Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 114


__ADS_3

Jangan lupa tinggalkan like ya, agar author semakin semangat menulisnya 🥰


____________________________________


Qionglin merintih saat kerah bajunya ditarik, sangat memalukan seorang gadis memperlakukan dirinya seperti manusia rendahan.


Tapi dia memang rendahan di mata Shua Xie!


Qionglin menarik kerah bajunya sebab menghambat pernafasannya, "Kau! Beraninya memperlakukan seorang Bupati seperti ini! Akan ku pastikan kau akan mati dengan tanganku!" bentak Qionglin keras.


Shua Xie berdecak pelan, kagum mendengar betapa percaya dirinya Qionglin pada statusnya saat ini. Walau pun Shua Xie tahu Qionglin sangat pandai menjebak siapapun.


"Aku menantikan saat itu," balas Shua Xie dengan dengusan tawa kecil, seakan meledek ucapan Qionglin barusan. Akankah hari itu ada untuk Qionglin?!


Dari sisi lain, Chi Su menatap Shua Xie dan Qionglin bergantian. Cukup ngeri melihat Shua Xie berani memperlakukan Qionglin seperti hewan, walau menurut hati kecil Chi Su, Qionglin pantas mendapatkan itu.


Tapi satu hal yang masih mengganjal di benak Chi Su, mengenai tumbangnya semua bawahan Qionglin. Chi Su menyaksikan kejadian itu tanpa berkedip, bagaimana Shua Xie memukul mereka dengan sekali serangan, dan itu mampu membuat mereka tak sadarkan diri lagi. Dan mengejutkannya lagi, Shua Xie melakukannya dalam waktu sekejap, mungkin hanya menghabiskan waktu 2 atau 3 detik saja.


Bagaimana Shua Xie melakukannya? Dan kenapa Shua Xie bisa sehebat itu?


Chi Su tidak tahu, tapi dia semakin mengangumi majikannya itu, walau pun ada sedikit rasa takut memiliki majikan sehebat itu.


'Nona pasti telah berkerja keras, sehingga dia bisa menjadi dirinya sekarang. Aku penasaran hal apa saja yang Nona lewati hingga dia bisa menjadi seperti sekarang?' pikir Chi Su sambil menatap Shua Xie kagum sekaligus penasaran.


Yang jelas, semua itu pasti tidaklah mudah untuk didapatkan.


"Semua yang kudapatkan hanyalah sebuah keburuntungan," ucap Shua Xie tanpa melirik Chi Su. Shua Xie menjawab apa yang Chi Su pikirkan, walau pun dia hanya menerka apa yang pelayannya itu pikirkan. Paling tidak, pasti tentang kekuatannya. Setelah bagaimana dirinya menunjukan sedikit keahliannya di depan umum. Dan itu sangat menarik banyak perhatian. Ada pun alasan lain Shua Xie memperlihatkan kemampuannya pada rakyat biasa.


Chi Su tersentak mendengar ucapan Shua Xie, "Nona, anda bisa mendengar pikiran saya?" ucap Chi Su dengan wajah terkejutnya.


Shua Xie tertawa kecil mendengar ucapan Chi Su, "Aku tidaklah sehebat itu sampai bisa mendengar pikiran setiap orang. Aku hanya menebak apa yang kau pikirkan," jawab Shua Xie. Shua Xie hanyalah memakai intuisi saja, dan siapa sangka intuisinya itu benar.

__ADS_1


"Hei! Perempuan sialan! Lepaskan aku! Atau kalian akan menyesal seumur hidup kalian!" teriak Qionglin keras sambil berusaha melepaskan diri dari genggaman Shua Xie. Qionglin tidak peduli apa yang sedang dibahas dua gadis itu, sekarang dia hanya lepas dari penghinaannya sekarang.


Sangat memalukan melihat seorang Bupati sepertinya diperlakukan tidak sopan di depan publik. Bisa hancur citranya sebagai Bupati.


"Aahh ... baiklah."


Shua Xie melepaskan genggamannya pada kerah baju Qionglin, juga tidak baik baginya berlama-lama mempermalukan Qionglin di depan umum. Setelah begitu banyak warga biasa menyaksikan kenekatan Shua Xie mempermalukan Bupati Qionglin. Shua Xie juga tidak harus bertindak di luar batas.


Banyak dari mereka yang menyaksikan Shua Xie saling bertanya satu sama lain, tentang siapa gadis yang bersama Chi Su berani memperlakukan Qionglin seperti hewan. Walaupun mereka tidak ingin ikut campur dalam masalah itu, terlebih lagi ada Qionglin, tapi mereka tidak percaya ada orang seberani itu pada Bupati Qionglin. Bahkan Kaisar pun juga cukup segan pada Qionglin.


Setelah terlepas dari genggaman gadis yang tidak dikenal itu, Qionglin segera beranjak bangun, sambil memperbaiki pakaiannya. Qionglin juga melihat ke sekitarnya, melihat betapa banyaknya warga biasa melihatnya dengan berbagai macam tatapan. Ini benar-benar sangat membuat Qionglin marah dan malu.


"Apa yang kalian lihat! Jika kalian tidak bubar, percayalah kepala kalian akan berpisah dari tempatnya!" bentak Qionglin keras sambil menunjuk para penonton. Sontak semua warga langsung bergidik ngeri, namun tidak satu pun dari mereka ingin pergi, mereka masih ingin menonton kelanjutannya.


