berdiri meninggalkan ruang rapat. Lagi pula tidak ada yang bisa dia lakukan lagi selain menyampaikan berita peperangan yang dipercepat. Para Jenderal termasuk Lou Yue ikut berdiri, sekadar formalitas memberi hormat kepada sang Pemimpin. 10 Jenderal Besar memberi hormat, sedangkan Lou Yue hanya menatap datar kepergian Lou Zhou.
Setelah Lou Zhou pergi, Lou Yue kembali berbicara. "Kita akan pergi dalam satu jam lagi. Sekarang persiapkan seluruh pasukan dilapangan timur."
___________
**A/N : Dah lah gak tahu mau ngomong apa 😒
Gaes aku kasih kalian satu pertanyaan, yang bisa jawab aku double up hari ini juga. Aku akan pantau komen kalian setiap jam, menit dan detik (ck! lebai) langsung aja. Btw gak ada batasan, terserah kalian mau jawab berapa kali 🙃
Pertanyaan adalah, berapa umur Author sekarang?
Hayok jawab! yang bener aku update sekali lagi 💣🙎 batas waktu sampai jam 14:00 wita. karena aku malas up kesorean apalagi kemalaman 🙃 segera jawab ya**!
__ADS_1