Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 112


__ADS_3

Jangan lupa tinggalkan like dan vote untuk author >o< oke makasih ya ...


SELAMAT MEMBACA ๐Ÿ’Ÿ


________________________________


Melihat suasana cukup sepi, Shua Xie berhenti berjalan, bersamaan ia berhenti Chi Su dan Lou Lian juga ikut berhenti. Shua Xie membalikkan badannya, lalu menatap pria cantik di depannya dengan pandangan dingin.


"Jelaskan apa maumu mengikutiku? Sebelumnya aku tidak pernah bertemu dengan pria bernama Lou Lian." Tidak perlu banyak basa-basi lagi, Shua Xie langsung membicarakan intinya. Karena tidak ada waktu untuk berbasa-basi dengan pria aneh di depannya.


Lou Lian memegang dadanya, memasang wajah cukup sakit setelah mendengar ucapan Shua Xie.


"Kau tidak mengenalku? Aku cukup sakit hati mendengarnya," balas Lou Lian dengan wajah sedihnya.


Shua Xie memutar bola matanya malas, ia sudah cukup bosan menemui karakter orang seperti Lou Lian, membuatnya begitu gemas ingin menghajar pria semacam itu.


"Waktuku tidak banyak untuk meladeni pria sepertimu. Berterus-terang lah siapa kau sebenarnya?" balas Shua Xie begitu tajam.


Chi Su hanya bisa diam dan menyimak, setelah ia perhatikan, ternyata Shua Xie tidak mengenal pria cantik itu, tapi kenapa saat pria itu mengajaknya mampir ke kedai Shua Xie mau menerimanya. Sungguh membingungkan, sebenarnya apa yang Shua Xie pikirkan? Dan apakah Shua Xie mengenal pria itu?


Lou Lian menghela nafas berat, melihat keseriusan Shua Xie begitu mengerikan untuk sebagian orang, dia sadar dia semakin memancing kesabaran Shua Xie. Lou Lian tahu, Shua Xie bukan tipe orang yang bisa sabar begitu lama.


"Baiklah, aku akan terus terang." Lou Lian memasang tampang wajah menyerah, menyerah tidak ingin berbasa-basi lagi, "Kemarilah ...," lanjutnya lagi sambil melambaikan tangannya memanggil Shua Xie.


Shua Xie tidak merespon, tatapannya terhadap Lou Lian semakin tajam membuat Lou Lian semakin melebarkan senyumnya. Di sisi lain Chi Su bergantian menatap Shua Xie dan Lou Lian. Dia bisa melihat Lou Lian tengah memanggil Shua Xie, namun sayangnya Shua Xie tidak menurutinya.


Chi Su paham, kalau Shua Xie hanya ingin mendengarkan pendapat Lou Lian tanpa mendekati Lou Lian.


Namun sayangnya, sekokoh apapun Shua Xie memasang tampang dingin, Lou Lian justru malah semakin tersenyum sambil melambaikan tangannya, berharap gadis itu mau menuruti kemauannya.


Sama-sama keras kepala.


Shua Xie menghela nafas malas sambil membuang pandangannya itu ke samping. Melihat betapa kokohnya Lou Lian pada keinginannya membuat Shua Xie ingin mengumpatinya.


'Ck! Dasar kekanak-kanakan!' ujar Shua Xie dalam hatinya.


"Apakah kau akan tetap seperti itu? Kemarilah, aku tidak akan memakanmu," panggil Lou Lian masih dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


Sekali lagi Shua Xie mendengus, kali ini cukup kasar. Tanpa berucap sepatah kata pun dia langsung mendekati Lou Lian dan berdiri tepat di depan pria itu.


"Katakan, dan jangan berbasa-basi lagi!" ucap Shua Xie sangat dingin dengan pandangan mengerikan.


Mungkin kebanyakan orang akan berpendapat bahwa tatapan Shua Xie sangatlah mengerikan, namun tidak untuk Lou Lian, justru dia merasa gemas melihat Shua Xie memberikannya tatapan semacam itu.


Lou Lian tertawa kecil, sangat kecil.ย  Dan tawanya itu hanya Shua Xie yang mendengarnya, "Tidakkah kau terlalu dingin pada pria?" Lou Lian membuka suara sangat pelan.


