Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia
Bab 43


__ADS_3

Bang!! Bang!! Bang!!


Bukit kecil yang ada di depan Shua Xie hancur dalam sekali serangan. Guncang kuat terasa sampai 5 kilometer di sekitarnya, begitu pun Shua Xie, dia juga dapat merasakan guncangan hebat itu.


Shua Xie menatap tajam ke bekangannya, tak jauh di depannya sekarang ada seekor monster sebesar bukit kecil dengan taha spirit tingkat tinggi. Monster itu memang tepat di katakan monster sebab wujudnya saja sulit membuat Shua Xie berkata. Monster itu berkepala 3 seperti kepala ular, namun dari leher hingga ekornya itu adalah badan komodo, dan ke empat kaki dan sepasang sayap itu adalah kaki dan sayap burung pemakan bangkai. Sedangkan suara dari monster itu adalah suara harimau, benar-benar sulit dibayangkan bagaimana wujudnya.


Monster itulah yang membuat bukit di belakang Shua Xie menjadi rata. Entah serangan energi spirit apa yang dia luncurkan, tapi sekali terkena Shua Xie, sudah pasti dia berubah menjadi butiran debu dalam waktu singkat.


Shua Xie berdecak kesal, dikeluarkannya lagi satu pedangnya yang sebelumnya masih melekat di pinggangnya, "Aku akui kau monster spirit yang pertama membuatku melawan menggunakan dua pedang sekaligus."


"Dasar manusia!!! Grooaarrr!!!"


"Heh, kau marah? Harusnya kau bangga," sinis Shua Xie tajam.


'Hei! Hei cepat selesaikan. Kau sebenarnya mau bertarung apa berbincang dengannya. Aku memanggil monster itu ke sini agar kau bunuh, bukan kau ajak bicara.' Muncul suara Phoe meneriaki Shua Xie.


Ya benar, Phoe lah yang memanggil monster berwujud jelek itu ke tempat Shua Xie, sebab Shua Xie sendiri yang memintanya. Shua Xie meminta agar didatangkan monster terkuat di hutan. Dan yang datang malah monster berwujud jelek tapi memiliki tingkatan kultivasi yang lumayan tinggi. Monster itu saja bisa berbicara seperti manusia, tapi hanya manusia di tahap Raja Putih saja yang bisa mendengarnya. Berbeda lagi dengan Shua Xie, dia ini memiliki tubuh yang benar-benar spesial jadi dia dapat mendengarnya.


"Kau pikir mudah mengalahkan monster jelek itu? Dia saja sudah hampir berada di tingkat pembentukan alam roh akhir, berbeda denganku yang masih di tingkat alam roh awal!" seru Shua Xie keras.


pelatihan roh Shua Xie memang masih di dasar daripada monster di depannya. Tapi bagi manusia biasa, tingkat pelatihan rohnya sudah lebih tinggi dari manusia biasa.


Tahap pelatihan roh di bagi menjadi 4 tingkatan, dan setiap tingkatan memiliki 5 level. Tingkat terendah pertama adalah Tingkat Roh Perunggu, lalu ke dua Tingkat Roh Perak, dan ke tiga Tingkat Alam Roh, dan yang terakhir Tingkat pengendalian Alam Roh.


Karena Shua Xie pernah menjalani ujian dari buku ilahi, kekuatan rohnya cenderung lebih kuat dari tubuh aslinya.


'Musuh kuat atau tidak kau tidak bisa mengalahkannya, salahkan lah dirimu yang lemah. Cepat kalahkan, baru kita lanjut latihanmu lagi,' balas Phoe dengan nada sedikit kesal, dia kesal sebab Shua Xie malah menyalahkan dirinya.


"Hah! Baiklah!"


Shua Xie berlari mendekati monster itu, tapi sebelum jaraknya semakin dekat, ekor dari monster itu mengarah padanya. Shua Xie melompat menghindarinya, lagi-lagi guncangan hebat terjadi. Dengan cepat Shua Xie melompat lagi, kali ini dia melompat naik ke atas ekor monster itu. Setelah kakinya berpijak, dia langsung berlari menaiki punggung monster.


"Grooaarrr!!!" Monster itu berteriak keras saat Shua Xie sudah berada di atas punggungnya. Ini kali pertama baginya ada manusia yang berani menginjakkan kaki di punggungnya.


Shua Xie terhentak karena teriakan melengking monster itu, rasanya gendang telinganya seperti mau meledak karena suara auman. Shua Xie segera berlutut sambil menutup ke dua telinganya hingga monster itu berhenti teriak.


Area sekitar pertarungan mereka sudah tidak ada lagi monster spirit lainnya, karena mereka memilih lari karena takut berurusan dengan monster yang dihadapi Shua Xie saat ini.


Monster itu mengepakan sayapnya, dalam beberapa kali kepakan mereka sudah ada jauh di atas awan. Shua Xie kembali berdiri dan berusaha menstabilkan keseimbangannya.

