Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 50


__ADS_3

Shua Xie memperbaiki posisi topengnya, sambil memperbaiki Shua Xie juga menyeringai kecil di balik topengnya. Lidahnya merasakan darah yang berada di sudut bibirnya.


"Ck, ck ... sudah berapa lama aku tidak menikmati pertarungan seperti ini. Kalau dingat-ingat sudah cukup lama juga," gumam Shua Xie pelan sambil tersenyum mengerikan layaknya psikopat.


Shua berdiri tegak sambil menatap 3 pemuda di depannya, sambil tersenyum Shua Xie kembali mengingat penyakitnya. Ini adalah rahasia yang selama ini Shua Xie tidak pernah cerita pada siapa pun, dia memiliki penyakit. Penyakit psikologi, atau dengan kata lain penyakit jiwa.


Pada kehidupan pertama Shua Xie dia sempat masuk sakit rumah jiwa karena mengalami gangguan mental, tapi gangguannya bukan tampak seperti orang gila biasanya, justru dia bertingkah seperti psikopat. Di kehidupan pertamanya dari kecil Shua Xie sering mendapat tindak kekasaran sejak kecil dari pengasuhnya, bahkan teman sebayanya, mengakibatkan dia mengalami gangguan mental dan fisik.


Saat Shua Xie hilang kendali, dia akan lupa pada dirinya sendiri, bahkan dengan orang terdekat. Dan ketika penyakit jiwanya kabuh, dia akan bertingkah seperti pembunuh yang haus darah, tidak segan dia akan membantai siapa pun tanpa pandang bulu.


Shua Xie menderita penyakit jiwa sejak usia 7 tahun, sudah banyak teman sebayanya yang menjadi korban kegilaannya. Tapi penyakit jiwanya ini hanya muncul saat hasrat membunuhnya meninggi, atau disaat dia tidak bisa mengontrol rasa senang atau sedihnya. Awalnya penyakitnya sering kambuh saat dia masih berusia 7 sampai 9 tahun, tapi berkat terapi dan pengobatan rumah sakit jiwa, Shua Xie bisa mengontrol sedikit penyakitnya. Hanya saja kadang-kadang penyakitnya kambuh dan sulit dia kontrol. Terakhir kali penyakitnya kambuh saat dia berusia 14 tahun, sekitar 2 tahun yang lalu, saat dia masih hidup di dunia modern.


Dan sekarang penyakit jiwa Shua Xie mulai kambuh, sekali pun dia telah berada di dunia yang berbeda, ternyata penyakit jiwanya masih terbawa. Beberapa menit yang lalu Shua Xie terus terpukul mundur oleh ke 3 musuhnya, akibatnya hasrat bertarungnya menjadi lebih besar dan sulit dikontrolnya.


"Hahahahahaha!!!" Shua Xie mulai tertawa, semakin lama tawanya semakin kencang dan terdengar mengerikan.


Mo Gui menatap Shua Xie aneh, lebih tepatnya bingung melihat sikap Shua Xie yang mendadak menjadi aneh, tertawa tanpa sebab seperti orang gila.


Mo Wan dan Mo Lang menjadi lebih waspada, sebelumnya pertarungan mereka memang mampu membuat Shua Xie terus terpojok, tapi mereka yakin bahwa Shua Xie belum mengeluarkan kekuatan sepenuhnya.


Tidak hanya mereka bertiga yang terkejut, Phoe saja yang berada di ruang Jiwa milik Shua Xie juga terkejut. Tidak pernah Phoe mendengar tawa semengerikan ini dari mulut Shua Xie, yang dia tahu Shua Xie gadis yang jarang tertawa seperti ini.


Mo Lang menatap ke arah Mo Gui, "Hei ada apa dengan gadis itu? Kenapa dia tertawa seperti orang gila?" tanya Mo Lang tampaknya dia penasaran apa yang menyebabkan gadis di sana tertawa seperti orang gila.


Mo Gui menggelengkan kepalanya, "Aku tidak tahu, tiba-tiba saja dia tertawa sendiri tanpa sebab."


"Eh? Menurut kalian ada apa dengan gadis itu? Apa otaknya sudah rusak karena kita terus menyerangnya tanpa henti?"


"Bisa jadi. Tapi kita harus tetap waspada, sebab kita tidak tahu jurus apa lagi yang akan dia keluarkan lagi. Dari tadi dia hanya memainkan pedangnya, menahan dan melawan."


Mo Wan merasa ngeri mendengar jeritan tawa Shua Xie yang tak kunjung berhenti, tawa Shua Xie benar-benar terdengar mengerikan di telinganya.