"Apakah kau ingin menguji kesabaranku?" balas Shua Xie tajam.


Lou Lian langsung mengangkat tangannya, "Tentu tidak," jawabnya sambil memiringkan kepalanya ke kanan. Lou Lian bisa melihat seorang gadis yang sejak tadi bersama Shua Xie sedang menatapnya. Mungkin gadis itu mengamati apa yang akan terjadi.


Lou Lian kembali menatap Shua Xie sambil menurunkan tangannya, "Jangan dingin begitu. Aku jauh-jauh mencarimu dan kau menunjukkan sikap seperti itu?" Lou Lian memasang tampang begitu sedih, dia bahkan meraih tangan Shua Xie lalu meletakkannya di dadanya, "Hatiku sangat sakit, belum pernah aku diperlakukan seperti itu oleh gadis manapun." lanjutnya lagi.


Shua Xie langsung menarik tangannya dari genggaman Lou Lian cukup kasar, "Apa kau pikir aku peduli?!" tegas Shua Xie sambil mendorong bahu kanan Lou Lian kasar. Setelah itu dia berbalik meninggalkan Lou Lian yang kini diam dengan tampang ingin tertawa melihat kemarahan Shua Xie.


Shua Xie mempercepat langkahnya mendekati Chi Su, setelah dekat dengan gadis itu dia langsung menariknya meninggalkan tempat tersebut dengan cepat.


"Apakah terlihat seperti pria bajingan?" gumam Lou Lian sambil menatap kepergian Shua Xie yang kian menjauh. Lou Lian yakin, Shua Xie pasti telah berpikiran salah tentang dirinya.


"Terserah seperti apa kau melihatku, aku tidak akan melepaskanmu. Seseorang telah mempercayakan dirimu padaku."


"Mantra penyegel? Menarik ternyata masih ada orang yang lebih kuat dariku, aku tidak sangka mantraku akan tertolak. Kira-kira siapa orang itu? Dan kenapa dia melindungi Shua Xie?"


***


"Nona, apakah kau mengenal pria tadi? Sepertinya pria itu mengenal Nona," tanya Chi Su sambil menatap Shua Xie.


Melihat adegan beberapa menit lalu, mulai dari pria cantik itu mendekati Shua Xie, bahkan berani memegang tangan Shua Xie, Chi Su cukup yakin Shua Xie mengenal pria itu. Sebab tidak mungkin Shua Xie membiarkan tangannya disentuh sembarang pria.


"Jika kau bertemu segera jauhi, dia pria yang berbahaya," balas Shua Xie tanpa melirik ke arah Chi Su.


Chi Su mengerutkan keningnya, pertanyaan dengan jawaban Shua Xie sangat berbeda. Kenapa Shua Xie tiba-tiba mengatakan itu?


"Apakah karena pria itu suka menyentuh wanita secara sembarangan?" tanya Chi Su. Dia sangat penasaran, alasan apa yang membuat Shua Xie menekankan padanya untuk menjauhi pria tadi.


"Jauhi saja, dia sangat berbahaya. Paham!?" tegas Shua Xie sambil menatap Chi Su penuh penekanan.

__ADS_1


Melihat Shua Xie memberikan tatapan begitu dingin, Chi Su langsung menganggukkan kepalanya, "Baik Nona."


Shua Xie menghela nafas pelan, pandangannya kembali fokus ke depan. Sebenarnya Shua Xie tidak ingin membentak Chi Su, tapi demi kebaikan Chi Su mau tidak mau Shua Xie harus bersikap tegas padanya untuk menjauhi pria tadi yang tidak lain ialah Lou Lian.


Shua Xie tidak yakin, apakah Lou Lian itu punya niat baik atau buruk padanya. Namun dari apa yang Shua Xie lihat barusan, Lou Lian sangat berbahaya. Lou Lian memiliki QI yang sangat besar, dan hampir saja membuat Shua Xie terkejut secara terang-terangan.


