Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 45


__ADS_3

Shua Xie menghabiskan waktu 1 bulan berlatih di hutan. Tidak hanya berlatih saja, dia juga mengumpulkan batu spirit monster yang sudah dia bunuh, sebagian dia serap lalu sebagian lagi dia jadikan uang. Dulu sewaktu pertama kali Shua Xie jatuh di dunia Bawah, dia pernah membunuh ribuan monster spirit di hutan lain. Tapi itu hanyalah kebetulan, Shua Xie bisa membunuh ribuan bukan karena semua kekuatannya. Tapi pada saat itu terjadi gelombang besar-besaran yang mengakibatkan monster spirit saling membunuh satu sama lain. Shua Xie memanfaatkan perkelahian mereka, setelah mereka lengah Shua Xie akan menyerang mereka.


Berbeda dengan sekarang, kali ini Shua Xie mampu membunuh ratusan monster spirit dengan kekuatannya. Hanya menggunakan pedang elemen tanah dia bisa membunuh puluhan dalam sekali serangan. Shua Xie juga sudah mahir menggunakan pedang versi kolaborasi terbarunya, sekitar ada 5 jurus elemen tanah yang sudah dia kuasai.


Setelah sebulan berlatih, Shua Xie kembali lagi ke kota Kekai. Sudah saatnya Shua Xie menjalankan misi utamanya, yaitu mengambil bulu Phoenix milik Kakak Tertua Phoe. Dengan kultivasinya di tahap Bumi level akhir dia pasti bisa memasuki aliansi Gold Lion, ditambah lagi pengalaman bertarungnya. Di mata orang-orang seharusnya Shua Xie bukan lagi di tahap Bumi level akhir tapi di tahap Raja Putih level 2.


Shua Xie memasuki gerbang kota Kekai, tapi sebelum dia masuk, penjaga gerbang memeriksa identitasnya terlebih dahulu. Mungkin bersangkutan dengan kejadian sebulan yang lalu, mengenai masalahnya dengan Tuan Muda klan Mo. Shua Xie merahasiakan identitas aslinya seperti dia merahasiakannya dengan Tang Shan. Shua Xie mengakui namanya adalah Menma.


Setelah selesai diperiksa, Shua Xie pun diizinkan masuk ke dalam kota Kekai. Shua Xie berjalan lamban dengan sesekali menghela nafas pelan.


"Mereka bukankah dari aliansi Gold Lion? Kenapa bisa mereka berkerjasama dengan klan Mo? Ini malah semakin menambah masalah," gumam Shua Xie pelan sambil memijit keningnya.


Phoe terkekeh pelan melihat kekhawatiran Shua Xie, 'Yang berlalu biarlah berlalu. Kau sudah memukul Tuan Muda dari klan Mo, tentu saja mereka akan memburumu demi menjaga nama baik klan Mo. Klan Mo pasti sangat marah ketika tahu Tuan Muda dari mereka dipukul sampai babak belur oleh seorang gadis. Apalagi klan Mo sangatlah terkenal di kota Kekai,' sahut Phoe.


Shua Xie menghela nafas berat lagi, dia sungguh tidak mau bermasalah dengan siapa pun, tapi karena Guwei Mo sendirilah yang memulainya. Shua Xie hanya menemaninya bermain sejenak, tapi tidak disangka masalah itu akan menjadi separah ini.


"Sudahlah, kalau mereka mau mati aku tak akan berbelas kasih. Apalagi klan Mo sering menindas klan yang lemah."


'Hei! Hei jangan lupa dengan apa yang kukatakan. Membunuh banyak orang akan membuatmu semakin sulit menapaki Dunia Abadi.'


Shua Xie berdecak pelan sambil menopang leher belakangnya dengan ke dua tangannya, "Membunuh sedikit seharusnya tidak masalah bukan?" balas Shua Xie.


'Lebih baik hindari agar tidak membawa masalah ke depannya nanti. Menapaki Dunia Abadi-' belum selesai Phoe berbicara, Shua Xie langsung memotongnya.


"Yayaya ... cerewet. Padahalkan hanya bunuh sedikit saja."


"Bunuh siapa?" Tiba-tiba muncul suara lain di belakang Shua Xie. Sontak Shua Xie menoleh ke belakang dan melihat ada Tang Shan dan seorang adik kecil perempuan di sampingnya. Shua Xie tersenyum canggung sambil menyapa Tang Shan yang menatapnya bingung.