"Kenapa perasaanku menjadi tidak enak?" gumam Mo Wan sambil menelan salivanya. Dari awal Shua Xie tertawa bulu kuduknya terus berdiri.

__ADS_1


Tiba-tiba Shua Xie mendadak berhenti tertawa membuat Mo Gui, Mo Lang dan Mo Wan terkejut di tempat mereka. Mereka tidak pernah mendengar tawa semengerikan Shua Xie saat berhenti, seperti tawa hantu di tengah kegelapan. Mereka bertiga semakin waspada, senjata mereka sudah siap di tangan mereka masing-masing dengan posisi siap menerima serangan.


Shua Xie memutar kepalanya sebanyak tiga kali, setiap putaran lehernya terdengar suara geseran tulang yang sangat jelas. Karena suasana mendadak hening, bahkan suara nafas mereka sendiri pun bisa mereka dengar.


Tidak hanya itu, Shua Xie juga membunyikan setiap hari-hari tangannya, suara dari hari-hari tangannya juga tak kalah besar dari suara sebelumnya. Mereka bertiga menjadi semakin waspada, melihat tingkah Shua Xie yang mendadak aneh membuat mereka merasa terintimidasi.


Setelah meregangkan otot-otot jari dan lehernya, Shua Xie langsung menarik ke dua pedangnya yang sebelumnya dia sempat disarungkan kembali saat dia terpukul mundur akibat jurus dari 3 pemuda di depannya.


"Aku rindu perasaan ini, perasaan ingin menyayat tubuh kalian hingga menjadi potongan kecil," ucap Shua Xie setelah menarik pedangnya.


"Tadi aku hanya bermain-main dengan kalian. Sekarang aku akan lebih serius."


"A-apa? Cuman bermain? Apa maksudnya!" Mo Wan tergelak kaget saat dia mendengar ucapan Shua Xie yang tak masuk akal baginya. Mereka bertiga tahu kalau Shua Xie sudah menerima banyak luka berat dari serangan mereka bertiga. Seharusnya Shua Xie tidak sanggup lagi melawan.


"Gila! Sepertinya dia gila!" sahut Mo Lang bergetar.


"Kalian semua waspadalah, apapun yang katakan jangan pedulikan. Bagaimana pun dia sudah terluka parah setelah menerima banyak serangan kita!" teriak Mo Gui menyemangati ke 2 rekannya yang mulai ketakutan.


Shua Xie mengalirkan hampir seluruh QI-nya pada ke dua pedangnya. Ke dua pedangnya terselimuti aliran QI berwarna biru terang membentuk wajah naga di ujung ke dua pedangnya. Perlahan tanah di sekitar mulai retak dan mengambang di udara, kemudian retakan itu mulai melekat pada pedang Shua Xie.


Terkejut hebat 3 pemuda itu ketika melihat perubahan pada pedang Shua Xie. Dalam jangka waktu cepat ke dua pedang Shua Xie berubah ukuran menjadi lebih besar, dan yang pastinya pedang itu sangatlah berat. Mereka tak yakin bagaimana gadis di hadapannya bisa memegang ke dua pedang raksasa itu begitu santai, bahkan terlihat seperti tidak memegang beban apapun.


Shua Xie juga sudah mengaktifkan sajak Kutukan di kaki dan tangannya, kemudian dia melesat cepat menerjang ke Mo Gui sesuai yang dia ucapkan sebelumnya.


"Teknik Pedang Tanah - Tanah Pengoyak Bumi!"


Shua Xie langsung melesatkan jurus pertama teknik Pedang Tanah. Jurus teknik Pedang Tanah terbagi menjadi 30 tahapan dan Shua Xie baru berhasil mempelajarinya sampai tahap ke 5. Walau pun masih di tahap ke 5, tapi sudah mampu menghancurkan 10 gunung besar dalam sekali serang. Jurus teknik Pedang Tanah tidak pernah ada di dalam kitab mana pun di dunia manusia, karena jurus ini merupakan jurus dari dunia Phoe.


Serangan tanah tajam langsung membela tubuh Mo Gui menjadi 2 bagian. Darah dan organ-organ tubuh Mo Gui berceceran di mana-mana. Mo Lang dan Mo Wan melotot melihat Mo Gui terbelah dua dalam waktu cepat, bahkan mereka berdua tidak bisa melihat kapan Shua Xie melesat menuju Mo Gui. Mereka berdua tidak bisa berkata apa-apa selain menyaksikan tubuh Mo Gui terbelah menjadi dua.


Shua Xie beralih menatap ke arah 2 yang tersisa. Mendadak mereka berdua menjadi bergetar hebat ketika Shua Xie menatap tajam ke arah mereka. Mereka berdua semakin memperkuat pertahan mereka agar bisa menahan serangan Shua Xie, walau mereka tak cukup yakin apa mereka bisa menahannya atau tidak.