Sebenarnya alasan mengapa Shua Xie membiarkan Lou Lian menyentuh tangannya sebab Shua Xie ingin mengukur tingkat kekuatannya. Pasalnya ketika Shua Xie memperhatikan Lou Lian, ada suatu aura mematikan menyelimuti tubuh Lou Lian. Dan setelah memeriksa dan mengetahui Lou Lian memiliki QI besar, Shua Xie hampir mengeluarkan respon terkejutnya, tapi untungnya Shua Xie bisa menutupi keterkejutannya itu dengan baik sehingga Chi Su tidak menyadarinya.


'Pria kuat sepertinya mengenalku? Kapan aku pernah menyinggung pria sepertinya?' pikir Shua Xie.


Shua Xie yakin dia tidak pernah bertemu dengan pria itu, tapi melihat pria itu bersikap seakan mengenal Shua Xie, Shua Xie menjadi sedikit bingung. Jika pria itu memang ada niat jahat padanya, Shua Xie yakin sudah sejak awal pria itu menunjukkan niat jahatnya itu sebab dengan kekuatan pria itu bukan tidak mungkin dia bisa mengalahkan Shua Xie. Tapi ternyata pria itu justru ingin mengakrabkan dirinya pada Shua Xie.


Aneh ... tapi mencurigakan.


Mengingat betapa berandalannya dirinya sendiri, ditambah dia juga incaran Lou Zou. Mungkin saja pria itu termasuk salah satunya, utusan dari Lou Zou, atau pernah bermasalah dengan Shua Xie sehingga ingin membalaskan dendamnya.


'Benar-benar merepotkan,' keluh Shua Xie.


Chi Su memandang Shua Xie berkerut, sebab sejak tadi dia melihat Shua Xie seperti sedang berkelebat dengan pikirannya. Hal itu mengundang rasa penasaran Chi Su, mungkinkah Shua Xie memikirkan pria tadi?


"Nona apakah kau-"


"Hei kau gadis rendahan! Bupati Qionglin menginginkanmu!" Belum selesai Chi Su berbicara tiba-tiba muncul suara seseorang pria memotong ucapannya. Sontak mengundang pandangan Shua Xie dan Chi Su bersamaan menatap asal suara itu.


Shua Xie menatap pria gendut yang tak jauh di depannya, pria gendut yang baru saja memotong ucapan Chi Su. Pria gendut itu datang bersama 4 pria berbadan besar lainnya, yang mana setiap dari mereka membawa senjata masing-masing.


Di sisi lain, Chi Su membulatkan matanya, dia melangkah selangkah melewati Shua Xie lalu menunjuk pria gendut di depannya itu, "Li Hong! Dasar tidak punya sopan santun! Apa kau tidak tahu kau sedang berbicara pada siapa!?" bentak Chi Su keras.


Shua Xie memilih diam, namun pandangannya tertuju pada salah satu kuda yang tak jauh di depannya. Di atas kuda itu ada seorang pria berseragam zirah kerajaan lengkap dengan senjatanya. Dan di samping pria itu ada beberapa prajurit khusus menjaganya.


'Bupati Qionglin, jadi kau pria bajingan yang berusaha menggoda pemilik tubuh ini sebelum dia mati disiksa saudaranya?' ucap Shua Xie dalam hatinya sangat datar namun penuh aura mematikan.


Shua Xie masih mengingat begitu jelas ingatan pemilik tubuh yang dia masuki sekarang, tentu saja tidak akan melupakan penderitaannya. Dan pastinya penderitaan itu akan Shua Xie balaskan, sesuai kata pepatah, uang dibayar uang dan gigi diganti gigi.


Shua Xie mengulum senyum sinis, 'Dendam pemilik tubuh ini, akan kubalaskan darimu, Bupati Qionglin.'


_____________________

__ADS_1


A/N : Balas dendam, ternyata Shua Xie tidak baik ye ๐Ÿ˜‚gimana suka gak sama karakter Shua Xie? Eemm jangan lupa berikan dukungannya ya, maaf untuk saat ini ceritanya gak up tiap hari, mungkin 1 bab 2 hari sebab aku juga melanjut Pheonix Reincarnation ^_^ jangan lupa mampir ke sana ya berikan dukungannya ๐Ÿ˜˜ loopyue buat kalian ,๐Ÿฅฐ


__ADS_2