"Sebelum itu terjadi, sebaiknya kau pikirkan cara untuk hidup sampai hari esok! Aku bahkan tak yakin kau akan hidup setelah tiba di kerajaan," balas suara lain yang tak lain ialah Shua Xie.


Qionglin langsung mengalihkan pandangannya pada gadis berjubah hitam itu, gadis yang membuatnya malu di depan umum. Qionglin bersumpah, dia akan membunuh gadis itu dengan tangannya sendiri karena telah mempermalukan dirinya.


Chi Su berniat melawan Qionglin, tapi Shua Xie langsung menghentikannya, "Mundurlah, biarkan dia mempermalukan dirinya lagi. Lagi pun kau bukan tandingannya." Setelah berucap demikian, Shua Xie maju selangkah dan langsung menepis pukulan Qionglin dengan satu tangan.


Chi Su langsung mundur beberapa meter ketika Shua Xie menepis serangan Qionglin.


Qionglin melayangkan tendangannya saat pukulannya ditepis dengan mudah oleh Shua Xie. Saat tendangannya itu hampir menyentuh kepala Shua Xie, Shua Xie langsung menangkap dengan tangan kanannya lalu memukul keras dengan tangan kirinya hingga terdengar suara patahan tulang.


Qionglin menjerit keras saat kaki kanannya itu patah, "Aaarrrggg!" Dia pun mundur beberapa langkah dengan kaki pincangnya itu.


Namun Qionglin masih belum menyerah, dia kembali menyerang Shua Xie dengan jurus tinjauannya. Tentu dia tidak akan menyerah hanya dengan satu pukulan barusan.


"MATILAH KAU SIALAN!" pekik Qionglin keras.


Namun sayangnya, tinjauannya itu bisa Shua Xie hindari dengan mudah. Tapi Qionglin masih belum menyerah, dia terus melayang tinjauannya dengan kuat dan cepat ke arah Shua Xie, namun lagi-lagi Shua Xie masih bisa menghindar dengan mudahnya.

__ADS_1


'Gadis ini lincah sekali! Dia bukan kawanku!' batin Qionglin keras, sadar kalau dirinya bukan tandingan Shua Xie. Melihat betapa hebatnya Shua Xie menghindari setiap serangannya dengan mudah. Qionglin rasa, sebaiknya dia menyerah dan kabur dari tempatnya sekarang, sebelumnya sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.


Shua Xie masih terus menghindar sambil mundur secara perlahan, di saat Qionglin ingin mundur Shua Xie langsung menangkap satu tangan Qionglin.


"Kalau sudah maju, jangan mundur lagi," ucap Shua Xie lalu dia memutar tangan Qionglin sangat kuat dan cepat hingga terdengar lagi suara patahan tulang.


Qionglin berteriak keras lagi, "Aaarrrggg! Tanganku!!"


Tidak hanya di situ, Shua Xie juga melayangkan satu tendangannya ke pinggang Qionglin, membuat Qionglin terpukul mundur sangat jauh. Dan berhenti tepat ketika punggung Qionglin menghantam sebuah bangunan.


Semua orang tercengang melihat Qionglin terpental sangat jauh, bahkan mereka yakin tidak ada manusia mampu menendang sejauh itu. Bagaimana mungkin ada manusia memiliki kekuatan sebesar itu?


Lalu tatapan semua orang tertuju lagi pada seorang gadis yang tengah berjalan menuju Qionglin secara perlahan. Mereka semua bergidik ngeri melihat kekuatan gadis berjubah itu. Bahkan anak kecil yang menyaksikan jadi menangis karena takut.


Jelas kekuatan Shua Xie adalah kekuatan monster di mata mereka!


Qionglin memuntahkan begitu banyak darah, setelah bagaimana dia bisa menubruk bangunan dengan kasar dan kuat. Membuatnya tulang belakangnya patah.


"Uhuk! Uhuk!" Batuk Qionglin sambil berusaha keluar dari reruntuhan yang menimpahnya dengan melata di tanah.


Dengan semua kekuatannya, Qionglin terus berusaha melata, sakit dan takut kini bercampur aduk. Dia telah melawan monster!


Ketika melihat sepasang kaki di depannya, Qionglin menengadah ke atas. Dia melihat gadis yang baru saja menendangnya telah berdiri di depannya dengan tatapan mematikan.


"A-ampun! A-ampuni aku Tuan! Aku salah! Uhuk! Aku salah! Uhuk! Tolong ampuni nyawahku! Tuan sangat hebat dan aku mengaku kalah!" ucap Qionglin sambil batuk darah. Sungguh seluruh tubuhnya sudah mati rasa setelah menerima tiga serangan dari gadis itu, dan jika dia melanjutkan pertarungan maka nyawanya akan melayang, Qionglin yakin itu.


Shua Xie menatap dingin Qionglin, walaupun pria 40 tahunan itu sudah meminta maaf padanya. Entah kenapa Shua Xie masih belum puas menyiksanya. Bagaimana tidak, semua perlakuan Qionglin dulu pada pemilik tubuh Shua Xie sangat terlewat batas dan itu membuat emosi Shua Xie terus memuncak ingin membalas dendam.


Shua Xie bukan tipikal orang yang mudah melupakan masalah, hanya saat dia mendengar kata 'maaf'. Dia bukanlah tokoh utama sebaik itu.


"Kami dengar ada perkelahian di sini! Siapa yang berkelahi!?"

__ADS_1


__ADS_2