Shua Xie melesat lagi menuju Mo Wen dengan sangat cepat lalu melontarkan serangan ke duanya.

__ADS_1


"Teknik Pedang Tanah - Tanah Penghancur!"


Sraasshh ....


Dalam waktu singkat tepat di depan mata Mo Lang, dia melihat kepala Mo Wen hancur berkeping-keping. Otak, darah, dan mata Mo Wen berceceran di lantai. Semakin sesak Mo Lang melihat ke dua temannya mati begitu cepat.


Shua Xie benar-benar sudah diluar kendali, sedari tadi Phoe terus memanggil namanya tapi dia tak kunjung membalas panggilan Phoe, seakan dia tidak mendengar suara apapun. Phoe pun beranggapan bahwa Shua Xie sedang dirasuki sesuatu.


'Shua! Shua sadarlah! Kau mulai bertingkah seperti monster!'


'Shua! Sadar Shua!'


Kaki dan tangan Mo Lang semakin bergetar hebat tatkala dia melihat 2 temannya mati dalam sekejap di depan matanya, apa lagi mereka berdua mati dalam keadaan yang mengenaskan. Mo Lang tak habis pikir, kekuatan monster yang Shua Xie miliki terlalu mengerikan, kekuatan seperti itu tidak pernah dia lihat di mana pun. Inikah yang dinamakan keturunan klan Langit? Itulah yang terbesit di kepalanya.


Shua Xie beralih lagi menatap Mo Lang, mendadak Mo Lang semakin bergetar ketika Shua Xie menatapnya. Walau pun wajah Shua Xie tertutup topeng, tapi dari raut wajah topengnya saja sudah bisa menggambarkan wajah asli di balik topeng sangar itu.


Shua Xie juga langsung melesat sangat cepat menuju Mo Lang kemudian meluncurkan serangan pedangnya. Tapi serangan pedangnya masih sempat ditahan Mo Lang. Namun alhasil menahan serangan Shua Xie membuat Mo Lang terpental sangat jauh ke belakang. Tubuh Mo Lang menembus tembok satu ke tembok yang lain, hingga dia keluar dari aula dan terpental hingga ke dinding formasi, kemudian jatuh ke tanah bersimbah darah.


Semua orang yang sebelumya berada di luar tak jauh dari formasi pelindung itu terkejut hebat ketika melihat sosok bayangan hitam menghantam keras formasi lalu jatuh terkapar di tanah. Mereka semua dapat melihat sosok bayangan hitam itu adalah Mo Lang yang merupakan salah satu Kultivator elit di klan Mo.


Mereka semua menganga lebar sambil menutup mulut mereka karena terkejut. Apalagi saat mereka melihat kemunculan sosok wanita bertopeng yang entah dari mana munculnya. Kemunculan gadis bertopeng itu begitu tiba-tiba di hadapan Mo Lang sambil membawa 2 senjata pedang raksasa yang terselimuti tanah.


Tanpa pikir panjang dan peduli dengan sekitarnya, gadis itu langsung mencabik-cabik tubuh Mo Lang begitu ganas menggunakan ke dua pedangnya. Semua orang yang melihat itu hanya bisa terdiam sambil bergetar ketakutan melihat pembunuhan sadis itu.


Tang Shan juga menyaksikan itu langsung menutup mata sang adik, agar sang adik tidak melihat pembunuhan sadis itu.


"Mo-monster! Ada monster yang membantai klan Mo!" Begitulah yang mereka ucapkan saat menyaksikan pembunuhan sadis itu terjadi di depan mata mereka.


***


gaes tak terasa bagiku ternyata ini bab yang ke 50 🎉 ucapan hore 😆 author gak pernah nulis cerita sampai sejauh ini paling-paling banyak hiatus 😅😖 tapi khusus yang ini author senang sekali 😘💙 author jadi bersemangat ingin nulis sampai ratusan bab 😂 oh ya kalau kalian ada saran buat ceritaku boleh komen, kebetulan author mumet mikirin jalan cerita tak berujung ini, bagi author ya cerita ini terlalu fantastik, masih banyak kekuarangnnya dibandingkan novel-novel yang lain, bahkan author miris melihat cerita sendiri. jadi buat kalian yang mau bagikan saran beri masukan aja, jangan sungkan berbagi saran 😉 untuk typo author akui cerita ini masih banyak typo di mana-mana, tapi author akan perbaiki ketika cerita ini sudah tamat.


oh satu penyampaian buat kalian, cerita ini memiliki alur lambat jadi author harapkan kalian tidak membacanya terlalu terubur-buru.

__ADS_1


__ADS_2