"Eh, A-adik Tang Shan. Apa kabar? Sudah lama tidak bertemu."


Tang Shan melangkah selangkah ke depan, tatapan tajam penuh rasa penasaran menuju pada Shua Xie. Semakin canggung senyuman Shua Xie karena tatapannya itu.


"Baik, Senior. Senior pergi ke mana saja selama sebulan ini? Adik kira Senior sudah pulang kembali ke kota Senior," jawab Tang Shan sambil tersenyum lembut.


Shua Xie melirik ke lain sambil menggaruk kepalanya, "Ah, itu. Aku pergi berlatih di hutan."


"Oh, pantas saja aura Senior lebih pekat dari sebelumya. Pasti Senior menjadi lebih kuat." Puji Tang Shan.

__ADS_1


"Adik juga terasa lebih kuat. Oh ya, siapa anak kecil di sampingmu itu?" tanya Shua Xie teruju pada anak kecil di samping Tang Shan. Melihat anak kecil itu mengingatkan Shua Xie pada Xiao Mei. Sekarang bagaimana ya kabar Xiao Mei di academy Awan Suci? Semenjak berpisah di kota Brotavia, Shua Xie tidak pernah lagi berhubungan dengan Xiao Mei maupun keluarga Xiao.


Tang Shan melirik ke sampingnya, "Ah dia. Dia Adikku, namanya Tang Rouyue," jawab Tang Shan sambil meminta adiknya berkenalan dengan Shua Xie.


Tang Rouyue tersenyum lalu memberi hormat sebagai salam kenal, "Salam kenal Kak Senior. Namaku Tang Rouyue, Kak Senior bisa panggil aku Rou'er."


Shua Xie membalas senyumnya dengan senyuman kecil sambil menepuk kepala Rouyue sebagaimana dia biasanya menepuk kepala Xiao Mei dulu. Rouyue sempat terkejut atas perlakukan Shua Xie padanya, tiba-tiba saja pipinya memerah malu.


'Kak Senior ternyata baik seperti yang Shan Gege katakan,' ujar Rouyue dalam hatinya senang.


"Panggil aku Kak Menma saja. Jangan panggil Kak Senior, terlalu kaku," kata Shua Xie lembut.


"Oh ya, apa kalian mau ke mana?" Lanjut Shua Xie lagi sambil menatap mereka berdua bergantian.


"Kami mau pulang ke rumah. Kebetulan baru saja selesai membeli tanaman herbal untuk Ayah," jawab Tang Shan.


Shua Xie mengangguk pelan, "Oh ... bagaimana kalian ikut denganku dulu. Aku akan traktir kalian makan mie, kebetulan ada kedai makan mie enak di dekat penginapan yang aku tempati. Bagaimana?"


"Makan mie? Tapi-"


Shua Xie langsung menarik tangan Tang Shan da Tang Rouyue bersamaan, "Ayolah. Aku yang traktir kalian berdua, anggap saja ini ajakan dari Kakak kalian. Jadi jangan ditolak ya, sudah lama aku makan tanpa teman. Makan sendiri sangat membosankan."


***


Setelah memberitahukan pada Mo Lang, mereka berdua langsung pergi mencari Mo Wan. Tidak butuh waktu lama mereka akhirnya bisa bertemu, setelah menjelaskan panjang lebar pada Mo Wan, mereka bergegas berpencar mencari keberadaan gadis bernama Menma. Mo Lang menuju timur dan barat kota, lalu Mo Wan menuju utara dan selatan, sedangkan Mo Gui di tengah kota.


Pertama-tama yang Mo Gui datangi ialah penginapan yang Shua Xie masih sewa sampai saat ini. Tapi Mo Gui tidak melihat ada tanda-tandanya gadis asing di dalam penginapan itu, hampir keseluruhan orang di dalam penginapan sudah Mo Gui ingat wajahnya.


Setengah jam Mo Gui berkeliling di pertengahan kota, tak juga dia menemukan tanda-tanda gadis yang dia cari. Mo Gui pun berinisiatif mendatangi salah satu kedai makan mie yang mana pernah dia selidiki sebelumnya.


Mo Gui menghela nafas lelah, sungguh dia bosan mencari gadis yang telah lama mereka cari tapi tak kunjung ketemu. Sebenarnya pencarian ini sudah berhenti beberapa minggu yang lalu, tapi tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba saja Tetua Pertama klan Mo memerintahkan mereka mencari lagi gadis itu. Entah apa yang dinginkan Tetua Pertama dari gadis itu.