__ADS_1


Tangan Shua Xie bergerak cepat menyabit punggung mosnter itu dengan ke dua pedangnya. Monster itu mengerang keras di langit membuat semua burung terbang berjatuhan ke tanah. Dan lagi-lagi Shua Xie menutup telinganya karena suara auman monster itu.


Setelah monster berhenti berteriak, Shua Xie kembali menyabit punggungnya dengan ke dua pedangnya. Shua Xie menggunakan kekuatan penuh agar sayatan pedangnya berefek besar. Tapi setelah memberi berapa kali sayatan ternyata monster itu masih sanggup terbang walau pun punggungnya sudah berlumuran darah.


Kesal Shua Xie karena monster itu jauh lebih kuat dari perkiraannya, "Kalau begini terus aku yang akan mati! Hah, baiklah akan kuperlihatkan padamu pukulan terkuatku."


Shua Xie melompat ke udara sambil mengepalkan tangan kanannya, di saat bersamaan dia juga mengaktifkan sajak Kutukan di tangan kanannya itu. Kemudian Shua Xie menghantam keras punggung monster itu dengan pukulannya. Monster itu teriak keras kesakitan, tulang belakangnya patah karena pukulan Shua Xie. Monster langsung melesat sangat cepat jatuh tanah setelah mendapat pukulan dari Shua Xie. Tapi sebelum itu, dia juga sempat memukul Shua Xie dengan sayapnya. Sayapnya itu menampar keras tubuh kecil Shua Xie ke bawah hingga menghancurkan gunung besar tempat Shua Xie terjatuh.


Boomm!!!


Mereka berdua sama-sama jatuh ke tanah dengan luka yang lumayan parah. Gunung besar tempat Shua Xie terjatuh kini meninggalkan lubang yang cukup dalam. Di dalamnya ada Shua Xie sedang terbaring lemah tak berdaya, akibat tamparan keras sayap monster itu, beberapa tulang rusuknya patah, kaki kirinya dan tangan kanannya juga patah. Shua Xie benar-benar tidak bisa bergerak sedikit pun dari tempatnya.


"Uhuk! Uhuk!" Shua Xie batuk darah, darah itu memucrat keluar dari mulutnya.


"Ahk! Ini kali pertamanya bagiku mendapat luka separah ini," gumam Shua Xie pelan diiringi ringisan karena ternyata tulang belakangnya juga patah. Andai saja dia tidak mengaktifkan sajak Kutukan di punggungnya mungkin saja dia tidak akan hidup saat ini. Bayangkan tubuh kecil sepertinya menghantam gunung besar hingga hancur tapi masih bisa bertahan? Itu sangatlah jarang terjadi, kecuali memiliki pusaka pelindung.


'Aku pikir kau akan mati setelah terjatuh dari ketinggian dengan sangat cepat. Tapi ternyata kau masih bisa hidup.'


Shua Xie tersenyum kecil, "Kau terlalu meremehkanku, phoe!" balas Shua Xie dengan sisa-sisa tenaganya sebelum akhirnya dia menutup matanya.


***


"Phoe, berapa lama aku tertidur?" Shua Xie bertanya setelah lama menatap langit malam.


'Tiga hari tiga malam, kau tahu berapa banyak hewan buas yang ingin memakanmu. Untunglah aku menyebarkan aura spirit-ku, jadi tidak ada satu pun dari mereka yang berani mendekat.'


Shua Xie tersenyum kecil, "Untunglah ada Phoe. Terima kasih," balas Shua Xie pelan.


'Cepat pulihkan dirimu, lalu makan pil yang ada di dalam botol berwarna biru. Kau pasti akan sembuh seperti semula. Ini kali pertamanya aku melihatmu terluka parah.'


Shua Xie mulai mengalirkan QI-nya yang masih tersisa ke seluruh tubuhnya, sedikit demi sedikit tubuh Shua Xie mulai bisa bergerak. Shua Xie menggerakkan tangan kirinya, sebab tangan kanannya sudah patah dan tertimbun tanah jadi tidak bisa digerakkan.


Shua Xie tidak pernah menyangka kalau dia akan menderita luka separah ini, padahal dia sudah mengaktifkan sajak Kutukan untuk melindungi punggungnya, tapi ternyata Shua Xie belum sepenuhnya dapat mengontrol sajak Kutukan dengan baik. Akibatnya berimbas pada tangan kanannya yang patah.


'Wajar saja kau mendapat luka separah ini. Tidak ada manusia di tahap Bumi bisa hidup setelah mendapat pukulan keras dari monster spirit tingkat Foundation akhir.'


"Kau menghiburku ya?" balas Shua Xie diiringi seringai meledek, karena ini kali pertamanya Shua Xie mendengar Phoe memuji dirinya. Tidak seperti biasanya.


'Percaya dirimu terlalu tinggi. Aku bukan menghibur tapi memuji kekuatan sajak Kutukan.'

