Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 54


__ADS_3

"Feng Xian? Maksud ada sang Master alkemis terkenal di kota Kekai?"


Feng Xian tersenyum kecil, "Bahkan kau mengenaliku. Aku pikir orang tua sepertiku tidak akan dikenali siapa pun."


Shua Xie terdiam tidak bisa berucap apa-apa. Menurutnya siapa sih yang tidak akan kenal dengan sang ahli pengobatan terbaik di kota Kekai, bahkan menurutnya paling terbaik di Dunia Bawah. Suatu keberuntungan bisa bertemu sang legenda ahli pengobatan yang mendapat sedikit kekuatan agung dari burung Phoenix. Apalagi misi Shua Xie memiliki sedikit sangkut paut dengan Feng Xian.


"Bagaimana mungkin anda tidak terkenal. Anda adalah master paling ahli pengobatan di Dunia Bawah, tentu saja semua orang tahu tentang anda," balas Shua Xie sedikit keras penuh semangat.


"Hahaha ... kau cukup imut Nona kecil. Tapi menurutku aku tidaklah ahli pengobatan tanpa mendapat bantuan dari seseorang." Feng Xian tersenyum kecut merasa dirinya tidak akan bisa mencapai puncaknya saat ini jika tidak diberi bantuan.


Shua Xie paham maksud dari Feng Xian, pasti yang dimaksudnya bantuan adalah bantuan dari burung Phoenix.


"Itu adalah berkah dan keberuntungan untuk anda. Bukankah begitu? Lagi pun anda tidak pernah minta bantuan itu dari burung Phoenix."


Feng Xian sontak melihat ke arah Shua Xie, "Dari mana kau tahu kalau aku mendapat bantuan dari burung Phoenix? Selama ini kabar tentang asal-usul kekuatanku tidak pernah tersebar di dunia luar. Bahkan kota Kekai saja hanya sebagian orang saja yang tahu, itu pun hanya orang-orang terdahulu," ungkap Feng Xian curigai, dia menatap Shua Xie dengan tatapan mengintimidasi.


"Eh, itu?"


Shua Xie jadi bingung menjawab, karena salah berbicara membuat Feng Xian menaruh curiga padanya. Shua Xie tidak tahu bahwa kabar tentang asal-usul kekuatan Feng Xian tidak disebar luaskan pada dunia. Akhirnya malah membuatnya salah berbicara.


Feng Xian masih menatap tajam ke arah Shua Xie sambil menaruh perasaan curiga. Yang Feng Xian tahu selama ini tidak banyak orang tahu tentang asal-usul kekuatannya, dan biasanya yang paling banyak mengetahuinya hanyalah orang-orang dari aliran hitam yang ingin menyalah gunakan bulu Phoenix sebab beranggapan bulu Phoenix bisa membuat mereka menjadi kuat dan abadi.


"Apa kau dari aliran hitam yang ditugaskan mengambil bulu Phoenix? Apa itu juga alasanmu menghancurkan klan Mo?" Feng Xian bertanya dengan nada dingin dan tajam.

__ADS_1


Shua Xie semakin sulit menjawab, jelas dia memang bukan dari aliran hitam, namun pertanyaan pertama memang benar, misinya datang ke kota ini untuk mengambil bulu Phoenix. Tapi bagaimana Shua Xie bisa menjelaskannya, bahkan walau pun sudah dia jelaskan dengan kebenaran belum tentu juga dapat dipercaya. Karena tidak mungkin Shua Xie menjawab bahwa dia datang kemari mengambil bulu Phoenix milik kakak tertua Phoe yang ada di dalam tubuhnya. Di telinga mereka itu pasti terdengar tidak masuk akal serta membual belaka. Sebab alasan seperti itu sudah sering kota Kekai dengar dari orang-orang yang menginginkan bulu Phoenix.


"Aku bukan dari aliran hitam," jawab Shua Xie singkat.


"Lalu kau dari aliran apa? Netral atau putih? Apa kau ke mari sebab bulu Phoenix Agung?"


"Aku tidak berada di aliran apapun, sebab aku membunuh orang yang menurutku memang pantas dibunuh. Aku juga tidak suka berada di aliran apapun, sebab menurutku aku ini bisa memiliki pecahan dari tiga aliran itu," jawab Shua Xie.


Dahi Feng Xian berkerut, "Maksudmu pecahan dari tiga aliran?"


Shua Xie menggaruk belakang telinganya jadi bingung menjelaskannya, "Begini jelasnya, aku ini tidak sebaik aliran putih yang tidak tega membunuh orang, namun aku juga tidak sejahat aliran hitam memberantas siapa saja yang menurutnya adalah uang. Tapi aku juga tidak berada di netral karena aku bergerak sesuai keinginanku, aku akan membela yang menurutku baik, namun aku juga akan membunuh yang menurutku pantas dibunuh. Lagi pun aku tidak bergurudi sakte apapun saat ini," jawab Shua Xie menurut pemahamannya tentang dirinya.


