
Pria berpakaian serba kuning keemasan berjalan santai memasuki perkotaan, tampilannya yang begitu mencolok dan ditambah lagi wajahnya yang tampan menarik banyak perhatian orang terutama bagi para wanita. Tak sedikit para wanita muda banyak terkagum-kagum melihat ketampanannya, bahkan menjerit kegirangan. Namun pria tampan itu tidak terlalu memperdulikannya, dia tampak fokus mengamati jalannya.
"Apakah aku tidak salah lihat, pria itu sangat tampan. Tampilannya juga cukup bangsawan, mungkinkah dia pangeran dari kerajaan tetangga?" ujar salah satu wanita berpakaian merah tua sambil menatap dua temannya.
Dua wanita yang ditatap wanita muda berbaju merah tua itu tampak terdiam sejenak seakan tengah berpikir akan ucapan yang baru saja keluar dari mulut temannya itu.
Wanita berpakaian biru muda membuka mukutnya, siap melontarkan ucapan yang sudah tercekat di tenggorokannya, "Sepertinya bukan," ucap wanita itu singkat. Kemudian dia menatap punggung pria tampan yang sudah mulai menjauh dari pandangannya, "Kalau benar dia seorang Pangeran, kenapa dia tidak mengendarai kereta kuda atau dikawal oleh beberapa prajuritnya." Sambungnya lagi sambil beralih lagi menatap dua temannya yang sedikit bereaksi saat dia berpendapat.
"Aku pun berpikir demikian," sahut wanita berbaju hijau lumut, dia menatap wanita berbaju merah sejenak kemudian beralih pada wanita berbaju biru, "Aku sependapat denganmu, dia tidak menaiki kereta ataupun dikawal oleh beberapa prajurit. Tentu saja itu sudah menunjukkan kalau identitas pria itu bukanlah seorang Pangeran, cukup berbahaya jika seorang Pangeran berkeliaran tanpa pengawal."
"Lalu, apa dia hanya pemuda biasa berpakaian mewah dan berparas tampan?" Tampak wanita berbaju merah masih sedikit tidak percaya akan pendapat ke dua temannya itu, pasalnya pria tampan yang tengah mereka bahas menurutnya sangat berperilaku bangsawan, mulai dari pakaian, cara berjalan dan parasnya.
Tentu saja rakyat biasa tidak akan bisa memiliki pakaian dan paras setampan itu!
"Mungkin saja dia anak saudagar kaya?"
"Sudahlah, pria itu bangsawan atau tidak, tidak ada hubungannya dengan kita. Bahkan melirik kita saja pria itu terasa enggan, mungkin saja dia tengah mencari sesuatu atau ...." Wanita berpakaian biru menghentikan sejenak ucapannya, dia tampak keluh saat ingin menyinggung hal itu, tapi tanpa dia sadar ucapannya barusan membuat ke dua temannya itu penasaran.
"Atau apa? Kenapa tidak kau lanjutkan!" sahut wanita berbaju hijau lumut sedikit tinggi, tampak sekali dia sangat penasaran dengan kelanjutan ucapan temannya itu.
Wanita berbaju biru sedikit menghela nafas, dengan perlahan penuh kehati-hatian dia menengok kiri dan kanan, memastikan tidak akan ada yang mendengar ucapannya selain dua temannya itu. Setelah yakin tidak akan ada yang mendengar, wanita itu melambaikan pelan tangannya meminta ke dua temannya itu mendekat. Dan refleks dua temannya itu mendekat.
"Kalian harus rahasiakan ini," bisik wanita berpakaian biru itu pelan dan dibalas anggukan oleh ke dua temannya tanpa sepatah kata.
Wanita berpakaian biru itu mendekatkan kembali kepalanya kemudian berbisik, "Aku dengar dari Ayahku, Kaisar akan terjadi pelengseran lagi, Kaisar Feng Kim akan naik ke tahtanya lagi karena seorang wanita yang katanya ialah Putri Shua Xie."
"Apa!! Si wanita terkutuk itu sudah kembali!!!" sahut dua temannya bersamaan dengan wajah sangat terkejut setengah marah, bahkan suara mereka terdengar banyak orang karena teriakan mereka begitu mengejutkan banyak orang.