__ADS_1


Shua Xie hanya tersenyum mendengar balasan Phoe, tanpa melanjutkan lagi perbincangan mereka, Shua Xie kembali mengalirkan QI-nya ke seluruh tubuhnya secara perlahan. Butuh waktu 1 jam lebih baru Shua Xie bisa menggerakan kaki kanan dan tangan kirinya. Shua Xie berbalik ke kanan, dengan sekuat tenaga Shua Xie menggali tanah yang menutup tangan kanannya itu dengan tangan kirinya, sampai tanah itu benar-benar sudah tidak menutupi tangan kanannya.


Setelah itu, Shua Xie berusaha duduk dengan menggunakan topangan tangan kirinya. Setelah dia duduk, Shua Xie langsung mengeluarkan botol pil yang ada di dalam cincin Ruangnya. Kemudian dia menelan 2 pil sekaligus yang ada dalam botol berwarna biru.


Butuh waktu 1 jam Shua Xie menyerap ke dua pil itu, dan setelah dia berhasil menyerapnya. Shua Xie langsung beranjak berdiri, kini tangan dan kakinya sudah tidak patah lagi, begitu pun dengan tukang rusuk dan tukang belakangnya. Semua sudah kembali seperti semula. Shua Xie takjub akan kehebatan pil itu, sebagai mantan seorang dokter di dunia modern, dia tidak pernah menemukan obat semujarab itu, dalam hitungan jam bisa memulihkan kembali tubuh seperti biasanya.


Shua Xie meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku, tidak pernah terbayangkan olehnya kalau dia akan tidur selama 3 hari tanpa pengawasan. Andai saja Phoe tidak melindunginya, mungkin saja dia sudah dimakan hewan buas.


"Apa monster itu juga mati?"


'Dia mati sebelum kau tertidur. Seharusnya tidak ada manusia yang dapat menemukannya karena aku menutupinya dengan auraku,' jawab Phoe.


Shua Xie mengangguk paham, segera dia melesat sangat cepat menuju tempat di mana monster itu berada. Tidak butuh waktu lama Shua Xie sudah tiba di tempat monster itu berada.


Shua Xie terkejut ketika melihat monster itu sudah tidak seperti bentuk tubuh sebelumnya. Kini tubuh monster itu berpisah menjadi 3 bagian, yaitu ular, komodo dan burung. Shua Xie sungguh tidak mengerti apa yang terjadi dengan monster gabungan itu.


"Phoe, sebenarnya monster itu gabungan dari 3 hewan yang berbeda? Aku kira dia lahir memang dalam bentuk wujud yang seperti itu."


'Benar, sepertinya mereka menggabungkan diri mereka agar mereka menjadi yang terkuat di hutan ini. Tapi tidak disangka mereka akan kalah di tangan seorang manusia dengan kultivasi rendah.'


Shua Xie berjalan mendekati ular berkepala tiga yang sempat menjadi bagian dari monster gabungan itu. Dengan cekatan Shua Xie membela tubuhnya menggunakan pedangnya lalu mengambil batu inti spiritnya, begitu pun dengan 2 hewan yang lainnya. Setelah Shua Xie mengambil ke tiga batu inti spirit monster itu, Shua Xie memasukkan jasad 3 hewan buas itu ke dalam cincinnya, dia berpikir akan menjual 3 hewan buas itu di pasar nantinya.


"Apa kita akan kembali ke gua Es Sejati lagi? Atau kembali ke kota Kekai?" tanya Shua Xie, kakinya melangkah pergi meninggalkan tempat sebelumnya menuju arah gua Es Sejati.


'Kembali ke gua. Kau masih terlalu lemah, kalau kau kembali ke kota Kekai saat ini, aku tak yakin kau akan selamat lagi. Pasti banyak master klan Mo sedang mencarimu. Sebaiknya tinggal beberapa hari lagi di gua, lagi pun kau masih harus berlatih. Bukankah kau ingin masuk ke aliansi Gold Lion.'


"Benar juga. Baiklah kali ini latihan apa? Jangan katakan mandi air obat lagi."


'Tidak latihan. Akan kujelaskan setelah tiba di gua nanti.'


***


Bersambung


Hallo gaes, maaf nih kemarin gak up 2 Bab, sebenarnya author udah up 2 Bab! tapi belum di publikasikan oleh pihak NT, ya gak tahu kenapa mungkin lagi ada masalah dengan pihak NT. Tapi demi mengganti bab yang tertinggal, author up 3 bab sekaligus hari ini. oh ya sedikit pesan, author gak up hari senin.


Jangan lupa dukung ya ^-^ like dan vote mu aku tunggu


terimakasih telah mendukung karya ini, bagi yang baca tapi gak like, please donk like! masa kalian baca tapi gak like sih? kan gak mendukung namanya 😓 tolong ya beri like mesti gak komen atau pun vote! asalkan like aja author dah seneng kok ...

__ADS_1


by sampai bertemu di bab berikutnya ... jangan lupa jaga jarak demi mencegah penyebaran virus Corona, dan sering cuci tangan dan jangan lupa pakai masker. author sayang kalean semua 😘 jaga kesehatan kalian ya.


__ADS_2