"Lalu apa kenapa kau menghancurkan klan Mo? Setahuku klan Mo tidak berada di aliran hitam. Bahkan klan Mo juga kadang memberi bantuan pada aliran putih dan netral. Tidak seharusnya kau menghancurkan mereka."


Menurut Shua Xie mereka hanya orang yang tidak tahu apa-apa tentang klan Mo. Klan berwajah baik demi menutupi rencana jahat yang selama ini mereka rencanakan di balik layar.


Feng Xian merasa terpojok, apa yang dikatakan Shua Xie memang benar, tapi Feng Xian tidak cukup yakin apakah klan Mo yang salah atau gadis di hadapannya saat ini yang salah.


"Apa alasan klan Mo ingin membunuhmu?"


Shua Xie terdiam sambil menatap Feng Xian, rasa ragu untuk menceritakan bahwa dirinya adalah putri dari klan Langit yang tersisa. Jika Feng Xian tahu, maka semakin banyak orang akan tahu tentang siapa jatih dirinya sebenarnya. Jika banyak orang tahu tentang dirinya, maka tidak sulit bagi Lou Zho menemukannya di dunia Bawah.


"Sebab mereka ingin membangkitkan leluhur mereka dengan mengorbankan tumbal manusia. Mereka ingin menjadikanku tumbal untuk kebangkitan leluhurnya! Tentu saja aku tidak terima!" balas Shua Xie.

__ADS_1


Alis Feng Xian naik sebelah, "Menjadikanmu tumbal? Membangkitkan leluhur mereka?"


Shua Xie menghela nafas pelan, kemudian menjelaskan secara singkat tentang klan Mo dan tujuan gelap klan Mo yang tidak seorang pun tahu. Klan Mo ingin membangkitkan leluhur mereka lalu menguasai dunia Bawah dan kerajaan Langit yang menurut Shua Xie mustahil untuk leluhur itu gapai, mengingat bahwa ada Lou Zho yang memiliki tujuan sama sepertinya, terkecuali mereka mau berkerjasama.


Feng Xian mendengarkan penjelasan Shua Xie sampai habis, saat mendengarkan penjelasan Shua Xie dia tidak habis-habisnya terkejut mendengar kejahatan klan Mo.


"Itu, bagaimana mungkin klan Mo punya pikiran seperti itu. Bahkan mereka sudah merencanakannya sejak lama," balas Feng Xian marah setelah mendengar penjelasan Shua Xie.


Shua Xie juga sama hal seperti Feng Xian, apalagi yang dikorbankan untuk leluhur klan Mo adalah dirinya. Seandainya bukan Shua Xie yang dijadikan tumbal, mungkin Shua Xie masih bisa tidak ikut campur urusan mereka, tapi kalau dirinya yang ditargetkan, jangan salahkan Shua Xie juga bermain menargetkan mereka.


"Jika yang kau katakan itu memang benar, tapi kenapa harus kau yang dijadikan tumbal. Jika leluhur klan Mo menginginkan gadis perawanan, di kota Kekai ada begitu banyak gadis sepertimu. Dan seharusnya impian mereka sudah tercapai saat ini juga."


Pertanyaan inilah yang paling Shua Xie hindari, jika dia ditanya alasan itu, akan sulit baginya menjawab. Tapi jika tidak menjawab Feng Xian pasti akan ragu tentang dirinya.


"Kecuali kau memiliki sesuatu yang tidak semua gadis lain miliki." Lanjut Feng Xian lagi sambil menatap Shua Xie penuh pertanyaan.


"Itu, bagaimana aku menjelaskannya ya. Begini, intinya leluhur klan Mo menginginkan gadis bermata merah sepertiku. Tidak hanya gadis, bahkan pria pun bisa mereka tumbalkan asalkan memiliki warna mata yang sama denganku."


***


Gaes terimakasih atas dukungan kalian, komentar penyemangat kalian, walau gak balas tapi sungguh aku terhura membacanya 😄 makasih banyak buat kalian yang membaca dan mendukung terus karyaku.


Gaes tolong mampir juga ke ceritaku yang berjudul Takdir Sang Penguasa, berikan saran pada cerita yang itu. Sebenarnya author lebih suka cerita yang TSP, karena lebih nyambung ceritanya dibanding PDM 😅. Tapi ke dua cerita ini akan lanjut kok, selama dukungan terus ada dukungan 💙

__ADS_1


__ADS_2