***
__ADS_1
"Lucu sekali, kota ini masih berada dalam tahap pembangunan, apakah Kaisar di sini sangat bodoh? Aku tak yakin Shua Xie akan mengakui kota seburuk ini, ditambah lagi ... ah sudahlah. Urusan mereka biar mereka yang selesaikan, aku akan menyaksikan saja sampai di mana Shua Xie bertahan." Lou Lian terus berjalan walau terkadang beberapa menit terakhir dia terus menggerutu karena tak suka akan kota kelahiran Shua Xie begitu menyedihkan.
"Dan ada apa dengan mereka." Lou Lian menggerutu pelan sambil mempercepat sedikit langkah kakinya, "Mereka terus menatapku, apakah aku terlalu tampan untuk mereka para manusia rendahan?" lanjutnya lagi.
Lou Lian semakin risih pasalnya sepanjang jalan dia terus menjadi sosok perhatian mata banyak orang. Lou Lian tahu parasnya memang sangat tampan bahkan bisa dikatakan sangat cantik, namun baginya paras Shua Xie lah yang masih jauh lebih unggul darinya.
Bagaimana tidak Lou Lian mampu memikat banyak pandangan, pakaian yang dia gunakan sangat terang mencolok terlebih lagi begitu anggun dan mewah tampak mengalai pakaian para Pangeran. Dan ditambah lagi paras cantiknya bagaikan pahatan terbaik yang hanya ada seribu tahun sekali. Mata mana yang tidak akan terpanah jika melihatnya?
Di sisi lain, seorang gadis berjubah hitam dengan wajah datar terus berjalan maju. Siapa lagi jika bukan Shua Xie. Si gadis bebas dengan wajah super datarnya. Di belakang Shua Xie, Chi Su terus mengikutinya dengan perlahan sambil menatap punggung Shua Xie bersama dengan banyak pertanyaan di kepalanya. Masihkah Shua Xie menjadi Shua Xie yang dulu?
Shua Xie terhenti berjalan, saat dia memperhatikan salah seorang pria yang begitu mencolok, bukan karena ketampanannya namun karena kekonyolan yang pria tampan itu buat.
"Pria itu ...." Shua Xie terdiam sejenak tampak berpikir setelah melihat pria itu, Shua Xie merasa tidak asing lagi dengan aura yang pria tampan itu keluarkan. Dan beberapa detik kemudian Shua Xie sudah menemukan jawabannya," Bodoh," lanjut Shua Xie dengan nada malas.
Singkat bukan, Shua Xie mengatakan pria itu bodoh.
Chi Su yang mendengar gumaman pelan dari mulut Shua Xie spontan bereaksi, dia pun ikut melirik ke arah ke mana Shua Xie melihat. Dan setelah melihatnya, betapa terkejutnya Chi Su menemukan seorang pria cantik tengah berjalan cepat menuju ke arahnya. Atau mungkin lebih tepatnya akan melewati dirinya.
"Cantik?" gumam Shua Xie pelan dengan wajah begitu buruk mungkin lebih tepatnya jijik mengatakan pria itu cantik atau pun tampan. "Aku rasa kalian memiliki standarisasi buruk," lanjut Shua Xie pelan sambil menggelengkan kepalanya.
Standarisasi buruk? Mungkin Shua Xie saja yang terlalu anti pria sehingga berpendapat seperti itu.
Di sisi lain, Lou Lian makin mempercepat langkah kakinya tatkala semakin banyak mata menyoroti dirinya. Karena begitu cepat berjalan, dia pun sampai tidak sengaja menyenggol bahu salah seorang wanita berjubah yang kebetulan tengah berdiri diam dengan wajah acuh.
Untunglah saat ke dua bahu mereka bertabrakan tidak ada yang terjatuh. Namun walau pun begitu Lou Lian terus melanjutkan langkahnya tanpa peduli dia telah menyenggol bahu seseorang dengan keras. Saat ini di pikirannya hanya ada dua, bertemu Shua Xie dan menghilangkan pandangan banyak orang-orang.