Mo Gui melewati pintu berpapasan dengan Shua Xie, Tang Shan dan Tang Rouyue. Karena tidak terlalu fokus dia tidak terlalu memperhatikan gadis yang dia cari baru saja melewatinya.


"Kak Menma, terimakasih atas traktirnya, mienya sungguh enak."


"Syukurlah kalau kalian suka," balas Shua Xie.

__ADS_1


Terkejut Mo Gui mendengar nama Menma, nama gadis yang sedari tadi dia cari berusaha payah. Bergegas Mo Gui berbalik kemudian menghampiri Shua Xie dan ke dua temannya.


"Hei, kau. Apa namamu, Menma?" tanya Mo Gui meneriaki Shua Xie.


Shua Xie sontak melirik ke belakang ketika ada yang menyebut nama samarannya, "Kau siapa?" Shua Xie bertanya balik.


"Aku, Mo Gui. Apa namamu, Menma?" tanya Mo Gui lagi diiringi langkah kaki mendekati Shua Xie. Shua Xie sedikit terkejut mengetahui namanya ada kata 'Mo' bisa Shua Xie tebak dia pasti dari klan Mo. Kemungkinan Mo Gui ini sedang mencarinya selama sebulan ini.


"Benar, namaku, Menma. Bagaimana kau tahu?"


"Aku tidak sengaja dengar kalian berbicara. Dan dia menyebut namamu, jadi aku pikir kau adalah orang yang selama ini aku cari," jawab Mo Gui datar terkesan tenang dan berwibawa.


Shua Xie menyilangkan ke dua tangannya, tatapannya berubah drastis setelah mendengar bahwa Mo Gui ini sedang mencarinya, "Kalau boleh tahu kenapa kau mencariku? Sepertinya kita tidak saling kenal."


Melihat gaya berbicara Shua Xie berubah, Mo Gui menebak Shua Xie pasti sedang mencurigainya, "Tetua kami ingin bertemu denganmu. Kuharap kau mau ikut denganku," jawab Mo Gui tenang.


Tang Shan menarik tangan Shua Xie sambil menggelengkan kepalanya pelan, tampak dari raut wajahnya dia mengatakan pada Shua Xie untuk tidak menerima ajakan Mo Gui. Shua Xie paham kalau Tang Shan sedang mengkhawatirkannya, tapi menolak ajakan Mo Gui juga tidak baik. Bisa-bisa terjadi perkelahian yang tak diinginkan di tengah-tengah keramaian.


Shua Xie melepaskan tangan Tang Shan yang sebelumnya memegangnya, "Pulanglah, jangan khawatirkan aku. Tidak seorang pun dari mereka bisa membunuhku," bisik Shua Xie pelan di telinga Tang Shan.


"Tapi-"


"Pulanglah, kalau kau ada di sini. Akan sulit bagiku menghadapi mereka." Shua Xie memotong ucapan Tang Shan yang belum selesai.


Tang Shan mengangguk paham, kemudian dia membawa pergi adiknya kembali pulang ke kediamannya. Sekarang tersisa Shua Xie dan Mo Gui di tengah-tengah kesibukan masyarakat.


"Katakan, apa mau Tetua kalian menemuiku? Apa karena aku menghajar Tuan Muda kalian?"


"Awalnya seperti itu, tapi sekarang tidak," jawab Mo Gui membuat Shua Xie bingung.


"Maksudnya?"


"Kau bisa bertanya langsung pada Tetua. Kami hanya diperintahkan mencarimu," balas Mo Gui acuh sambil berjalan melewati Shua Xie. Shua Xie memiringkan kepalanya kebingungan.


'Sepertinya Tetua klan Mo penasaran denganmu. Sebaiknya kau berhati-hati,' ujar Phoe yang sedari tadi menyimak pembicaraan mereka berdua.


Shua Xie mengangguk pelan kemudian mengikuti Mo Gui dari belakang, "Kalau keadaan darurat, mau tak mau aku juga harus membalas mereka. Jika mereka menyerangku, maka aku juga akan menyerang mereka."

__ADS_1


***


maaf lamban up gaes, bukan karena author tapi karena pihak NT-nya yang belum merievew. Moon very dukungannya ya 😊


__ADS_2