Shua Xie yang begitu ketat akan aturan tidak akan tinggal diam, ditabrak begitu saja tanpa meminta maaf padanya? Jangan harap bisa lolos dengan selamat!
Baru beberapa langkah pria itu mulai menjauhinya, Shua Xie langsung menginjak baju pria itu yang kebetulan baju pria itu sangat panjang hingga menjuntai ke tanah. Terlihat anggun tapi menjadi kotor karena terus terseret di tanah.
__ADS_1
Lou Lian mendadak berhenti dengan leher tercekat kuat, saat merasakan baju bagian belakang tertahan sesuatu sehingga membuat lehernya tercekik. Bahkan Lou Lian sendiri hampir terjatuh ke belakang karena kurang keseimbangan. Tapi beruntung lah dia ialah Kultivator tahap tinggi sehingga goyangan kecil seperti itu tidak bereaksi besar padanya.
Lou Lian segera berbalik dengan wajah setengah marah ketika sesuatu menahan bajunya itu sudah melonggar, "Kau, sungguh tidak tahu hormat-"
"Hormat apa?" Shua Xie langsung memotong ucapan Lou Lian. Wajah datarnya itu kini menatap tajam ke arah pria cantik di depannya.
"Pria cantik sepertimu berkeliaran di wilayah yang salah. Apa kau tahu akibatnya jika kurang sopan di wilayah musuh?" Shua Xie bergerak maju dua langkah mendekati pria cantik yang kini terdiam menatap Shua Xie dengan tatapan sedikit terkejut.
sorotan mata dari banyak orang semakin banyak, ketika melihat pria cantik yang mereka tatap kini bermasalah dengan seorang gadis berjubah.
Shua Xie menepuk pelan bahu pria cantik itu, senyuman jahil meriasi wajah cantiknya yang tertutup topi jubahnya. Sepintas pikiran jahil melintas di otaknya.
Shua Xie mendekatkan wajahnya ke samping wajah pria itu, kemudian berhembus beberapa kali membuat bulu kuduk pria itu berdiri dan bergetar, tentu saja semakin membuat niat jahil Shua Xie menyeruak keras. Bahkan Lou Lian sampai ngeri sendiri merasakan hembusan nafas Shua Xie.
"Tubuh cantikmu, kupikir bisa menghibur kesendirian-"
"Huaaaa! Shua Xie-ku kau sungguh jahat menggodaku di depan umum!" pekik Lou Lian keras sambil memeluk Shua Xie kencang, tangis pilu tanpa air mata pun pecah dan semakin mengundang banyak orang memandangnya, termasuk Chi Su yang kini sedang menutup mulutnya karena terkejut.
Shua Xie dengan mata bulatnya menatap kosong ke depan saat pria cantik itu memeluknya erat tanpa malu. Ini adalah pelecehan bagi Shua Xie! Dia tidak pernah dipeluk pria mana pun, dan sekarang seorang pria asing berani memeluknya sambil menyebut namanya.
"Shua Xie, kau tahu, aku hampir tergoda oleh nafasmu barusan! Kau mulai nakal ya!" Lou Lian melepaskan pelukannya itu, justru beralih menjentik jidat Shua Xie dengan kuat hingga meninggalkan bekas merah di dahi Shua Xie.
"Aauu! Kau! Berani sekali menjetik dahiku!" balas Shua Xie cukup keras tidak terima dahinya dibuat merah seenaknya.
"Hei, apa kau lupa. Gadis nakal harus diberi hukuman!"
_______________________
**A/N: Hai gaes aku hadir lagi melanjutkan cerita ini setelah hampir sebulan aku berhenti menulis. Maaf gaes aku lamban up karena hpku rusak, sekarang pun aku menulis pakai hp sepupu ku 😅 mohon maklumi ya. Aku harap kalian tidak pergi dari cerita gaje aku.
__ADS_1
Aku mau lihat apakah masih ada pembaca pendukung cerita ini, jika masih ada aku akan lanjutkan lagi. Sekian dan terimakasih atas dukungannya selama aku tidak up 🥰😄**